Istri Suamiku

Istri Suamiku
Tabrak Lari


__ADS_3

'Tyas, Joe, saya pulang duluan ya. At least sudah dapat alamat rumah Ahmad untuk pengiriman surat panggilan sidang."


"Baik Pak Jerry dan Mbak Dewi, terima kasih."


Jerry dan Dewi keluar dari rumah makan. Tidak berapa lama Joe dan Tyas keluar, menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil.


"Pak Joe, saya mau mampir ke minimarket bisakah. Ada yang mau saya beli."


"Iya bisa, saya juga harus ke minimarket. Nanti di depan sana ada minimarket."


"Iya Pak Joe."


Tidak berapa lama mereka tiba di minimarket. Tyas sempat melihat ada tukang kue dongkal.


"Pak Joe, bapak masuk duluan saja. Saya mau ke seberang. Ada tukang kue dongkal. Sudah jarang yang jualan kue dongkal."


"Ya hati-hati." Pak Joe masuk ke indomaret.


Tyas melihat kiri kanan, ada satu mobil warna merah tidak terlalu jauh berhenti dari tempat Tyas berdiri. Jalanan tidak begitu ramai. Saat Tyas baru melangkahkan kaki hendak menyebrang tiba-tiba mobil merah itu menyorot Tyas dengan lampu jauh membuat mata Tyas silau. Mobil yang tadi dilihatnya berhenti, tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi membuat Tyas menjadi panik dan tidak sempat menghindar. Tyas ditabrak oleh mobil merah itu dan mobil itu langsung tancap gas.


Bapak kue dongkal yang sedang melayani satu orang pembeli tidak melihat kejadian. Mereka hanya mendengar suara teriakan Tyas dan melihat Tyas sudah bersimbah darah. Mereka tidak melihat mobil yang menabrak Tyas.


Joe mendengar teriakan minta tolong. Beberapa orang di minimarket langsung keluar termasuk Joe.


"Pak, mas, tolong ada tabrak lari. Tolong bawa mbaknya ke rumah sakit."


Joe langsung berlari hendak melihat siapa yang kecelakaan. Joe tanpa banyak bicara langsung mengangkat Tyas yang pingsan dan keluar darah dari hidung, kuping dan mulutnya. Dan segera membawa Tyas ke rumah sakit.


Tyas segera ditangani di UGD. Joe menelpon Gege dan mengabarkan bahwa Tyas di rumah sakit karena kecelakaan.


Gege memberitahu Ningsih. Mereka bingung bagaimana harus ke rumah sakit.


"Ge, kita tunggu saja kabar dari Pak Joe mengenai kondisinya Tyas."


"Iya Mbak Ning, tapi kenapa bisa Tyas kecelakaan sedangkan Pak Joe tidak bukannya Tyas pergi sama Pak Joe."


"Jangan mikir yang ngga-ngga deh. Doa saja yuk supaya si Tyas ngga kenapa-kenapa paling hanya lecet saja."


"Dih, loe mah gitu Mbak Ning, kalau ngga kenapa-kenapa jangan pakai ada kata paling lecet saja. Kan loe sendiri yang bilang."

__ADS_1


"Ya kan kita ngga tahu Ge."


"Ya karena kita ngga tahu, harusnya ngomongnya semoga Tyas ngga kenapa-kenapa cuma syok sedikit dan kasih minum bisa pulang ke rumah. Ini pakai ada kalimat paling hanya lecet saja. Susah deh, mentang-mentang mau nikah sama big bos besar."


"Jiah loe Ge, ngajakin berantem sih. Ngga ada hubungan Tyas kecelakaan sama gue mau nikah sama Pak Arif."


"Siapa juga yang ngajakin berantem. Gue belum selesai ngomong, makanya dengerin dulu orang ngomong jangan main di potong. Diam dulu sampai orang lain selesai ngomong.Udah jangan bawel. Loe jadi mau sholat ngga? Kalau ngga jadi gue sholat sendiri."


Ningsih diam dan tidak menjawab.


"Woooiii jawab napa, jangan diam aja."


"Kan kata loe, gue suruh diam jangan ngomong sampai loe berhenti ngomong, Gimana sih Ge, loe ngga konsisten."


"Au ah, suka-suka loe. Gue mau sholat."


