Istri Suamiku

Istri Suamiku
Ahmad diberhentikan


__ADS_3

Pagi ini This melangkah ke kantor dengan ringan. Tidak ada beban lagi mengenai Ahmad. Semuanya sudah selesai untuk masalah yang kemarin dan This tinggal menunggu surat cerai dari Ahmad.


"Ayah, aku hamil anak kamu. Dan aku baru tahu kalau kamu suka menikah. Tidak menutup kemungkinan setelah ini kamu akan menikah lagi dengan perempuan lain. Aku mau sekarang juga kamu urus perceraian dengan Tyas."


"Iya Bunda, ayah mohon maaf. Ayah terobsesi ingin punya banyak anak."


"Obsesi boleh tetapi apakah sanggup untuk membiayai. Saat ini kita kecukupan tetapi kita tidak tahu apakah besok kita akan kehilangan semua yang kita punya."


"Ya sudah Bunda, ayah harus pergi ke kantor?"


"Ya, hati-hati di jalan."


Ahmad berangkat ke kantor. Sampai di kantor ia di minta datang ke HRD.


"Pagi Bu Dwi, ada apa sampai saya djoanggjl ke HRD?"


"Begini Pak Ahmad, terkait kejadian yang menimpa Pak Ahmad. Maka dari pihak manajemen memutuskan bahwa Pak Ahmad kami berhentikan mulai hari ini. Dan kami tidak dapat memberikan pesangon tetapi kami berikan uang apresiasi dan juga gaji Pak Ahmad kami berikan 5 kali gaji."


"Tapi Bu Dwi, masalah itukan masalah keluarga tidak ada hubungannya dengan perusahaan. Saya sudah banyak memberikan proyek kepada perusahaan ini!"


"Mohon maaf Pak Ahmad, kami selaku manajemen tidak ingin terlibat dalam urusan keluarga Pak Ahmad. Lagipula Pak Ahmad kemarin masuk penjara karena masalah asusila dan penganiayaan. Kami tidak mau ke depannya akan mempengaruhi integritas perusahaan. Silakan Pak Ahmad tanda tangan disini."


"Saya tidak mau tanda tangan. Saya mau ketemu dengan pak Bos."


"Maaf Pak Ahmad tidak bisa. Semua keputusan dari manajemen sudah di tanda tangani oleh para bos. Jadi silakan Pak Ahmad tanda tangan disini."


Ahmad terlihat kesal dan marah. Ahmad tidak bisa menumpahkan kemarahannya kepada Tyas lagi, karena apabila terjadi maka Ahmad akan masuk penjara.


Ahmad terpaksa menanda tangani surat pemberhentian kerja dan menerima uang apreasiasi juga bukti transfer 5 kali gajinya.


Ahmad keluar dari ruangan HRD dengan langkah gontai dan ia berjalan ke ruangannya. Ternyata ruangannya di kunci. Dan Ahmad melihat di meja depan ruangannya ada kardus yang tercantum namanya.


Ahmad mengambil kardus tersebut dan berjalan keluar kantor.


Pak Tirto menghampiri Ahmad.


"Pak Ahmad sebentar. Saya minta kunci mobil kantor dikembalikan beserta stnk mobilnya."


Ahmad meletakkan kardus di meja sebelah ia berdiri dan mengambil kunci mobil lalu melemparnya dengan keras ke Pak Tirto membuat Pak Tirto merasakan sakit akibat lemparan kunci tersebut.


"Pak Ahmad stnk nya mana?


"Ada di dalam mobil. Pak Tirto cari saja sendiri."


"Baik Pak Ahmad. Terima kasih."

__ADS_1


Ahmad mengambil kembali kardusnya dan berjalan ke arah parkiran motor.


Motornya masih disana. Motor yang dibelikan oleh Tyas dari hasil tabungannya. Tyas memberikan hadiah motor agar Ahmad tidak perlu lagi nail angkutan umum untuk mencari pekerjaan.


Ahmad melajukan motornya dan pulang ke rumah Tyas. Ia masih memegang kunci rumah kontrakan.


Ahmad sampai rumah kontrakan Tyas dan pintu rumahnya terbuka.


"Tyas... kenapa pintu terbuka!"


Seorang laki-laki seumuran Ahmad keluar.


"Bapak cari siapa? Saya orang baru di sini. Dan jangan teriak-teriak. Anak bayi saya baru tidur."


"Hei kamu siapa? Ini rumah saya dan Tyas, istri saya. Kamu selingkuhannya Tyas!"


