Istri Suamiku

Istri Suamiku
Mirna, Ahmad dan Edi


__ADS_3

Ahmad mengendarai mobilnya dengan cepat. Ia mau malam ini sampai di apartemen Mirna supaya besok Mirna tidak keluar kota.


"Mirna, aku sudah sampai. Aku parkir dan aku akan naik ke atas untuk bantu bawa barang kamu."


"Iya Edi. Aku sudah siap. Tinggal turun saja. Aku bisa kok bawa koper dan tasku."


"Sabar. Aku sudah parkir. Dan sekarang menuju ke dalam."


"Ok."


Edi masuk ke lift. Sementara Ahmad baru saja sampai ke apartemen Mirna dan mencari tempat untuk parkir mobilnya. Setelah mencari-cari tempat untuk parkir mobil, akhirnya Ahmad mendapatkannya. Ahmad segera memarkirkan mobilnya dan berlari menuju ke lift.


Ada 2 lift. Ahmad masih menunggu lift turun. Mirna dan Edi juga masih menunggu lift. Saat lift terbuka, ada beberapa orang. Mirna dan Edi menunggu lift yang satunya. Kedua lift turun secara bersamaan.


Lift terbuka dan beberapa orang keluar. Ahmad langsung masuk. Dan lift sebelahnya terbuka. Mirna dan Edi keluar dari lift dengan membawa 2 koper dan tas.


Ahmad tidak melihat Mirna yang keluar bersama Edi. Pintu lift sudah menutup dan membawa Ahmad ke tempat Mirna.


Saat diparkiran, Mirna melihat mobil Ahmad bersebelahan dengan mobil Edi.


"Edi, ayo cepat. Sebelah mobil kamu itu mobil Ahmad. Berarti dia sudah di apartemen. Untungnya kita sisipan."


"Ok, ok."


Ahmad mengetuk pintu ruangan Mirna Tidak ada jawaban.


Ahmad mengambil handphone dan menelpon Mirna tetapi handphone Mirna tidak tersambung.


Apa Mirna sudah tidur? Oh iya, aku lupa Mirna sedang hamil. Pasti sudah tidur. Dan handphonenya pasti dimatikan. Ya sudah, aku keluar dululah beli makan siapa tahu nanti Mirna terbangun. Biasanya orang yang sedang hamil Sebentar-sebentar bangun untuk pipis.


Ahmad turun dan pergi ke parkiran. Ahmad pergi mencari makan dan kopi. Ahmad berusaha menelpon Mirna tetapi tetap tidak tersambung.


Ahmad menyelesaikan makannya dan balik ke apartemen Mirna. Ahmad masih di dalam mobil. Seorang security mendekati Ahmad.


"Malam Pak? Menunggu siapa ya pak?


"Malam. Saya mau pulang cuma dari tadi saya telpon istri saya tidak diangkat. Dan saya ketuk pintu apartemennya tidak dibuka."


"Coba bapak ke lobby biar dibantu dari front office di lobby pak. Istri bapak namanya siapa?"


"Istri saya namanya Mirna."


"Loh. Bu Mirna 1.5 jam yang lalu keluar pak membawa koper dengan temannya laki-laki."


"Jadi, istri saya pergi dengan laki-laki lain? Kamu jangan bohong ya?"


"Saya tidak bohong Pak. Bapak coba ke kantor security disitu ada CCTV. Bapak bisa lihat. Mari saya antar."


"Ok."


Ahmad keluar dari mobilnya dan mengikuti security apartemen.

__ADS_1


"Komandan. Bapak ini mau lihat CCTV, bapak ini suami ibu Mirna. Dia tadi menunggu di mobil karena mengetuk pintu tidak dibuka dan di telpon tidak diangkat Saya tadi melihat Ibu Mirna pergi dengan laki-laki. Karena itu bapak ini mau lihat CCTV."


"Ok, silakan. Jam berapa tadi?"


"Kira-kira 1,5 jam yang lalu, komandan."


"Ok. Tunggu sebentar. Nah sudah, silakan pak.Ini Ibu Mirna keluar dari lift, membawa koper dan di sebelahnua ada laki-laki yang ikut membawa koper."


Ahmad melihat video tersebut. Ahmad mengepalkan tangannya dan terlihat marah. Ia melihat mobil laki-laki yang bersama Mirna ternyata bersebelahan dengan mobilnya.


"Ok. Terima kasih pak. Saya sudah diperbolehkan melihat. Kalau begitu Saya permisi untuk menjemput istri saya."