"Gue ikuuuutt."


Ningsih mengikuti Gege masuk kamar Gege. Dan mereka sholat bareng. Selesai sholat Gege keluar kamar dan membuka kulkas.


"Ngapain buka kulkas Ge?"


"Lapar yak, sama dong heheheh."


"Nyengir aja loe Ning, kayak kuda."


Tidak berapa lama handphone Ningsih berbunyi


"Assalamu'alaikum Ning, saya jemput kamu dan Gege. Kita ke rumah sakit sekarang. Tyas kecelakaan. Dan butuh darah banyak."


"Waalaikumsalam Pak Arif. Saya tunggu. Ge, ganti baju, Pak Arif mau jemput kita untuk ikut ke rumah sakit lihat Tyas."


"Iya, loe ada cemilan ngga?"


"Udah nanti gampang, bentar lagi laki gue datang jemput."


"Tuhkan susah deh sama orang ngga konsisten. Bentar bilang pak Arif, sekarang bilang laki gue. Emang situ udah nikah? Atau jangan-jangan udah ngga perawan waktu nunggu mak loe di rumah sakit."


"Astaghfirullah, mulut loe benar-benar ya Ge. Udah cepat, mau ikut ngga!"

__ADS_1


"Iya gue ikut."


Gege masuk ke kamar dan ganti baju. Begitu pula dengan Nining. Tidak berapa lama Pak Arif datang dan mereka segera berangkat ke rumah sakit.


Mereka melihat Pak Joe yang berdiri dan sedang melihat Tyas.


"Joe, gimana Tyas?"


"Tyas belum sadarkan diri, sudah dicek dan sudah di rontgen, CT scan. dan MRI."


"Lalu hasilnya?"


"Pemeriksaan sementara dokter terkena gegar otak dan masih menunggu hasil rontgen, CT scan dan MRI."


"Kamu yang tenang ya Joe, sebenarnya gimana kejadiannya."


"Iya Pak Arif. Kejadiannya, kami baru saja bertemu kembaran saya yang pengacara untuk perceraian Tyas. Kami sempat bertemu dengan Ahmad dan perempuan lain sepertinya Tyas kenal dengan perempuan itu. Lalu kami pulang. Di tengah jalan Tyas bilang mau ke minimarket dan kami berhenti. Saat turun dari mobil Tyas melihat ada yang jual kue dongkal di seberang jalan. Dia bilang mau beli kue dongkal dan akan ke minimarket setelahnya. Saya masuk ke minimarket duluan. Jalanan tidak begitu ramai, Ada mobil yang lalu lalang hanya satu dua mobil. Saya tidak tahu kejadiannya. Ada teriakan minta tolong dan begitu saya keluar dan melihat ternyata Tyas. Kata yang jualan kue Tyas tabrak lari. Saya langsung bawa ke rumah sakit dan mengabari Gege juga Pak Arif."


"Kamu tidak perlu cari tahu siapa yang menabrak Tyas. Saya akan bantu. Yang terpenting jaga Tyas jangan sampai di tinggalkan sendirian di rumah sakit."


"Iya Pak, besok saya akan minta tolong saudara saya untuk temani Tyas di rumah sakit. Biar besok saya bisa bekerja."


"Saya bilang jaga Tyas, bukan minta saudara kamu jaga Tyas. Kamu jaga Tyas. Kerjaan masih ada Agnes, dia akan handle selama kamu tidak ke kantor."


"Baik Pak Arif, terima kasih."


"Ya, kita tunggu gimana hasilnya. Mengenai transfusi darah?"


"Tadi sudah diberikan 2 kantong."


"Ok."


"Memangnya saat ketemu Ahmad, apakah Ahmad ada bicara sesuatu?"


"Ya dia bilang baguslah kalau Tyas yang mengurus perceraian jadi dia tidak pusing keluar uang. Dan Jerry sudah dapat alamat rumah Ahmad agar bisa di kirim surat panggilan pengadilan untuk cerai."


"Saya bisa minta alamatnya dimana? Entah kenapa Joe, saya curiga tabrak lari ini ada hubungannya dengan Ahmad."


"Nanti saya minta sama Jerry untuk alamatnya Pak. Dia tinggal di apartemen dengan perempuan itu."

__ADS_1


__ADS_2