Istri Suamiku

Istri Suamiku
Cerita Keisha


__ADS_3

Joe dan Tyas sudah sampai di panti asuhan dan masuk.


Tyas melihat Malik sedang digendong oleh salah seorang pengurus di panti.


Tyas berjalan ke kamar yang di tempati oleh Keisha diikuti oleh pengurus yang lain. Satu kamar ada 4 anak.


"Keisha semalaman ngigau Bu, dan manggil nama ibu. Tadi subuh saya kasih obat penurun panas dan saat ini masih tidur."


"Baik Bu, terima kasih. Biarkan Keisha tidur. Mungkin dia syok karena tinggal disini."


"Iya Bu, semalam saya tanya Keisha, kemana papa dan mamanya. Katanya saat dia bangun, ayahnya sudah pergi kerja. Terus dia cerita bundanya sakit katanya jatuh dan ada adik di perut bunda. Malik adiknya bangun. Bundanya keluar mau buat kan makanan untuk Keisha dan Malik, karena lama Keisha memggendong adiknya lalu bunda tidur di dapur ada darah banyak terus dia telpon ayahnya tapi tidak di angkat. Keisha teriak minta tolong tapi tidak ada yang datang. Keisha lihat ada roti di meja, katanya dia ambil terus makan roti bareng adiknya dan minum susu yang di dalam kulkas. Susu uht. Satu Keisha dan satu adiknya. Keisha gendong adiknya lagi dan ganti pampers adiknya. Dia bisa ganti karena sering lihat bunda ganti pampers adik. Mereka main di kamar. Adiknya tidur, Keisha keluar dan ke dapur, bunda masih tidur di lantai. Dia lapar lihat ada biskuit dan makan biskuit. Telpon ayahnya masih tidak diangkat. Keisha keluar rumah dan teriak minta tolong baru banyak orang datang bawa bunda ke rumah sakit."


"Jadi meninggal karena pendarahan bundanya?"


"Mungkin Bu, karena ada adik di perut bundanya."


"Ya Allah, kasihan Keisha dan Malik."


"Pak Arif bilang bahwa Keisha dan Malik hanya sementara, nanti akan dikembalikan ke ayahnya."


"Iya Bu." Tyas tadi melihat Ahmad dalam perjalanan ke panti.


Tyas keluar dari kamar Keisha.


"Bagaimana Keisha, bisa ditinggal?"


"Sedang tidur. Bisa lah Pak, saya kan bukan bundanya. Lagi pula saya juga harus bekerja Pak."


"Ya sudah kalau begitu, kita berangkat ke kantor sekarang."


"Iya Pak."

__ADS_1


Tyas dan Pak Joe pamit dan pergi dari panti. Sepanjang perjalanan Tyas terdiam. Mereka sampai pabrik.


Ahmad sampai rumahnya. Ia membunyikan klakson mobilnya, biasanya Keisha akan keluar dan berteriak "Bunda, ayah pulang." Ahmad tidak melihat Keisha keluar rumah dan pintu rumah juga masih tertutup.


"Tumben sepi, pada kemana mereka? Ahmad bertanya-tanya dalam hatinya.


Ahmad keluar dari mobil dan membuka gembok pagar rumahnya. Ahmad memasukkan mobil ke garasi dan membuka pintu rumah.


Ahmad kaget melihat kondisi rumah yang kosong melompong. Tidak ada barang satupun di rumah yang tersisa. Ahmad berlari ke kamar,, tersisa tempat tidur saja. Ac di kamar dan lemari juga meja rias dan tv dikamarnya tidak Ada. Ada photo bertebaran di kasur. Ternyata photo penguburan Nurhasanah. Ahmad menangis melihat photo-photo itu. Ternyata istrinya sudah meninggal di tanggal yang sama Ia menikah dengan Sekar.


Ahmad keluar kamar dan memanggil Nur, Keisha dan Malik, tetapi tidak ada jawaban.


"Ya Allah, kemana Keisha dan Malik?"


Ahmad ke ruang kerjanya. Dan ruang kerjanya berantakan hanya ada kertas-kertas dan dokumen yang berserakan di lantai. Ada satu bangku plastik dan ada amplop surat ditujukan kepada Ahmad. Dan Ahmad segera membuka amplop tersebut.


