
Tapak demi setapak tercipta seiring derap langkah kaki. 'Naora', satu nama yang terus terlintas di hati, menuntun jiwa untuk segera menemuinya saat ini.
Bukan karena kerinduan yang mendambakan sentuhan, melainkan karena seruan emosi yang menuntut sebuah pelampiasan. Axton yang mulai posesif akan Naora, berniat memberi hukuman.
Hukuman apa? Ya ... seperti yang para pembaca bayangkan. Aha!
Ketidak sukaannya akan kedekatan di antara Naora dan Nathan, memancing perasaan cemburu yang bergulung hebat di rongga dada. Pria itu tidak terima. Apa lagi mengingat, istri ke-duanya itu sering menebar senyum kepada pria yang bukan dirinya. Hah! Dia sangat marah karena senyuman cantik itu tidak pernah ada untuknya.
Ceklek!
Brak!
Axton mendorong daun pintu kamar Naora dan menutupnya kembali dengan satu kali bantingan kasar, lalu melangkah lebar mendekati penghuni berbalut baju tidur tipis di sana. Si cantik yang hampir menenggelamkan diri ke dalam selimut tebalnya seketika terkesiap karena terkejut luar biasa.
"Axton, kau mengangetkanku! Bisakah kau permisi dulu sebelum masuk? Kebiasaanmu sungguh buruk! Hmp ...!" Omelan Naora seketika terbungkam oleh lahapan bibir Axton. Lagi-lagi wanita itu dibuat tak berkutik di bawah kuasa tubuh kekar pria itu.
Kedua tangan Naora menghadiahi pukulan-pukulan di dada Axton yang bidang. Berharap bibirnya yang dipagut kasar terenggang. Namun sayang, tindakannya justru membuat pria itu kian tertantang.
"Ahk!"
Axton menjatuhkan Naora di atas ranjang dan langsung mengungkungnya. Tak ingin menjadikan tubuh di bawahnya hanya sebagai pajangan, ia mulai bermain di atas sana. Diajaknya bibir menyusuri leher putih di depan mata. Melukis beberapa kupu-kupu merah yang menggoda.
Menggeliat seperti cacing yang tersiram air panas, sentuhan Axton membuat Naora gusar akan sensasi yang dirasa. Ia meremang seketika. Organ sensitifnya pun berdenyut tanpa diminta.
"Tunggu Axton! Sebenarnya ada apa? Jangan seperti ini. Ax ... ton, ahh! Hentikan!"
Naora merapatkan kedua pahanya untuk menghentikan tangan nakal yang sudah menyusup ke dalam lembah nikmat duniawi miliknya. Tangan juga dibuat menekan dada keras yang menindihnya. Sungguh, dia sangat sedih jika Axton meminta haknya dengan cara paksa.
"Axton, aku mohon jangan begini. Kau sangat kasar. Aku ... juga ingin diperlakukan lembut."
__ADS_1
Lisan lembut yang terdengar mengiba sontak menghentikan aksi si pria. Ia lalu membuat sedikit jarak di antara mukanya dan muka Naora. Hingga pahatan cantik di bawahnya memenuhi ruang mata. Keduanya saling mengunci pandangan yang sarat akan makna.
"Aku sangat marah, Naora. Kau terus saja membuatku marah." Nada Axton sangat rendah tapi penuh penekanan. Terdengar jelas, bahwa gejolak rasa masih menderu di dada.
"Apa lagi yang telah aku lakukan hingga membuatmu marah, Axton? Aku tidak mengganggu istri tercintamu juga -kan? Aku juga tidak membuatmu malu. Terus apa yang membuatmu marah? Kenapa aku selalu saja salah di matamu?" Suara Naora bergetar. Rasanya ingin sekali ia menumpahkan buliran kesedihan dari pelupuk mata, tapi ia lebih memilih menahannya.
Terkesima. Sorot mata rapuh Naora sukses mengundang denyutan di dada. Namun, ego dengan cepat menyergap perasaan, menguasai hati yang hampir saja luluh karenanya. Axton ... terkalahkan oleh rasa gengsinya.
