
"Pak Joe, baru saja Tyas mau ke rumah Pak Joe. eh sudah ada di depan rumah saja. Kenapa ngga ketuk pintunya saja."
"Ngga papa, nanti kalau saya ketuk pintu pasti kamu buru-buru."
"Tyas hari ini kita tidak ke ke kantor yah. Kamu sudah tahukan kalau kamu akan saya antar ke dokter spesialis kandungan atau dokter obigyn."
"Pak, sebenarnya saya sakit apa sih, sampai Pak Arif menyuruh saya untuk periksa kandungan. Saya tidak merasa sakit. Saya baik-baik saja."
"Gini, kamu sudah menikah pasti kamu pernah melakukan aktivitas **** dengan suamimu. Nah perempuan yang sudah menikah itu harus dicek secara berkala takutnya kamu punya miom atau endometriosis. Dan kamu harus pap smear tapi setahu saya pap smear itu untuk perempuan yang sudah melahirkan. Saya ngga ngerti juga. Belum punya istri, heheheh. Nanti kamu bisa tanya ke dokter spesialis kandungan."
"Jadi ke dokter spesialis kandungan itu tidak harus dalam kondisi hamil?"
"Setahu saya begitu. Ya sudah, ayo kita berangkat sekarang, takutnya terlambat. Karena Pak Arif bilang kamu jam 09.00 jadwalnya."
Pak Joe dan Tyas masuk ke mobil dan mereka pergi ke dokter spesialis kandungan yang sudah dibuatkan janji oleh Pak Arif.
Tyas masih menunggu dan ia merasa dadanya berdegup kencang. Ia takut nanti saat dilakukan pemeriksaan, ternyata ia punya penyakit. Tyas sempat mencari-cari info mengenai miom, endometriosis dan pap smear sepanjang perjalanan tadi.
"Ibu Tyas." Suster memanggil namanya.
"Pak Joe, temenin Tyas ya Tyas takut sendirian." Muka Tyas pucat.
"Iya saya temani. Tapi saya harusnya tidak boleh karena saya bukan suami kamu."
"Tapi Pak Joe, Tyas mohon, Tyas takut."
Pak Joe melihat ada air mata yang mulai mengembang di mata Tyas bersiap untuk jatuh.
"Iya, iya saya temanin kamu ke dalam."
Suster memanggil nama Tyas kembali.
"Iya suster, saya."
Tyas dan Pak Joe masuk ke ruang pemeriksaan.
"Bu Tyas, tadi sudah di tensi ya. Sekarang naik ke atas tempat tidur ya."
"Bu dokter. Maaf bapak ini nemenin saya disini tidak papa ya. Saya takut. Saya baru sekarang ini ke dokter kandungan."
"Iya Bu Tyas, tidak papa. Saya sudah tahu dari Pak Arif, nanti ibu di temani oleh Pak Joe.
__ADS_1
Tyas ternyata dibawa oleh suster ke ruangan yang sebelah bukan di kasur pemeriksaan. Ternyata di ruangan pemeriksaan ada satu kamar lain.
" Bu Tyas tidak usah tegang, saya akan pakai alat USG untuk melihat rahim ibu."
"Sakit ngga dok? Saya takut."
"Ngga ini alatnya saya kasih gel dan nanti saya usapkan ke perut ibu. Rasanya dingin. Saya buka bajunya ya."
Tyas menganggukkan kepalanya. Tyas membuka bajunya sebatas perut.
Dokter Meli memeriksa perut Tyas dengan USG. Dokter Tyas kembali memeriksa perut Tyas dengan USG.
"Bu Tyas, kita coba cek bagian dalam ya. Ngga usah takut dan tegang. Ibu santai saja. Saya hanya akan mengecek untuk memastikan saja."
Dokter Meli memeriksa bagian dalam tanpa USG. Dan ia akhirnya tahu kenapa Tyas tidak hamil.
"Suster, tolong di bantu si ibunya."
"Baik dokter Meli."
"Sebentar Bu, saya bersihkan dulu gelnya."
Dokter Meli sudah duduk dikursinya. Pak Joe masih menunggu. Tidak berapa lama Tyas datang dan duduk di sebelah Pak Joe.
