Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
178


__ADS_3

"Apa yang terjadi?!" Teriak April ketika dia tiba di hadapan danang dan orang tuanya.


Belum saja salah satu diantara Ketiga orang yang ada di sana menjawab, Amora juga ikut tiba menatap 3 orang yang ada di sana, "Bagaimana bisa kak Venus terluka?! Bukankah tadi aku melihatnya baik-baik saja meninggalkan taman bersama dengan kakak pertama?!" Tanya Amora dengan nada suara yang penuh kecemasan bersamaan dengan kakak keduanya yang kini tiba juga lalu pria itu langsung duduk di salah satu kursi menunggu mendapatkan informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Nyonya Del yang melihat ketiga anaknya telah datang, ia dengan suara yang begitu berat berkata, "dia minum alkohol dalam kadar yang sangat tinggi."


"Apa?!"


"Apa?!"


Amora dan April serentak berbicara dengan rasa tak percaya mereka.


Sementara Putra kedua keluarga Del yang bernama Gibran, ia mengerutkan keningnya sambil berkata, "Bagaimana bisa dia minum minuman yang memiliki kadar alkohol yang sangat tinggi?"


"Ibu juga tidak tahu," ucap Nyonya Del sambil menghela nafas bersamaan dengan April yang kini duduk di samping kakaknya.


"Ini,, di mana Dia mendapat minuman?" Ucap April mengerutkan keningnya, karena tadi ketika pelayan datang menghampiri mereka membawakan minuman, mereka sama-sama mendapatkan minuman tersebut, tapi dia baik-baik saja, sama sekali tidak ada pengaruh apapun padanya dari minuman tersebut.


Saat semua orang sedang bingung tentang dari mana asalnya minuman itu, kini seorang dokter menghampiri mereka sehingga semuanya dengan cepat berdiri mengelilingi dokter tersebut.


"Bagaimana kabar menantuku?" Tanya Nyonya Del.


"Dia mengalami keguguran sehingga kami harus melakukan op--"


"Apa?!!" Nyonya Dell langsung merasakan kepalanya menjadi sangat sakit sebelum perempuan itu terjatuh dan ditimang oleh suaminya.


Amora yang ada di sana juga menutup mulutnya dengan kedua tangannya dengan tangan perempuan itu gemetar sambil meneteskan air matanya.


Karena pesta ulang tahunnya, keponakannya yang seharusnya lahir dengan selamat kini telah meninggal dunia.


"Hiks,, hiks,, bagiamana mungkin?!!" Isak Amora membuat Gibran yang ada di sana langsung menarik perempuan itu kepelukannya lalu menepuk-nepuk punggung perempuan itu.


"Lakukan apapun yang terbaik untuk istriku, Anda harus memastikan dia selamat dan berada dalam keadaan baik-baik saja!" Perintah Danang yang masih bisa meraih kewarasan nya.


"Tuan muda Tenang saja, kami akan berusaha semaksimal mungkin, tetapi masih ada berkas yang harus kalian tanda tangani," ucap sang dokter yang meski mereka bekerja untuk keluarga Del, tetapi tentu saja mereka masih harus mendapatkan persetujuan dari keluarga sebagai SOP dalam penanganan seorang pasien.


Maka danang segera mengikuti dokter itu untuk menandatangani berkas yang diperlukan, sementara April yang ada di sana, perempuan itu pelan-pelan berjalan ke arah sebuah ruangan yang ditempati oleh Tuan Del membawa istrinya yang pingsan.


Di belakang April, Amora dan juga Gibran mengikuti April hingga mereka semua berkumpul di satu ruangan dengan raut wajah yang sangat gelap.


Tuan Del masih sibuk dengan istrinya, dan dia merasa lega ketika salah satu dokter lain yang ada di sana yang telah memeriksa Nyonya Del kemudian berkata, "dia hanya pingsan biasa Karena syok, dia akan siuman dalam beberapa saat lagi."


Tuan Del menganggukkan kepalanya lalu membiarkan dokter tersebut keluar dari ruangan.


Setelah dokter keluar, Gibran kemudian menatap ayahnya, "Aku akan pergi mencari tahu apa yang terjadi, sebaiknya ayah di sini menemani Ibu. Aku takut kalau dia bangun nanti dia mungkin akan syok berat dan kembali pingsan." Kata Gibran sambil melirik ke arah dua adiknya yang juga berada dalam perasaan murung dengan Amora yang terus menangis.


