Istri Suamiku

Istri Suamiku
Keluar dari rumah sakit


__ADS_3

Tyas, Ningsih dan pak Joe sudah sampai rumah sakit, mereka langsung menuju ke ruang perawatan Gege.


"Akhirnya kalian datang. Gege sudah nunggu dari tadi dan handphone Gege pulsanya habis."


"Memangnya ada apa Ge?"


"Gege sudah boleh pulang. Kalian pasti senang karena rumah akan ramai lagi. Dan kalian sudah sangat merindukan Gege. Benar tidak?"


"Ngga tuh. Aku, Tyas dan pak Joe kesini mau pastikan saja, kamu sudah sehat atau belum? Kalau belum sehat, kami nengok lalu makan di tempat yang all you can eat."


"Iiih, sombong sekali mentang-mentang pacarnya orang kaya. Sudah tahu all you eat rupanya. Gege juga ngga mau ikut, ngapain makan all you can eat. Segala macam di makan seperti kuda lumping."


"Maksudnya? Loe pikir gue debus makan beling, makan rumput, makan paku!"


"Lah tadi bilangnya mau makan all you can eat. Itu kan artinya makan semuanya yang bisa dimakan. Mbak Tyas, teman elo kenapa sih. Baru 3 hari tidak ketemu gue langsung sarapnya kambuh."


"Elo yang sarap. Siapa juga yang mau ngajak elo makan all you can eat, apalagi gue tahu elo mau pulang."


"Jadi elo ngga suka gue sembuh dan bisa pulang ke rumah dengan sehat."


"Hahahha, ngga lah Gege. Gue sayang sama elo kok."


Ningsih memeluk Gege.


Tyas dan Pak Joe geleng-geleng kepala melihat kelakuan Ningsih dan Gege.


"Pacar kamu sudah tahu kamu boleh pulang?"


"Ngga tahu pak Joe. Dari kemarin tjdak datang dan tidak telpon sampai akhirnya handphone saya mati."


"Nih, telpon pacar elo, takutnya nanti dia datang dan cari elo di sini ternyata elo nggak ada bisa nangis-nangis."


Ningsih memberikan handphonenya kepada Gege untuk menelpon pacarnya.


"Ngga diangkat Ning."


"Ya, dicoba lagilah."


Gege mencoba menelpon kembali.


"Halo sayang, aku sudah boleh pulang dan ini sudah dijemput sama mbak Tyas, Ningsih dan pak Joe"


"Kamu siapa?" Ternyata yang mengangkat seorang perempuan.


"Saya Gege pacarnya."


"Sebentar ya."


Gege mendengar perempuan itu bertanya


"Siapa Gege? Dia bilang, dia itu pacar kamu? Sejak kapan? Kita mau menikah, kamu selingkuh? Bisa-bisanya sih! Aku lagi hamil anak kamu!"


"Bukan sayang. Gege bukan pacar aku. Gege itu mantan aku. Dia kalau nelpon memang gitu. Sudah matikan saja. Makanya tadi aku tidak mau angkat eh tidak tahunya kamu angkat."


"Yakin Gege bukan pacar kamu?"


"Bukan, itu ada namanya siapa yang menelpon? Tidak adakan hanya nomer saja. Dia sering ganti-ganti nomer supaya aku angkat telpon dia."

__ADS_1


Muka Gege terlihat marah. Ia mendengar semua omongan pacarnya dan perempuan itu


"Mbak, maaf. Sepertinya salah sambung."


"Woooo, si a****g!"


Gege menutup handphonenya dan menangis.


"Kenapa Ge, kok nangis?"


"Nanti aja, gue ceritain. Udah ayo pulang saja"


"Ok."


Mereka keluar dari rumah sakit. Pak Joe sudah menyelesaikan administrasi Gege selama dirawat di rumah sakit.


"Kita berhenti makan dulu ya. Gege mau makan apa? Karena Gege juga tidak boleh sembarangan makan. Harus dijaga."


"Apa saja Pak Joe. Gege pengen makan yang panas dan pedas. Sepanas hati Gege dan sepedas mulut Gege yang ingin marahin pacar Gege."


"Kamu kenapa Gege?"


"Entar aja mbak Tyas. Gege lagi pengen bunuh orang!"


"Istighfar Gege. Istighfar. Tenang, kamu baru keluar dari rumah sakit. Tarik napas Gege. Tenang jangan marah-marah."


