Istri Suamiku

Istri Suamiku
Gege bertemu Ahmad


__ADS_3

Tyas baru sampai rumah. Hari ini, ia lembur karena tadi pagi ia ke panti asuhan dulu untuk melihat kondisi Keisha dan Malik.


"Mbak Tyas, baru pulang?"


"Iya Gege, kamu belum tidur?"


"Belum Mbak, nunggu Mbak Tyas pulang. Aku juga baru sampai."


"Ya sudah mandi dulu daripada kemalaman. Setelah itu kita ngobrol ya."


Tyas masuk kamarnya. Gege pun masuk ke kamarnya.


Setelah selesai, Tyas keluar kamar dan Gege sudah duduk di sofa.


"Ningsih sudah tidur?"


"Aku ngga pulang sama Mbak Ning."


"Sudah jam 10 malam. Kok mbak Ning belum pulang?"


"Ini mbak Ningsih baru kirim pesan, katanya dalam perjalanan pulang."


"Ok. Ada apa Ge?"


"Mbak, tadi sore kan aku di jemput pacarku. Terus pacarku ke kantornya aku ikut. Aku lihat mas Ahmad, suami mbak Tyas ada di depan kantor pacarku. Ternyata nunggu teman kantornya pacarku. Aku tanya sama pacarku, cewe yang tadi namanya siapa? Katanya namanya Mirna."


"Mirna? Kalau boleh tahu kantornya dimana pacarmu?"


"Perusahaan Agency Bintang, Mbak. Kenapa Mbak?"


"Orangnya putih, semok, cantik, muka agak oriental gitu?"


"Iya Mbak. Memangnya Mbak Tyas kenal?"


"Ngga tahu juga Mirna yang kamu bilang itu apa orang yang sama yang aku kenal atau beda."


"Nah, Gege cuma bingung aja Mbak? Kok mas Ahmad bisa nungguin temannya pacarku?"


"Ya mungkin ada urusan pekerjaan. Kita kan ngga tahu juga."


"Tapi buat Gege itu aneh. Mas Ahmad kan ada Mbak Tyas, ada Mbak Nur ada Mbak Laila, itu masih kurang ya? Kalau masih kurang, berarti dia psycho."


"Hush, jangan suudzon sama orang. Biar saja itu urusan mas Ahmad. Aku sudah ngga mau ikutan lagi. Buat apa ngurusin orang lain. Urusan sendiri aja belum kelar-kelar."

__ADS_1


"Memangnya urusan cerai Mbak Tyas sama mas Ahmad belum diurus?"


"Aku belum tahu, karena aku belum dapat surat juga dari pengadilan agama."


"Assalamu'alaikum"


"Wa'allaikumsalam."


"Tumben belum pada tidur?"


"Mbak Ning, tumben baru pulang, biasanya pulang besok?"


"Emang loe, pergi pagi pulang lusa pagi. Nih gue bawain makanan. Masa Tyas mulu yang bawain makanan."


Ningsih memberikan bungkusan makanan kepada Gege. Dan satu bungkusan lagi di letakkan di meja.


"Wuih tumben bawain makanan mahal. Dapat om-om di mana? Sekalinya pulang telat, bawa makanan mahal dan enak. Mangkal dimana?


" Loe ya Ge, kalau ngomong di ayak dulu. Pakai ayakan pasir."


"Dih, sewot. Kan wajar dong Gege nanya. Kita semua tahu gaji buruh berapa? Belom tagihan kreditan tas, sepatu, parfum. Dapat uang mingguan aja sukur. Sekalinya bisa napas kalau ada uang lemburan."


"Udah dimakan aja, kalau ngga mau ya gue makan sendiri."


Gege langsung makan. Ningsih mengeluarkan barang belanjaannya.


"Ning, kamu dapat uang dari mana kok beli barang-barang mahal. Kamu ngga kayak gini loh?"


"Jangan mikir macam-macam Tyas, aku juga bingung hari ini dapat rejeki dadakan dari Allah. Eh ngga, Allah selalu kasih rejeki sama aku. Rejeki masih bisa bangun dari tidur. rejeki masih bekerja dengan gaji pas, rejeki sehat. rejeki temanan sama kamu, rejeki dapat tinggal di rumah tanpa bayar kontrakan."