"Mas Ahmad selamat atas pernikahannya dengan Sekar. Karma akan Mas rasakan nanti. Nur sudah meninggal saat Mas Ahmad menikah. 3 hari setelah kematian Nur, Mak meninggal. Barang-barang dijual semua untuk keperluan penguburan Nur dan mak juga biaya untuk tahlilan. Yang tersisa tinggal bangunan rumah saja. Keisha dan Malik di titipkan ke mbak Tyas, istri pertama Mas Ahmad di pabrik BAT. Silakan tanya langsung ke mbak Tyas dimana Keisha dan Malik sekarang. Wassalam, Asep & Maryam.


"Ya Allah, barang-barang di rumah ku dijual sama Asep dan Maryam, kurang ajar mereka! Bagusnya sertifikat rumah ini sudah aku bawa. Keisha dan Malik sudah aman sama Tyas. Baguslah setidaknya aku tidak pusing mengurus Keisha dan Malik."


Ahmad menangis karena semua barang-barang di rumah sudah dijual. Ahmad berjalan ke kamar dan mengumpulkan photo-photo penguburan Nur.


Semua tumpukan kertas dan dokumen, di rapikan oleh Ahmad dan di masuk kan ke dalam karung termasuk photo penguburan Nur.


Ahmad mengecek seluruh ruangan dan di rasa bersih dan tidak ada lagi yang tertinggal. Ahmad keluar rumah dan mengunci pintu


Ahmad mengambil gembok baru di mobilnya untuk mengganti gembok pagar rumahnya yang lama dan memasukkan karung ke bagasi mobil kemudian mengeluarkan mobil dan mengganti gembok baru.


Beberapa tetangga yang melihat Ahmad yang sudah masuk ke dalam rumah di tahan oleh beberapa orang. Ahmad tidak tahu bahwa ada beberapa orang yang stand by dari kemarin dan menunggu kedatangan Ahmad.


Ahmad mengendarai mobilnya ke mall karena perutnya merasa lapar. Ia masuk ke mall dan makan di food court.

__ADS_1


Mirna tetangga Ahmad dan Tyas melihat Ahmad yang sedang makan sendirian. Mirna menghampiri Ahmad.


"Mas Ahmad? Kamu mas Ahmad suami mbak Tyas kan?"


"Iya benar. Saya Ahmad dan saya bukan suami Tyas lagi. Saya sudah bercerai."


"Oh maaf, Mirna tidak tahu karena Mirna sudah pindah kontrakan."


"Tidak papa." Ahmad melihat Mirna yang berparas cantik dan tubuh yang padat berisi juga putih membuat dirinya ingin memiliki Mirna


"Kok kelihatan sedih Mas? Kenapa?"


"Istriku keduaku meninggal. Dan saat aku mau memperbaiki hubunganku dengan Tyas, ternyata Tyas selingkuh dengan bosnya. Padahal saat itu aku berjuang untuk mendapatkan pekerjaan dan menebus dosaku kepada Tyas, ternyata mobil yang aku dapatkan dari kerja keras tidak sebanding dengan mobil selingkuhan Tyas yang menggunakan camry."


"Ya Mas Ahmad, sabar saja pasti nanti Allah akan memberikan jodoh yang terbaik untuk Mas Ahmad. Aku ngga nyangka dengar cerita Mas Ahmad bahwa Mbak Tyas selingkuh."


"Ya, namanya perempuan, lihat pria yang Japan langsung nempel. Aku mau cari istri lagi tidak ada yang mau, karena aku baru di phk dan aku saat ini sedang mencari rumah kontrakan tapi yang ada garasinya buat mobilku dan masih mencari-cari pekerjaan."


"Dekat kontrakan Mirna ada. Mungkin kalau Mas Ahmad mau lihat. Ini Mirna catat alamatnya."


"Ngga usah di catat. Apakah kamu tidak keberatan mengantar aku ke rumah kontrakan yang kamu bilang tadi. Siapa tahu kita bisa jadi tetangga lagi."


"Tapi Mas, aku masih kerja, paling kalau mau nanti jam kantor. Aku ke sini karena mau makan siang."


"Ya kalau Mirna tidak keberatan makan disini saja bareng aku. Maksudnya temenin makan."


Mirna melihat ke sekeliling tidak ada meja yang kosong.


"Ya boleh mas. Mirna beli makanannya dulu."


"Ok, Ahmad tersenyum senang."

__ADS_1


Mirna datang dengan membawa makanannya dan mereka makan. Ahmad mengantarkan Mirna ke kantornya dan menunggu Mirna di depan kantornya sampai jam pulang."


__ADS_2