
Pagi-pagi Gege sudah muntah-muntah
"Ningsih, kamu dengar? Gege sakit?"
"Iya aku dengar. Semalam dia minta tolong badannya di kerokin. Dan merah semuanya. Coba aku masuk ke kamarnya."
Tyas dan Ningsih masuk ke kamar Gege.
"Astaghfirullah Gege, kamu kenapa? Muka kamu pucat."
"Iya mbak Tyas, mbak Ningsih. Semalam habis di kerokin sama mbak Ningsih, Gege tidak bisa tidur. Perut Gege sakit dan mual. Muntah terus dari semalam."
Tyas keluar dari kamar Gege.
"Jangan-jangan elo hamil Ge?"
"Elo kenapa sih nakut-nakutin gue hamil."
"Lah tumben takut hamil."
"Nah elo juga iseng banget. Udah tahu temannya sakit, dibawain makanan kek, minuman kek."
"Obat aja mau? Obat buat gugurin kandungan atau obat kb?" Kalau nanti obat ngga mempan mendingan elo gugurin, atau elo doa, siapa tahu ngga jadi kuping."
"Sarap elo! Ni masih pagi ya. Jangan macam-macam. Maksudnya apa ngga jadi kuping? Emang gue buat kuping doang sama pacar gue? Ya enggaklah setidaknya normal, lengkap."
"Ya kan proses buat anak dibuat dari kuping, hidung, mulut, leher, t**e, udel."
"Keluar! Gue bilang keluar sekarang!"
Tyas masuk membawakan minuman dan makanan untuk Gege.
"Kenapa sih kalian berdua kalau ngga ribut kayaknya ngga afdol."
"Tanya aja sama Ningsih. Gue sakit di bilang hamil. Harusnya seperti mbak Tyas bawain makanan, minuman sama obat."
"Sudah, ini diminum dulu. Biar enakan perut kamu."
Gege meminum teh yang diberikan Tyas. Dan Gege langsung berlari ke kamar mandi, muntah.
"Tyas, lebih baik bawa ke dokter deh. Aku takut si Gege hamil."
"Iya nanti aku bawa ke dokter. Dan ini baru jam 5 pagi."
Gege keluar dari kamar mandi dengan muka pucat. Dan merebahkan badannya di tempat tidur.
"Ge, coba makan ya."
'Ngga mbak Tyas, Gege sudah lemas dari semalam muntah terus. Minum air putih saja muntah apalagi makan."
"Ya tapi harus dipaksa makan nanti malah tambah sakit perutnya."
"Gege mau coba tidur dulu mbak Tyas."
"Ya, coba dibuat tidur dulu. Nanti kita ke dokter."
Tyas dan Ningsih keluar dari kamar Gege.
"Tyas, apa minta tolong pak Joe supaya bawa Gege ke rumah sakit. Itu tadi dia pucat banget loh."
"Iya, aku coba telpon pak Joe."
Tyas mengambil handphonenya dan menelpon pak Joe.
"Assalamu'alaikum pak Joe. Tyas mau minta tolong pak Joe."
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam Tyas. Minta tolong apa Tyas."
"Antar Tyas dan Gege ke rumah sakit. Gege semalaman muntah. Dan tadi Tyas kasih air, Gege muntah lagi."
"Ya sebentar. Saya kesana."
"Terima kasih pak Joe."
Tidak berapa lama pak Joe datang.
"Tyas, Ningsih ayo ke rumah sakit."
"Yang ke rumah sakit Gege, bukan Ningsih."
"Iya itu maksudnya. Gege dimana?"
"Gege di kamar pak Joe."
Tyas dan Ningsih masuk ke kamar Gege. Dan membangunkan Gege, tapi Gege tidak bisa bangun untuk jalan. Ningsih segera keluar memnaggil pak Joe.
"Pak Joe, Gege tidak bisa jalan. Pak Joe bisa tolong untuk gendong Gege."
Pak Joe mengangguk dan masuk ke kamar Gege.
Pak Joe kaget saat memegang badan Gege yang panas. Segera pak Joe gendong Gege dan masuk ke dalam mobil.
Pak Joe, Tyas dan Gege pergi ke rumah sakit.
"Tyas, sejak kapan Gege sakit."
"Kata Ningsih semalam Gege minta dikerokin badannya. Dan katanya Gege semalaman dia muntah-muntah."
Pak Joe mempercepat laju mobilnya. Dan mereka sudah sampai ke rumah sakit.
Gege dibawa ke UGD. Dan di periksa oleh Dokter jaga di UGD.
