
Ahmad menghentikan laju motornya. Ia merutuki kebodohannya karena tanpa sadar menyebutkan nama anak-anaknya di depan Tyas.
Ahmad menyalakan motornya dan pergi ke kantor untuk mengambil mobilnya dan pulang ke rumah.
Setelah puas menangis, Tyas membereskan tempat tidurnya dan membawa makanan yang sedianya disiapkan untuk suaminya.
Tyas makan sendiri makanan yang ia buat. Hari jni ia masak banyak makanan. Tyas menelpon Gege dan Nining, teman kantornya dan meminta mereka berdua untuk datang ke rumahnya.
Tyas mengambil amplop Ahmad yang berisi uang. Semalam Tyas menghitung uang tersebut ada 3,5 juta. Ia akan membayar kontrakannya 3 bulan ke depan sekaligus dan sisanya yang 500 ribu akan ia pakai untuk pegangan. Tyas menghitung kembali uangnya ternyata tinggal 1,5 juta. Tyas pergi ke rumah pemilik kontrakannya dan membayar 1 juta untuk bulan depan.
"Hallo Mbak, Gege udah di depan rumah sama Nining. Mbak di mana?"
"Sebentar lagi sampai rumah Ge, beli es batu untuk buat es teh."
Tidak berapa lama Tyas datang, Gege dan Ningsih masuk ke dalam.
"Mbak, gue ngga pernah lihat suami loe setiap main ke rumah loe?"
"Mas Ahmad sedang di luar kota paling di rumah hanya 2-3 hari saja terus pergi lagi bisa sampai sebulan."
"Mbak, mana makanannya? Gege udah lapar nih. Yang buat es teh Mbak Nining. Gege tinggal makan dan minum."
"Yuk ke dapur, makanannya ada di dapur."
Tyas, Gege dan Nining menuju ke dapur dan makan. Mereka makan sambil bercerita dan tertawa-tawa. Untuk sementara Tyas melupakan kesedihannya tadi pagi
"Ayah, ada tamu buat ayah" Keisha mengetuk kamar ayah bundanya.
"Abang, itu Keisha mengetuk pintu, nanti malam saja, kenapa siang-siang gini sih."
"Aku sudah kangen sama sangkarku, dan memang belum bisa heheheheh."
"Ayah, buka pintunya, ada tamu buat ayah dan bawa mobil!"
Nur membuka pintu kamarnya dan pura-pura seperti orang yang baru bangun tidur.
"Ayah masih bobo sayang, sebentar bunda bangunin ayah."
Ahmad segera bangun dan keluar menemui tamunya Ternyata orang dari showroom yang mengirimkan mobil untuk istrinya, Nur.
"Bunda, tolong buka tas Bunda yang coklat dan dilihat ada kunci tidak?"
"Sebentar ayah, Malik bangun. Nur menggendong Malik dan mengambil tas coklat dan membukanya. Nur kaget karena melihat ada kotak perhiasan berwarna merah dan ada tulisannya diatas kotak " Untuk Nurhasanah Istriku Tercinta" dan kunci dilengkapi dengan pita merah yang bertuliskan Nurhasanah"
Nur bingung kemudian ia menghampiri suaminya dan memberikan kunci tersebut kepada Ahmad.
"Ini ayah, kunci yang ayah minta."
"Bunda, tolong ke depan rumah dan buka dengan kunci itu."
__ADS_1
Nur menyerahkan Malik kepada Ahmad dan berjalan ke depan seperti yang diminta Ahmad.
Nur melihat ada mobil baru berwarna putih, mobil sedan. Nur melihat ke arah Ahmad yang mengikutinya.
"Buka Bunda, buka mobil itu. Ayah beli mobil itu untuk Bunda."
"Ayah? Ayah beli mobil baru untuk siapa?"
"Bunda buka pintu mobilnya dan lihat surat-suratnya."
Nur mengikuti apa yang diminta oleh Ahmad. Nur mengambil surat-surat mobil dan ada namanya Nurhasanah.
"Subnallah, Ayah ini mobil buat bunda?"
Ahmad menganggukkan kepalanya. Nur berlari memeluk Ahmad dan mengucapkan terima kasih. Lalu Nur masuk ke dalam dan mengambil tas coklatnya mengeluarkan kotak perhiasan dan membukanya. Nur melihat satu set pehiasan.