Tuan besar Dell segera menganggukkan kepalanya sambil berkata, "periksalah pelayan Siapa yang memberikan alkohol itu padanya, atau jika Bukan Pelayan mungkin saja ada salah satu tamu. Danang bilang dia juga meminum alkohol yang diminum oleh Venus, jadi lihat kapan mereka berdua bersama-sama--"


"Itu Saat aku minum dengannya!" Sela April, "Ketika kami sedang menari bersama, seorang pelayan tiba-tiba saja datang memberikan kami 2 gelas minuman, dan itu adalah minuman yang sama, aku mengambil gelas yang lain dan Venus yang lainnya. Dia meminum setengah gelas sebelum Danang datang menghampiri kami dan menghabiskan sisanya lalu pergi membawa Venus." Ucap April langsung membuat semua orang yang ada di sana menatap April dengan tatapan terkejut mereka.


"Apakah maksudmu seseorang sengaja menyuruh pelayan itu datang pada kalian lalu sengaja memasukkan sesuatu ke dalam salah satu gelas yang ada di sana?" Tanya Gibran pada adiknya.


"Ya,, mungkin saja begitu, tapi sebelum para tamu datang ke tempat ini, tidak ada satupun diantara mereka yang membawa obat-obatan, semua obat yang mereka bawa adalah obat yang diberikan oleh keluarga kita. Ataukah ada penghianat di keluarga kita?" Ucap April Yang merasa jika mungkin saja petugas yang mereka pekerjakan untuk keluarga mereka melakukan sebuah penghianatan.


"Kalian tenanglah, biar aku pergi menyelidikinya sekarang. Lagi pula di taman ada CCTV, kita bisa melihat dari mana saja asal minuman itu," ucap Gibran sebelum dia keluar dari ruangan tersebut.


Gibran pun segera pergi ke lift untuk berpindah lantai ketika dia terkejut saat pintu lift terbuka memperlihatkan Rio dan juga Amanda kek keluar dari lift.


"Selamat malam Tuan Muda," ucap Rio membungkukkan badannya pada Gibran diikuti oleh Amanda yang juga membungkuk pada pria itu.


Gibran yang melihat dua orang itu, dia mengerutkan keningnya sambil berkata, "apa yang kalian lakukan tengah malam seperti ini di sini?"


"Kami datang untuk mendapatkan obat tidur, karena kami kesulitan tidur," ucap Rio pada pria yang ada di depannya.


"Kalau begitu, silakan kembali ke kamar kalian dan menelponlah dari sana supaya petugas medis datang ke sana, jangan datang langsung ke tempat ini jika bukan karena keadaan darurat," ucap Gibran yang cemas bahwa kedua orang itu mungkin akan melihat sesuatu yang tak pantas dilihat di tempat itu, karena saat ini kakak iparnya sedang dirawat di lantai tersebut.


Lagi pula, semua keluarganya yang ada di tempat itu membutuhkan ketenangan jadi tidak mau jika ada orang yang datang mengganggu.

__ADS_1


Tetapi Amanda yang mendengarkan ucapan perempuan itu berkata, "Ah,, tap--"


"Silakan kembali ke kamar kalian!" Tegas Gibran menyela ucapan Amanda.


Melihat bahwa pria di depannya sama sekali tidak memberi mereka kesempatan, maka akhirnya Rio menganggukkan kepalanya, "baik tuan muda, kalau begitu Kami permisi terlebih dahulu," ucap Rio sebelum dia menarik Amanda kembali ke dalam lift yang masih terbuka.


Setelah pintu lift tertutup, maka Gibran dengan cepat mengambil ponsel dari sakunya lalu dia menghubungi seseorang.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Ya Tuan Muda," jawab seseorang dari seberang telepon.


"Kunci pintu lantai 3, tidak ada yang boleh keluar masuk kecuali para petugas dan juga anggota keluarga!" Perintah Gibran pada pria di seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri.


Setelah itu, Gibran kembali menekan tombol open pada lift, Lalu dia pergi ke lantai 2 di mana pusat keamanan berada.


