Istri Suamiku

Istri Suamiku
Kantor pengacara


__ADS_3

Tyas menunggu Pak Joe di luar. Pak Joe bilang bahwa pulang kerja Tyas diminta bareng Pak Joe.


"Kalau nanti Pak Joe menyinggung nama Ahmad lagi, lebih baik aku pulang sendiri. Aku sudah tidak mau dengar mengenai Ahmad lagi apapun itu. Aku sudah lelah dengan semua yang dilakukan Ahmad. Aku lelah ya Allah."


Kalimat terakhir yang di ucapkan Tyas terdengar oleh Pak Joe yang baru saja ke luar ruangan.


"Kamu lelah kenapa Tyas? Kamu capek? Atau kamu sakit?"


"Ngga papa Pak Joe. Saya jadi pulang sama Pak Joe atau bagaimana?"


"Iyalah jadi. Ayo, kita berangkat sekarang."


Pak Joe dan Tyas naik ke mobil.


"Pak Joe, kita mau kemana?"


"Nanti saya kasih tahu. Biar kamu tidak capek lagi dan semua urusanmu selesai."


Perjalanan ke tempat yang dituju oleh Pak Joe memakan waktu 1 jam.


"Ayo turun, kita sudah sampai."


"Ini kantor apa Pak. Kok kita ke sini."


"Sore, saya dengan Joe ada janji dengan Pak Jerry."


"Baik Pak Joe, silakan masuk."


Pak Joe segera masuk diikuti oleh Tyas.


"Jerry, gue masuk ya."


"Iyaa. Tumben loe kesini ada apa? Eh kok bawa perempuan? Pacar loe ya?


Pak Joe tidak menggubris omongan saudara kembarnya. Tyas bingung yang melihat Pak Joe dan Jerry. Mukanya sama, tingginya sama hanya potongan rambutnya saja yang berbeda.


"Tyas, kenalin ini Jerry, kembaran saya. Dia kerja sebagai pengacara."


"Kenalkan Pak Jerry, Saya Tyas, teman kantor Pak Joe."


Joe menceritakan semuanya kepada Jerry perihal masalah Tyas.


Joe juga minta Tyas menceritakan sedetail-detailnya permasalahan dengan Ahmad.


"Gini Mbak Tyas, saya kan sebagai pengacara untuk perceraian Mbak Tyas dan suami. Hanya saja kami butuh waktu untuk mengetahui dimana alamat lengkap suami Mbak Tyas agar kami dan juga pengadilan bisa mengirimkan surat gugatan cerai."


"Iya Pak Jerry, saya mohon dibantu agar urusan saya cepat selesai sehingga saya tidak di ganggu dengan suami saya lagi. Dan berapa biaya yang harus saya keluarkan Pak Jerry."


"Mengenai biaya, sudah diurus oleh Joe. Jadi yang terpenting jika ada data atau dokumen yang kami perlukan, Bu Tyas mohon kooperatif supaya bisa cepat selesai."


"Tapi Pak Jerry ini kan urusan saya, kenapa biaya sudah di urus oleh Pak Joe? Saya tidak mengerti?"


"Kalau urusan Pak Joe biar nanti dia yang bicara sama Bu Tyas langsung. Saya hanya mengurus untuk perceraian Bu Tyas dengan suami."


"Baik Pak Jerry. Terima kasih atas bantuannya."


"Sama-sama. Joe traktir gue makanlah udah lama banget loe ngga traktir gue."

__ADS_1


"Bikin malu loe Jer, 3 hari yang lalu kita baru ketemu dan gue traktir loe. Sekarang lah loe traktir gue sama Tyas."


"Kalo traktir buat calon ipar, ok lah tapi buat loe bayar sendiri."


Tyas hanya mendengar obrolan dia orang kembar di depan Tyas.


"Tyas. Tyas, kamu mau makan apa? Kok malah melamun?" Pak Joe mengagetkan Tyas yang sedang memikirkan omongan Mirna tadi siang."


"Apa saja Pak Joe. Saya ikut maunya Pak Joe."


"Joe sudah lampu hijau tuh. Udah cepatan kasih tahu keburu berubah pikiran."


"Dimana lampu hijau Pak Jerry?" Tyas kebingungan dengan omongan Pak Jerry.


"Maksudnya saya, kamu sudah kasih lampu hijau ke Joe untuk segera diselesaikan masalah kamu dengan suami kamu."


"Oh, iya Pak. Kalau bisa besok ketok palu, ketok palu Pak. Karena tadi siang ada yang datang menemui saya dan minta ijin untuk menikah dengan mas Ahmad."


"Ya, ya saya akan segera urus secepatnya. Ayo kita pergi makan."


"Gue nebeng sama loe Joe. Sekalian anterin pulang biar ada waktu lebih lama sama sang calon."


"Calon apaan? Udah jangan bawel ayo berangkat."


