Istri Suamiku

Istri Suamiku
Nikah Siri


__ADS_3

Ahmad baru bangun jam 8 pagi. Maryam sedang berjualan di pasar. Hanya ada Asep, 5 anak Maryam sedang sekolah dan 1 anak di rumah bersama Keisha dan Malik.


"Asep, Maryam kemana?"


"Masih jualan di pasar. Ya gini mas. Biasanya 2 anaknya dibawa ke pasar. Tapi karena ada Keisha, Malik, aku dan mas Ahmad ya di tinggal. Nanti baru pulang jam 10an."


"Oh"


"Gimana mas Ahmad? Jadi nikah siri hari ini? Kalau mas Ahmad tidak mau ya sudah. Besok mas Ahmad harus bawa Keisha dan Malik karenakan kan besok mas Ahmad pergi."


"Ya, aku siap untuk nikah siri hari ini dengan Maryam. Dan mulai besok Maryam tidak usah jualan lagi. Segala kebutuhan rumah dan sekolah anak-anaknya aku yang tanggung jawab. Yang penting bisa mengurus Keisha dan Malik. Dan jangan marah jika aku jarang pulang seperti Nur dulu."


"Asal dibicarakan baik-baik dengan teh Maryam dan teh Maryam tidak masalah ya sudah."


"Ya sudah, telpon Maryam sekarang suruh pulang. Hari ini juga saya siap nikah siri."


Asep segera menelpon Maryam untuk segera pulang. Asep juga menelpon uwak Ali dan saudara-saudara yang lain.


1 jam kemudian Maryam pulang. Di rumah sudah ada saudara-saudara yang datang.


"Maryam, cepat mandi. Nanti di dandanin sama Entin. Uwak lagi panggil Ustadz untuk menikahkan kamu sama Ahmad."


"Iya bi, sebentar. Iyam tarik napas dulu. Baru aja pulang dari pasar."


Si bibi menarik Maryam ke kamar mandi dan mau tidak mau Maryam mandi. Entin sudah menunggu di kamar Maryam. Maryam di rias oleh Entin.


"Akhirnya teteh nikah setelah 5 tahun menjanda ya teh."


"Iya Entin. Akhirnya. Alhamdulillah, Allah masih kasih jodoh buat Iyam."


Maryam sudah selesai dirias oleh Entin dan keluar kamar. Tidak berapa lama pak Ustadz datang dan menikahkan Ahmad dan Maryam secara siri.


Sebenarnya Ahmad tidak mau menikah dengan Maryam. Tetapi apa boleh buat, biar Keisha dan Malik dapat diurus oleh Maryam. Dan Ahmad akan memenuhi semua kebutuhan Maryam dan anak-anak Maryam termasuk Keisha dan Malik.


Selesai sudah nikah siri Ahmad dan Maryam.


Anak-anak Maryam hanya bisa diam melihat ibunya menikah lagi. Karena Asep sudah memberitahu mereka.


Dirumah ini hanya 2 kamar. Kamar 1 untuk Maryam dan anak-anak dan 1 kamar untuk mak. Karena mak sudah meninggal. Akhirnya kamar itu akan dipakai oleh Maryam dan Ahmad.


"Mas Ahmad, sudah jadi suami Maryam saat ini dan selamanya. Maryam akan berusaha jadi istri yang baik buat mas Ahmad walaupun mungkin tidak sebaik teh Nur."

__ADS_1


Ahmad mengumpulkan semua saudara yang hadir dan anak-anak. Ia memberitahu bahwa mulai besok Maryam tidak akan berjualan lagi. Maryam akan lebih banyak di rumah untuk mengurus anak-anak dan semua kebutuhan rumah akan Ahmad penuhi.


Ahmad memberikan amplop yang berisi uang kepada uwak Ali untuk dibagikan kepada saudara-saudara baik yang hadir dan tidak hadir.


Menjelang sore, semua saudara pulang. Di rumah tinggal Ahmad, Asep, Maryam dan anak-anak.


"Mas Ahmad mau makan apa? Maryam cuma ada nasi dan telur."


"Ngga usah masak. Makan di luar saja."


2 anak Maryam yang besar di bonceng Asep dan lainnya masuk ke mobil. Malik di gendong oleh Maryam.