"Perhiasan ini buat bunda juga?"
Ahmad menganggukkan kepalanya.
"Ayah, ada apa? Kenapa membelikan bunda mobil dan perhiasan ini?"
"Karena bunda telah menjadi istri yang baik dan telah memberikan ayah, anak perempuan dan laki. Anak yang ayah inginkan. Terima kasih bunda. Maaf kalau selama inj ayah sering keluar kota lama, semuanya untuk bunda dan anak-anak ayah."
Nur memeluk suaminya dengan perasaan campur aduk. Malik menangis karena Nur memeluk Ahmad yang sedang menggendong Malik dengan kencang.
Mereka bersiap-siap untuk jalan-jalan ke mall.
Tyas, Gege dan Ningsih sampai di mall. Mereka habis makan lalu pergi jalan-jalan ke mall karena ternyata hari ini Gege ulang tahun, ia ingin mengajak Tyas dan Ningsih makan pizza di mall.
Ahmad dan keluarganya sampai di mall. Keisha langsung menunjuk ke pizza.
"Ayah, Keisha mau makan pizza."
"Ok, kita makan pizza".
Keisha langsung berlari masuk ke dalam dan duduk di meja yang di belakang Tyas.
Ningsih pernah bertemu dengan Ahmad dan kaget melihat Ahmad masuk dengan perempuan yang menggendong bayi dan duduk di meja belakang Tyas.
Keisha dan Ahmad duduk membelakangi Tyas dan Nur duduk di depan Ahmad dan Keisha.
Tyas yang melihat ekspresi kaget Ningsih bertanya, "ada apa Ning, kok kaget."
Ningsih menempelkan telunjuk di bibirnya, mengisyaratkan Tyas untuk diam.
"Ayah, Keisha mau ice cream dulu baru makan pizzanya."
Ahmad memberikan ice cream kepada Keisha. Keisha makan ice cream sambil berdiri dan menengok ke belakang.
__ADS_1
"Keisha kalau makan duduk ya, nanti tumpah loh ice creamnya."
Baru saja Nur selesai bicara ice cream yang dipegang Keisha tumpah dan jatuh diatas kepala Tyas.
Tyas yang kejatuhan ice cream kaget dan berteriak. Ahmad segera berdiri ingin memohon maaf karena anaknya menumpahkan ice cream diatas kepala Tyas.
"Mbak... Ahmad kaget ternyata Tyas yang kejatuhan ice cream"
"Maaf Mbak, anak saya menjatuhkan ice cream di kepala Mbak."
Tyas berdiri
"Ngga papa kok Pak, namanya juga anak-anak. Siapa namanya anak cantik ini?"
Tyas berusaha untuk tidak berteriak atau pun marah melihat suami dan keluarganya.
"Maaf tante, nama aku Keisha. Karena Keisha rambut tante jadi kotor.
" Mohon dimaafkan yah Mbak. Nur meminta maaf atas kesalahan Keisha".
"Ngga papa Bu. Ning, Gege, gue ke kamar mandi dulu ya."
"Kita juga mau ke kamar mandi, sekalian Gege bayar Mbak, aku nyusul ke kamar mandi."
Nining dan Tyas segera keluar dan menuju ke kamar mandi. Tyas membersihkan rambutnya yang terkena ice cream dan mengeringkanya dengan shower cuci tangan. Ningsih membantunya.
"Tyas, sudah kering, ini sisir, rapiin rambutnya Mbak?"
Tyas menyisir rambutnya.
"Gege dan Ningsih, aku pulang ya, mau keramas di rumah. Kalian kalau masih mau lanjut silakan."
"Ngga Mbak, sudah sore juga, kita pulang saja."
"Mbak Tyas dan Mbak Njngsih, aku di jemput pacarku. Itu dia sudah di depan. Aku duluan yah Mbak-mbakku sayang."
"Iya hati-hati."
"Tyas, tadi bukannya Mas Ahmad?"
"Iya Ning."
"Mas Ahmad punya istri lagi? Dan loe ngga tahu? Anaknya ada 2?"
Tyas menganggukkan kepalanya
"Gue ngga tahu kapan dia nikah lagi. Dan itu anak-anaknya Mas Ahmad."
Tyas berusaha untuk tidak menangis.
__ADS_1