
"Mas Ahmad, aku mau kasih tahu sesuatu sama kamu, berita bagus semoga kamu senang."
"Berita apa Nur sayang?"
"Ini Mas, buka amplopnya."
Ahmad membuka amplop yang diberikan istrinya. Dan ini melihat ada test pack dengan 2 garis merah.
"Nur? Kamu, kamu hamil lagi?" Ahmad terlihat senang sekali. Padahal Malik belum ada setahun dan Nur sudah hamil lagi.
"Iya Mas, Nur hamil. Maaf ya Mas, keterusan jadi aku hamil."
"Alhamdulillah ya Allah. Berarti Allah masih kasih kepercayaan sama kita untuk dapat anak lagi."
"Iya Mas. Alhamdulillah, jadi Malik kesundul. Besok kita cek ke dokter ya. Kamu jangan kecapean."
"Iya Mas. Terima kasih ya Mas Ahmad. Tapi ini yang terakhir ya Mas. Cukup anak 3 saja jangan nambah lagi."
"Tapi aku masih pengen punya anak lagi Nur."
"Mas, kalau banyak anak, kasihan nanti Bisa-bisa ngga keurus semua anaknya."
"Ya...ya...."
Nur meninggalkan Ahmad yang sedang membaca koran di teras.
Nur hamil lagi dan hari Sabtu besok aku akan nikah dengan Laila. Bagaimana caranya aku kasih tahu Nur kalau nanti aku akan jarang ada di rumah. Ah... pikirkan nanti saja.
"Ayah, dipanggil bunda untuk makan."
"Ok anak ayah yang cantik."
Ahmad dan Keisha masuk ke dalam untuk makan malam.
Tyas sedang berbicara dengan Pak Joe di luar sambil makan di restoran tidak jauh dari rumah Tyas. Sedangkan Gege dan Ningsih sudah di rumah Tyas duluan.
"Maaf Pak Joe, kalau Tyas boleh tahu, ada apa Pak Joe mengajak Tyas keluar makan. Tyas tidak enak hati jadinya."
"Kenapa tidak enak hati. Kamu takut ketahuan pacarmu karena makan malam sama saya?"
"Bukan gitu Pak. Saya sudah menikah."
"Oh maaf. Jadi gini. Pak Arif bos kita minta saya cari tahu mengenai karyawannya. Dan tadi beliau minta data mengenai kamu. Di data yang saya terima, kamu belum menikah. Tapi tadi kamu bilang, kamu sudah menikah."
"Iya Pak, saat saya masuk ke kerja di pabrik BAT pertama kali, memang saya baru menikah. Jadi saya belum memberitahu orang HRD bahwa saya telah menikah."
"Ok, kamu punya anak?"
"Belum Pak, saya belum punya anak?"
"Sudah berapa lama menikah?"
"Sudah 5 tahun Pak. Mungkin Allah belum memberikan saya rejeki untuk anak."
__ADS_1
"Ok, maaf kalau pertanyaan saya membuat kamu merasa tidak nyaman."
"Tidak papa Pak, saya mengerti."
"Kamu nanti dijemput suamimu?"
"Ngga Pak, suami saya sedang keluar kota."
"Memangnya suami kamu kerja apa?"
.
"Dia mandor Pak. Kadang di minta sama bosnya untuk mengawasi pembangunan rumah di luar kota."
"Kamu tahu kantor suamimu dimana?"
"Tidak Pak, suami saya tidak pernah memberitahu dimana kantornya."
"Baik kalau begitu. Kamu sudah selesai makannya?"
"Sudah Pak, saya sudah selesai."
"Ok, saya antar kamu pulang."
"Terima kasih Pak, Rumah saya sudah dekat, tinggal jalan kaki saja. Lagi pula mobil tidak bisa masuk Pak."
"Ini sudah malam. Kalau memang dekat, saya jalan kaki dan antar kamu sampai rumah."
"Aduh, ngga usah repot-repot Pak."
"Baik Pak. terima kasih."
"Sama-sama."
Pak Joe mengantarkan Tyas sampai depan rumahnya.
"Ini rumah saya Pak. Maaf, rumahnya seperti ini."
