
Jerry sudah sampai rumah sakit untuk menjenguk Tyas.
"Joe, ini makanan buat loe."
"Thank you Jerry."
"Gimana kondisinya Tyas, belum ada perubahan sampai hari ini?"
"Tadi dokter datang mengecek kondisi Tyas. Dokter bilang karena benturan keras dj kepalanya membuat Tyas tidak sadarkan diri. Jadi sampai hari ini hanya bisa menunggu Tyas sadar."
"Loe ngga coba pindah rumah sakit?"
"Ngga mungkin juga pindah rumah sakit dengan kondisi dia saat ini. Hanya bisa doa sama Allah agar Tyas dapat segera sadar."
"Amin. Gue berharap Tyas segera sadar karena gue udah minta untuk sidang cerainya minggu depan. Biar cepat selesai, kasihan gue lihat Tyas. Tapi loe yakin akan nikah sama Tyas kalau dia udah cerai? Hitungannya dia janda?"
"Kita sama-sama tahu baik gue ataupun loe ngga pernah ngeliat orang secara status."
"Ya sudah, makan dulu. Loe pasti ngga keluar dari kamar jadi ngga mungkin beli makan. Karena itu selain makanan gue bawain roti dan minuman buat loe selama jaga Tyas."
"Thank you. Terus tadi loe bilang, Ahmad sudah menikah maksudnya bagaimana dan loe tahu darimana?"
"Gue cari tahu lah mengenai Tyas itu siapa dan Ahmad itu bagaimana? Kan secara akan jadi ipar gue. Gue ngga mau nanti loe kaget. Dan memang ya Ahmad itu hobi kawin. Ada kambing cewe di bedakin dan di kasih gincu pasti dia mau hahahahhaha."
"Loe tuh jangan menghina seperti itu lah."
"Kenyataannya Joe. Dia punya istri di bogor dan sedang hamil. Terus dia nikahin adik iparnya bilangnya turun ranjang. Dan sekarang dia baru saja nikah sama perempuan yang di rumah makan itu. Tapi dia ngga mau cerai sama Tyas. Kalau jadi itu kayak kecoa, dimana ada perempuan disitu ada Ahmad. Hahahahah."
"Ngga nyambung loe."
"Joe, coba loe ajak ngomong di telinga Tyas supaya bangun dan bangkit. Mesti di lawan sakitnya."
"Sudah, tanpa loe minta sudah gue lakukan. Jadi ngga usah loe ajarin gue."
"Loe harus terima konsekuensinya kalau nanti si Tyas lepas cerai dari Ahmad, loe harus berjuang, karena perempuan dimanapun akan mengalami trauma. Dan ya loe harus siap."
"Iya gue ngerti. Tapi gimana gue mau makan loe ngajak ngomong mulu."
"Hahahah, Joe pundung."
"S**l loe."
Joe membuka makanan yang dibawa oleh Jerry. Sedangkan Jerry keluar kamar.
Sudah hampir sebulan Ahmad tidak kembali ke Bogor. Dan hampir tiap hari Sekar menangis. Orang tuanya benar-benar merasa gagal menjaga Sekar sampai mereka ikut menanggung perbuatan Sekar dan Ahmad.
"Erna, kamu coba cari Ahmad di Jakarta. Suruh ke Bogor."
"Biar saja dulu. Nanti setelah pas satu bulan dia tidak datang ya sudah segera urus cerai Sekar dan Ahmad."
__ADS_1
"Erna, kamu kenapa bicara seperti itu? Ahmad itu suamiku."
"Ya memang suami loe, tapi apakah dia mikir kondisi loe yang sedang hamil? Yang harusnya bisa cek ke dokter? Masa harus bapak atau ibu yang antar loe cek kandungan?"
"Aku bisa jalan sendiri ke dokter."
"Uangnya siapa? Emang Ahmad kasih loe uang! Gue belum sempat cari Ahmad. Karena gue punya kerjaan sendiri. Gue coba telpon Ahmad ngga pernah bisa dan gue yakin dia sudah ganti nomer. Lain kali mikir belum kenal benar tahu-tahu hamil terus nikah sekarang ditinggalin."
"Erna, sudah kasihan Sekar, dia lagi hamil ngga boleh stress."
"Stress juga dia yang buat sendiri. Anak kebanggaan bapak ibu akhirnya ngga karuankan?"
