
Pagi ini Tyas, Ningsih dan Gege naik bis jemputan dari kantor. Pak Joe sudah berangkat dari jam 05.30.
Di bis jemputan itu ada Bu Agnes dan Mbak Lita juga beberapa orang yang bekerja di kantor.
"Tyas, saya sudah mendengar mengenai kamu dari Pak Joe dan Pak Arif. Kamu harus sabar dan ikhlas ya. Semoga yang terbaik buat hidupmu nantinya."
Bu Agnes berjalan bareng dengan Lita dan Tyas menuju ruang QC.
"Terima kasih Bu Agnes."
"Yang penting semgat bekerja dan jangan patah semangat. Tuhan tidak tidur."
"Iya Bu Agnes."
Mereka absen dan melihat Pak Joe sudah datang.
"Pagi Pak Joe,"
Mereka mengucapkan selamat pagi hampir berbarengan.
"Pagi semuanya. Bu Agnes nanti jam 9 kita ke ruangan Pak Arif."
"Baik Pak Joe."
"Oh iya Tyas, kamu ditunggu Pak Arif di ruangannya, sekarang."
"Baik Pak Joe."
Tyas keluar ruangan dan berjalan ke kantor ke ruangan Pak Arif.
"Masuk."
"Pagi Pak Arif. Kata Pak Joe, saya diminta menemui Pak Arif?"
"Duduk Tyas."
Tyas duduk di hadapan Pak Arif.
"Pak, maaf sebelumnya saya mau bilang terima kasih karena sudah diberikan rumah buat saya, Ningsih dan Gege."
"Ya, saya mau bicarakan itu juga. Mengenai rumah, kamu jangan berpikir macam-macam. Saya memberikan rumah kepada kamu karena saya tidak mau karyawan saya kenapa-napa.
"Iya Pak, terima kasih banyak."
__ADS_1
"Gini Tyas. Saya tidak mau mencampuri urusan rumah tangga kamu. Saya hanya minta kamu untuk lebih berhati-hati dengan Ahmad suamimu. Saya juga tidak menginginkan kalau kamu bercerai. Tetapi kamu harus melihat dampaknya. Jika kamu bercerai bagaimana? Jika kamu tidak bercerai bagaimana? Intinya tolong jangan gegabah. Saya bukannya mau menjelekkan suami kamu. Saya juga laki-laki, Saya ingin kamu lepaskan beban pikiranmu dengan Ahmad sambil tetap berdoa mohon petunjuk pada Allah. Tajahudlah. Saya bukan orang yang rajin sholat tetapi tidak ada salahnya saling mengingatkan.
"Iya Pak, mohon maaf atas kejadian yang kemarin. Mengenai rumah gimana pak? Apakah saya dan teman-teman saya harus membayar tiap bulan seperti kami mengontrak rumah?"
"Tidak usah. Saya hanya mau kamu bekerja lebih baik lagi dan saya melihat kamu punya potensi. Yang tahu hanya kamu arah hidup kamu mau bagaimana? Intinya buatlah dirimu bahagia baru kamu bisa membahagiakan orang lain. Dan saya tahu kamu sudah tidak punya orang tua. Saudara-saudaramu jauh. Dan kamu anak tunggal. Jadi lebarkan sayapmu agar kamu lebih menghargai hidupmu saat ini. Kamu paham?"
"Iya Pak, saya paham."
"Ok, sekarang kamu kembali bekerja."
"Baik Pak Arif, terima kasih banyak."
Tyas keluar dari ruangan Pak Arif dan menuju ke ruang QC.
Ahmad sudah siap dari jam 5 pagi. Nur yang baru bangun langsung sholat. Nur melihat Ahmad yang sudah rapi dengan setelan jas.
"Ayah, ini masih jam 5 pagi. Ayah sudah sholat?"
"Sudah tadi ayah sholat duluan. Mau bangunkan bunda kelihatan bunda masih tidur nyenyak. Oh iya bunda, mana kunci mobil Ayah harus berangkat jam 05.30."
"Berangkat sepagi itu memang ayah mau kemana?"
"Ayah kan sudah bilang semalam mau pergi ada urusan kerjaan. Anak-anak masih tidur. Ayah lihat anak-anak dulu."
