Istri Suamiku

Istri Suamiku
Pagi yang memalukan


__ADS_3

This, Gege dan Ningsih kesiangan bangun dan merely bergegas mandi kemudian sholat subuh.


"Haduh tumben banget kesiangan bangun, untungnya masih ada waktu untuk sholat subuh."


"Mbak Tyas, nanti aku ngga nginap ya, balik ke kost, pacarku mau jemput."


"Cieh kang minyak mau jemput ratu minyak." Ningsih terkekek geli membayangkan Gege dan pacarnya berteriak bareng naik motor sambil teriak minyak.


"Dih Mbak Ningsih, pagi-pagi ngajak ribut sih."


Mereka dikagetkan dengan suara ketukan pintu dan salam


"Aduh Mas Ahmad ya Mbak Tyas."


"Bukan, Mas Ahmad jarang mengucapkan salam."


"Wa'alaikumussalam." Tyas membuka pintu dan terkejut, ternyata Pak Joe."


"Pagi Tyas, ini saya bawakan sarapan buat kita berempat."


"Pagi Pak Joe, silakan masuk."


Pak Joe masuk.


"Silakan duduk Pak. Saya ambil piring dan sendok dulu. "


"Tidak usah, saya beli bubur ayam, dan sudah ada tempat juga sendok. Panggil saja teman-temanmu, kita sarapan bareng."


Tyas belum memanggil mereka. Ningsih dan Gege sudah muncul di ruang tamu.


"Ning, Ge, ayo makan bubur. Pak Joe bawain sarapan."


"Wah terima kasih Pak Joe, kebetulan kami belum sempat masak karena kesiangan bangun dan soalnya Mbak Tyas....aduuuuuhhh sakit Mbak Ning, kok kaki Gege diinjak."


"Kebiasaan suka nyeplos, jadi mesti dihentikan mulutnya."


"Gege mau ngomong soalnya Mbak Tyas semalam senang habis pulang makan malam sama Pak Joe."


"Aduuuhhhh Mbak Ningsih, tadi diinjek sekarang dicubit. Kekerasan sama anak dibawah umur kena pasal penganiayaan loh Mbak."


"Hahahaha, anak dibawah umur, loe udah uzur Gege."


"Sudah-sudah makan, bentar lagi kita harus berangkat ke kantor." Tyas mengingatkan Gege dan Ningsih.


Pak Joe senyum-senyum lihat kelakuan Ningsih dan Gege.


Mereka akhirnya makan. Tyas berdiri dan pergi ke dapur membuat kopi untuk Pak Joe dan dirinya juga membuat teh untuk Ningsih dan Gege.


"Aduh Mak, senang banget dibuatin teh manis hangat. Nanti malam pulang pacaran Gege nginap sini lagi."


"Halah, palingan loe di kost sama kang minyak karena besok kan loe libur."

__ADS_1


"Mbak Ningsih gitu amat, kang minyak nginap juga ngga ngapa-ngapain."


"Halah, buaya loe kadalin Gege, Gege."


"Iya, yang penting gue main aman. Buktinya Mbak Tyas udah punya suami ngga hamdun, lah gimana hamdun dicolek aja jarang apalagi di tengokin makanya ngga hamil."


"Astagfirullah al adzim, Gege. Ada tamu ini." Tyas terlihat marah sama ucapan Gege.


"Mulut loe Ge, gue ulek sekalian nanti pakai cabe rawit setan."


"Ya Allah, maaf, maaf pan Gege keceplosan lagi."


"Sudah, ayo kita berangkat, kopinya sudah saya minum. Enak, takarannya pas. Tidak terlalu manis dan tidak terlalu pahit."


"Bisalah Pak Joe jadi suami....efffttt, efffttt. Kok mulut Gege ditutup sih Mbak Ning!"


"Bawel, baterai mulut loe mesti dilepas, kayak kang minyak aja teriak mulu."


Tyas hanya geleng-geleng kepala dan malu akibat ulah Gege di depan Pak Joe.


"Ya Gege, saya memang harus jadi suami... masa jadi istri, emang eike siapa? Eike suka sama cewek bukan suka sama lekong." Pak Joe suaranya dibuat mirip perempuan jadi-jadian.


Membuat Tyas, Gege dan Ningsih tertawa. Pak Joe baru kali ini melihat Tyas tertawa lepas


"Kamu cantik Tyas, sayangnya kamu sudah menikah." Pak Joe membatin.