Setelah tiba di sana, Gibran langsung pergi ke area pengawasan CCTV. Dia disambut oleh seorang pria, "selamat datang tuan muda," ucap pria bernama Mario.


"Periksa CCTV yang ada di taman, waktunya sekitar 20 menit sebelum acara pesta selesai, perhatikan CCTV yang mengarah ke arah kakak iparku," perintah Gibran langsung membuat para pria yang ada di sana segera mengatur semua layar monitor memperlihatkan rekaman CCTV dari segala sudut.


Gibran yang ada di sana pun fokus melihat ke arah layar monitor yang ada di sana, Lalu setelah beberapa saat, pria itu berkata, "CCTV nomor 201!"


Maka seorang pria langsung memperbesar CCTV nomor 201 memperlihatkan orang-orang yang sedang menari.


"Zoom April dan juga kakak iparku," perintah Gibran langsung membuat petugas di sana memperbesar gambar CCTV tersebut dengan fokus ke arah Venus dan juga April yang sedang menari.


"Percepat waktunya," perintah Gibran langsung dijalankan oleh pria yang duduk di depan sebuah keyboard.


Maka semua orang yang ada di sana menunggu sampai akhirnya terlihat seorang pelayan datang menghampiri Venus dan April sambil membawa dua minuman yang ada di baki.


Saat itulah, Gibran mempertajam tatapannya pada layar monitor dengan semua orang yang juga melihat ke arah layar monitor untuk mengetahui apa yang akan terjadi.


April dan Venus sama-sama mengambil minuman dari baki sang pria, lalu mereka meneguk setengah sebelum Danang datang ke tempat itu lalu mengambil sisa minuman Venus dan menghabiskannya.


"Perbesar gambar pelayan itu," ucap Gibran memberi perintah pada petugas yang ada di sana.


Menggunakan teknologi canggih, maka identitas pria itu langsung muncul di sebelah kanan layar monitor memperlihatkan identitas pelayan tersebut.


"Panggil pria itu!" Perintah Gibran pada bawahannya.


",Baik," jawab salah seorang bawahan sebelum pergi dari tempat itu.


Maka setelah itu, Gibran kembali menatap pria yang mengendalikan layar monitor, "putar mundur rekaman itu dan ikuti dari mana datangnya pelayan itu!" Perintah Gibran.


Maka sang pria langsung mengikuti perintah Gibran dengan memutar balik rekamannya mengikuti datangnya pria tersebut karena ada pergantian posisi CCTV yang mengikutinya, maka layar monitor juga diperiksa satu persatu sampai akhirnya mereka menemukan salah satu layar monitor yang memperlihatkan pelayan tersebut berbicara dengan Amanda sebelum menghampiri Venus dan April.


"Dia berbicara dengan perempuan ini, tetapi kita tidak dapat mengetahui apa yang mereka ucapkan sebab CCTV yang dipasang di area taman tidak dapat merekam suara," kata pria yang ada di sana sambil terus memutar potongan rekaman CCTV percakapan antara pelayan dan juga Amanda.


"Panggil Mark kemari," perintah Gibran pada semua orang yang ada di sana, karena tuan Mark adalah orang yang bisa menerjemahkan Apa yang dibicarakan seseorang hanya dengan melihat gerakan bibir.


"Baik Tuan," jawab salah seorang pria yang ada di sana sambil mengambil sebuah telepon dalam ruangan lalu menghubungi pria yang dimaksud oleh Gibran.


Mereka menunggu selama beberapa menit sampai akhirnya pelayan yang berbicara dengan Amanda datang ke ruangan keamanan tersebut.


Secara bersamaan, Mark juga tiba di ruangan tersebut.


Begitu sang pelayan tiba, ia terlihat kebingungan tetapi juga ada dengan raut wajah ketakutannya sehingga membuat Gibran mengerutkan keningnya menatap pria itu.


Beberapa saat kemudian Gibran kemudian berkata, "lihat video yang ini, kau berbicara dengan salah satu tamu di pesta, apa yang kalian bicarakan?"


Sang pelayan yang ditatap oleh Gibran langsung menatap ke arah layar monitor, dan dia ingat itu adalah perempuan yang menyuruhnya untuk memberikan minuman pada Venus.


