
"Bapak, ibu, Sekar mau pergi sebentar ke ATM dan sekalian mau cek kandungan."
"Memang ada uang? Bukannya kemarin sama Erna tidak ada uang?"
"Tadi mas Ahmad telpon, handphone dia hilang. Dia lagi ada proyekkan pak. Dan Senin besok dia pulang."
"Ah, bapak sudah tidak percaya sama Ahmad Berapa yang dia transfer ke kamu? Paling hanya 50ribu. Dengan 50 ribu bagaimana kamu mau cek kandungan?"
"Kata mas Ahmad 50juta, pak."
"Ah mana mungkin 50 juta kerja apa dia kasih uang ke kamu 50 juta."
"Bapak temanin Sekar ke ATM. Kasihan Sekar pak. Erna juga sudah berangkat. Jadi cuma bapak. Kalau bapak ngga mau biar sama ibu saja. Kita naik angkot."
"Ya sudah, ayo kita ke ATM. Ahmad kasih kamu berapa ATM?"
"Satu pak. Yang satu ATM punya Sekar, dan kemarin di cek dua-duanya tidak ada uang."
"Ya sudah coba nanti di cek dua-duanya. Mau pergi jam berapa?"
"Sekarang pak."
"Hmmm, ayo."
Sekar diantar bapak ke ATM.
"Pak, ikut masuk. Biar bapak juga bisa lihat berapa yang mas Ahmad transfer."
"Ya."
Bapak ikut masuk ke ruang ATM.
Sekar mengecek ATM yang diberikan Ahmad. Dan ada 50juta uang masuk. Lalu Sekar mengecek ATM pribadinya ternyata ada 10 juta.
"Pak bapak sudah lihat sendirikan? Bukan 50ribu tapi 50 juta. Dan di ATM punya Sekar ada 10 juta."
"Ya, ambil sesuai kebutuhan kamu. Dan kamu mau langsung ke dokter kandungan? Atau pulang dulu?"
"Langsung pak. Sekar harus daftar dulu karena tidak tahu jam berapa jadwal dokter kandungan."
"Kenapa tidak ke puskesmas saja?"
"Sekar harus ke dokter kandungan dulu Pak, baru setelah itu Sekar ke bidan di puskesmas."
"Ya. ayo naik. Pegangan. Kamu sedang hamil muda."
"Iya pak."
Sekar merasa bapaknya berubah saat melihat bahwa Ahmad sudah mentransfer uang sebanyak 50 juta. Bapaknya tidak tahu bahwa Sekar tadi meminjam uang dari temannya sebesar 10 juta dan akan segera Sekar kembalikan.
Sekar ingin bapak dan ibunya percaya kepada Ahmad. Bahwa Ahmad sedang bekerja di Jakarta
Sekar dan bapak pulang ke rumah. Ternyata dokter kandungan baru ada nanti sore. Dan Sekar sudah mengambil no antrian.
__ADS_1
Ibu kuatir dengan Sekar, takutnya bapak akan semakin marah dengan Sekar. Ibu melihat kedatangan bapak dan Sekar. Dan sepertinya tidak terjadi sesuatu hal terhadap bapak ataupun Sekar.
"Gimana Sekar? Benar Ahmad ada kirim uang ke kamu?"
"Iya Bu, totalnya ada 60 juta. Yang 50 juta di ATM punya mas Ahmad dan yang 10 juta di ATM Sekar."
"Alhamdulillah, terus sudah ke dokter kandungan?"
"Sudah Bu, baru ada nanti jam 5 sore. Sekar sudah ambil nomer antrian."
"Bapak, ini uang buat bapak. Dan ini uang buat ibu."
"Ya terima kasih."
Sekar memberikan uang masing-masing 1juta.
Mirna masih tertidur. Ahmad ingin pergi tapi melihat Mirna yang tertidur, Ahmad mengurungkan niatnya. Ia memesan makanan untuk Mirna dan dirinya.
"Mirna bangun. Sudah siang. Kita makan siang."
"Mas Ahmad, maaf Mirna baru bangun. Mirna masak dulu ya."
"Ngga usah masak. Aku sudah beli makanan buat kita makan siang. Aku ngga mau kamu kecapean masak. Untuk malam nanti, kita makan di luar ya."
"Iya mas."
Mirna senang karena Ahmad perhatian dan sayang dengan dirinya.