Pak Joe melihat ke arah Tyas ingin tahu.


Tyas menggelengkan kepalanya.


"Nah sudah sampai. Saya lanjutan pulang ya. Kalian istirahat. Gege jangan mikir macam-macam. Istirahat. Kamu baru saja keluar dari rumah sakit."


"Iya pak Joe, terima kasih banyak."


"Sama-sama Gege."


"Gege, loe tadi kenapa teriak a****g"


"Gue duduk dulu, baru cerita. Emang salah ya kalau gue teriak a****g, kalau gue teriak k****g atau m****t!"


"Lah, kok jadi nggas sama gue. Iya gue tahu loe habis di servis di rumah sakit jadi lagi tes drive ya."


"Jadi mau dengerin cerita gue apa ngga nih!"


"Iya, mau tapi ngga usah pakai urat susah gigitnya enakan yang pakai lemak di gigit masih kenyal-kenyal."


"Ningsih!!!!"


"Hush... udah malam jangan teriak-teriak. Kasihan bayi sebelah sama seberang jalan pasti kesini dengar loe teriak."


Nyatanya kejadian.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


"Tuh kan Gege. Pak Joe datang lagi."

__ADS_1


Ningsih membuka pintu.


"Ada apa Ning? Kok saya dengar teriakan. Yang teriak Gege atau Tyas?"


"Maaf pak, maaf. Yang teriak Gege. Tyas di kamarnya. Ngga ada apa-apa kok pak. Saya lagi godain Tyas eh dia teriak kencang banget."


"Oh ok. Jadi tidak ada apa-apa ya."


"Benaran pak Joe, tidak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja."


""Ok, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam pak Joe."


Ningsih menutup pintu. Tyas membuka pintu kamarnya.


"Kalian berdua kenapa sih. Ini sudah malam jangan berisik. Gege, kamu baru pulang dari rumah sakit jangan teriak-teriak nanti pita kaset kamu putus loh."


"Mbak Tyas, memangnya Gege kaset. Segede gini dibilang kaset. Nah itu Ningsih, katanya mau dengar cerita aku pas telpon pacarku tadi, tapi omonganku di gunting terus."


"Jiah digunting, potong rambut neng. Yuk mari eike potong rambutnya pakai cutter ya."


"Au ah. Udah besok aja ceritanya kalau Gege udah enakan. Sekarang Gege masuk kamar saja daripada kalap."


"Entar dulu, tanggung. Lagi enak soalnya."


"Enak apaan."


Tiba-tiba terdengar bunyi kentut.


"Ningsih! Loe pasti yang kentut. Iyakan."


"Heheheh, iya. Maaf habis enak sih daripada gue tahan, malah nanti perut gue sakit. Tapi kan ngga bau."


"Yang kentut loe sendiri, pasti elo bilang ngga bau. Coba kalau yang kentut gue atau Gege pasti elo bilang bau. Iya pan."


"Iya pan. Iya pan. Pan apaan? Panci, dipan, papan, pantai, pan**"."


"Loe lagi kenapa sih Ning. Gue baru pulang tapi loe reseh benar!"


"Ningsih, Gege. Sudah malam. Sudah, masuk kamar kalian sana. Istirahat semua. Besok kan kita kerja kecuali Gege."


"Iya mbak. Gege tidur duluan ya. Love you. Muaach."


Gege memberikan ciuman jarak jauh kepada Ningsih dan Tyas dan masuk ke kamarnya.


"Ning, tadi siapa yang datang?"


"Pak Joe datang. Dia dengar Gege teriak tadi. Dia pikir ada kejadian apa. Takutnya ada apa-apa."


"Ya ampun, jadi buat orang lain panik. Kamu juga iseng sih Ning. Sudah tahu Gege baru keluar dari rumah sakit."


"Iya maaf. Aku kangen sama Gege. Ngga ketemu dia dan bercanda sama dia beberapa hari. Dan sepertinya tadi saat dia telpon pacarnya ada hal yang buat dia marah. Makanya aku pengen tahu."


"Kasih Gege waktu Ning. Nanti kalau dia mau cerita pasti juga akan cerita kok. Ya sudah. Kita tidur. Besok lagi saja."


Ningsih dan Tyas masuk ke kamarnya masing-masing

__ADS_1


__ADS_2