Karena dia hanya pelayan yang biasa, maka dia tidak mengetahui informasi apapun tentang Venus yang sedang berada di ruang kesehatan sehingga pria itu dengan sangat polos berkata, "Saya tidak mengenal Nona itu, tetapi Dia menyuruh saya untuk memberikan minuman Pada Nona Aprilia dan juga Nyonya muda. Dia juga mengatakan bahwa Nyonya muda mencari minuman dengan kadar alkohol yang tinggi untuk dia minum, sehingga saya pergi membawakan minuman yang memiliki kadar alkohol yang tinggi pada Nyonya muda. Tapi maaf tuan muda, Memangnya ada apa dengan itu?"


Gibran menggertakkan giginya sambil mengepal kuat tangannya, dan saat itu terlihat jelas bahwa Gibran sedang marah hingga membuat sang pelayan menjadi ketakutan.


Gibran menceritakan giginya sambil mengepal kuat tangannya, dan saat itu terlihat jelas bahwa Gibran sedang marah hingga membuat sang pelayan menjadi ketakutan.

__ADS_1


"Kau menghampiri kakak iparku dan juga April lalu menawarkan minuman pada mereka tanpa mengatakan bahwa salah satu minuman itu memiliki kadar alkohol yang tinggi?! Apakah kau lupa etika pelayan yang Kau pelajari?!" Bentak Gibran pada pelayan yang ada di sana.


Sang pelayan pria langsung gemetar ketakutan sambil dia tertunduk lalu menjawab, "maafkan saya tuan muda, saya pikir Nona tersebut berkata sesuatu yang jujur sehingga saya hanya mengikuti perintahnya dan tidak lagi mengatakannya pada Nyonya muda."


"Dasar bodoh! Bawa pria ini ke penjara bawah tanah dan penjarakan dia sampai aku menyuruh kalian untuk membebaskannya!!" Perintah Gibran pada pria yang ada di sana sehingga pelayan tersebut diseret pergi tanpa bisa mengatakan apapun.


Sementara Gibran yang tinggal, ia menatap pria bernama Mark sambil berkata, "katakan padaku, apakah yang dikatakan oleh pelayan itu benar?"


Mark yang ada di sana masih memperhatikan video yang sedang diputar di layar monitor, sehingga dia tidak langsung menjawab, Tetapi beberapa saat kemudian, pria itu kemudian berkata, "ya, apa yang dikatakan pelayan itu memang benar, perempuan ini memerintahkan pelayan untuk memberikan minuman dengan kadar alkohol yang tinggi pada Nyonya Muda.


"Sial!!" Teriak Gibran dengan begitu marah sebelum menatap salah seorang pria yang ada di ruangan itu, "dapatkan perempuan itu dan bawa ke hadapanku sekarang juga!!!" Perintah Gibran.


"Baik Tuan Muda," jawab pria yang ada di sana sebelum dia pergi dari ruangan tersebut untuk melaksanakan perintah Gibran.


Sementara saat itu, Amanda yang ada di kamarnya kini bersiap untuk tidur dengan perasaan bahagia yang melingkupi seluruh tubuhnya karena sampai sekarang tidak ada apapun yang terjadi setelah dia berhasil melukai Venus.


Tetapi, perempuan itu Baru saja memasang alat bantu menutup mata ketika bel kamarnya dibunyikan oleh seseorang.


Ding dong!


Ding dong!


Amanda mengerutkan keningnya sambil membuka penutup matanya lalu turun dari tempat tidur sambil menghela nafas.


"Manager bodoh ini ada apa lagi sih?" Gerutu Amanda yang berpikir bahwa pria yang ada di depan pintu kamarnya yang menekan bel apartemennya ialah manajernya sendiri.


Maka ketika dia tiba di di pintu kamar, tanpa apa-apa dia langsung membuka pintu tersebut dan memperlihatkan wajah tak senangnya.


Tetapi ketika ia melihat dengan jelas Siapa yang ada di depannya, Amanda sangat terkejut, Sebab Dia tidak mengenali pria tersebut.


"Anda siapa?" Tanya Amanda bersamaan dengan dua orang pria lain yang berada di belakang pria tersebut dengan cepat maju ke depan lalu tanpa aba-aba langsung member girl Amanda dan memegang sisi kiri dan kanan Amanda.


