Istri Suamiku

Istri Suamiku
Mutasi


__ADS_3

Tyas hanya bisa meratapi hidupnya. Tadi sore ia bertemu langsung dengan istri dan anak dari suaminya di pizza. Seandainya tidak terjadi ice cream jatuh di kepalanya, Tyas tidak akan tahu bahwa yang duduk di belakangnya adalah suami dan selingkuhannya.


Di rumah Ahmad duduk terdiam dan masih terbayang wajah Tyas istrinya yang kaget saat melihat dirinya, dan ia sendiri pun juga kaget.


Ahmad selama ini berpikir dengan gajinya Tyas sebagai buruh pabrik tidak akan mungkin bisa jalan-jalan ke mall. Ditambah lagi ia selalu bilang ke Tyas bahwa gajinya 3 juta. Sehingga tidak akan mungkin bisa mengajak Tyas jalan-jalan ke mall. Uang bulanan yang ia berikan ke Tyas hanya 2juta, 1 juta untuk bayar kontrakan dan 1 juta lagi untuk hidup sehari-hari.


Sebagai istri, Tyas tidak banyak menuntut macam-macam dan selalu percaya dan menuruti apa yang Ahmad katakan. Selama ini Ahmad tidak pernah merasa kuatir untuk mengajak pergi Nur dan Keisha juga Malik. Tetapi hari ini Ahmad merasa seperti ketangkap basah karena telah selingkuh dan mempunyai anak.


"Ayah, kenapa? Kok dari tadi seperti orang yang mempunyai pikiran yang berat?"


"Ayah ngga papa Bunda, dari tadi lagi coba mengingat pesan bos ayah. Bos minta untuk datang lebih pagi karena akan melihat tanah yang akan dibangun perumahan. Ayah lagi mengingat dokumen mengenai tanah itu sudah ayah bawa atau ketinggalan di kantor."


Ahmad berbohong kepada Nur.


"Semoga ketinggalan di meja kantor ayah. Sudah malam, anak-anak sudah tidur. Kita tidur, ayah pasti capek dan besok ayah harus berangkat lebih pagi."


"Iya Bunda, ayah masih mau cek kerjaan ayah


Bunda tidur duluan saja."


"Ngga papa, Bunda temenin ayah disini. Bunda buatkan kopi ya."


Ahmad menganggukkan kepalanya dan membuka laptopnya.


Sementara Tyas berusaha mengingat sejak kapan suaminya menikah lagi. Dan anak yang bernama Keisha itu sudah berumur sekitar 4 tahun sedangkan Ia menikah dengan Mas Ahmad sudah berjalan 5 tahun. Tyas pusing sendiri. Tyas bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi dan mengambil wudhu. Selesai sholat malam, Tyas merasa lebih tenang dan merebahkan dirinya untuk tidur. Tyas berusaha untuk tidur tetapi pikirannya menerawang kemana-mana dan menangis. Tyas tidak punya kakak ataupun adik. Ayah nya sudah meninggal saat Tyas SMA. Dan ibunya meninggal sebulan setelah Tyas menikah dengan Ahmad.


Jam 07.00 pagi Tyas sudah selesai masak, Ia berangkat kerja jam 11 nanti. Hari ini Tyas dapat shift siang dan akan pulang nanti jam 9 malam.


Handphone Tyas berbunyi, ada panggilan masuk tapi tidak tertera nomernya.


"Pagi, maaf dengan siapa saya bicara karena nomer handphone Bapak/Ibu tidak tertera di handphone saya."


"Tyas, ternyata kamu banyak uang ya, berapa gaji kamu sampai bisa makan pizza."


"Mas Ahmad, gaji aku kan Mas Ahmad tahu. Kemarin aku jalan ke mall karena Gege teman pabrik traktir. Gege kemarin ulang tanun Mas. Uang yang kemarin Mas Ahmad kasih ke aku sudah aku pakai untuk bayar kontrakan bulan depan jadi bulan depan tidak usah bayar kontrakan lagi."


"Mulai bulan berikutnya kamu bayar kontrakan rumah sendiri. Seperti yang kamu lihat kemarin, aku punya istri dan anak-anak. Aku menikah lagi karena kamu tidak bisa memberikan aku keturunan. Aku tidak akan menceraikan kamu tetapi aku tidak mau kamu ganggu istri dan anak-anakku. Aku akan telpon kamu kalau aku mau pulang ke rumah."


"Iya Mas Ahmad. Mas.... "


Belum sempat Tyas menyelesaikan omongannya, Ahmad sudah menutup telponnya.

__ADS_1


"Ternyata Mas Ahmad menikah lagi karena ia sampai saat ini belum hamil."


Tyas menangis mengingat kata-kata Ahmad. bawa mulai bulan berikutnya Tyas harus membayar uang kontrakannya sendiri. Tyas berpikir dengan gaji mandor dan punya istri 2 dan anak 2, pasti berat buat suaminya.


"Mulai hari ini aku akan kerja dan lembur terus agar bisa bayar uang kontrakan."