"Kau lupa tentang statusmu sebagai wanita yang sudah bersuami, Naora! Kau menggoda sahabat suamimu sendiri!"
Naora mengernyit tak paham. Ia merasa tuduhan Axton tidak benar. "Jaga tutur katamu, Axton! Aku tidak pernah menggodanya. Ahk!" Ia sedikit tersentak saat Axton kembali menekan dengan beban tubuhnya.
"Kau terus saja menebar senyuman kepadanya. Kau bahkan mengirim pesan berisi ucapan selamat tidur juga. Buat apa semua itu jika bukan untuk menggodanya? Lana saja tidak pernah bertindak murahan seperti kau!"
Deg!
Bagaikan dihujam puluhan panah tak kasat mata, akhirnya rangkaian kata hinaan yang diterima, sukses mengoyakkan hati lembut Naora. Namun, hinaan itu ternyata tak setajam lidah Axton saat membandingkan dirinya dengan madunya.
Naora melempar muka ke samping. Tidak tahan terlalu lama bersitatap dengan Axton. "Siapalah diriku ini, hanya seonggok duri yang tak sebanding dengan istri kesayanganmu itu." Ia merendah dalam lirih, menahan rasa sakit di hati.
"Tatap mukaku kalau berbicara." Axton menarik muka Naora hingga mereka kembali beradu pandang.
"Sebenarnya kau ini kenapa? Karena hal sepele kau sudah semarah ini. Kau menghinaku dan juga bersikap kasar. Aku hanya tersenyum ramah kepada Nathan, dan pesan yang aku kirim ke dia hanya sebatas rasa menghargai, Axton."
"Aku tidak suka melihatmu tersenyum di depannya, apa lagi bersikap manis dengannya!"
Naora terbungkam seiring getaran aneh di dada. Ia meyakini akan dugaan bahwa Axton tengah diserang oleh rasa cemburu buta. Untuk kesekian detik, ia mencoba mendalami sorot mata di atasnya. Kalau diamati sungguh-sungguh, sebenarnya ada kelembutan di dalam sana.
Di balik dinginnya sorot mata Axton, seakan ada tirai penghalang yang menghalau sisi hangatnya. Tapi kenapa? Apa ada sesuatu hal yang disembunyikan rapat-rapat olehnya?
"Axton ... apa kau sekarang sedang cemburu?" Naora bertanya dengan hati-hati, tanpa melepas tautan matanya.
__ADS_1
'Cemburu', satu kata berkaitan dengan emosi hati, membuat Axton tertegun tak percaya. Apa benar aku cemburu? Itu tidak mungkin! Dengan Lana saja aku tidak pernah cemburu, apa lagi dengannya.
"Cemburu denganmu? Hanya ada di dalam mimpimu!" kilah Axton.
"Kalau memang kau tidak cemburu, ya sudah! Jangan larang aku untuk tersenyum kepada Nathan. Lagian aku sangat nyaman jika bersamanya karena ia selalu bersikap baik kepadaku. Selain itu Nathan juga pria yang manis dan humoris. Aku mengagumi karakternya."
Naora terus saja berceloteh memuji sosok Nathan, tanpa menyadari muka axton yang sudah memerah karena amarah. "Beraninya kau memuji pria lain di depanku, Naora!"
"Ahk! Axton kau membuatku sesak!" Naora meronta, saat Axton merengkuh posesif tubuhnya. Ia bahkan tak berkutik karena pria itu merampas seluruh ruang geraknya.
Srek!
Kreek..! Kreek..!
"Kyaaa! Kenapa kau merobek baju tidurku?!"
☘
☘
☘
Bersambung~~
Well, bab ini dilanjutin besok lagi ya. Sementara pendek dulu..🤣
Terima kasih ya masih setia memantau kisah cinta Axton dan Naora... Jangan lupa tampol ganas ikon like. Tinggalkan komen cantik di setiap bab.. Nofi maksa ini🤣
Vote gratis mingguan juga boleh disumbangkan ke lapak yang masih sangat sepi pembaca ini..
Sumbangan Gift juga akan Nofi terima dengan senang hati🥰
__ADS_1
lop lop you pooolllll😘😘