Istri Suamiku

Istri Suamiku
Rumah sakit


__ADS_3

Pak Joe baru keluar dari pabrik Ia melihat Tyas dan Ningsih sedang berdiri di pinggir jalan. Pak Joe memberhentikan mobilnya.


"Tyas, Ningsih, kalian mau kemana?"


"Kami berdua mau jenguk Gege, Pak."


"Kenapa tidak kasih tahu saya. Jadi saya bisa antar kalian ke rumah sakit."


"Tidak usah pak Joe. Saya tidak mau merepotkan pak Joe terus. Pak Joe kan punya kesibukan yang lainnya."


"Hari ini saya tidak ada acara. Ayo naik. Saya antar kalian ke rumah sakit untuk jenguk Gege."


Tyas dan Ningsih saling berpandangan. Dan akhirnya mereka naik ke mobil pak Joe.


Ahmad baru sampai rumah Maryam. Dan masuk ke dalam rumah.


"Ayah. Hore ayah datang."


Malik berteriak senang sambil bertepuk tangan melihat ayahnya datang.


Ahmad langsung menggendong Malik, menciumnya dan menurunkan Malik


"Kakak mana?"


"Kakak Esha sakit. Malik sama mbak."


Anak tertua Maryam keluar dari kamar."


"Ayah, ibu masih di rumah sakit nunggu Keisha."


"Ada makanan apa? Ayah lapar?"


"Tidak ada makanan ayah. Kami dari tadi makan nasi dan goreng telor saja."


Ahmad mendengus kesal. Ahmad mengambil handphonenya dan melihat pesan dari Maryam.


Ahmad segera keluar rumah. Tetapi Malik mengejar Ahmad dan memegangi kaki Ahmad.


Anak Maryam segera mengambil Malik dari kaki Ahmad.


"Jagain adiknya. Ayah mau ke rumah sakit."


"Iya ayah."

__ADS_1


"Ayah, Malik ikut." Malik menangis melihat Ahmad masuk ke dalam mobil dan pergi ke rumah sakit.


Ahmad segera masuk ke dalam ruang perawatan kelas 3.


"Mas Ahmad."


"Kenapa kamu taruh di kamar kelas 3? Otak kamu dimana! Ini anak saya, saya minta tolong sama kamu untuk jaga dia dan rawat dia."


Ahmad setengah berbisik bicara dengan Maryam. Ia tidak mau Keisha terbangun.


"Maaf mas. Maryam tidak ada uang lagi. Keisha kena demam berdarah. Masa kritisnya baru tadi siang. Semoga tidak kenapa-napa sama Keisha."


"Kalau sampai terjadi apa-apa sama Keisha, kamu akan terima akibatnya. Aku sudah kasih kamu uang banyak untuk merawat Keisha dan Malik Uangnya kemana? Kamu buat foya-foya, pamer ke tetangga, kalau kamu punya uang dan tidak jualan lagi di pasar! Atau kamu sudah punya laki-laki lain. Bapak dari anak-anakmu! Kamu sama saja dengan kakak kamu Nur. Mendekati saya dan mau menikah sama saya karena saya banyak uang! Anak-anak di rumah hanya kamu kasih makan nasi dan telor!"


"Mas, Maryam tidak mau ribut-ribut. Keisha tidak bisa Maryam tinggal. Jadi selama ini Maryam tidak pulang ke rumah. Ada tetangga yang bantu untuk jaga anak-anak selama Maryam disini temani Keisha."


"Halah, alasan saja kamu. Makanya harusnya Keisha kamu tempatkan di ruang kelas 1 jadi dia lebih di perhatikan sama dokter dan suster daripada di kelas 3. Bagusnya kelas dj rumah sakit hanya sampai kelas 3 coba kalau ada kelas 4, pasti kamu masukkan Keisha di kelas 4!"


Maryam berusaha diam dan bersabar mendengar ocehan Ahmad. Ia sebenarnya marah kepada Ahmad karena Ahmad telah menghina dirinya dan almarhumah kakaknya Nur.


"Ayah."


"Keisha, Keisha sayang. Kamu mau apa?"


"Keisha mau bunda. Tadi bunda datang ayah, ajak Keisha main dan bunda bilang, bunda akan jemput Keisha dan juga dede Malik."


