Istri Suamiku

Istri Suamiku
Mirna hamil


__ADS_3

Joe tidak dapat tidur di kamarnya. Ia segera mengambil jaket dan keluar dari kamar hotel. Joe segera ke kamar Tyas setelah mendapat ijin dari satpam dan suster jaga. Pelan-pelan Joe membuka pintu dan melihat Ningsih dan Gege tidur di sofa. Joe melangkahkan kakinya ke tempat tidur Tyas.


"Pak Joe? Ada apa? Kenapa datang ke sini malam-malam."


"Aku kuatir, kamu bangun jadi aku langsung ke sini. Dan aku yakin Ningsih dan Gege pasti tertidur karena mereka capek bekerja langsung ke rumah sakit."


"Iya Pak. Ningsih tadi jam 10 sudah tidur. Gege jam 11 tadi. Saya tidak bisa tidur Pak."


"Tapi kamu harus banyak istirahat. biar segera sembuh dan keluar dari rumah sakit. Dua minggu lagi rencananya kamu sidang perceraian."


"Iya Pak Joe. Terima kasih."


"Sudah istirahat. Saya jagain kamu."


Tidak berapa lama Tyas tertidur.


Tyas, aku mau kamu jadi istriku setelah kamu cerai. Dan aku akan menunggu kamu sampai kamu siap untuk menikah lagi.


Joe tidak tahu bahwa sebenarnya Tyas belum tidur. Tyas mendengar semua perkataan Joe.


Sudah jam 4 pagi. Tyas terbangun dan melihat Pak Joe yang masih membaca.


"Pak Joe. sudah jam 4 sebentar lagi sholat subuh. Tyas mau coba duduk Pak Joe."


"Jangan dipaksakan dulu Tyas. Kamu baru saja bangun dan kamu juga tidak boleh bangun langsung harus miringkan badanmu terlebih dahulu."


"Iya Pak Joe. Tyas juga selalu begitu tidak langsung bangun tetapi miringkan badan ke kanan atau ke kiri."


"Nah, kamu tenang saja dulu. Saya mau ambil wudhu dan sholat."


Ningsih terbangun karena alarm di handphonenya berbunyi.


"Pagi Tyas. Eh ada Pak Joe. Pagi Pak Joe. Maaf saya dan Gege tertidur."


"Pagi, tidak papa Ningsih. Saya tahu kalian capek karena kemarin pulang kerja langsung ke rumah sakit. Saya mau sholat dulu ke mushola."


Pak Joe keluar kamar.


"Tyas, maaf ya aku sama Gege ketiduran padahal mau jagain kamu."


"Ngga papa, sholat sana sudah azan subuh. Bangunin Gege biar sekalian sholat."


"Gege tidak sholat dulu karena sedang ada tamu bulanan."


"Oh ya sudah. Kita sholat bareng ya Ning."


Ningsih sholat di dekat tempat tidur Tyas. Agar mereka bisa sholat bareng.


Seperti biasa suster datang hendak membersihkan tubuh Tyas.


"Suster, biar saya saja yang membersihkan Tyas."


"Tidak usah bu. Biar saya saja. Karena harus membersihkan yang lainnya selain tubuh bu Tyas."


"Enaknya mbak Tyas dimandiin. Aku kapan ya bisa dimandiin."


"Astaghfirullah ngomong hati-hati Ge, loe kebiasaan deh. Masih pagi otak loe udah korslet."


"Ya Allah, iya maaf Gege keceplosan. Ampun deh efek lapar."

__ADS_1


Suster sudah membasuh badan Tyas dan sudah mengganti semuanya.


"Suster bisa minta tolong untuk dinaikkan sedikit kasur saya, agar saya bisa duduk tidak tidur terus."


Suster memencet panel tempat tidur Tyas.


"Iya, cukup suster. Terima kasih."


"Sama-sama Bu."


Jam 7 pagi. Pak Joe sudah sampai kamar Tyas. Dia membawa makanan untuk Ningsih, Gege dan juga Tyas dan juga kopi untuk dirinya dan teh manis untuk Ningsih dan Gege.


"Tyas ini saya belikan nasi uduk untuk kamu, Ningsih dan Gege."


"Saya baru selesai makan Pak. Tadi makan bubur dan teh manis juga."


"Masih belum merasakan apapun?"


"Iya Pak Joe. Masih hambar."


"Pak Joe, Mbak Tyas, Gege sudah boleh makan ngga? Lapar hehehehe."


"Iya Gege, silakan. Saya tahu kamu lapar."