"Baik pak."


Ahmad masuk ke mobilnya. Ia segera menyalakan mobilnya dan keluar dari apartemen Mirna.


Kamu ternyata selingkuh dengan laki-laki itu. Kamu samanya dengan Tyas. Dan aku tidak terima, karena kamu sedang hamil anakku. Akan aku cari kamu, Mirna. Kamu lebih memilih laki-laki itu karena dia mempunyai mobil yang lebih mewah dari aku. Lihat saja nanti Mirna, akan aku jual semua rumahku dan aku beli mobil diatas mobil laki-laki itu!


Ahmad melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia berhenti di sebuah lokalisasi. Ahmad duduk di salah satu bangku depan minibar.


"Sendirian om? Mau aku temani?"


Perempuan cantik dengan baju yang super minim mendekati Ahmad. Bau minyak nyong-nyong membuat Ahmad agak mual dan ditambah dengan musik dangdut remix. Ia butuh seseorang untuk melepaskan nafsunya.


"Boleh. Kamu mau dibayar berapa?"


"Om mau short atau long?" Perempuan itu mengedipkan matanya menggoda Ahmad


"Sanggup dong om. Aku balik tanya, om sanggup berapa ronde?"


"Ok. Aku tanya sekali lagi. Kamu dibayar berapa biasanya?"


"1 juta untuk short, 3 juta untuk long."


"Ok, ayo ikut aku. Rumah kamu dimana? Aku mau kamu ikut aku tapi aku mau kamu ganti bajumu dulu. Aku mau ajak kamu ke hotel."


"Ok om, antar aku ke rumah, aku segera ganti baju."


"Sip, ok."


"Wah Bebby dapat ikan mujair nih. Mau nyelam dimana say?"


Perempuan itu bernama Bebby. Dan seorang teman Bebby yang tidak kalah cantik mendekati Bebby dan Ahmad."


"Siapa nama kamu?"


"Ayu om. Kenapa? Mau threesome om? Siapa takut."


"Ayo ikut. Kita langsung saja, tidak usah ganti baju dulu."


Ahmad membawa Bebby dan Ayu ke hotel yang tidak jauh dari lokalisasi.

__ADS_1


Ahmad, Bebby dan Ayu masuk ke dalam sebuah hotel.


Bebby dan Ayu bergantian memuaskan Ahmad.


Tetapi Ahmad belum mencapai ******* membuat Bebby dan Ayu kecapean.


"Om, om pakai obat kuat ya. Kok dari tadi ngga muncrat sih om."


"Puasin aku dulu. Semampu kalian. kalau perlu sampai siang hari."


"Oooouuuu, sangar banget sih om."


Mirna ada di rumah Edi dan menempati kamar untuk tamu.


Ahmad, aku tidak mau lagi sama kamu. Lebih baik aku sama Edi. Bodohnya aku tidak mau sama Edi. Seandainya aku tahu dari awal kalau Edi adalah orang kaya. Aku akan senang hati memilih Edi daripada Ahmad. Sebentar lagi aku akan menikah dengan Edi. Aku tidak perlu lagi tinggal di apartemen dan tidak usah bekerja lagi. Bye-bye Ahmad. Ternyata kamu mengumbar p***r mu kemana-mana. Untungnya aku tidak kena penyakit.


tok... tok...


"Mirna, kamu sudah tidur?"


Edi mengetuk pintu. Apakah ia mau minta? Aku akan berikan apapun yang dia minta.


Mirna membuka pintu kamarnya.


"Belum Edi. Ada apa? Ayo masuk?"


"Kamu keluar. Aku mau bicara sebentar."


Mirna mengikuti Edi yang berjalan ke ruang tamu.


"Duduk Mirna."


Mirna duduk.


"Mirna, mulai besok kamu tidak usah masuk kerja dulu. Aku kuatir nanti suami kamu akan datang ke kantor."


"Iya Edi. Tapi aku tidak enak kalau harus berdiam diri di rumahmu."


"Untuk sementara kamu jangan pergi-pergi. Kita tidak tahu apakah Ahmad akan mencari kanu atau tidak."


"Iya, besok aku di rumah saja."


"Ok, ya sudah sana kamu tidur. Aku juga mau tidur."


"Kamu mau tidur sama aku?"


"Tidak, karena aku belum jadi suami kamu. Selamat malam."


"Malam."


Mirna melihat Edi masuk ke dalam kamarnya. Mirna akhirnya masuk ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2