
"Mbak Ning, pintu rumah tadi ngga di kunci ya?"
"Dikunci. Kenapa?"
"Ini kok kebuka dikit? Apa jangan-jangan ada maling masuk?"
"Ngga mungkin. Masuk ke kompleks sini kan ada satepam?"
"Ah loe. Satpam tahu."
Gege membuka pintu rumah. Mereka berdua tidak tahu kalau Tyas sudah di rumah.
"Gege, kok dari bawah kamar Tyas ada udara dingin. Apa AC nya nyala?"
"Mbak Ning jangan nakutin deh, Mbak Tyas kan masih di rumah sakit. Bentaran lagi maghrib."
"Ge, coba buka pintu kamar Tyas."
"Ngga ah mbak. Loe aja. Gue takut benaran."
"Ya udah sini, kita sama-sama buka jadi kalau di gigit, kan bisa loe duluan yang di gigit."
Gege dan Ningsih sudah berdiri di depan pintu kamar Tyas.
Saat mereka akan membuka. Tyas sudah membuka pintu kamarnya dan membuat Gege serta Ningsih kaget.
"Astaghfirullah al adzim ya Allah. Gege ngga mau lihat. Mbak Ning.... Gege jadi pipis di celana nih basah deh celana panjang Gege. huhuhuhuhu... Mbak Ning dimana! Gege ngga berani buka mata." Gege menangis dengan mata tertutup.
"Sama Gege, aku juga ngga berani buka mata."
"Gege, Ningsih, kalian kenapa sih? Ini aku Tyas. Buka mata kalian."
Gege dan Ningsih membuka mata mereka.
"Ya ampun mbak Tyas, kalau pulang kabarin kenapa? Entar deh, Gege ke kamar dulu mandi. Saking takut dan kaget sampai Gege pipis deh di celana."
"Jorok loe Ge, sana cepat mandi. Untungnya ngga sampai ke lantai."
Gege berlari masuk ke dalam kamarnya.
Ningsih dan Tyas tertawa melihat kelakuan Gege.
"Tyas, jam berapa sampai rumah?"
"Tadi jam 2. Maaf aku tidak kasih kabar ke kalian."
"Alhamdulillah akhirnya kamu bisa pulang. Tyas, aku masuk kamar dulu. Mandi, habis itu aku masak buat kita makan sama-sama ya."
"Iya Ning, makasih ya. Maaf aku belum masak padahal sudah pulang dari tadi siang."
__ADS_1
"Sudah ngga usah dipikirkan. Kamu kan baru pulang."
Ningsih masuk ke kamar. Tyas duduk di depan dan menyalakan TV sambil menunggu Gege dan Ningsih selesai mandi.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
"Tyas, ini saya belikan makanan untuk kita berempat. Ningsih sama Gege sudah pulang."
"Terima kasih Pak Joe. Sudah, mereka sedang mandi. Sebentar lagi juga keluar."
Gege dan Ningsih keluar kamar.
"Sore Pak Joe. Wih ada Pak Joe. Ransum lancar ini."
"Iya Gege, saya sudah beli makanan untuk kita makan sama-sama."
"Pak Joe, kalau tadi Pak Joe mau kesini. Ningsih mau titip sesuatu."
"Mau titip apa Ning?"
"Eh gimana ya ngomongnya. Ngga enak sih sama Pak Joe."
"Kenapa. Kasih tahu saja. Nanti setelah sholat maghrib dan makan saya bisa keluar untuk beli."
"Pampers orang dewasa? Untuk siapa? Untuk ibu kamu? Ibu kamu ada disini juga?"
"Bukan pak, Untuk Gege. Tadi Gege ngompol di celana."
"Mbak Niiiiing!! Iiiiihhh bikin malu aja sih. Tadi Gege ngga sengaja karena takut dan tadi sebenarnya pengen buru-buru ke kamar mandi."
"Hah? Hahahahah Gege ngompol di celana? Benaran Ge? Kok bisa? Takut kenapa?"
Ningsih menceritakan kejadian sama Pak Joe dan membuat Pak Joe tertawa terpingkal-pingkal.
"Sudah maghrib. Ayo kita sholat dulu."
Mereka berempat sholat bareng kecuali Tyas yang sholat dengan duduk. Karena belum terlalu kuat untuk menjalankan sholat dengan benar.
