
Seminggu telah berlalu setelah pertemuan
Rachel dengan wanita yang bernama nyonya
Kim alin Adalberto barnett,ditambah 3 hari
yang lalu notifikasi ponselnya mengingatkan
izin tinggalnya hanya tersisa seminggu lagi
dan harus segera memperpanjangnya
kekedutaan,uang yang ia kumpulkan untuk
tuan Lee juga masih banyak
kurangnya.rachel mulai gelisah memikirkan
satu persatu masalahnya.
Tiba-tiba pintu kamarnya diketok sesorang
dan ia hapal betul dengan suara ibu kosnya
itu."Rachel kamu sudah tidur"mengingat ini
sudah larut malam,tapi hanya diwaktu seperti
ini ia bisa bertemu dan berbicara dengan
Rachel yang sibuk bekerja pagi dan
malam.rachel yang baru saja akan bersiap
istirahat mau takmau harus meladeni ibu
kosnya ntah keperluan apa yang
membawanya ke kamar Rachel.
"baru mau tidur Bu".setelah membukakan
pintu kamarnya dan mempersilakan ibu
kosnya itu untuk masuk.
"ibu sebenarnya
tidak mau mengganggumu tapi mau gimana
lagi kamu kan sudah nunggak uang kamar
kamu ini 2bulan.ibu ngerti kalau kamu lagi
kesulitan uang karna ulah teman kamu
itu,tapi ibu juga butuh uang buat merenovasi
kamar kos lainya.jadi ibu akan kasi kamu
waktu satu Minggu ya".
"oh ia saya lupa bu,baik Bu Minggu depan
akan saya bayar,trimakasi buat
pengertiannya ya Bu".ucap Rachel sopan
kepada pemilik kosnya."ya sudah ibu permisi
ya".pergi meninggalkan Rachel.
"ohh my God,kok bisa aku lupa,terus harus
__ADS_1
kemana lagi cari uang buat bayar kos".Rachel
menjambak rambutnya sendiri,terlalu pusing
mencari jalan keluar."yaaakk lebih baik mati
saja".Rachel menangis sejadi-jadinya
meluapkan sesak didadanya.
tanpa terasa waktu berputar menunjukkan
pukul 03:30,Rachel belum sedikitpun
terlelap,rasa kantuknya meluap begitu saja."aku harus apa sekarang".hanya kata-kata
itu saja yang selalu Rachel ulangi.matanya
sudah bengkak Karana terlalu lama
menangis."Tuhan,ntah dirimu nyata atau
tidak tapi yang pasti aku tidak tau harus
berbuat apa lagi disini".menutup wajahnya
dengan kedua tangannya,ia berharap ada
jalan yang membawanya keluar dari
masalahnya.sampai sinar matahari pagi
masuk melalui celah jendela kamarnya,ia
masih setia dengan posisinya tadi malam
duduk menyender didinding kamarnya
dengan kaki ditekuk dan tangannya yang
minta diisi pada akhirnya Rachel mengalah
dan harus segera mengisi perutnya supaya ia
bisa berpikir.
Dengan langkah yang gontai Rachel
mengambil dompet yang ada didalam tas
kerja,ntah sebuah kebetulan atau mukjizat
sebuah kertas jatuh tepat dikakinya,ia
mengambil dan teringat kembali
percakapannya dengan wanita yang ingin
membuat kesepakatan denganya."apa aku
menyetujui saja rencana nyonya
ini,tapi...".sangat bertentangan denga hatinya.
"tapi aku sudah tidak punya jalan lain,Tuhan
aku sudah mencoba jalan lain,biarkan aku
mencoba jalan yang ini".melipat kartu nama
dikedua telapak tangannya dan
mengarahkannya ke langit seolah meminta
__ADS_1
ijin untuk melakukanya.rachel mengambil
ponselnya dan mulai menekan nomor yang
tertera dikartu itu."hello siapa ini".terdengar
suara lembut dari seorang wanita,bukanya
menjawab Rachel malah diam seribu bahasa
ada ketakutan yang masih mengganjal
dihatinya.
"누구세요 (nugu-se-yo \=siapa ini)".
masih dengan nadanya yang lembut."yaa...
kamu mau bicara atau tidak".mulai
menaikkan suaranya kesal karena yang
menghubunginya tidak kunjung
berbicara.
"haisss,ni orang benar-benar
ya".menggeram dengan ulah
sipenelepon.rachel yang awalnya takut
mengumpulkan keberaniannya untuk
bersuara.
"nyonya ini saya Rachel".suaranya
sangat pelan dan penuh kehati-hatian.saya
menerima penawaran yang nyonya berikan".
menggigit bibirnya sendiri,dengan tangan
gemetar karna sudah mengambil langkah
sejauh ini.
"baik...hari ini asisten saya akan
memberikan beberapa persyaratan yang
harus kamu tanda tangani".menutup
panggilannya secara sepihak tanpa ada basa
basi.rachel sudah mengambil keputusan
walau ia sendiri tidak tau resiko seperti apa
yang akan ia hadapi nanti.ia hanya mampu
pasrah sebab pulang ke negaranya ia tidak
punya uang sepeserpun.ia memasukkan
ponselnya kedalam saku celana dan bersiap
keluar membeli sarapan.
"huhhh..".
menghembuskan napasnya panjang dan
__ADS_1
keluar dari kamarnya.