"Udah jangan kebanyakan ngomong Mbak Ning. Loe short time. Kalau loe short time, gue ngga mau kenal sama loe lagi."


"Emangnya loe ngga sama pacar loe!"


"Ye, gue kan jelas sama pacar dan gue ngga munafik. Yang penting gue ngga hamil."


"Sama aja! Dosa tahu! "


"Jadi serius loe short time!"


"Sudah-sudah. Ning, kamu jawab jujur ya. Kamu dapat ini semua darimana?"


"Iya, iya, gue jawab jujur. Ngga usah melotot kayak gitu Ge!"

__ADS_1


"Mata gue emang gede Mbak Ning."


"Tadi sore, Pak Arif manggil gue ke ruangannya. Dan dia minta gue untuk jadi.... "


"Jadi apaan? Jadi simpanan, jadi babu, jadi yang cuma tidur telentang, apa jadi istri?"


"Loe diam dulu kenapa sih Ge, gimana gue mau ngomong, loe nyamber mulu kayak petir."


"Gege, diam dulu ya sayang. Biar Ningsih jelasin. Terusin Ning?"


"Minta gue jadi pacarnya."


"Haaaaahhhh, kok bisa? Loe pakai pengasihan apa, sampai bos besar minta loe jadi pacarnya? Kok gue ngga percaya ya?"


"Gue ngapain bohongin loe, kagak dapat apa-apa. Ribut sama loe iya. Mendingan gue bohongin.. "


"Bohongin pak Arif, pakai dukun gitu? Musyrik loe! Gue ngga suka!"


"Mendingan gue bohongin dealer mobil. Pulang gue bawa mobil. Terus, kalau loe ngga suka ngapain juga loe makan tuh makanan yang gue bawa?!"


"Gue lapar! Ya gue makan daripada mubazir."


"Aduh, anak dua ini ya, kayak anjing sama kucing, berantem terus."


"Itu tanda kita berdua saling menyayangi dan mencintai Mbak Tyas."


"Terus... kamunya gimana? Kamu mau?"


"Aku bilang, Pak Arif jangan menyindir saya. Saya memang pengen punya pacar seperti Gege, pengen punya suami seperti Tyas, tapi suaminya jangan seperti suaminya Tyas. Pengen punya pacar yang kaya raya biar hidup saya ngga susah. Tapi saya realistis saja Pak. Saya siapa, Pak Arif siapa?"


"Terus, terus."


"Kamu manusia sayapun manusia. Dalam urusan kerja memang kamu anak buah saya. Tapi untuk urusan hati, saya tidak memandang kamu kerja apa. Itu hanya kerja kamu yang diberikan oleh Allah dan patut kamu syukuri. Terus aku bilang, iya Pak, saya tahu dan alhamdulillah sampai detik ini masih dipercaya sama Allah untuk bekerja dan bekerja di perusahaan Pak Arif. Terus Pak Arif bilang, nanti pulang bareng saya. Saya mau ngobrol sama kamu."


"Terus, terus Mbak Ning."


"Ya sudah jalan pulang bareng Pak Arif, diajak jalan-jalan cari baju, sepatu, make up dan parfum. Totalnya berapa aku ngga tahu. Pak Arif bilang, masukkan ke bill saya. Terus diajak makan di restoran. Nama restorannya susah. Habis makan terus ngobrol-ngobrol. Pak Arif nunggu jawaban dari aku. Dan dia akan sabar menunggu jawaban dari aku. Aku bilang, Bapak ngga malu punya pacar buruh pabrik? Bapak orang terpandang, saya orang...."


"Orang ketendang hahahahahha, lanjut Mbak Ning Intermezo sejenak biar ngga mewek saking bahagianya dapat raja minyak. Eh raja baterai."


"Apaan sih Gege, udah ah cape, di potong mulu sama Gege."


"Ya sudah, mandi sana, sholat dan tahajud. Minta petunjuk Allah yang terbaik untuk hidup kamu. Jangan jadikan beban omongan dan semua barang yang dibelikan dan diberikan sama Pak Arif. Ucapkan syukur. Allah kasih rejeki yang mungkin sebenarnya lagi kamu butuhkan, karena kamu orang baik, Allah mengabulkan doa kamu. Aminin dan jalanin. Yang terpenting mengucap syukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan."

__ADS_1


__ADS_2