"Mirna, habis makan aku tinggal sebentar. Aku mau ke bengkel mobil. Mau servis mobil. Kamu mau ikut?'
"Ok. Tapi kalau kamu mau titip dibelikan sesuatu bilang ya. Pulang dari servis mobil aku belikan."
"Iya mas. Mirna mau beresin piring-piring kotor dulu."
"Ngga usah, kamu istirahat. Biar saya saja yang menbereskan."
"Iya mas, makasih ya."
Mirna masuk ke kamar dan tidak lama kemudian tertidur.
Ahmad yang sudah membereskan piring dan membersihkan piring melihat Mirna tertidur. Ahmad segera pergi. Ia tidak servis mobil tetapi ia ke Bogor untuk menemui Sekar.
Ahmad pergi ke bank dan mengambil uangnya sebanyak 150 juta. Uang tersebut akan ia berikan ke Sekar.
Ahmad melajukan mobilnya ke Bogor
Kedatangan Ahmad disambut oleh bapak dan ibu Sekar.
"Assalamu'alaikum Pak, Bu. Maafin Ahmad baru balik sekarang, tapi inipun Ahmad tidak bisa lama-lama. Karena Ahmad harus balik lagi ke Jakarta. Sekar dimana Bu?"
"Oh iya Pak. Ini ada uang hasil Ahmad kerja proyekan baru dapat itu nanti kalau dapat lagi uangnya Ahmad kasih ke bapak."
"Ngga usah Ahmad. Tadinya bapak berencana Sekar dan kamu bercerai. Tapi tadi Sekar bilang bahwa kamu sudah transfer uang."
__ADS_1
"Ngga papa Pak, Ahmad ngerti kalau bapak marah. Ini terima Pak. Baru ada 50juta."
Ahmad memberikan uang 50 juta ke bapak. Dan setelah itu Ahmad masuk ke kamar. Sekar sedang tidur.
"Sekar, bangun."
Sekar terbangun dan melihat Ahmad. Sekar menangis melihat Ahmad karena rasa kangennya yang begitu besar.
"Sekar, aku tidak bisa lama. Aku harus balik ke Jakarta. Aku hanya dikasih waktu sampai jam 5 nanti."
"Iya mas, ngga papa. Sekarang jam 3, Masih ada waktu 2 jam dan mas Ahmad bisa sekalian antar Sekar ke dokter kandungan."
"Tapi aku tidak bisa nunggu, aku hanya antar dan aku harus balik lagi ke Jakarta. Ngga usah bilang sama bapak, ibu. Ini ada uang 100juta, kamu pegang ya. Aku sudah kasih ke bapak 50juta."
"Iya mas. Mas, Sekar kangen banget."
"Iya."
Ahmad langsung mencium, me****t dan meng***p bibir Sekar. Sekar mengikuti permainan Ahmad. Dan mereka melepaskan rasa kangennya selama.
"Mas, terima kasih. Padahal aku masih ingin lagi. Tapi kamu sudah harus pergi sebentar lagi."
"Senin nanti, kita bisa melakukan sampai kamu puas sayang."
"Mas, aku mau mandi dulu. Baru setelah itu antar ke dokter kandung."
"Ayo, aku mandikan."
Ahmad menggendong Sekar dan mereka main kembali. Membuat Sekar kehabisan tenaga.
"Mas, kamu masih kuat. Aku sudah lemas ginj."
"Hahahah, karena sudah lama menahan Sekar."
Ahmad menggendong Sekar keluar dari kamar mandi dan memakaikan baju Sekar. Mereka sudah rapi dan keluar kamar.
"Ahmad, kamu sudah mau balik Jakarta?"
"Iya bu, sekalian mau antar Sekar ke dokter kandungan hanya saja, Ahmad tidak bisa menunggu karena Ahmad harus langsung balik. Ibu bisa ikut menemani Sekar tidak?"
"Bisa, biar nanti Sekar ditemani oleh ibu."
"Iya Pak."
Sekar dan Ahmad makan makanan yang sudah disiapkan oleh ibu.
"Pak, Ahmad pamit balik lagi ke Jakarta. Senin baru Ahmad bisa pulang."
"Iya kamu hati-hati. Ingat istrimu lagi hamil. Jangan macam-macam."
"Iya pak. Ayo Sekar, bu. Kita berangkat sekarang."
"Assalamu'alaikum."
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam."