
Mirna sudah di apartemennya dari sore tadi. Dan Mirna merasa ketakutan. Tiba-tiba handohonenya berbunyi ternyata dari satpam apartemen.
"Malam bu Mirna."
"Iya pak Budi. Ada apa telpon saya malam-malam."
"Ini bu. Pak Ahmad suami ibu datang. Tapi saya tidak ijinkan naik ke tempat ibu. Dia bilang kartu akses untuk naik lift tidak bisa digunakan. Jadi bagaimana bu?"
"Pak, seperti yang saya bilang tadi. Jangan ijinkan ia naik ke atas. Saya tidak mau mati konyol karena kemarin dia melakukan kdrt kepada saya. Saya sudah melakukan visum dan besok saya akan ke kantor polisi."
"Baik bu. Saya pastikan pak Ahmad tidak bisa naik ke atas. Terima kasih bu Mirna. Selamat malam."
"Baik pak Budi. Terima kasih."
Alhamdulillah, untungnya kemarin aku tidak lupa kasih tahu sama satpam apartemen kalau Ahmad datang tidak bisa naik. Dan juga kartu aksesnya tidak bisa digunakan lagi. Setidaknya malam ini aku bisa istirahat dengan tenang tanpa ketakutan.
Sementara di bawah, Ahmad berusaha untuk menyogok pak satpam dengan uang.
"Pak, saya ini suami dari bu Mirna, masa saya tidak boleh naik ke rumah saya sendiri."
"Maaf pak. Apartemen yang bu Mirna tempati atas nama bu Mirna sendiri. Dan saya tidak bisa memberikan ijin karena bu Mirna sudah minta kepada pihak manajemen jika bapak datang, maka tidak diijinkan untuk ke atas."
"Ok, tapi kamu butuh uangkan? Saya berikan uang 1 juta, dan ijinkan saya naik. Jika perlu ditemani oleh bapak. Karena ada barang yang harus saya ambil saat ini."
"Mohon maaf pak, ini sudah ketentuan dari manajemen dan saya tidak berani mengijinkan daripada saya kehilangan pekerjaan saya. Hari gini siapa yang tidak butuh uang. Baik pak Ahmad maupun saya atau semua orang juga butuh uang pak. Jika saya ambil uang yang dari bapak, bisa jadi saya kehilangan pekerjaan. Saya tidak mau dan tidak bisa bantu pak Ahmad. Mohon maaf pak."
__ADS_1
"Jangan munafik. Kamu butuh uang ini ambil saja hitung-hitung bapak dapat rejeki dari Tuhan melalui saya."
'Tidak pak. Terima kasih. Saya sudah dapat rejeki dari Allah langsung."
"Huh, sombong. Lihat saja kamu nanti, saya pastikan kamu akan di pecat karena tidak mengijinkan saya masuk ke apartemen istri saya!"
Ahmad meninggalkan apartemen Mirna dengan marah. Akhirnya Ahmad ke hotel untuk beristirahat karena besok ia harus ke pengadilan untuk sidang cerai.
"Halo malam Joe. Kamu sudah tidur?"
"Belum pak Arif. Ada apa pak?"
"Besok Tyas sidang cerai dan saya berharap Ahmad datang untuk sidang cerai tersebut. Besok saya minta kamu antar Tyas biar kamu tahu apakah Ahmad datang atau tidak. Saya akan minta polisi datang untuk menangkap Ahmad atas kasus tabrak lari yang menimpa Tyas kemarin."
"Baik pak Arif. Tapi besok kantor kosong berarti pak untuk QC karena Agnes sedang ada pelatihan."
"Oh baik pak Arif. Besok saya akan antar Tyas untuk sidang cerai."
"Besok setelah tiba di pabrik, kamu ke ruangan saya ya. Ada hal yang mau saya bicarakan mengenai pabrik."
"Baik pak Arif."
"Ok kalau begitu. Selamat malam."
"Malam pak Arif, terima kasih."