"Alhamdulillah kamu punya rumah Tyas. Setidaknya ada tempat yang layak untuk berteduh."
"Baik kalau begitu, saya permisi pulang. Sampai besok di tempat kerja ya. Assalamualaikum."
"Baik Pak. Wa'alaikumussalam."
Pak Joe pergi dari rumah Tyas.
"Wih, enak nih yang habis di traktir bos."
"Biasa saja, malah ngga kenyang tahu."
"Ada apa memangnya, sampai manager kamu ngajak makan di luar setelah pulang kantor?"
"Tanya mengenai statusku. Karena dia dapat datanya aku belum menikah. Dan tadi sehabis makan siang, Bos besar datang ke QC memgecek semuanya."
__ADS_1
"Oh, aku kira dia naksir sama kamu."
"Otak loe ya, sama kayak Gege, asal ngomong."
"Ya kan siapa tahu makanya gue bilang kira."
"Gue masih istri orang pamali buat gue pacaran atau ngerebut suami orang. Ada karmanya."
"Berarti kalau nanti si Mas Ahmad loe jadi ceraiin loe, loe pacaran atau ngerebut suami orang, gitu?"
"Ya Allah Ningsih... jahat amat doanya. Gue ngga mau cerai dari Mas Ahmad. Gue ngikut apa yang Allah mau dalam pernikahan gue. Gue hanya doa semoga pernikahan gue langgeng sampai nanti gue tua."
"Ok, ok, kalau misalnya Mas Ahmad sorry banget mati duluan?"
"Loe pikir binatang, mati? Maksud loe meninggal?"
"Iya meninggal. Gimana?"
"Kan yang tadi gue bilang, gue ngikut apa yang Allah mau dalam pernikahan dan hidup gue ke depannya. Kita hanya bisa sembahyang dan mohon pengampunan dari Allah. Kalau takdir gue bilang bahwa pernikahan gue sama Mas Ahmad bakalan bubar ya sudah. Gue jalanin. Ngga mungkin gue ngga marah dan kecewa pastilah gue akan marah dan kecewa, gue masih manusia bukan malaikat."
"Kayak nyanyian si penyanyi itu ya, Malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya." Gege senyum-senyum saja.
"Intinya Ning, aku saat ini hanya bisa doa, ikhlas dan pasrah. Allah punya rencana buat pernikahan gue ngga tahu apa, jalanin dan perbanyak doa, tahajud dan dzikir."
"Kurang Mbak Tyas, ada satu lagi sedekah. Bisalah sedekah sama Gege."
"Loe masih sehatkan, masih bisa cari uang? Masih bisa makan enak? Ningsih kesal dengan Gege yang dari tadi siang keceplosan terus.
"Mbak Ning, gitu amat jawabnya. Gege cuma mau bilang setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya tergantung dari masing-masing orang gimana menyikapinya. Seperti Mbak Tyas kan menyikapinya dengan sabar dan ikhlas. kalau Mbak Ning kan pasti ngedumel dulu, marah-marah dulu baru deh agak sabar. Kalau Gege kan ceplosin aja, daripada dipendam malah perut Gege yang sakit gara-gara nahan kentut."
"Ampun loe tuh ya. Mulut loe udah kagak ada remnya." Ningsih makin kesal dengan Gege.
"Sudah, sudah, sudah malam. Kita sholat terus tidur."
"Bentaran Mbak, Gege mau bab dulu kan tadi Gege bilang nahan kentut jadinya perut Gege sakit."
"Gegeee!!!"
"Ningsih sudah malam jangan teriak-teriak ngga enak kedengaran tetangga. Nanti dipikirnya aku lagi ribut sama Mas Ahmad."
'Iya maaf."
Tyas masuk kamar dan meletakkan tasnya di meja. Lalu mengambil handphone. Tyas berharap ada pesan dari Mas Ahmad. Ternyata tidak ada.
"Mbak Tyas, sudah mandi sana, terus kita sholat terus bobo cantik deh." Gege masuk ke dalam kamar.
"Iya Gege, terima kasih."
Tyas segera ke kamar mandi dan setelah selesai mengambil wudhu kemudian sholat dengan Ningsih dan Gege.
"
.
__ADS_1
.