Tyas berbicara kepada dirinya sendiri.


Selesai menelpon Tyas, Ahmad bersiap pergi untuk internal meeting dengan bosnya. Pikirannya tidak fokus saat internal meeting dan membuat bosnya menjadi gusar.


"Ahmad, kamu lagi ada masalah tidak biasanya kamu seperti ini! Ditanya apa jawabannya kenapa? Kamu tidak fokus hari ini, siang nanti after lunch kita akan ke tangerang. Kamu ikut saya untuk merenovasi pabrik adik saya. Dan saya minta kamu fokus bekerja. Masalah keluargamu jangan dicampur adukkan dengan kantor."


"Maaf Pak, memang hari ini saya tidak enak badan. Saya akan fokus Pak."


"Nanti after lunch jangan lupa."


"Iya Pak."


Orang kantor Ahmad tidak ada yang tahu bahwa Ahmad mempunyai 2 istri. Mereka hanya tahu bahwa Ahmad bercerai dan menikah lagi dengan Nur.


Jam 11, Tyas sudah siap-siap berangkat ke pabrik. Handohonenya berbunyi.


"Tyas nanti kamu temuin saya jam 1 sebelum masuk kerja."


Bu Sari, supervisor Tyas di pabrik. Mulai besok Tyas bukan lagi kerja di bagian produksi tapi Tyas akan ditempatkan di bagian QC.


Sepanjang perjalanan Tyas berpikir kenapa ia harus menghadap Bu Sari. Supervisor yang galak dan perintahnya tidak bisa ditolak, tetapi bisa memperjuangkan hak-hak anak buahnya ke dalam kantor.


"Mbak Tyas!"


Tyas menoleh ke belakang dan melihat Ningsih dan Gege sedang berlari ke arahnya.


"Mbak, gimana kepalanya? Masih lengket dan dikerubutin semut ngga pas tidur?"


"Gege, loe pikir gue jorok apa? Ya sampai rumah langsung keramaslah."


"Muka sembab amat? Ngga tidur Mbak? Suami datang langsungan sampai ngga tidur?"


"Ngga Gege, Mas Ahmad juga belum pulang. Dia bisa lama kalau sudah keluar kota."


"Kalau gitu kapan-kapan aku boleh nginap Mbak?"

__ADS_1


"Boleh. Kalian mau makan siang di warteg depankan. Ya sudah aku juga mau ikut, mau makan, ngga masak."


Gege jalan di depan Tyas dan Ningsih. Ningsih masih penasaran dengan yang kejadian kemarin.


"Kalau nanti malam aku nginap di kontrakanmu sekalian temenin kamu, bolehkah?"


"Boleh Ningsihku sayang."


Mereka beetiga makan di warteg depan pabrik. Tyas melihat jamnya, sudah jam 12.30.


"Ningsih, Gege, aku duluan ya. Aku di panggil Bu Sari."


"Ada apa Mbak Tyas? Kamu buat salah? Kok Bu Sari panggil kamu?"


"Ngga tahu Gege. Ya sudah aku duluan yah".


'Serem amat di panggil Bu Sari. Mbak Ning tahu kenapa Mbak Tyas di panggil Bu Sari?"


"Aku sendiri baru tahu tadi, Ge. Semoga ngga ada apa-apa sama Mbak Tyas?"


Tyas sudah menunggu Bu Sari. Hatinya deg-deg kan ada apa sebenarnya sampai Bu Sari telpon dan memanggil dirinya untuk menghadap hari ini juga. Biasanya Bu Sari manggil sehari sebelumnya tapi ini terkesan mendadak buat Tyas.


Tyas baru merasa tidak tenang saat ini. Tadi pagi saat Bu Sari menelpon, Tyas merasa biasa saja.


Jam 1, Bu Sari baru datang dan langsung mengajak Tyas masuk ke ruangannya.


"Tyas, duduk."


"Baik Bu."


"Saya dapat instruksi dari Bu Clara bahwa kamu mulai besok tidak di bagian produksi lagi, tapi kamu dipindahkan ke bagian QC. Tolong tanda tangani surat ini.Surat inj adalah surat mutasi kamu dari bagian produksi ke bagian QC. Jadi mulai besok kamu masuk pagi."


"Jadi saya dipindahkan Bu?"


"Ya, seperti yang tadi saya bicarakan. Dan kamu masuk dalam masa percobaan selama 6 bulan. Dan disurat itu ada perhitungan kenaikan gaji kamu".


Tyas membaca surat mutasi tersebut. Dan Tyas melihat bahwa ia selama masa percobaan Tyas akan masuk pagi dan setelah lolos masa percobaan jam kerjanya akan diatur kemudian. Dan gaji yang di terima lebih besar dari gajinya yang sekarang".


"Bu, saya sudah membacanya dan saya terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya".


" Ok, selamat. Semoga kamu bisa menjalankan tugas kamu di bagian QC dengan baik."

__ADS_1


"Terima kasih banyak Bu Sari. Saya permisi."


"Ok."


__ADS_2