"Mbak Ning, ayo makan jangan malu-malu. Daripada nanti Gege habisin jatah Mbak Ning."


"Duluan Ge, gue lagi kirim pesan ke Pak Arif."


"Oh iya calon bu bos mesti laporan yak. Hahahha susah dah, segala makan aja harus laporan."


"Bawel loe, udah makan aja sana. Daripada mulut loe ngomong mulu."


"Iya Gege."


Di tempat lain Mirna merasakan pusing sampai muntah-muntah.


"Mas Ahmad, bangun mas. Mas, bangun."


"Ada apa? Kenapa pagi-pagi sudah bangun?"


"Tolong aku mas, kepalaku sakit banget tadi habis muntah."


"Kamu sakit? Kita ke rumah sakit?"


"Iya mas, kepalaku sakit dan perutku mual."


"Ya sudah aku mandi dulu setelah itu kita ke dokter."


Ahmad segera mandi.


"Mas, sarapan dulu. Aku cuma bisa buat roti dan kopi untuk kamu."


"Iya terima kasih, sayang."


Selesai Ahmad dan Mirna pergi ke dokter.


"Selamat pak, istri bapak sedang hamil, 4 minggu. Saya kasih vitamin dan obat anti mual."


"Alhamdulillah, terima kasih dokter."

__ADS_1


Ahmad dan Mirna senang mendengar keterangan dokter.


"Mas Ahmad, hari ini jadi berangkat? Apa tidak bisa berangkat hari senin saja?"


"Aku coba telpon temanku nanti ya. Semoga bisa."


"Iya mas, aku mau ditemani kamu. Senin aku kan sudah masuk kantor lagi."


"Iya sayang."


Mereka sampai apartemen. Mas. Aku mau ke minimarket, kamu naik duluan saja."


"Iya sayang, aku duluan ya."


Ahmad senang karena ia bisa menelpon Sekar.


Ahmad segera menelpon Sekar dengan nomer yang baru.


"Halo Sekar, ini aku Ahmad suami kamu."


"Mas Ahmad, kamu kemana saja. Ini pakai no siapa? Kenapa aku telpon tidak pernah bisa? Mas, ayah sama ibu mau kita bercerai. Aku butuh uang mas buat periksa kehamilanku. Tapi aku tidak ada uang."


"Sekar, mohon maaf. Aku pakai handphone temanku. Nanti aku transfer uang ke kamu. Kamu cek 1 jam lagi yah. Aku masih ada proyekkan. Handphone aku hilang. Senin sore aku bisa pulang."


"Iya mas. Aku kangen banget sama kamu mas."


"Iya Sekar."


Ahmad melihat Mirna yang membuka pintu.


"Sebentar lagi aku transfer uang yang untuk kebutuhan yang diperlukan. Senin aku sampai sana. Sebentar lagi aku kabarin kalau sudah dj transfer Aku tidak bisa pergi saat ini. Ok, makasih."


Ahmad menutup telponnya.


"Mas telpon siapa?"


"Teman dia minta aku untuk transfer uang sebesar 10 juta. Senin aku harus berangkat."


"Jadi senin, mas Ahmad berangkat?"


"Iya sayang. Kamu mau ikut? Aku ke ATM dulu sebentar."


"Ngga mas. Aku capek dan mual rasanya. Aku mau rebahan dulu. Mas titip beli jus strawberry ya. Sama tolong cek loker takutnya ada surat, kemarin kan aku belum sempat ke bawah ngecek loker


"Iya sayang. Sebentar ya, aku pergi sebentar ya."


Ahmad segera pergi ke ATM. Dan ia mentransfer uang ke rekening Sekar sebanyak 50 juta.


"Hallo Sekar. aku sudah transfer 50 juta. Kamu pakai ya. Aku usahain Senin aku sudah di rumah."


"Benaran mas Ahmad sudah transfer uang?" Sudah sayang. Jangan telpon ke nomer ini ya. Karena aku tidak selalu sama temanku."


"Iya mas."


Ahmad segera pergi ke minimarket dan membeli jus strawberry pesanan Mirna dan mengecek loker. Ada beberapa surat salah satunya dari pengadilan agama.


Tyas masih hidup ternyata. Dan ini ada surat panggilan untuk sidang. Aku tidak mau bercerai dengan Tyas. Aku akan gagalkan. Kamu selamanya akan jadi istriku.


Ahmad merobek-robek dan membuang surat tersebut ke tempat sampah.

__ADS_1


__ADS_2