Istri Suamiku

Istri Suamiku
Naik jabatan


__ADS_3

Hari ini keputusan sidang perceraian Tyas dan Ahmad dipercepat dikarenakan Ahmad masih di penjara untuk kasus tabrak lari.


"Alhamdulillah, akhirnya sidang cerai kamu dan Ahmad sudah selesai. Kamu sudah bercerai dengan Ahmad. Selamat ya Tyas."


"Terima kasih pak Jerry. Semua ini berkat bantuan pak Jerry dan juga pak Joe. Seandainya tanpa bantuan kalian berdua, belum tentu perceraian saya bisa selesai."


"Semua ini atas inisiatif Joe. Kamu harus berterima kasih sama Joe karena dia ingin kamu bisa melangkah ke depan tanpa ada bayang-bayang Ahmad lagi. Urusan kalian berdua sudah selesai jadi kamu bisa melanjutkan hidupmu untuk lebih baik lagi."


"Iya Pak Jerry Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak."


"Oh iya ada satu hal lagi untuk masalah Ahmad mengenai kasus tabrak lari. Minggu depan akan sidang pidana untuk Ahmad dan kamu akan hadir di sana juga nanti akan ada saksi."


"Apakah saya harus hadir untuk sidang pidana Ahmad? Tidak ada cara lainkah? Karena jujur saja saya sudah tidak ingin bertemu Ahmad lagi."


"Ya sudah, kita atur saja nanti. Dan saya tetap mendampingi kamu untuk sidang pidana Ahmad. Kamu tidak usah kuatir Tyas. Joe, jagain si Tyas biar Ahmad dan antek-anteknya tidak menganggu Tyas lagi."


"Penjajah kali antek-anteknya Ahmad. Selir, selingkuhan dan istri-istrinya Ahmad."


"Terserah deh mau ngomongnya apa. Terus sekarang rencananya bagaimana?"


"Ya, saya sama pak Joe ke pabrik, lanjutan kerja pak Jerry."


"Ok kalau gitu. Hati-hati di jalan."


"Baik Pak Jerry, sekali lagi saya ucapkan terima kasih."


Pak Joe dan Tyas berjalan ke parkiran. Dan mereka pergi ke pabrik.


Pak Joe dan Tyas masuk ke bagian QC dan hari ini adalah hari terakhir Pak Joe di pabrik. Karena besok pak Joe sudah mulai kerja di kantor baru milik pak Arif dan kakaknya.


"Tyas, nanti kamu ikut saya ke ruangan pak Arif."


"Baik pak Joe."


Pak Joe menghampiri Bu Agnes.


"Bu Agnes, nanti bu Agnes juga ikut sama saya dan Tyas ke ruangan pak Arif."


"Ok pak Joe. Siap."

__ADS_1


Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya hari ini adalah hari terakhir pak Joe di pabrik.


Saat pak Joe keluar ruangan bu Agnes menghampiri Tyas.


"Tyas, kamu tahu kenapa kita berdua dipanggil ke ruangan pak Arif?"


"Tidak tahu bu. Saya tadi baru diinfokan sama pak Joe untuk ikut dia ke ruangan pak Arif."


"Oh, saya pikir kamu tahu. Ya sudah kalau gitu kembali bekerja lagi."


"Baik bu Agnes."


Jam 1 siang Pak Joe mengajak bu Agnes dan Tyas ke ruangan pak Arif.


"Masuk."


"Siang pak Arif."


"Ah, kalian bertiga. Ayo silakan duduk."


Setelah mereka bertiga duduk, pak Arif melanjutkan pembicaraannya.


" Agnes, mulai besok, kamu akan menggantikan posisi Joe di bagian QC. Memang terkesan mendadak karena mulai besok Joe akan diperbantukan di perusahaan kakak saya. Dan untuk menggantikan posisi Agnes akan digantikan oleh Tyas."


"Kenapa? Kamu ada masalah dengan Tyas?"


"Bukan pak. Saya tidak ada masalah dengan Tyas, tapi ada orang yang lebih berkompeten selain Tyas. Dan sudah terlalu banyak kasak kusuk dari teman-teman di QC mengenai Tyas dan kedekatan Tyas dengan pak Joe."


"Kamu cemburu dengan Tyas karena Joe dekat dengan Tyas? Kedekatan Joe dengan Tyas atas permintaan saya bukan karena Joe ingin mendekati Tyas atau ada maksud lain? Atau kamu cemburu karena sepertinya posisi Tyas aman karena juga dekat sama saya?"


