Istri Suamiku

Istri Suamiku
Keceplosan


__ADS_3

Tyas bangun dari tidur karena sebentar lagi sholat subuh. Tyas membangunkan Ningsih Dan Gege untuk sholat subuh bersama-sama.


Selesai sholat Ningsih langsung ke dapur Dan menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga. Mereka akan berangkat kerja bersama.


Sehari sebelumnya Ningsih mengajak Gege untuk menginap di rumah Tyas. Jadi mereka sudah membawa baju untuk ganti.


Jam 06.00 mereka sudah berangkat kerja. Mereka berjalan tetapi di depan banyak kerumunan orang yang membuat macet kendaraaan. Gege bertanya kepada penjual roti dari arah berlawanan.


"Gege mau tanya sama tukang roti, ada apa di depan sana. Kan si abang jalan dari sana tadi." Gege menunjuk.


"Bang roti ada apa?"


"Wah neng, ada banyak, ada roti coklat, keju, kelapa, susu, kacang ada roti gambang juga ada. Roti jaman dulu itu neng, warnanya coklat dan rasanya enak. Murah neng. Mau beli berapa?"


"Dih abang, kan gue tanya ada apa? Bukan tanya rotinya ada apa aja? Gimana sih bang."


"Lah kan tadi neng nanya ada apa? Makanya abang kasih tahu tadi."


Tyas dan Ningsih sudah tertawa mendengar Gege yang di buat kesal dengan jawaban abang roti.


"Gini bang, maksudnya teman saya, kan tadi abang dari depan sana, terus banyak orang, memangnya ada kejadian apa?"


"Oh itu, ada kecelakaan neng. Banyak polisi. Abang kira si enengnya mau beli roti".


"Iya Bang, bungkusin roti keju 3 sama roti coklat 3." Tyas membeli roti dan membagikannya kepada Ningsih dan Gege


"Gege, loe tuh ya, kalau tanya makanya yang lengkap jangan setengah-tengah."


"Lah kan tadi bener, gue tanya ada apa. Abangnya aja yang nawarin roti. Lah kita kan udah makan. Kecuali kalau gue tanya bang, rotinya ada apa aja. Benarkan gue?"


"Hahahaha, kalian berdua tuh masih pagi. Ayo buruan jalannya keburu telat masuk kerja." Tyas melerai perdebatan Gege dan Ningsih".


Mereka bertiga sudah sampai pabrik. Tyas berpisah dengan Gege dan Ningsih.


Selesai absen, Tyas masuk ke ruang QC dan ternyata sudah ada Pak Joe. Tyas melihat jamnya 06.45. Pagi benar Pak Joe sudah sampai. Bel mulai kerja nanti jam 07.30.


"Pagi Pak Joe."


"Pagi Tyas.


"Pak Joe, hari ini saya sudah siap bekerja."


"Ok, tunggu Bu Agnes ya, saya harus pergi jadi tidak bisa memberitahu kamu untuk hari ini. Mata kamu sembab, semalaman menangis? Sana ke kamar mandi dulu, pakai bedak atau apa untuk menyamarkan matamu yang sembab."


"Eh, iya Pak, terima kasih. Saya permisi ke kamar mandi."

__ADS_1


"Hmm."


Tyas bergegas ke kamar mandi dan melihat ke cermin. Terlihat agak sembab. Tyas segera membasuh mukanya dan memoleskan bedak ke sekitar matanya. Untung saja tadi bawa bedak, Tyas membatin.


Tyas kembali ke ruang dan Pak Joe sudah tidak ada, Ada Bu Agnes dan beberapa teman yang lain. Sebelum mulai kerja Bu Agnes meminta waktu ke semuanya. Bagian QC punya aturan tersendiri dimana 5 menit sebelum bekerja. Baik Bu Agnes ataupun Pak Joe memberikan saran atau kritikan. Dan bagian QC selalu bilang 5 minute talk before works.


Banyak barang yang masuk dari shift malam dan mereka mulai mengecek setiap barang sebelum diserahkan ke divisi berikutnya.


Tyas bekerja dengan semangat dan melupakan kesedihan semalam.


Jam makan siang, Tyas, Gege dan Ningsih di kantin. Mereka bertiga makan roti yang tadi pagi di beli.