"Bapak jangan kurang ajar. Saya dan keluarga saya baru masuk ke rumah kontrakan ini 3 hari yang lalu."


"Ini rumah saya. Saya sudah membayarnya!" Ahmad memukul lelaki itu tetapi lelaki itu dapar menahan pukulan Ahmad.


Istrinya melihat ada orang yang memukul suamjnya. Dan berteriak minta tolong.


Para warga yang mendengarkan keributan segera berlari keluar.


Pak Rt yang kebetulan belum berangkat kerja langsung melerai perkelahian itu.


Pak Rt berusaha melindungi Ahmad dari pukulan warganya.


"Harap tenang jangan main hakim sendiri. Tenang semuanya. Tenang."


Warga akhirnya tenang.


"Pak Ahmad, mohon maaf. Rumah ini sudah tidak ditempati oleh Bu Tyas. Sejak kejadian terakhir. Ibu Tyas sudah tidak tinggal disini dan semua perabotannya sudah di pindahkan.


"Saya dan warga tidak tahu, Bu Tyas pindah rumah kemana. Lebih baik Pak Ahmad menelpon Bu Tyas dan menanyakan langsung alamat rumahnya Dan saya minta Pak Ahmad segera pergi dari sini. Daripada para warga main hakim sendiri. Silakan Pak Ahmad pergi sekarang "


Ahmad menyalakan motornya dan pergi. Para watga disana masih kesal dengan Ahmad.


Ahmad berhenti di pinggir jalan depan pabrik tempat Tyas bekerja.


Ahmad menelpon Tyas beberapa kali dan tidak teraambung.


Ahmad tidak tahu bahwa Tyas sudah mengganti nomer handphonenya. Ahmad berencana menunggu Tyas sampai Tyas pulang. Ahmad menunggu di depan pabrik.


Ningsih yang masuk siang sedang berjalan bersama beberapa temannya. Ningsih melihar Ahmad sedang duduk diatas motornya. Ningsih langsung berlari ke dalam pabrik dan ke ruangan QC tanpa mengetuk pintu.

__ADS_1


"Maaf Pak Joe."


"Ada apa Ningsih, kok kamu berlari dan masuk tanpa mengetuk pintu dulu."


"Pak Joe, di depan pabrik ada Ahmad sedang duduk di atas motor. Dan sepertinya ia menunggu Tyas pulang kantor. Saya masuk siang jadi melihat ia ada disana. Jadi saya mohon, saat Tyas pulang kerja. Tyas naik mobil Pak Joe atau siapapun agar tidak dicegat oleh Ahmad di depan."


'Ok Ningsih, terima kasih infonya."


"Iya Pak Joe, sama-sama."


"Sudah kamu absen sana, sebentar lagi kamu masuk."


"Iya Pak Joe. Mari Pak Joe. Titip Tyas ya Pak Joe, jangam sampai Ahmad melihat Tyas."


Ternyata Ahmad masih mengganggu Tyas. Kenapa dia tidak kapok? Pak Joe terlihat gusar.


Sorenya Pak Joe menunggu Tyas di ruang absen. Saat Tyas keluar dan selesai absen Pak Joe menghampiri Tyas.


"Tyas, kamu pulang bareng saya. Tidak perlu banyak pertanyaan nanti akan saya jelaskan."


Sebelum bel pulang berbunyi, Pak Joe sudah keluar dan melihat ke seberang jalan ada Ahmad yang sedang berdiri di samping motornya. Pak Joe masuk kembali ke ruang QC.


"Kamu duduk di belakang dan tiduran saat saya keluar dari pabrik."


"Kenapa Pak?"


"Ikuti saja dulu."


"Baik Pak."


Pak Joe dan Tyas masuk ke dalam mobil. Dan Tyas duduk di belakang. Saat mobil berjalan, Tyas segera membungkukkan badannya.


Ahmad memasang matanya diantara ratusan karyawan pabrik yang pulang dan mencari sosok Tyas.


Mobil Pak Joe melewati Ahmad tetapi Ahmad tidak melihat.


Pak Joe mejalankan mobilnya sampai masuk ke dalam tol.


"Pak Joe, apakah Tyas sudah boleh duduk?"


"Eh iya Tyas sudah aman. Kamu bisa duduk. Maaf."


"Ngga papa Pak. Maaf Pak Joe Sebenarnya ada apa?"


Pak Joe menceritakan kepada Tyas. Dan Tyas menghela napas Ternyata masih saja.

__ADS_1


__ADS_2