
Pagi ini Tyas sudah di pabrik dan duduk di kursinya sambil menunggu kedatangan Bu Agnes.
"Pagi Tyas, apa kabar kamu? Sudah sehat?"
"Pagi pak Dedi. Alhamdulillah sudah pak."
"Maaf Tyas, bisa permisi sebentar. Saya mau ambil dokumen di laci meja."
"Oh iya pak. Silakan."
Tyas berdiri dan menunggu pak Dedi selesai mengambil dokumen di dalam laci meja. Tapi ternyata pak Dedi malah duduk di kursi dan mulai bekerja Tyas menjadi bingung dan saat mau bertanya dengan pak Dedi, Bu Agnes datang.
"Pagi bu Agnes."
Tyas dan pak Dedi bersamaan memberikan selamat pagi kepada bu Agnes.
"Pak Dedi, tolong dokumennya di selesaikan ya pak Jadi saya bisa mengajukan permohonan bahwa pak Dedi adalah asisten saya.
Tyas kaget mendengar ucapan bu Agnes.
" Bu Agnes, maaf. Apakah saya boleh bertanya?"
"Kamu balik ke ruangan QC, pak Dedi sudah menggantikan posisi kamu. Saya tidak butuh asisten yang berpenyakitan dan tidak profesional dalam bekerja."
"Tapi bu Agnes, saya benar-benar sakit sampai masuk rumah sakit."
"Iya, saya tahu kamu masuk rumah sakit. Sengajakan masuk rumah sakit supaya bisa di tungguin sama pak Joe." Ekspresi muka bu Agnes tidak suka dan ada penekanan saat mengucapkan nama pak Joe.
"Astaghfirullah al adzim."
'Ngga usah terlihat sok alim kamu! Sudah sana kerja, saya tidak mau kamu banyak omong. Sekali janda ya tetap aja janda, gatal!" Bu Agnes mengucapkan kalimat terakhir dengan suara keras membuat pak Dedi dan karyawan di ruangan lain mendengar.
"Maaf Bu Agnes, saya datang kesini untuk mengajukan pengunduran diri saya."
"Oh, mau berhenti kerja? Sudah dapat bos kaya, dan tidak takut di usir dari rumah yang sekarang kamu tempati!"
"Bu Agnes, jangan pernah bicara yang merendahkan saya! Walaupun saya janda tapi tidak seperti sangkaan ibu!" Tyas merasa kesal dengan omongan bu Agnes yang mengintimidasi dirinya."
"Mana surat pengunduran diri kamu. Bagusnya kamu sadar diri! Saya tidak butuh karyawan sepeti kamu!"
Tyas memberikan surat pengunduran dirinya kepada bu Agnes.
__ADS_1
"Silakan kamu pulang, tidak usah bekerja lagi Nanti saya akan telpon kamu. Karena di QC sudah tidak ada tempat lagi untuk kamu."
"Tapi bu, saya datang untuk bekerja dan juga menyerahkan surat pengunduran diri saya. Bukannya di peraturan perusahaan tertulis untuk karyawan yang mengundurkan diri diberikan waktu bekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya selama 1 bulan terhitung dari surat pengunduran diri. Lalu kenapa ibu menyuruh saya pulang?"
"Ya karena memang tidak ada lagi tempat buat kamu bekerja di divisi ini. Jadi buat apa buang-buang waktu. Dan saya akan urus pengunduran diri kamu juga tidak perlu waktu 1 bulan. Dan gaji kamu tetap akan diberikan. Mengerti!"
"Iya bu, saya mengerti. Tapi tidak begitu.."
"Sudah cukup. Jangan ganggu waktu kerja saya! Silakan kamu pulang!"
Tyas menarik napas panjang dan akhirnya keluar ruangan. Tyas melangkahkan kakinya untuk keluar dari pabrik.
Sepi, sudah mulai bekerja semua. Lebih baik aku pulang dan mulai mencari-cari lowongan pekerjaan. Yang aku bingung, kenapa sikap bu Agnes berubah?
Tyas berjalan dan tanpa sadar Tyas berjalan di tengah sehingga terdengar bunyi klakson mobil yang membuat Tyas kaget dan segera minggir. Tyas melanjutkan jalannya kembali.
