Istri Suamiku

Istri Suamiku
Rahasia


__ADS_3

Sudah 2 minggu Mas Ahmad tidak pulang. Dan handphonenya Mas Ahmad mati. Karena setiap Tyas menelpon hanya terdengar bunyi tut tut saja. Tyas tidak tahu kalau Ahmad sudah mengganti nomer handphonenya.


Terakhir Tyas menelpon, Ahmad sedang mengajak anaknya yang perempuan pergi untuk membeli susu.


Ahmad Sulaiman menikah dengan Nurhasanah saat pernikahannya dengan Tyas baru 1 tahun.


Ahmad terpesona dengan kecantikan Nur sampai akhirnya Nurhasanah hamil duluan dan Ahmad bertanggung jawab dengan menikahinya.


Sampai saat ini Ahmad menduga bahwa Tyas tidak tahu kalau dirinya mempunyai istri lagi.


Ahmad Sebenarnya berencana untuk menceraikan istrinya karena sampai saat ini Tyas belum bisa memberikan keturunan.


Sedangkan Nur tidak tahu bahwa Ahmad sudah mempunyai istri.


Perlakuan Ahmad ke Tyas dan Nur berbeda. Dengan Tyas, Ahmad mengaku bahwa dirinya dipecat dan kerja sebagai mandor yang harus mengawasi pembangunan perumahan sehingga akan jarang pulang. Di depan Tyas, Ahmad hanya menggunakan sepeda motor dan hanya bisa tinggal dirumah kontrakan. Sedangkan dengan Nur, Ahmad mempunyai mobil dan membelikan rumah. Ahmad bukan mandor, Ahmad mempunyai jabatan sebagai Manager Marketing.


"Mas Ahmad, kamu sudah bahagia ya dengan istri baru mu. Aku hanya bisa mendoakan pernikahan kamu dengan Mbak Nurhasanah langsung."


Jam 11 malam Ahmad pulang ke rumah dan membuka pintu. Ahmad membawa kunci cadangan. Ahmad beralasan kepada Nur bahwa ia harus pergi ke luar kota. Ahmad memasukkan motornya ke dalam rumah. Dan masuk ke kamar. Dilihatnya Tyas sudah tertidur. Ahmad membuka lemari baju dan mengambil pakaiannya dan mandi.


Tyas terbangun karena mendengar bunyi air menyala. Saat sampai di depan kamar mandi, Tyas mendengar ada orang sedang mandi.


"Mas Ahmad? Kamu sudah pulang Mas?"


"Iya, aku mau kopi. Tolong buatkan kopi."


"Iya Mas."


Tyas segera membuatkan kopi dan meletakkannya diatas meja makan.


Ahmad keluar dari kamar mandi dan langsung meminum kopinya pelan-pelan.


"Tyas, aku lapar ada makanan apa?"


"Aku gorengin telor yah. Hari ini aku ngga masak Mas, karena aku ngga tahu kamu akan pulang, kalau aku tahu kamu pulang, aku siapkan makanan kesukaan kamu."


"Buatin sambal juga."

__ADS_1


"Iya Mas. Tunggu sebentar yah Mas."


Tyas segera membuat sambal dan menggoreng telor untuk suaminya.


Ahmad segera memakan makanan yang sudah di buat oleh Tyas.


"Mas, maaf aku dari kemarin-kemarin telpon kamu tapi terputus."


"Handlhoneku hilang. Dan belum sempat beli handphone yang baru."


"Oh iya, ini uang, aku belum sempat transfer. Uang ini untuk bayar kontrakan dan sisanya untuk kamu. Ahmad menyerahkan amplop uang."


"Terima kasih Mas, kontrakan sudah aku bayar. Aku dapat uang lemburan. Uang yang dari Mas untuk bayar kontrakan bulan depan saja ya Mas."


"Kamu atur saja baiknya bagaimana. Besok kamu masuk atau libur?"


"Besok aku libur Mas, pergantian shift. Lisa baru aku masuk kerja, aku masuk siang."


"Ayo tidur sudah malam".


Ahmad berjalan masuk ke kamar dan Tyas membersihkan meja makan. Setelah itu Tyas menyusul suaminya ke kamar.


Tyas melihat suaminya sudah tertidur. Pelan-pelan Tyas merebahkan badannya disebelah suaminya. Tiba-tiba Ahmad memeluk dirinya dan membuka bajunya dan daster Tyas.


Tyas melayani suaminya dan tidak butuh waktu lama, mereka selesai. Ahmad segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan langsung tertidur. Setelah itu Tyas membersihkan dirinya dan melanjutkan sholat tahajud lalu sholat subuh.