Erna segera keluar dari rumah.
"Mau kemana kamu sudah mau maghrib."
"Kemana aja yang penting ngga sampai hamil kayak Sekar!"
"Astaghfirullah ini anak, ditanya sama ibunya jawabannya begitu."
.
Bapak hanya diam saja. Dia tidak mau peduli lagi masalah Sekar.
Gege dan Ningsih menunggu Pak Arif di pos satpam. Mereka bertiga akan menjenguk Tyas. Sudah hampir 2 jam mereka menunggu di pos satpam membuat Gege kesal.
"Ning, telpon pacar loe, mau jalan jam berapa? Ini kita udah dilalerin, kena debu, lapar, haus. Terus gimana? Jadi ngga sih nengok Tyas. Kalau tahu gini dari tadi gue jalan sendiri minta jemput pacar."
"Susah deh kalau ngomong sama calon nyonya bos."
Setelah menunggu 30 menit, baru mobil Pak Arif lewat. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan menuju ke rumah sakit.
Joe dan Jerry masih di kamar. Pak Arif, Ningsih dan Gege masuk.
"Pak Arif, selamat malam."
"Malam Joe, gimana Tyas? Sudah mulai sadar?"
"Belum pak, Tetapi tadi pagi air matanya sempat mengalir, kemungkinan dia mulai sadar tapi matanya masih tertutup."
"Ya, semoga saja besok dia sadar."
Gege yang ada di sebelah Tyas mencoba melihat muka Tyas.
"Mbak Tyas bangun. Gege kangen sama mbak Tyas. Masa mbak Tyas mau tidur aja. Ada pangeran tampan yang suka sama Mbak Tyas, tapi dia takut nanti Mbak Tyas tolak. Mbak bangun mbaaaakkk!"
Gege berbicara di kuping Tyas dan berteriak.
"Gege! Loe kenapa sih, kaget tahu si Tyas. Otak loe ya benar-benar deh. Sakit loe ya!"
__ADS_1
"Eh, eh lihat tangan mbak Tyas bergerak-gerak panggil, panggil dokter cepat. Eh matanya kebuka, matanya mbak Tyas kebuka!"
Pak Arif, Pak Joe dan Jerry yang mendengar omongan Gege langsung mendekat ke Tyas. Joe langsung memencet bel agar suster datang.
"Suster, pasiennya sudah sadar. Tolong dibantu suster."
Suster mengecek sebentar dan keluar ruangan.
Semuanya menunggu reaksi dari Tyas yang sudah membuka matanya.
Tidak berapa lama, dokter datang dan memeriksa Tyas.
"Bu, ibu masih ingat nama ibu?"
"nama saya gadis.
Gege yang mendengar langsung berteriak.
" Bukan dokter namanya Tyas."
Ningsih mencubit tangan Gege agar diam.
"Nah, namanya ibu Tyas, bukan Gadis. Ibu kerja dimana?"
"Saya kerja di PT BAT."
"Baik. Ibu istirahat ya, jangan terlalu banyak bicara. Yang sekarang ibu rasakan."
"Kepala saya sakit sekali dokter."
"Ya, nanti dikasih obat pereda sakit kepalanya ya."
"Bapak-bapak dan ibu-ibu jangan mengajak bicara pasien terlalu banyak. Dia masih shock. Saya tinggal dulu ya."
"Baik dokter. Terima kasih."
Joe, Gege dan Ningsih menitikkan air mata melihat Tyas sudah sadar dan ini karena Gege yang berteriak di kuping Tyas.
"Gege, makasih ya, Karena kamu, Tyas jadi sadar."
"Makasih sama Allah, Pak. Gege mah teriak karena kangen sama mbak Tyas. Karena di rumah cuma sama Ningsih. Kurang seru. Ngga ada warna."
"Loe pikir cat pakai ngga ada warna."
"Hush, diam jangan berisik. Kan tadi dokter bilang."
Tyas melihat ke sekeliling. Ada Gege, Ningsih, Pak Joe, Pak Arif dan Pak Jerry.
"Saya ada dimana? Kepala saya sakit banget."
__ADS_1
"Kamu ada di rumah sakit. Tadi dokter bilang kamu jangan banyak bicara. Harus banyak istirahat."
Tyas terdiam