"Tyas! Tyas!"
Tyas menoleh ke belakang, ternyata yang memanggil adalah pak Arif. Tyas menghentikan langkahnya.
"Tyas, kamu kenapa? Mau kemana? Memangnya kamu tidak bekerja?"
"Pagi pak Arif. Saya, saya, tadi saya memberikan surat pengunduran diri sama bu Agnes, pak. Dan bu Agnes meminta saya pulang sambil menunggu kabar dari bu Agnes."
Tyas mengikuti pak Arif yang sudah berjalan duluan dan masuk ke ruangan pak Arif.
"Silakan duduk."
"Iya pak. Terima kasih."
"Cerita sama saya. Ada apa kamu mau mengundurkan diri? Apa ada masalah di bagian QC?"
"Ya, sebenarnya saya masih mau bekerja disini pak. Hanya saja, suasana kerja di sana tidak membuat saya nyaman. Terlebih setelah saya diangkat menjadi asisten bu Agnes. Dan tadi meja kerja saya juga sudah dipakai oleh pak Dedi. Saya mengerti pak, kondisi saya kemarin yang harus masuk rumah sakit karena kena tipes. Jadi mau tidak mau bu Agnes membutuhkan asisten. Dan pak Dedi sudah menggantikan saya."
"Ok. Jika saya tidak memberikan persetujuan pengunduran diri kamu bagaimana?"
"Ya, tapi saya tidak nyaman di bagian QC, pak. Karena urusan pribadi saya dibawa-bawa. Memang tidak bisa menutup mata juga pak. Dengan kejadian-kejadian yang saya alami kemarin dimana pak Arif dan pak Joe membantu saya. Saya merasa mereka menjadikan status saya saat ini untuk mengejek saya dan bilang bahwa saya sengaja dekat sama pak Joe dan pak Arif agar di permudah semua urusan saya dan mendapat simpati."
"Ok, saya tahu apa yang harus saya lakukan. Gini saja, untuk saat ini, lebih baik kamu pulang dan tenangkan diri kamu. Besok jam 9 pagi, kamu ke ruangan saya."
"Mengenai surat pengunduran diri saya bagaimana pak?"
__ADS_1
"Akan saya pikirkan. Kamu pulang dulu dan biar sopir saya yang antar kamu pulang."
"Tidak usah pak. Saya bisa pulang naik angkot."
"Ngga papa, sekalian sopir saya akan pergi mengambil dokumen dan searah dengan jalan ke arah rumah kamu."
"Baik pak. Terima kasih. Kalau gitu, saya pamit pulang pak."
"Ya, sopir saya menunggu kamu di depan ya."
"Iya pak."
Tyas keluar dari ruangan pak Arif. Dan pulang ke rumah diantar oleh supir pak Arif.
Terjadilah yang terjadi besok ya Allah. Berikan yang terbaik untuk diriku.
Handphone Tyas berbunyi dan ada telpon masuk dari pak Joe.
"Assalamu'alaikum Tyas,"
"Wa'alaikumsalam pak Joe. Ada apa pak?"
"Kamu nanti pulangnya saya jemput ya. Saya mau ajak kamu pergi."
"Pak Joe, saya ada di rumah. Saya tadi pulang diantar sama supirnya pak Arif."
"Oh gitu. Ya sudah nanti pulang kerja, saya akan ajak kamu pergi."
"Pak Joe mau ajak saya kemana?"
"Nanti kami tahu. Nanti saya kabarin kamu lagi ya."
"Pak Joe, jangan buat saya penasaran. Memangnya mau kemana?"
"Tyas, nanti saja ya. Saya dipanggil untuk meeting. Ok, sampai nanti ya. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Pak Joe mau ajak aku kemana sih? Atau jangan-jangan pak Arif sudah menelpon pak Joe dan memberitahu mengenai pengunduran diri? Lihat nanti sajalah
Pak Joe berusaha menenangkan hatinya sendiri. Karena nanti sore ia akan mengajak Tyas makan di luar dan akan mengungkapkan perasaannya terhadap Tyas.
__ADS_1
Semoga Tyas mau menerima aku ya Allah.