"Pak Joe, sudah jam 06.15 hayo berangkat nanti terlambat."


Mereka berjalan berempat keluar gang rumah Tyas. Saat di dalam mobil, handphone Tyas berbunyi.


"Assalammualaikum Mas Ahmad."


"Oh jadi kelakuan kamu seperti itu, suami tidak ada di rumah membawa masuk ke rumah laki-laki."


"Mas Ahmad, Mas Ahmad salah duga. Ini Pak Joe, dia atasan Tyas, Mas. Dan yang nginap di rumah Gege sama Ningsih."


"Di loudspeaker handphonenya, biar semua dengar.. cepet!"


"Iya Mas." Tyas lansung menyentuh loudspeaker.


"Mulai nanti malam, tidak ada lagi yang boleh menginap di rumah saya. Tyas istri saya dan sayangnya mandul. Nanti malam akan ada tamu datang buat Tyas. Agar Tyas bisa dapat uang untuk biaya hidupnya. Dan Pak, kalau memang mau pakai Tyas, tolong transfer uangnya. Kamu Tyas, dandan yang cantik karena ada 2 laki-laki yang harus kamu layani."


"Astagfirullah al adzim Mas Ahmad. Aku masih jadi istri kamu."


"Memang tapi bentar lagi akan saya ceraikan dan karena kamu mandul, jadi bisa melayani laki-laki lain tanpa takut hamil dan hari ini hari terakhir kamu bekerja."


"Mas Ahmad... kamu.... " sambungan telpon sudah diputus oleh Ahmad.


Tyas terdiam dan menangis. Tyas malu di depan teman dan bosnya, Ahmad sudah membuat Tyas kehilangan muka. Ningsih dan Gege memeluk Tyas dari belakang dan menenangkan Tyas yang menangis.


Pak Joe mengambil handphone Tyas dan membantingnya.

__ADS_1


"Nanti saya berikan handphone yang baru dan tidak usah lagi pakai handphone ini. Maaf Tyas, saya marah mendengar omongan suami kamu. Saya juga laki-laki tapi tidak seperti itu."


"Ya, tapi ngga dibanting juga kali Pak Handphone Tyas. Kan ada nomer handphone penting lainnya."


"Nanti tinggal diambil kartunya dan di copy ke handphone yang baru setelah itu ganti Homer baru!"


"Ningsih, nanti malam Tyas nginap di kost kamu."


"Iya Pak Joe."


"Sudah jangan dipikirkan omongan suami kamu. Hari ini kamu tidak usah masuk kantor dulu karena kamu ngga akan bisa fokus,"


"Saya tetap bekerja Pak, cuma bagaimana suami saya tahu kalau ada Pak Joe dan Ningsih juga Gege yang nginap di rumah."


"Sudah tidak usah dipikirkan dia tahu darimana. Kamu harus fokus sama diri kamu."


"Iya Pak, terima kasih. Juga buat Ningsih dan Gege, terima kasih."


"Iya Mbak, pikirin untuk pindah kontrakan stay kost saja Mbak."


"Iya nanti."


"Hayo turun sudah sampai."


"Terima kasih Pak Joe. Semangat Mbak Tyas, jangan kasih ruang buat kesedihan." Gege memberikan semangat buat Tyas.


"Tyas, nanti pulang bareng."


"Pak Joe, mana handphone saya?"


"Sudah turun dulu. Absen bentar lagi bel masuk. Handphonemu nanti siang datang. "


"Iya Pak Joe, mohon maaf Pak Joe mengenai kejadian yang tadi. Saya malu sama Pak Joe."


"Sudah ngga usah dipikirkan. Yang penting diri kamu. Gimana caranya supaya dirimu bisa bahagia. Ngga usah pikirkan suamimu."


"Saya duluan Pak Joe. Saya mau absen." Tyas berlari karena tinggal beberapa menit lagi."


"Iya, jangan lari nanti jatuh."


"Siapa yang jatuh Joe? "


"Pagi Pak Arif, itu anak yang baru."


"Kamu barengan sama dia?"


"Iya Pak. Saya mau lapor ke Pak Arif mengenai anak baru itu. Saya sudah dapat."


"Ya sudah nanti saat jam istirahat kamu ke ruangan saya."


"Baik Pak Arif, saya masuk dulu."

__ADS_1


Pak Arif menganggukkan kepala.


__ADS_2