Joe, Jerry dan Tyas pergi untuk makan malam.


Gege dari tadi celingukan menunggu pacarnya datang. Sudah hampir 2 jam, pacarnya tidak datang. Dengan wajah kesal akhirnya Gege membayar minuman yang dia pesan dan berjalan keluar dari restoran.


Tidak sengaja Gege dan Tyas berpapasan.


"Janjian sama pacarku tapi sudah nunggu 2 jam dia ngga datang-datang. Sebel aku. Mbak Tyas sama Pak Joe mau makan disini? Gege boleh ikutan? Tapi bayarin. Uang gege tinggal 30ribu."


"Lah kan masih bisa makan kalau ada 30ribu Ge."


Gege segera mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan uang yang hanya ada selembar 5ribu.


"Cuma ada ini Mbak Tyas."


"Kamu bilang tadi 30ribu ternyata hanya 5 ribu. Yang benar yang mana?"


"Ini yang benar mbak. Ini 30 ribu."


"Kamu pesulap ya. Kok bisa dari 5 ribu jadi 30ribu kecuali 5ribunya ada 6 lembar bisa jadi 30ribu.


" Eh ada Pak Joe? Eh Pak Joe yang mana? Kok mirip? Kok ada 2? Ah susah neranginnya kalau ngga sampai semua otaknya?"


"Maksudnya gimana, saya bertanya sama orang yang pintar deh."


"Gini loe Pak Joe. Ini uang 5 ribuan. Kalau saya tunjuk, Pak Joe sebutkan sekalian dijumlahkan ya."


"5ribu, 10ribu, 15 ribu, 20 ribu. Yang tulisan lima ribu rupiah juga dihitung?


Gege menganggukkan kepalanya.


" Ok, tadi sudah 20ribu, 25 ribu, 30ribu."


"Nah Gege benerkan ada 30ribu."

__ADS_1


"Hahahah, kamu ini ada-ada saja. Ayo ikut makan sekalian. Ngga usah mikirin uang kamu yang 30ribu itu."


Tyas menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Gege.


Akhirnya mereka makan berempat.


"Jadi Pak Joe itu kembar? Wuih keren loh. Mbak Tyas pilih Pak Joe atau kembarannya?


"Gege, kamu itu. Semua yang dekat sama aku pasti dipikirnya pacar. Nanti kalau aku sudah cerai. Aku sudah punya orang yang tepat untuk jadi suamiku."


"Oh ya, tumben nih Mbak Tyas ngomong gini. Laki yang jadi next suami Mbak siapa? Pak Joe atau Ahmad?"


"Rahasia hanya aku yang tahu dan pastinya atas restu juga ijin dari Tuhan."


"Ah Mbak Tyas ngga asik."


Jerry memperhatikan Gege dari tadi. Dan Joe tahu. Baik Joe dan Jerry belum mempunyai pacar. Mereka berdua sibuk mengejar karir mereka sampai mereka lupa untuk mencari istri . Jangankan istri, pacar saja mereka tidak ada.


"Joe sudah malam. Loe ngga mau pulang apa? Kasihan anak orang, nanti..."


Jerry belum menyelesaikan omongannya sudah dipotong oleh Gege.


"Ya iyalah Pak, anak orang masa anak wa'aung?"


"Wa'aung itu apa? Saya baru dengar wa'aung?'


"Sebentar omjer."


Gege mengambil cermin kecil di tasnya dan memberikan cermin tersebut kepada Jerry.


"Coba omjer lihat dicermin pasti ada wa'aung nya."


Jerry mengikuti apa yang dikatakan oleh Gege.


"Dicermin kecil ini hanya ada muka saya. Dimana wa'aung nya.


" Nah itu tadi baru ngomong dimana wa'aung nya."


Jerry kena dikerjai oleh Gege. Joe dan Tyas juga Gege tertawa.


"Baru kali ini ada perempuan yang berani sama Jerry dan dikerjai pula sama Gege."


Jerry cemberut saat Joe bilang seperti itu.


"Daripada kembaran gue, selalu takut untuk mendekati perempuan."


Joe dan Jerry berpelukan dan tertawa atas kekonyolan mereka berdua.


'Omjer, Pak Joe kan suka sama Mbak Tyas. Kalau misalkan Gege suka sama Pak Jerry gimana? Tapi Gege udah ngga perawan."


Tyas mencubit paha Gege


"Aduh sakit Mbak Tyas, jangan dicubit. Kan lebih baik Gege ngomong lansung daripada Gege bilang masih perawan terus pas malam belah duren ngga ada darah, panik... terus berantem... terus cerai. Iya kan iya kan?"


"Ok, saya ngga ada masalah kamu masih ting-ting atau ting-tong yang penting jangan ada dusta diantara kita."


"Ok deal omjer. Gege menyambut ukuran tangan Jerry dan mereka bersalaman."

__ADS_1


__ADS_2