"Tyas, kamu kenapa hanya makan roti? Apa tidak lapar?"


"Eh Pak Joe, tidak Pak. Makan roti saja sudah cukup mengenyangkan buat saya."


"Hahahaha, Mbak Tyas cuma makan roti Pak, soalnya mau dicerai sama suaminya. Ngga ada yang di kasih sama suaminya, semuanya di ambil sampai mahar juga di ambil."


"Gege!!"


"Eh maaf Mbak Tyas, aku keceplosan ngomong Maaf Pak. Ngga seperti itu. Maaf Mbak." Gege menangis karena menyadari kesalahannya."


Ningsih menggeplak kepala Gege dengan kesal dan marah.


"Lain kali kalau mau ngomong otaknya sama mulutnya diayak pakai saringan buat pasir. Ngomong ngejeplak aja kayak mulut ditampar sandal."


Tyas mengangguk dan tersenyum


"Ngga papa Ge, namanya juga keceplosan. Cuma lain kali jangan diulang ya. Pak Joe itu Manager QC."


"Aduh, mati gue. Mbak Tyas. Aduh aku ngga enak banget."


"Sudah di makan itu rotinya, kalau masih lapar ya sana beli nasi sendiri." Tyas tersenyum kepada Gege dan Ningsih.


Pak Joe yang mendengar omongan Gege tadi berpikir kejadian semalam. Berarti maksud dari laki-laki itu adalah Tyas? Berarti Tyas akan dicerai? Dan itu yang menyebabkan mata Tyas sembab tadi pagi?"


Pak Joe makan sambil memikirkan Tyas. Pak Joe merasa kasihan dengan Tyas.


Pak Joe segera menyelesaikan makannya dan pergi ke mushola untuk sholat.


Tyas, Ningsih dan Gege sudah meninggalkan kantin dari tadi dan sedang sholat juga.


Gege melihat Pak Joe yang masuk ke mushola. Gege merasa malu dengan Pak Joe. Sedangkan Tyas biasa saja seperti tidak ada kejadian apa-aoa.


Bel berbunyi tanda jam kerja sudah mulai kembali.

__ADS_1


Tyas berpisah dengan Gege dan Ningsih.


Tyas masuk ke ruangan QC dan ada seorang pria berpenampilan rapi dan terlihat masih muda.


"Siang Pak."


"Hem."


Tyas segera melanjutkan pekerjaannya. But Agnes dan Pak Joe masuk. Mereka duduk berbarengan dengan pria itu.


Tyas tidak tahu bahwa pria itu adalah salah satu direktur.


Pak Joe, Bu Agnes dan pria itu berkeliling di ruangan QC.


"Siapa perempuan itu? Saya baru melihat dia ada di sini?" Pria itu menunjuk ke arah Tyas.


"Iya Pak, dia Tyas, dia baru 2 hari inj bekerja di QC sebelumnya dia di produksi." Bu Agnes menjelaskan kepada Pak Arif.


"Oh ok."


"Saya mau ke depannya diperhatikan lagi pengecekan barang-barang jangan ada kejadian mis seperti minggu lalu."


"Baik Pak. Kami akan lebih teliti lagi."


"Joe, saya mau bicara sama kamu. Ikut saya ke ruangan. Agnes tolong dipantau benar-benar ya."


"Baik Pak Arif, terima kasih untuk kunjungannya, saran dan kritikannya. Kami akan bekerja seoptimal mungkin."


"Ok, saya percaya sama kamu dan Joe. Ayo Joe."


Joe mengikuti Pak Arif keruangannya.


"Joe, anak baru itu, siapa tadi namanya?"


"Tyas Pak Arif."


"Tolong kamu cari tahu mengenai dia. Saya ingin tahu. Seperti yang sudah-sudah setiap ada orang baru, kamu kasih laporan ke saya."


"Maaf Pak Arif, rencananya besok saya mau infokan ke Bapak. Karena tadi saya meeting dulu ke cabang. Jam berapa Pak Arif ada di kantor?"


"Besok saat jam makan siang."


"Baik Pak."


"Ya sudah, kamu kembali bekerja."

__ADS_1


"Baik Pak Arif, terima kasih. Saya permisi."


Pak Arif menganggukkan kepalanya.


__ADS_2