Istri Suamiku

Istri Suamiku
Dilabrak Laila


__ADS_3

Seminggu sudah Tyas tidak masuk kerja. Hari ini Tyas bersiap untuk berangkat kerja. Ningsih baru pulang nanti jam 7 pagi. Semalam Tyas tidur bareng Gege. Dan Gege baru berangkat nanti siang.


"Gege, aku berangkat kerja ya."


"Iya Mbak, maaf aku lanjutan tidur ya, aku masih ngantuk."


"Iya Gege, ngga papa."


"Hati-hati Mbak."


Tyas melangkahkan kakinya keluar rumah Ningsih dan melewati gang kecil untuk sampai ke jalan raya. Tyas melihat pabriknya tinggal jalan sekitar 5 menit Tyas sudah sampai di depan pabrik.


Tiba-tiba tangan Tyas ditarik seorang perempuan.


"Astagfirullah. Mbak, kenapa menarik tangan saya untungnya saya tidak jatuh."


"P*****r jangan sok alim. Loe yang minta dicariin laki-laki sampai 2 orang kenapa laki gue yang harus kena getahnya!"


"Astagfirullah, maaf Mbak, saya ngga kenal Mbak. Suami Mbak juga siapa, saya ngga tahu."


"Laki gue namanya Ahmad, eh loe perempuan I***s ngerti loe! Laki gue ngga ngerti apa-apa sampai di penjara. Mau buat laki orang malu! Mau ngerebut laki orang. Bukannya loe banyak laki yang tiap malam loe layani!"


Tyas balik badan hendak meninggalkan perempuan yang marah-marah. Baru 2 langkah, rambut Tyas dijambak sampai Tyas berteriak kesakitan.


Teman-teman yang mengenal Tyas langsung menolong Tyas. Ningsih yang baru keluar pabrik melihat keributan. Ningsih berjalan mendekati kerumunan.


"Eh ini teman kalian, dia itu p*****r. Dia Mau ngerebut suami saya! Sampai-sampai suami saya dipenjara karena katanya mau memperkosa dia!"


"Hei Mbak, hati-hati kalau bicara. Siapa suami Mbak? Ahmad? Kalau suami Mbak namanya Ahmad? Itu suami sah dari perempuan yang kamu bilang p*****r. Kamu malah p*****r dan juga pelakor. Mbak istri Ahmad ke berapa? Dicek baik-baik!"


Mobil Pak Arif menepi. Pak Arif minta sama sopirnya untuk berhenti. Pak Arif keluar dan kerumunan karyawan pabrik bubar satu persatu.


"Ada apa Tyas dan Ningsih."


"Pagi Pak Arif, ini ada perempuan marah-marah sama Tyas, dia bilang suaminya masuk penjara gara-gara Tyas."


"Maaf, nama Mbak siapa? Ada urusan apa dengan anak buah saya?


"Saya Laila, suami saya namanya Ahmad dan saat ini masih di penjara karena ulah perempuan ini?"


"Apakah ini suami kamu?" Pak Arif memberikan photo Ahmad ke Laila.

__ADS_1


"Iya benar Pak, itu suami saya. Karena p*****r ini suami saya dipenjara!" Laila menunjuk ke arah Tyas.


"Bukan dia yang menjebloskan suamimu ke penjara tetapi saya! Dan suami itu punya istri lain selain kamu. Dia sudah mempunyai istri dan 2 anak. Kamu adalah istri ketiganya."


"Oooohh, jadi perempuan itu simpanan Bapak juga. Hei kamu sudah ada om ini masih juga ngejar suami saya! "


Laila semakin marah dan berteriak kencang.


"Baik, saya akan tunggu kamu disini sampai polisi datang!"


5 menit kemudian polisi datang dan mengamankan Laila yang semakin marah dan berteriak kencang.


"Tyas, masuk kamu, sebentar lagi bel mulai bekerja."


"Terima kasih banyak Pak Arif. Permisi." Tyas segera masuk ke area pabrik.


"Ningsih, kamu sana pulang, kamu masuk shift 3 kan?"


"Iya Pak. Terima kasih."


Saat Tyas masuk area pabrik beberapa pasang mata melihat ke arah Tyas.