Mereka masuk ke pusat perbelanjaan. Mereka semua makan di restoran cepat saji.


"Asep titip anak-anak. Aku mau bawa Maryam beli perhiasan tadi belum sempat belikan cincin pernikahan buat Maryam."


"Mas Ahmad ngga usah beli cincin. Sayang uangnya."


"Tidak papa. Ini tanggung jawabku untuk membahagiakan istri. Karena besok aku harus pergi mencari proyekkan lagi."


"Iya Mas. Maryam ngerti."


Maryam menggendong Malik yang sudah tertidur. Keisha sudah bisa ditinggal dan main dengan anak Maryam yang paling kecil. Karena mereka seumuran.


Maryam bingung harus memilih yang mana. Akhirnya Ahmad membelikan satu set perhiasan untuk Maryam dan kalung untuk Keisha juga anak-anak Maryam. Sedangkan Malik dan anak laki-laki Maryam tidak dibelikan perhiasan.


Selesai makan, mereka berbelanja kebutuhan rumah dan pakaian dan juga sepatu untuk masing-masing anak.


Anak-anak Maryam senang mendapatkan baju dan sepatu baru.


Mereka akhirnya pulang ke rumah. Sampai di rumah mereka tertidur.


Asep senang melihat ponakannya bahagia.


"Asep. Ini buat kamu. Disimpan sewaktu-waktu kamu butuh jadi tidak pusing."


Ahmad memberikan uang kepada Asep sebanyak 10juta.


"Terima kasih Mas Ahmad. Jadi besok Mas Ahmad sudah berangkat ke Jakarta."


"Iya, aku berangkat jam 11 siang. Karena janjian jam 3 sore."

__ADS_1


"Ya sudah mas, istirahat. Asep besok masih libur baru lusa balik kerja lagi."


"Maryam, aku mau tidur."


Maryam melihat ke arah Asep.


"Teh Maryam kan sekarang sudah ada suami. Asep yang akan tidur sama anak-anak."


Maryam mengikuti perkataan Asep. Maryam masuk ke kamar.


Ahmad sudah rebahan di tempat tidur.


"Maryam, besok aku kasih uang 15 juta tapi selanjutnya aku akan kirim ke kamu 5 juta tiap bulan. Jika aku dapat proyek kemungkinan aku akan pulang seminggu sekali atau 2 minggu sekali."


"Iya Mas, Maryam ngerti."


" Ya sudah ayo tidur. Tidur di sebelahku. Kenapa kamu masih berdiri disitu?"


Maryam naik ke atas tempat tidur. Ahmad melihat Maryam yang sudah di sebelahnya.


Ahmad langsung meminta jatah kepada Maryam.


Maryam agak canggung melayani Ahmad. Karena sudah 5 tahun lamanya Maryam tidak melakukan hubungan suami istri lagi.


Ahmad pun segera melampiaskan nafsunya kepada Maryam yang sudah menjadi istrinya. Ahmad membayangkan sedang bercinta dengan Mirna. Sampai akhirnya Ahmad dan Maryam mendapat *******.


"Makasih Maryam istriku. Ahmad mencium Maryam.


Maryam mengangguk dan segera memakai dasternya. Ia keluar dari kamar dan berjalan ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri, Maryam masuk ke kamar dan melihat Ahmad yang sudah tertidur pulas. Maryam naik ke tempat tidur pelan-pelan supaya tidak membangunkan Ahmad.


Asep sudah terlelap tidur di kamar bersama anak-anak.


Menjelang subuh. Maryam bangun dan tiba-tiba Ahmad sudah bangun. Tanpa meminta persetujuan Maryam. Ahmad meminta hubungan suami istri lagi kepada Maryam. Maryam hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Ahmad. Sebelum azan subuh, Ahmad dan Maryam sudah selesai.


"Mas mandi, kita sholat bareng."


"Ya, kamu duluan mandi nanti aku mandi setelah kamu."


Maryam keluar kamar dan segera ke kamar mandi. Selesai mandi. Maryam masuk ke kamar dan membangunkan Ahmad untuk mandi. Ahmad segera keluar kamar dan mandi


Ahmad dan Maryam sholat bersama, sedangkan Asep sholat di Musholla.

__ADS_1


__ADS_2