__ADS_1
Akhirnya aku bisa menemani Tyas untuk sidang cerai besok. Setidaknya temannya dia yang bernama Edo tidak mengganggu Tyas. Aku belum berani bilang bahwa aku suka sama Tyas. Nanti sajalah setelah kondisi dia pulih seluruhnya. Yang penting yang terbaik buat Tyas. Kalau memang dia jodohku tolong berikan jalan agar kami berdua semakin dekat ya Allah, tetapi jika dia bukan jodohku berikan dia dan aku jalan yang terbaik ya Allah.
Ahmad termenung di kamar hotel.
Awalnya aku menikah sama Nur semua berjalan sempurna. Tyas tidak tahu sampai akhirnya kami bertemu karena Keisha menumpahkan ice cream di kepala Tyas. Dan semakin banyak kejadian yang menimpa aku dan tidak bisa menikmati hidupku dengan istri-istriku. Sekarang mereka semua hilang hanya tinggal Tyas dan Maryam. Tyas memang seorang istri yang baik aku menikahinya karena kemauan ibuku yang menginginkan tanahnya kembali karena tanah itu harusnya milik ibuku tetapi karena hanya sebagai istri kedua ia tidak mendapatkan apapun. Maaf bu, dendammu belum bisa Ahmad balas. Bagusnya kamu dan aku tidak sedarah. Dan kita beda bapak. Hanya saja ibuku sempat menikah dengan bapakmu. Akan aku ambil hal ibuku, dan tidak seharusnya semua jatuh ke tanganmu Tyas.
Sudah jam 11 malam, Tyas belum bisa memejamkan matanya.
Mas Ahmad, semoga besok sidang cerai kita berjalan lancar. Aku tidak mau menjadi penghambat dirimu yang ingin memiliki banyak istri. Lebih baik aku sendiri. Dan aku tidak mau lagi menerima semua hinaan yang telah kamu berikan selama ini. Aku menuruti semua perkataanmu selama ini berharap kamu akan berubah ternyata kamu semakin menjadi-jadi dan cukup buat aku. Aku tidak mau kamu menyakiti dan menghina aku lagi. Diriku lebih berharga sendiri tanpa kamu mas. Pernikahan kita yang tadinya bahagia akhirnya harus seperti ini. Dan aku tidak menyesali pernah menjadi istri kamu.
Tyas bangun dan ke kamar mandi. Tyas mengambil wudhu dan sholat.
Selesai sholat, Tyas merasakan lebih tenang dan akhirnya tertidur.
Mirna belum tidur. Ia sedang mengepak barang-barangnya. Minggu ini Mirna berencana untuk pindah dari apartemen dan mencari kontrakan rumah sambil mencari kerjaan baru. Mirna akan membuka lembaran baru.
Bagusnya uang dari perhiasan Ahmad sudah ku jual dan tersisa 40 juta ditambah dengan gaji dan pesangon yang akan aku dapat. Aku bisa punya uang sekitar 60jutaan. Dengan uang itu aku masih bisa hidup dan harus segera cari uang. Mudah-mudahan dapat pacar yang kaya raya jadi aku tidak pusing lagi. Besok lebih baik aku tidak masuk kerja. Bisa jadi Ahmad datang ke kantorku.
Mirna sudah selesai mengepak arang-barangnya kecuali baju. Mirna rebahan dan akhirnya tertidur.
Ahmad berkali-kali menelpon Mirna tetapi tidak teraambung. Ahmad lupa kalau handphonenya Mirna sudah ia banting saat mereka bertengkar.
Besok aku harus ke kantor Mirna setelah sidang cerai. Jangan harap kamu bisa lepas dari aku Mirna. Kamu harus kembalikan semua perhiasan dan uang yang sudah aku berikan. Aku sudah keluar uang ratusan juta saat sama kamu. Perut kamu waktu itu tetap terlihat kurus tidak seperti orang hamil. Apakah kamu menggugurkan kandungan kamu Mirna?
Ahmad baru sadar saat ingat bahwa perut Mirna masih seperti awal mereka bertemu tidak seperti orang yang sedang hamil.
__ADS_1
Awas kamu, sampai aku tahu kalau kamu menggugurkan kandunganmu. Aku pastikan kamu akan ikut bersama anakku ke liang kubur