Tyas merasa tidak nyaman dengan pandangan orang - orang pabrik terutama produksi yang sudah ia kenal.


"Pagi Pak Joe dan Bu Agnes, maaf saya telat."


"Lain kali jangan telat lagi. Kan kamu baru hari ini masuk kerja lagi. Usahakan jangan sampai telat!"


"Baik Bu Agnes. terima kasih."


Tyas segera masuk ke dalam ruangan QC.


"Pak Joe, kalau boleh tahu sebenarnya ada kejadian apa sama Tyas? Tadi saya lihat Pak Arif dan Tyas juga anak produksi."


"Saya tidak tahu Bu Agnes. Saya dari pagi jam 6 sudah disini dan belum keluar. Memangnya ada kejadian apa Bu?"


"Katanya Tyas dilabrak perempuan karena mengganggu suaminya. Nama perempuan itu Laila dan suaminya Ahmad, mereka baru menikah. Tyas menjebloskan suaminya Laila ke penjara karena katanya Tyas yang memaksa minta disetubuhi. Eh laporan ke polisi berbalik."


"Oh ok. Saya tidak tahu ada kejadian apa. Dan saya tidak mau ada gosip tentang apapun dan siapa pun. Intinya menghormati dan menhargai privasi orang."


"Baik Pak Joe."

__ADS_1


Sementara di ruang QC tempat bekerja. terdengar kasak-kusuk saat Tyas masuk.


Tyas tidak terlalu memperdulikan apa yang mereka bicarakan mengenai dirinya.


"Cakep,-cakep perusak rumah tangga orang.


"Iya benar, jangan-jangan bisa masuk QC karena tidur sama Pak Joe."


"Hei, kalian jangan sembarangan bicara, Pak Joe dengar, habislah kalian semua."


"Hmmmm."


"Saya sudah mendengar yang kalian bicarakan mengenai Tyas anak baru. Kenapa saya dibawa-bawa. Kalau kalian masih tetap mau di divisi ini, silakan bekerja dengan baik dan benar. Hasilnya nanti kalian bisa nikmati sendiri. Dan saya tidak mau kalian mencampuri urusan orang lain. Masing-masing orang punya masalah dan kehidupan pribadi. Jadi sebelum mulut kalian membicarakan orang, tempatkan terlebih dahulu posisi kalian di orang tersebut. Karma akan ada terlepas kalian berbuat jahat atau membicarakan kejelekan orang."


"Baik Pak Joe, mohon maaf." Semua karyawan QC serentak berbicara.


"Jangan minta maaf sama saya. Minta maaf sama orang yang tadi kalian bicarakan. Orang itu juga tidak senang jadi bahan pembicaraan karena kalian tidak tahu duduk masalah orang itu sebenarnya."


Seperti di komando, mereka menghampiri Tyas dan mengucapkan permintaan maaf.


"Terima kasih teman-teman, tapi maaf tidak usah mendatangi saya satu persatu karena pekerjaan masih banyak."


Akhirnya mereka semua kembali bekerja. Pak Joe melihat sekeliling dan Pak Joe senang karena mereka kembali bekerja dan keadaan menjadi tenang dan tidak gaduh seperti tadi.


Jam istirahat, Tyas langsung ke mushola dan sholat. Tyas takut saat ia pergi ke kantin akan banyak pandangan yang tidak suka terhadap dirinya.


Tyas membuka tasnya, ia tadi membawa roti yang ada diatas meja. Tyas memakan roti tersebut. Pikirannya menerawang kemana-mana.


"Tyas, kamu tidak ke kantin?"


Tyas dikejutkan sebuah suara."


"Pak Arif dan Pak Joe. Tidak pak, saya bawa roti untuk makan. Dan tadi saya sholat dulu, kalau saya ke kantin malah tidak ke kejar waktunya lebih baik saya makan roti. Sayang jika rotinya tidak termakan. Mubazir."


"Baiklah Tyas, saya dan Pak Arif mau sholat dulu."


"baik Pak Joe dan Pak Arif, terima kasih banyak."


.


Pak Joe dan Pak Arif berjalan ke arah mushola untuk sholat.

__ADS_1


Tyas melanjutkan kembali makan rotinya dan kembali bekerja sampai sore.


__ADS_2