"Teratur dokter, tapi kadang lama selesainya. Dulu sebelum menikah paling lama seminggu. 3 bulan menikah, saya sempat bingung, kok tamu saya lama sekali, bisa sampai 2 minggu. Setelah itu balik menjadi 1 minggu. Jadi tidak tentu dokter.
"Ibu Tyas pakai spiral sudah berapa lama?"
"Spiral? Spiral itu apa dokter? Saya tidak tahu."
"Spiral itu alat kb yang biasanya di sebut iud. Dan bentuknya huruf T, itu dipasang di rahim perempuan supaya saat berhubungan dengan suami tidak hamil." Dokter meli memberikan gambar iud kepada Tyas.
"Saya ngga tahu dokter dan saya tidak pernah pasang alat kb itu."
"Oh gitu? Tapi saat saya cek tadi setelah USG ada alat itu untuk memastikan.
"Kapan terakhir ibu berhubungan dengan suami?"
"Sudah lama tidak berhubungan dengan suami. Dan setiap mau berhubungan saya merasakan kesakitan akhirnya tidak jadi."
"Oh gitu. Bu Tyas mungkin lupa kapan pasang spiral? Karena pasang spiral ada jangka waktunya."
__ADS_1
"Saya tidak pernah pasang, Yang masih saya ingat, saat menikah memang saya sedang mendapatkan tamu bulanan. Dan saat itu suami minta, saya bilang saya masih haid dan dia kesal. Lalu dia keluar kamar. Kemudian tidak lama dia masuk sambil bawa air jahe hangat katanya biar badan saya tidak cape. Habis minum air jahe hangat, saya langsung tertidur. Besoknya saya bangun sudah sore hari. Tapi yang syaa bingung, saat saya bangun baju saya sudah ganti bukan baju daster lagi tapi kaos dan celana panjang. Saya tanya sama suami, katanya pagi saya dibawa ke klinik karena saya dibangunin dia untuk sholat tidak bangun. Makanya dia ganti baju saya. Saat saya turun dari tempat tidur, saya merasa sakit dibagian bawah perut saya. Itu saja dokter yang saya ingat."
"Ok, ibu sudah menikah berapa lama?"
"Sudah 6 tahun dokter."
"Baik, jadi selama ini ibu tidak tahu kalau ibu pasang spiral. Kemungkinan suami ibu yang memasangkan spiral dengan bantuan bidan. Dan untuk spiral itu ada jangka waktunya. Itu dipakai untuk menunda kehamilan."
"Oh gitu dok. Jadi saya tidak mandulkan dok?
" Gini, seminggu lagi Ibu datang kesini dan kita akan cek lagi ya, untuk memastikan semuanya. Tapi kalau saya lihat rahim ibu normal semuanya tidak ada miom atau kista maupun endometriosis."
"Nanti saat ibu sedang datang bulan, setelah hari ke 2 atau ke 3 ibu datang kesini. Dan saya akan lepas spiralnya.
"Sakit ngga dok. Saya ngebayanginnya sakit."
"Ngga sakit bu."
"Ya sudah, ada pertanyaan lagi?"
"Tidak dok. cukup. Terima kasih."
"Ini saya kasih vitamin saja ya. Supaya ibu tetap sehat."
"Baik dokter, terima kasih."
Pak Joe dan Tyas keluar dari ruang pemeriksaan.
"Pak Joe, terima kasih sudah ditemani tadi."
"Sama-sama. Nah sekarang kamu mau balik ke rumah atau tetap kerja?"
"Tetap kerja Pak, saya sudah sehat dan alhamdulillah, saya tidak sakit seperti yang tadi sempat saya baca-baca di internet."
"Ya, jadi kalau kamu tidak ke dokter kandungan kamu tidak tahu bahwa kamu pasang spiral."
"Saya tidak pernah pasang spiral. Kemungkinan Mas Ahmad. Tapi kenapa dia tidak ngomong ke saya."
"Ya sudah ngga usah dipusingkan yang penting kamu sehat walafiat tidak ada penyakit apapun yang penting jangan stress. Orang ngga punya penyakit tetapi kalau stress akhirnya jadi sakit jugakan."
"Iya Pak Joe."
__ADS_1
Pak Joe dan Tyas pergi ke pabrik setelah dari dokter kandungan.