"Apa yang kalian lakukan?!" Teriak Amanda yang sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut padanya.


"Bawa dia," perintah salah seorang pria di sana sebelum mereka pergi menuju lift dengan Amanda yang terus berteriak.


"Kenapa kalian menangkapku?!! Aku tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kenapa kalian bersikap seperti ini padaku?!!" Teriak Amanda sambil berusaha untuk melepaskan diri, tetapi 3 orang yang ada di sana sama sekali tidak memperdulikan teriakan dan rentahan perempuan itu.


Mereka terus menyeret Amanda sampai mereka memasuki lift lalu turun menuju lantai 2.


Karena kamar Amanda berada di lantai 30, maka sambil turun ke lantai bawah, live beberapa kali terbuka sebab masih banyak orang yang belum tidur pada hari itu.


Tetapi tidak ada satupun orang yang masuk ke dalam lift karena salah seorang pria yang ada di sana menyuruh semua orang untuk mencari lift lain hingga membuat semua orang merasa kebingungan. Apalagi Mereka melihat Amanda berada dalam lift dengan diapit oleh dua orang pria, begitu mencurigakan.


Amanda pun hanya bisa meringkuk di tempatnya, 'Sial!! Apakah ini berhubungan dengan apa yang terjadi pada Venus? Tetapi tidak ada yang mencurigakan dari sikapku, pelayan hanya pergi secara natural membawakan minuman untuk Venus," ucap Amanda dalam hati yang kini merasa cemas namun juga merasa bingung.


Ting!


Lift akhirnya tiba di lantai 2, lalu 4 orang yang ada di dalam lift segera keluar dari sana dan Amanda langsung diseret menuju ruangan tempat Gibran berada.


Barulah Setelah tiba di ruangan tersebut, Amanda tersentak kaget ketika melihat Putra kedua keluarga Del ternyata berada di sana dan tatapan pria itu padanya benar-benar mengerikan hingga membuat Amanda tak mampu lagi merontah dan berontak pada dua orang yang memegangnya.


"Kau,, kau lihat video itu, sekarang juga akui apa yang kau katakan di dalam video itu!!" Perintah Gibran pada perempuan yang ada di depannya.


Amanda tersentak kaget ketika ia melihat video pada layar monitor yang diperlihatkan padanya, yaitu masa ketika dia dan sang pelayan berbicara.


"Itu,," Amanda berusaha menguasai dirinya dan berusaha memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Gibran supaya dia tidak disalahkan atas apa yang terjadi pada Venus.


Lalu setelah beberapa saat, Amanda kemudian berkata, "aku hanya mengambil minuman dari pelayan itu, Dan Pelayan itu bilang bahwa minumannya memiliki kadar alkohol yang tinggi, jadi aku mengembalikannya padanya dan pembicaraan Kami selesai sampai di situ."


Mark yang mendengarkan itu langsung mengerutkan keningnya, "dia bohong, pembicaraan itu tidak sesuai dengan durasi waktunya, dan gerakan bibirnya juga tidak sama." Ucap Mark langsung membuat Amanda melototkan matanya menatap pria itu.


"Kau jangan bicara omong kosong ya, memang itulah yang kukatakan!!" Tegas Amanda.


Mark hendak berbicara, tetapi Gibran mengangkat tangannya pada pria itu sebagai pertanda agar dia berhenti berbicara, lalu Gibran lah yang kemudian berbicara, katanya, "bawa dia ke sel bawah tanah dan kurung dia di sana sampai dia mengatakan yang sesungguhnya. Ah,, biarkan dia dikurung bersama dengan pelayan yang berbicara dengannya dan paksa mereka minum minuman keras yang sama dengan yang diminum oleh kakak iparku!!"


"A,, apa?!" Amanda sangat terkejut, Tetapi dia belum melanjutkan ucapannya ketika dia sudah ditarik keluar dari ruangan itu lalu pintu ditutup dengan cepat.

__ADS_1


"Perintahkan semua orang untuk tidak menyentuh mereka sampai kakakku dan kakak iparku sendiri yang memutuskan hukuman apa yang tepat untuk mereka!" Perintah Gibran pada semua orang sebelum dia pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke ruangan kesehatan.


__ADS_2