"Pagi Mas Ahmad, mau sarapan apa? Tyas membangunkan Ahmad."


"Pagi sayang, aku mau spaghetti saja biar bisa sekalian suapin kakak. Anak-anak mana? Kakak Keisha sudah bangunkah? Ahmad masih memejamkan matanya saat bicara."


"Bunda, ayah mau dipeluk Bunda jangan Malik terus yang Bunda peluk."


"Mas Ahmad bangun Mas. Buka matamu Mas, ini Tyas, istrimu."


Tyas berusaha untuk tidak meneteskan air matanya. Ahmad membuka matanya dan kaget karena yang dihadapannya saat ini adalah Tyas bukan Nur.


"Mas Ahmad pagi, Mas mau sarapan apa?"

__ADS_1


"Jam berapa ini dan kenapa aku disini?"


"Jam 06.30 pagi. Mas semalam pulang. Dan biasanya jam 06.00 Mas sudah bangun, karena itu Tyas bangunin Mas Ahmad. Tyas ngga tahu jadwal Mas Ahmad hari ini apa dan mau pergi kemana?"


"Aku masih ngantuk dan semalam aku tidak suka dengan cara kamu melayani aku. Tidak ada perlawanan hanya tidur telentang dan menerima tidak seperti yang lain."


"Maksud Mas Ahmad? Tidak seperti yang lain itu siapa?"


"Sudah sana keluar, aku mau tidur lagi. Terserah kamu mau masak apa? Bangunin aku jam 09.00, aku mau makan bareng Kakak Keisha."


Tyas pergi dari kamar dan menuju ke dapur. Pagi-pagi ia sudah dikejutkan dengan perkataan suaminya. Ditambah lagi Mas Ahmad ingin makan spaghetti. Selama menikah dengan Mas Ahmad, Tyas tidak pernah makan spaghetti, jangan kan makan membuat spaghetti saja Tyas tidak pernah. Tyas hanya bisa menangis untuk saat ini, kalau pun ia memaksa bertanya sama Mas Ahmad siapa itu Kakak Keisha dan Malik? Apakah anak-anak Mas Ahmad dan Mbak Nur.


Tyas pergi ke tukang sayur, membeli mie, telur, sawi, bakso dan juga membeli daging ayam. Tyas akan membuat ayam goreng dan mie goreng untuk suaminya.


Jam 09.00 Tyas masuk ke kamar dan membangunkan suaminya.


"Mas Ahmad, bangun Mas, sudah jam 09.00."


Tetiba Ahmad menarik Tyas dan menciumi Tyas tanoa henti lalu membisikkan sesuatu di telinga Tyas, "Bunda, ayah punya hadiah buat Bunda karena sudah memberikan ayah seorang anak laki-laki. Anak kita sudah lengkap laki-laki dan perempuan. Ayah taruh hadiahnya di dalam tas Bunda satu set perhiasan dan mobil. Ayah makin sayang sama Bunda."


Tyas tidak tahan dengan apa yang ia dengar. Tyas berusaha melepaskan diri dari pelukan Ahmad dan berkata dengan kencang di telinga Ahmad.


"Mas Ahmad, aku Tyas, aku istrimu. Kita belum punya anak yang bernama Keisha dan Malik. Bangun Mas!"


Ahmad membuka matanya dan kaget ternyata yang ia peluk dan ciumin Tyas bukan Nur.


"Tyas, kamu kenapa teriak-teriak di kupingku! Kamu tidak suka aku pulang ke rumah! Kenapa? Ada masalah apa kamu? Suami pulang malam, tidak ada makanan. Istri macam apa kamu tidak menghormati suaminya yang bekerja sampai tidak pulang!"


Tyas segera meninggalkan Ahmad di kamar. Ia menyiapkan kooi dan makanan yang sudah ia buat dan djantar ke kamar dan diletakkan diatas meja sebelah tempat tidur.


Ahmad melihat makanan dan kopi yang di bawa Tyas ke kamar. Ahmad turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.


Selesai mandi, Ahmad mengeluarkan motornya dan masuk ke dalam rumah untuk mengambil tas dan memasukkan beberapa baju ke dalam tasnya kemudian pergi tanpa bicara sepatah katapun kepada Tyas.


Makanan dan kopi yang di buat Tyas tidak disentuh sama sekali.


Tyas menutup pintu dan jatuh terduduk didepan pintu yang baru saja ia tutup dan memangis tanpa suara.

__ADS_1


__ADS_2