Ada telpon masuk dari Sekar. Nur tidak memgangkatnya. Dan tidak berapa lama ada pesan masuk dari Sekar. Ahmad lupa mengunci handphonenya. Sehingga Nur bisa membaca pesan dari Sekar.
"Mas Ahmad, hari ini kita ijab kabul. Jangan telat. Perjalanan dari Jakarta ke bogor lumayan loh takutnya kena macet."
Nur membaca dan terdiam.
"Bunda, Malik bangun nih. Ayah harus pergi!"
"Iya sebentar lagi buatkan kopi buat ayah."
Ahmad keluar dari kamar dan mengambil handphonenya dan kunci mobil.
"Ayah kopinya. Ngga sempat bunda. Nanti saja."
Nur melihat kepergian Ahmad dengan menangis. Teenyata Ahmad tidak berubah. Hari ini Ahmad melangsungkan pernikahan dengan perempuan bernama Sekar. Nur mendengar Malik yang menangis dan ia langsung berlari ke kamar. Tanpa di sadari ada tumpahan air di depan pintu kamar membuat Nur terpeleset dan jatuh. Nur merasakan sakit di bagian perutnya. Tapi ia harus bisa menahan sakitnya karena Malik menangis. Keisha terbangun. Dan melihat bunda berjalan merangkak ke tempat tidur. Keisha langsung bangun dan menolong bunda kemudian mengambil air minum untuk bunda. Keisha mengambil handphone bunda dan menelpon ayah. Tetapi tidak diangkat oleh Ahmad.
"Tyas, kamu hari ini lembur ya. Banyak barang datang dari produksi. Yang akan lembur ada 6 orang termasuk Lita, Yoga, Sri, Toto dan Yanto."
"Baik Bu Agnes."
__ADS_1
Tidak berapa lama bel istirahat berbunyi. Tyas segera keluar ruangan dan pergi ke mushola. Entah kenapa hari ini Tyas kepikiran Ahmad dan merasa terjadi sesuatu dengan Ahmad, tetapi Tyas tidak tahu.
Selesai sholat, Tyas berjalan ke kantin. Ia tidak melihat Ningsih dan Gege.
"Kemana mereka? Tumben mereka tidak makan siang. Apa mereka makan di warteg depan?"
Tyas keluar dari kantin dan bertemu dengan Pak Joe yang hendak ke kantin.
"Pak Joe."
"Tyas, kamu sudah makan?"
"Belum Pak, saya mencari Ningsih dan Gege, tetapi tidak ada di kantin. Saya mau coba lihat ke depan. Kadang mereka makan di warteg depan."
"Oh ok."
Tyas pergi keluar pabrik dan berjalan ke arah warteg yang biasa mereka datangi. Teenyata tidak ada Ningsih dan Gege.
Tyas kembali masuk ke pabrik. Tyas melihat Ningsih keluar dari kantor.
"Tyas, kamu sudah makan? Aku lapar banget."
"Belum, aku cari kamu dan Gege."
"Aku tadi di panggil HRD, Gege juga. Gege masih menunggu di dalam."
"Ada apa sampai di panggil HRD?"
"Aku dipindah. Mulai awal bulan aku tidak di produksi lagi tapi di dalam kantor jadi staff purchasing."
"Wah, selamat. Hebat kamu Ningsih, jadi awal bulan nanti kita bisa berangkat bareng terus. Setidaknya kamu tidak perlu begadang lagi."
"Cuma aku bingung, kok aku bisa masuk ke kantor. Mimpi aja ngga pernah lebih tepatnya ngga berani."
"Ada campur tangan Allah SWT Ningsih. Ayo kita makan siang dulu ke kantin. Waktunya tidak banyak. Semoga Gege dipindahkan ke tempat yang lebih baik. Sama seperti Aku dan kamu."
"Amin."
Mereka sudah di kantin dan langsung mengambil makanan dan sayur. Mereka berdua makan dengan cepat.
Di Bogor, Ahmad tengah berbahagia. Ahmad sudah menikah lagi dengan Sekar. Ahmad mengambil handphone di tasnya. Ada banyak telpon masuk dari Nur. Ahmad berencana akan menelpon nanti sore saja dan akan bilang kepada Nur bahwa ia tidak pulang hari ini."
Ahmad tidak tahu, Malik dan Keisha menangis melihat bundanya yang terjatuh di dapur dan banyak darah keluar.
__ADS_1