"Pak, Bu, tunggu sebentar untuk tes darah ya."
"Memangnya teman saya sakit apa dok?"
"Diagnosa saya sementara temannya mbak kena typhus. Tapi tunggu setelah hasil tes darah keluar sebentar. Dan harus di opname."
"Baik dokter. Saya urus administrasinya dulu."
Dokter meninggalkan pak Joe dan Tyas.
"Tyas, saya ke bagian administrasi dulu ya. Supaya Gege bisa masuk ke kamar perawatan."
"Iya pak Joe."
"Mbak Tyas, maaf ya, Gege merepotkan mbak Tyas dan pak Joe."
"Tidak ada yang direpotkan. Kamu ngga boleh banyak bergerak dan harus istirahat. Makanmu selama ini bagaimana?"
"Ya makan di rumah sama kantin. Dan juga jajan sih."
"Nah itu, kamu jajan apa? Pasti yang pedas-pedas."
"Ya, kalau makan tidak pedas tidak enak mbak."
"Nah itulah, jadinya sekarang kamu kena typhus."
"Bagusnya Mbak Tyas tidak seperti Ningsih. Dia pikir aku hamil. Padahal aku baru selesai bulanannya. Gimana mau hamil."
"Sudah, istirahat ngga usah mikirin omongan orang. Kamu istirahat, tidak boleh banyak gerak dan makan bubur."
__ADS_1
"Iya mbak. Pak Joe kemana mbak? Berangkat ke kantor?"
"Tidak, pak Joe lagi ke bagian pendaftaran, kamu harus di opname."
"Jadi Gege tidak bisa pulang?"
"Tidak, tidur di rumah sakit."
Gege menarik napas panjang.
"Pagi Edi."
"Pagi Mirna."
"Kamu hari ini pergi?"
"Iya Mirna, aku hari ini harus pergi untuk meeting. Lebih baik kamu dirumah saja. Tidak usah kemana-mana. Tunggu sampai keadaan tenang."
"Iya, aku juga memang mau di rumah saja. Aku takut ketemu Ahmad."
"Sebentar handphoneku bunyi."
Edi menerima telpon. Sementara Mirna mengambil handohonenya. Ia menyalakan handohonenya. Dan ada banyak panggilan dan pesan dari Ahmad.
Mirna! Kamu selingkuh dari aku? Maksud kamu apa? Setelah aku berikan apa yang kamu mau. Kamu ternyata sama seperti Tyas. Begitu ada pria yang punya mobil lebih bagus dan mahal dari punyaku, kamu berpindah ke Laki-laki itu. Kamu sama saja sepeti p*****r
Kembalikan semua uang dan cincin yang aku berikan sama kamu. Kamu sedang hamil anakku. Bisa-bisanya kamu pergi dengan pria lain. Aku akan cari kamu kemanapun kamu pergi.
Mirna segera memblokir nomer handphone Ahmad. Ia tidak mau Ahmad menghubungi dirinya lagi.
"Mirna, kamu kenapa? Mukamu seperti orang ketakutan gitu?"
"Ngga, ngga ada apa-apa."
"Jangan bohong, aku minta kejujuran dari kamu. Karena aku tidak mau adanya kebohongan dalam pernikahan kita nantinya."
"Ini, aku terima pesan dari Ahmad. Dan aku takut."
"Aku mau kamu ganti nomer handphone. Dan senin besok kamu tidak usah masuk kantor dulu."
"Iya Edi. Nanti aku ganti nomer handphone."
"Ok, sekarang ayo kita makan. Karena sebentar lagi aku harus pergi. Dan ingat jangan pergi kemana-mana dulu."
"Iya."
Ahmad terbangun dan ia melihat 2 perempuan masih tertidur pulas.
Ahmad senang, karena ia sudah melepaskan hasratnya kepada 2 perempuan itu.
"Hei bangun."
"Eh, iya, iya. Maaf aku baru bangun."
"Tidak papa. Aku mau pergi. Uang sudah ada di meja. Kalian tinggal ambil saja."
"Terima kasih mas."
"Ayu, aku mau nanti malam kamu standby. Kamu saja. Tidak perlu Bebby. Aku akan hubungi kamu lagi."
"Iya mas. Bebby masih tidur. Mas Ahmad kuat sekali semalam."
"Ya kamu persiapkan diri kamu nanti malam. Dan kamu harus lebih lagi daripada semalam."
"Iya mas."
__ADS_1
"Aku pergi duluan. Tidak usah kuatir. Hotel sudah aku lunasi."
"Iya mas. Hati-hati. Terima kasih mas Ahmad."