Istri Suamiku

Istri Suamiku
Ahmad dan Mirna


__ADS_3

"Tyas, kamu baik-baik sajakan?"


"Iya pak Joe. saya baik-baik saja."


"Anggap, kejadian yang tadi tidak pernah ada. Dan tidak perlu dipikirkan. Hidup mu adalah untuk kamu sendiri. Selebihnya hanyalah pelengkap supaya kamu lebih menghargai diri kamu sendiri."


"Iya pak Joe. Terima kasih. Yang ada di pikiran saya saat ini adalah saya mau cerai dengan Ahmad."


"Ya, semoga yang terbaik buat kamu nantinya."


"Pak Joe, saya mau pergi beli sesuatu. Jika memang pak Joe ada acara lainnya silakan saja pak. Saya bisa pulang sendiri."


"Tidak, saya akan temanin kamu. Memangnya kamu mau membeli apa?"


"Mau beli jeroan saya pak. Sejak kejadian kecelakaan, timbangan saya turun banyak. Dan sudah banyak yang tidak nyaman di pakai."


"Ya ngga papakan, saya temanin."


"Cuma saya tidak enak hati. Masa pak Joe ngikutin saua milih pakaian dalam?"


"Ya nanti saya agak jauh dari kamu, supaya kamu leluasa memilihnya. Ok, kita jalan sekarang, supaya tidak kemalaman nanti pulangnya."


"Saya beli dalaman di pasar pak. Bukan di mall. Kalau di mall mahal. Menyesuaikan uang yang saya punya pak."


"Kamu sudah cek rekening kamu? Gaji kamu masih utuh. Sekali-kali beli yang bagus. Memang harga lebih mahal, tapi jangka waktu pemakaiannya lebih lama."


"Belum pak. Saya memang belum sempat cek ke ATM. Nah urusan biaya rumah sakit sudah dibayarkan, Terus saat check up ke dokter juga sudah dibayarkan. Hutang saya sama pak Joe banyak."


"Kamu tidak ada hutang. Jadi tidak usah mikir macam-macam. Ayo, kita ke ATM dulu. Setelah itu saya antar kamu."


"Iya pak Joe. Terima kasih."


Pak Joe dan Tyas keluar dari restoran dan mereka pergi ke ATM.


Maryam saat ini sedang pusing. Setelah Malik berangsur sembuh. Keisha gantian sakit. Uang yang diberikan Ahmad sudah habis untuk bawa ke dokter saat Malik sakit. Maryam mencoba menghubungi Ahmad.


"Halo mas Ahmad."


"Ya ada apa? Butuh uang lagi?"


"Iya mas. Sekarang Keisha yang sakit. Uang yang mas Ahmad berikan sudah habis untuk ke dokter Malik kemarin."


"Kamu itu bagaimana sih? Masa jaga anak-anak saja tidak bisa! Bisanya cuma minta uang! Kamu kemanakan uang segitu banyak?"


"Mas Ahmad, uang yang mas Ahmad kasih kan untuk bayar uang sekolah anak-anak dan kebutuhan yang lainnya. Kalau mas Ahmad ijinkan, Maryam mau jualan lagi. Dan saat ini Keisha sakit, Maryam mau bawa ke dokter."


"Kamu itu bisanya nyusahin saya saja. Keisha dan Malik itukan anakmu juga. Anak dari almarhumah Nur, kakak kamu!"


"Iya mas, tapi bagaimana lagi. Maryam tidak punya uang. Benar-benar tidak punya uang."


"Minta sama Asep dulu. Nanti saat saya pulang, saya kembalikan uang Asep."


"Asep tidak di rumah mas. Asep sudah berangkat kerja keluar kota. Dia dapat kerja di luar kota. Kemarin baru berangkat mas."


"Ya sudah, tunggu saya. Sebentar lagi saya pulang. Saya masih ada urusan."

__ADS_1


"Iya mas."


Ahmad mematikan handphone dari Maryam.


"Kenapa pak?"


"Biasalah urusan keluarga."


"Urusan keluarga? Maksudnya."


"Sudahlah. Saya mau check out dari sini. Dan ini uang buat kamu. Kamu pulang sendiri. Karena saya tidak bisa antar kamu."


Ayu menerima uang dari Ahmad untuk pelayanannya yang diberikan ke Ahmad.


Ahmad segera keluar dari hotel dan pergi menuju ke rumah Maryam.


Mirna sudah sampai di apartemennya.


Huh, aku sudah gagal untuk menjadi orang kaya. Dan harus balik lagi ke apartemen ini.


Mirna merebahkan badannya dj kasur.


Ahmad membelokkan mobilnya ke apartemen Mirna. Ia ingin tahu apakah Mirna sudah kembali ke apartemen atau masih dengan lelaki itu. Jika nanti Mirna ternyata tidak pulang ke apartemen, Ahmad akan pulang ke rumah Maryam.


Ahmad mengetuk pintu apartemen Mirna.


Mirna mendengar pintu apartemennya diketuk langsung bangkit berdiri Mirna berharap Edi datang dan memaafkan dirinya atas kejadian yang tadi.