"Bukan-bukan karena hal itu pak. Tetapi saya merasa bahwa pak Dedi yang lebih pantas menggantikan posisi saya. Karena pak Dedi orang lama dan sudah senior di bagian QC. Sedangkan Tyas belum terlalu paham."


"Lantas karena Dedi senior dan Dedi lebih baik bekerjanya? Saya minta Tyas menggantikan posisi kamu karena saya sudah memegang hasil penilaian seluruh karyawan yang ada di pabrik ini."


"Maaf pak Arif kalau ucapan saya terkesan lancang hanya saja saya tidak sreg bekerja dengan Tyas."


"Jadi kamu tidak sreg bekerja dengan Tyas. Apa ada masalah pribadi dengan Tyas? Bersikaplah profesional, jangan mencampuri urusan pribadi kamu dengan Tyas ataupun orang lain."


"Iya pak Arif. Hmmm, baiklah saya terima keputusan pak Arif."

__ADS_1


"Ok, jadi clear ya."


"Iya Pak Arif, kalau begitu saya duluan karena ada barang datang dari produksi yang harus saya cek."


"Ok, Agnes dan Tyas silakan kalian melanjutkan pekerjaan lagi. Joe, kamu tunggu dulu."


Bu Agnes dan Tyas meninggalkan ruangan pak Arif.


"Tyas, kamu pakai ilmu apa sih? Kok kamu bisa dengan mudah menggantikan posisi saya. Saya saja butuh waktu lama sampai bisa di posisi ini."


"Bu Agnes, saya tidak pakai ilmu apa pun. Keputusan tadi memang dari pak Arif langsung. Saya sama sekali tidak tahu kalau ada kenaikan jabatan."


"Hmmm. Ya saya tahu sebenarnya pak Joe suka sama kamu. Dan kamu selama ini selalu berusaha mendekati pak Joe. Saya tahu dari gerak gerik kamu. Dan kamu selalu mencari kesempatan bersama pak Joe terus."


"Astaghfirullah, saya tidak pernah berusaha mendekati pak Joe. Kalaupun saya dekat sama pak Joe seperti sangkaan ibu Agnes, karena rumah saya berseberangan dengan rumah pak Joe. Sedangkan rumah ibu 5 rumah dari rumah saya."


"Ok. Setidaknya sekarang kamu sudah jandakan? Jadi mudah bagi kamu untuk semakin dekat dengan pak Joe. Apa lagi status barumu saat ini."


"Maaf bu Agnes, jangan bawa-bawa status saya. Urusan ibu sama saya adalah urusan pekerjaan dimana saya menghormati dan menghargai ibu sebagai pimpinan saya."


"Sudah, ngga usah banyak bicara!"


Bu Agnes bergegas meninggalkan Tyas yang masih terpaku.


Kenapa tiba-tiba sikap bu Agnes berubah. Apa dia sebenarnya tidak setuju aku menggantikan posisinya. Tapi aku sendiri tidak minta. Ini semua keputusan dari pak Arif. Ah, terserahlah. Yang penting aku tetap bekerja. Terserah gimana nanti saja.


Tyas segera melangkahkan kakinya masuk ke ruangan QC


Tyas melihat bu Agnes sedang duduk di kursinya. Tyas segera ke ruangan lain. Untuk melanjutkan kerjanya.


"Hebat yang jadi janda langsung dapat posisi enak ya. Tidak pusing lagi urusan dengan datang barang dan lembur-lembur."


"Biasalah pak Dedi aji mumpung. Mungkin pakai cara menjual hahahhaha."


"Kita lihat nanti pasti sebentar lagi akan kerja di kantor. Dari produksi terus ke QC. Jual goyangan apalagi kita tahu kalau pak Arif belum punya istri."


"Eh, eh goyangan apa ini?"


"Ya kita di QC kan tahu, bagaimana suaminya dia sampai menikah berkali-kali. Kalau suami menikah berkali-kali yang salah siapa?"

__ADS_1


"Istrilah karena tidak bisa melayani suaminya dengan baik. Dan dia malah menggoyang pak Joe dan pak Arif biar bisa jadi nyonyah. Besok-besok si nyonyah sudah tidak di ruangan ini."


Tyas mendengar omongan teman-teman di QC. Kupingnya terasa panas. Tapi Tyas tidak peduli. Terserah mereka mau ngomong apa."


__ADS_2