Selesai sholat mereka makan sambil mengobrol.
"Oh iya, selamat ya Ningsih dan Gege. Hari ini kalian di tempat kan di kantor ya, sudah tidak di produksi lagi."
"Iya Pak Joe. Terima kasih"
"Terus bagaimana? Ada kendala selama satu hari ini?"
"Kalau Ningsih sih tidak ada Pak. Tapi tidak tahu kalau nanti-nanti."
__ADS_1
'"Gege juga belum ada. Adapun juga karena hal baru harus menerima telpon dengan bahasa yang sopan."
"Ah, Gege mah bukan terima telpon Pak. Tapi Gege bantuin pak satpam."
"Maksudnya? Kok Gege bantuin satpam."
"Udah deh Mbak Ning situ sehat? Bab lancar? ngga usah di bahas kejadian tadi."
"Iya Gege kan kerja di front office"
"Nah itu pak Joe. Front office kan?"
"Mbak Ning, kau sungguh terlalu. Ceritain aja semuanya sama Pak Joe. Suka amat sih lihat temannya menderita."
Tanpa terasa sudah jam 9 malam. Pak Joe pamit pulang. Tyas masuk ke dalam kamar. Ningsih dan Gege masih di luar menonton TV.
Mirna merasa sepi. Karena yang biasanya ada Ahmad sejak Ahmad pergi, Ahmad tidak memberi kabar kepada Mirna.
Mirna berpikir, Ahmad sedang sibuk jadi tidak sempat menelpon.
Tiba-tiba handphone Mirna berdering.
Ngapain sih Edi nelpon gue malam-malam?
Tidak berapa lama. Edi mengirimkan photo pernikahan Ahmad dengan Sekar.
Ternyata Edi adalah teman Sekar. Saat Sekar menikah dengan Ahmad. Edi datang.
Dan Edi kaget saat tahu ternyata Mirna menikah dengan Ahmad. Orang yang sama waktu menikah dengan Sekar.
Mirna melihat photo yang dikirimkan oleh Edi dan ada tulisannya.
Ini Ahmad laki loe, sebelum nikah sama loe. Ahmad sudah menikah dengan Sekar, teman gue. Mereka menikah di Bogor. Makanya gue tadi bilang loe pelakor. Sekar tinggal di bogor dan sekarang sedang hamil. Jadi Ahmad laki loe ngga pulang karena kemungkinan dia lagi sama Sekar.
Mirna tidak ambil peduli dari gambar yang dikirimkan Edi. Mirna mematikan handphonenya.
Apa benar Ahmad sekarang sama Sekar? Sekar itu temannya Edi? Benarkah? Atau hanya akal-akalannya Edi. Tapi aku juga tahu kalau Ahmad sebelumnya sudah menikah dengan mbak Tyas tapi ternyata menikah dengan ibunya Keisha dan Malik. Lalu menikah dengan Laila dan bercerai. Ibunya Keisha dan Malik sudah bercerai tetapi dengan Mbak Tyas ternyata belum bercerai?
Kepala Mirna pusing memikirkan hal itu. Akhirnya Mirna tertidur.
Keisha dan Malik tidur dengan Ahmad dan Maryam. Mereka berdua tidak mau tidur dengan anak-anak Maryam. Akhirnya Maryam pindah ke kamar tidur anak-anaknya. Karena Keisha dan Malik tidur sambil memeluk Ahmad.
Ahmad pun tidak bisa berbuat banyak karena saat Ahmad memindahkan tangan Malik dari badannya. Malik langsung memeluk Ahmad kembali begitupun dengan Keisha. Sama seperti yang dilakukan Malik.
Sekar menunggu kedatangan Ahmad yang katanya akan datang hari Senin. Tetapi di tunggu sampai malam. Ahmad tidak datang. Sekar merasa sedih. Karena Sekar tidak dapat menelpon Ahmad.
Sekar berusaha tidur dan berharap Ahmad akan datang. Sampai akhirnya Sekar menangis dan tertidur.
Tyas merasa lega karena sudah balik pulang ke rumah dan bisa tidur di kamarnya. Walaupun besok Tyas belum bisa masuk kerja. Banyak rencana di kepala Tyas, salah satunya besok ia akan menghubungi pak Jerry untuk menanyakan proses perceraiannya.
__ADS_1