Mirna kaget saat membuka pintu, ternyata yang datang Ahmad.


Ahmad tidak mendengar omongan Mirna. Ia segera masuk dan menutup pintu.


Ahmad mendorong tubuh Mirna hingga jatuh ke lantai


"Aduh. Sakit tahu! Kamu apa-apaan sih. Datang-datang dorong saya sampai jatuh."


Ahmad mencengkram bahu Mirna.


"Dengar ya Mirna. Kamu adalah istriku. Dan kamu sudah selingkuh dengan pria lain. Sudah berapa kali kamu dipakai oleh pria itu! Jawab!"


"Lepasin aku, sakit!"


"Aku tidak akan melepaskan kamu. Jawab dulu pertanyaan aku!"


"Pria itu tidak memakai aku seperti dugaanmu. Dan kamu ternyata punya istri lain selain aku dan Tyas! Wajar buat aku untuk mencari kehangatan dari pria lain dan mendapatkan lebih kasih sayang juga cinta!"


Ahmad menampar pipi Mirna.


"Dengar ya, aku bisa melakukan lebih kejam lagi sama kamu. Dan kamu tidak akan bisa lepas dari aku."


Ahmad mengangkat dan menggendong Mirna. Dan Mirna berusaha melepaskan dirinya dari Ahmad.


Ahmad membawa Mirna ke kamar. Dan Ahmad memaksa Mirna melakukan hubungan badan sampai Ahmad puas.


Mirna terkulai lemas dan kesakitan, karena Ahmad melakukan dengan disertai kekerasan terhadap Mirna.

__ADS_1


"Kenapa kamu tega melakukan ini sama aku?"


"Ini hukuman karena kamu telah selingkuh. Dan besok kamu tidak usah lagi bekerja!"


Sudah hampir 5 jam, Maryam menunggu Ahmad datang. Tetapi Ahmad tidak datang juga.


"Aduh Keisha, ayahmu kemana sih? Katanya mau datang dan bawa kamu ke dokter."


Maryam memegang tubuh Keisha yang panas.


"Ya Allah, badan kamu panas sekali."


Maryam segera ke dapur mengambil baskom berisi air. Maryam mau mengompres Keisha. Maryam menyuruh salah seorang anaknya untuk membeli obat penurun panas untuk diberikan ke Keisha.


Mirna tertidur di sebelah Ahmad.


Aku mau tahu Maryam bisa mengurus Keisha dan Malik tidak? Keisha dulu sakit, Nur tidak pernah menyusahkan aku. Apa-apa uang selalu uang terus. Uangku semakin menipis. Aku harus kerja supaya uangku banyak lagi.


Ahmad bangun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar. Ahmad membuat kopi untuk dirinya. Dan setelah itu Ahmad membuka handphonenya. Ternyata ada pesan dari Maryam bahwa Keisha panas tinggi dan dibawa ke rumah sakit. Maryam minta di transfer uang untuk bayar rumah sakit.


Ahmad mematikan handphonenya. Ia tidak mau transfer uang ke Maryam.


Baguslah Maryam punya inisiatif untuk membawa Keisha ke rumah sakit.


Ahmad kembali ke kamar dan tidur di samping Mirna.


Tyas dan pak Joe baru sampai rumah setelah selesai membeli keperluan Tyas.


"Pak Joe. sekali lagi terima kasih banyak. Sudah membantu dan menemani saya selama ini. Dan besok saya masuk kerja kembali. Senang akhirnya bisa masuk kerja lagi."


"Ya Tyas, sudah istirahat sana. Biar besok bisa kerja lagi. Selamat malam. Assalamu'alaikum."


"Wa"'allaikumsalam pak Joe. Selamat malam juga."


Tyas masuk ke dalam rumah. Ada Ningsih yang sedang menonton TV.


"Darimana neng. Baru pulang jam segini? Wah habis belanja? Kenapa tadi ngga ngajak kalau habis belanja."


"Iya Ning, dalamanku sudah kedodoran semua. Jadi mau tidak mau aku beli baru."


"Iya, kamu jadi makin kurus Tyas. Ngga enak lihat kamu kurus gini. Besok kamu masuk kerja?"


"Iya besok aku masuk kerja. Ning, aku masuk dulu ya. Mau mandi dan langsung tidur. Lengket badanku seharian di luar rumah. Maaf ya tidak temanin kamu nonton tv."


"Aku nunggu kamu pulang kok. Jadi pas kamu pulang rencananya aku mau langsung tidur juga. Hari ini capek banget."


"Aduh, makasih Ningsih sayang. Eh, kamu hutang cerita mengenai sabtu kemarin kamu sama pak Arif bagaimana."


"Nantilah aku cerita nunggu Gege keluar dari rumah sakit. Daripada aku ngulang cerita yang sama."


"Baik bu bos. Selamat malam."


"Lah malah manggil bu bos. Bi bos harusnya."


"Oh iya salah harusnya Big Boss ya."

__ADS_1


"Reseh."


__ADS_2