Tiba-tiba Keisha step.


"Panggil dokter, panggil suster. Cepat!"


Maryam panik mendengar Ahmad berteriak dan melihat Keisha yang step. Maryam berlari keluar kamar


Tidak berapa lama Maryam kembali ke kamar.


"Mana dokter dan suster! Kamu manggil mereka atau tidak?"


"Sudah mas, sabar. Mereka juga lagi nangani pasien di kamar VIP."


"Huh, ini ini yang saya tidak suka dari kamu!"


Ahmad memegang Keisha yang step. Tidak berapa lama suster datang dan memberikan obat penurun panas kepada Keisha melalui bagian belakang agar panasnya cepat turun dan tidak step lagi.


"Suster, dokternya kemana? Kenapa suster datangnya lama sekali!"

__ADS_1


"Pak, dokternya sudah pulang. Tadi siang anak bapak sempat kritis. Dan yang sakit bukan hanya anak bapak. Ini rumah sakit bukan rumah sendiri. Anak bapak sudah tidak step lagi. Mohon jangan berisik menganggu ketenangan pasien lain."


"Ya, terima kasih suster."


Suster keluar dari kamar perawatan. Keisha sudah terlihat tenang.


"Kamu pulang saja ke rumah. Keisha biar saya yang jaga. Malik butuh kamu dan juga anak-anak kamu."


"Iya mas Ahmad, bagus kalau mas Ahmad mau jaga Keisha. Saya bisa pulang urus anak-anak dan bisa tidur. Mas Ahmad pikir selama di rumah sakit, saya bisa istirahat? Tidak! Saya kepikiran anak-anak di rumah dan mas Ahmad egois Sudah tahu anak sakit bukannya langsung datang malah asik dengan perempuan lain!"


"Kamu...!"


Belum selesai Ahmad bicara Maryam sudah keluar dari kamar perawatan.


Maryam berjalan keluar dengan perasaan marah dan kesal dengan Ahmad. Maryam pulang ke rumah dengan naik ojek.


Sesampai di rumah, anak-anak sudah tertidur. Maryam masuk ke kamarnya dan menangis. Ia menumpahkan semua kekesalannya terhadap Ahmad hanya lewat tangisan.


Nanti kalau Keisha sudah keluar dari rumah sakit. Aku akan minta cerai dari Ahmad. Keisha dan Malik tidak usah lagi tinggal disini. Biar diurus oleh ayahnya sendiri. Dia pikir dia siapa? Enak saja menghina orang dan alamathumah teteh Nur. Ini semua akibat aku terbujuk smaa omongan Asep. Seandainya saja aku tidak mau saat itu untuk menikah sama Ahmad, aku mungkin tidak akan dihina oleh Ahmad serendah ini. Aku akan merawat Malik sampai mereka berdua pulang.


Maryam keluar kamar dan pergi ke dapur. Maryam mengambil wudhu, setelah itu sholat.


Ahmad merasa lapar dan ingin minum kopi dan merasa ngantuk. Ahmad melihat Keisha yang masih tertidur.


Aku tinggal sebentar untuk beli makanan dan kopi mumpung Keisha sedang tertidur.


Ahmad keluar dari ruang perawatan.


Ahmad melihat ada warung kopi. Ia segera kesana dan membeli kopi juga makan.


Saat Ahmad keluar. Keisha terbangun. Keisha tidak melihat Ahmad maupun Maryam.


Keisha menangis dan ketakutan sendirian.


Ibu di sebelah Keisha yang juga menunggu anaknya sakit menghampiri Keisha.


"Jangan nangis nak, ayah sedang keluar sebentar. Nanti balik lagi. Ada tante disini. Tuh anak tante juga sakit sama seperti kamu."


Keisha merasa ada teman langsung diam dan tidak menangis lagi.


"Iya tante, itu ada bunda datang, aku tidak takut lagi tante.


Ibu itu melihat Keisha tersenyum pandangan Keisha ke arah pintu.

__ADS_1


"Ya sudah. Kamu jangan nangis lagi ya. Ada tante di sebelah. Iya tante."


Ibu itu balik ke anaknya dan melihat tingkah Keisha yang aneh dan tertawa.


__ADS_2