Istri Suamiku

Istri Suamiku
Ahmad turun ranjang


__ADS_3

"Mas Ahmad cerita sekarang. Asep mau dengar semuanya. Termasuk semua istri mas Ahmad. Totalnya ada berapa istri yang mas Ahmad punya."


Ahmad menceritakan semuanya dan tentu saja ditambah bumbu sana sini supaya Maryam dan Asep percaya dengan ceritanya.


"Nah sekarang, mumpung ada Asep. Ayo ikut mas Ahmad ke ATM. Mas Ahmad kasih lihat total uang yang mas Ahmad punya."


"Ayo."


Asep keluar rumah diikuti oleh Ahmad. Dan Ahmad melihat bahwa motornya dipakai oleh Asep.


"Kenapa? Kaget lihat motor mas Ahmad disini? Asep ambil karena motor Asep diambil sama dealer. Asep belum bayar angsuran motor 3 bulan, karena kemarin keluar dari pabrik, akhirnya ketahuan sama debt collector dan diambil."


"Ngga papa Asep, dipakai saja. Dan motor itu bisa buat Asep."


Asep dan Ahmad berboncengan naik motor menuju ke ATM. Ahmad sudah menyiapkan kartu ATM yang isinya 350juta.


Asep dan Ahmad masuk ke dalam ATM dan Ahmad memasukkan kartu yang sengaja hanya ada 1 sedangkan kartu ATM lainnya ada di dashboard mobil.


"Asep lihat ya, saldonya ada berapa?"


"Iya."


Ahmad memencet pin, dan memperlihatkan saldonya ada 355.498.370. Asep melihat saldo itu.


"Jadi uang ini termasuk sama uang yang apresiasi mas Ahmad, gaji mas Ahmad dan kerja proyekkan kemarin?"


"Iya, Mas ngga bohong. Dan ini mas baru dapat hamdphone dipinjamin sama bos karena kemarin handphone hilang dan belum sempat beli."


"Ya sudah. Ayo pulang sekarang. Asep mau kasih tahu teteh."


Ahmad mengambil uang 5juta.


Asep dan Ahmad kembali pulang ke rumah.


Maryam segera membuka pintu saat mendengar bunyi motor.

__ADS_1


"Gimana Sep?"


"Iya teh, benar. Ada uangnya 355juta. Mas Ahmad ngga bohong."


"Terus sekarang gimana? Keisha dan Malik ada di sini."


"Asep dan Maryam, saya mohon untuk jaga Keisha dan Malik. Saya lusa harus berangkat kerja. Sebelum dapat kerjaan baru, saya cari proyekkan. Bisa tidak?"


"Gini saja Mas. Asep jarang pulang ke rumah. Teteh anaknya banyak ditambah dengan anaknya teh Nur dan mas Ahmad. Dan teteh sudah tidak punya suami. Jadi Asep akan ijinkan Keisha dan Malik disini tapi dengan satu syarat."


"Apa syaratnya Sep?"


"Mas Ahmad harus menikah dengan teh Maryam. Namanya turun ranjang. Jadi mas Ahmad harus membiayai hidupnya teh Maryam, dan anak-anak termasuk Keisha dan Malik. Dan teh Maryam tidak perlu bekerja lagi."


"Apa Maryam mau? Buat mas Ahmad yang penting Keisha dan Malik ada yang urus saat mas Ahmad pergi untuk cari proyekkan."


"Teh Maryam gimana? Mau tidak?"


'Besok saja. Teteh sudah ngantuk. Dan besok kan mas Ahmad masih disini. Baru lusa kan pergi?"


"Iya Sep, teteh ya." Maryam masuk ke kamar. Ia tidur bersama anak-anaknya serta Keisha dan Malik."


Asep membuat kopi untuk Ahmad dan dirinya.


"Mas minum. Ini kopinya."


"Iya makasih Sep. Oh iya, mas mau tanya. Semua barang-barang di rumah tidak ada. Mungkin Asep tahu dimana barang-barang itu."


"Asep jual mas. Buat bayar hutang. Selama ini yang bayarin mak sakit teh Nur. Terus waktu teh Nur meninggal. Mak langsung drop. Ditambah saat selesai nguburin mak, uwak minta hutang mak dibayar karena melihat rumah teh Nur yang besar dan perabotannya yang mewah. Itu saja masih ada hutang sekitar 6juta lagi ke koperasi. Teh Maryam pinjam uang ke koperasi untuk biaya sekolah anak-anaknya. Hutangnya mak dan teh Maryam tidak hanya ke koperasi dan uwak tapi juga ke rentenir. Sisanya ya tinggal yang koperasi."


"Ya sudah ngga papa. Maaf selama ini Nur ngga pernah kasih tahu. Dan sebenarnya rumah mau mas Ahmad jual untuk nambahin modal usaha. Rencananya mas mau buka usaha."


"Asep jujur sakit hati sama mas Ahmad. Tapi Asep minta mas Ahmad harus mau menikah dengan teh Maryam. Dan Asep yakin teh Nur diatas sana pasti setuju Mas Ahmad menikah lagi dengan teh Maryam. Dan Asep mau, mas Ahmad segera urus surat cerai dengan Tyas.'


"Iya memang mas mau cerai dengan Tyas. Tapi belum ada waktu untuk mengurus cerai. Ditambah mas kemarin di berhentikan. Mas pusing sendiri."

__ADS_1


"Asep minta jangan sakiti teh Maryam. Kasihan teteh. Dan Asep minta tolong dibayarkan hutang teh Maryam ke koperasi. Besok Asep anterin ke koperasi."


"Iya Sep. Aku sudah ngantuk, aku mau tidur duluan. Kamu gimana?"


"Asep belum ngantuk mas. Kita berdua tidur di sini diruang tamu."


Ahmad tidur di kursi panjang. Dan Asep belum tidur. Ia sangat ngantuk tapi ia tidak akan tidur. Asep takut jika ia tidur. Ahmad akan kabur.


Ahmad sudah terlelap tidur. Maryam terbangun karena Malik nangis. Maryam keluar kamar sambil menggendong Malik dan membuatkan Malik susu. Asep melihat Maryam yang keluar kamar dan ke dapur. Asep mengikuti Maryam ke dapur.


"Teh, setuju kan kalau Ahmad menikah sama teteh."


"Kamu mah gila Sep. Ngga mungkin Ahmad mau. Apalagi Ahmad istrinya banyak."


"Bukan gitu teh. Ahmad uangnya banyak. Jadi teteh tidak usah kerja lagi. Kalau Ahmad ngga mau nikahin teteh, ya sudah bawa Malik dan Keisha pergi juga jangan di tinggal disini."


"Tapi nanti tetangga ngomong apa?"


"Ngga usah mikirin omongan tetangga teh. Memang kalau kita kesusahan mereka mau bantu? Belum tentukan teh. Asep mau ponakan Asep hidupnya ngga kesusahan lagi. Dan jam 9 nanti Asep akan panggil Pak Ustad untuk menikahkan teteh dan Ahmad.


"Terserah kamu saja. Teteh ikutin. Ditambah 2 anak, teteh bingung kasih makan mereka apa? Teteh ngga punya uang."


"Teteh besok bilang minta mahar juga walau nikah siri. Biar Ahmad tidak macam-macam lagi sama perempuan.


"Uya, teteh mau tidurkan Malik lagi. Terus sholat."


"Teh ingat, minta mahar dan untuk uang bulanan teteh minta 15juta.. Uang itu untuk teteh dan anak-anak teteh. Juga Keisha dan Malik."


"Iya. Kamu sholat Sep nanti gantian habis sholat kamu tidur. Teteh yang akan jaga si Ahmad supaya tidak kabur."


"Iya."


Maryam masuk ke kamar untuk menidurkan Malik. Dan setelah itu Asep dan Maryam sholat subuh. Ahmad dibangunin untuk sholat tetapi Ahmad tidak bangun.


Asep sudah tidur habis sholat tadi. Maryam masak buat anak-anaknya sarapan.

__ADS_1


Maryam memikirkan semua omongan Asep. Sebenarnya Asep punya rencana apa. Uang dari hasil penjualan perabotan rumah teh Nur masih ada. Maryam tidak tahu bahwa Asep bilang bahwa perabotan dijual untuk membayar hutang.


__ADS_2