
hari ini ajuma akan pergi ke supermarket
untuk berbelanja kebutuhan bulanan.
"ajuma apa saya boleh ikut,bosan rasanya
hanya duduk diam dirumah,sekalian saya
juga mau cari kerja."tanya rachel.
"apa tuan mengizikan?."ajuma takut ia
akanterkena masalah kalau sampai mommy
alin tau Rachel ikut ajuma.
"belum."ucap Rachel jujur.sebab menurutnya
Jimin juga tidak mau tau,bahkan akhir-akhir
ini Jimin malah terkesan menghindari
Rachel.
"maaf nona muda,saya tidak berani kalau
nona belum minta izin."
"tapi ajuman."
"maaf nona muda sebaiknya minta izin
dulu."ajuma memotong ucapan Rachel
karena tidak mau nanti akan ada masalah.
Jimin turun dengan rapi dan siap sarapan dan
berangkat kekantor.
"selamat pagi tuan muda."sapa para maid dan
membungkukkan badan,begitu pula Rachel
yang tidak ketinggalan,Rachel langsung
menarik kursi untuk Jimin duduki.jimin
duduk denga sikap yang selalu datar dan
dingin,ajuma langsung menyajikan sarapan
Jimin.
"tuan,apa saya boleh ikut ajuma belanja. bulanan,sekalian saya juga mau cari
pekerjaan."
"apa itu penting buat saya."dengan cueknya
menaggapi Rachel.
"tapi ajuma tidak akan mengijinkan saya ikut
kalau belum meminta izin pada tuan."dengan
wajah yang seolah memohon kepada Jimin.
"saya tidak perduli kamu mau kemana atau
__ADS_1
melakukan apa."menatap Rachel dengan
tajam dan marah tapi jauh didalam hati Jimin
ia berusaha keras supaya ingatannya tentang
mimpi itu bisa hilang dengan bertambah
kasar dan menhidari Rachel.
"baik tuan."membungkukkan badannya.ajuma
yang melihat kejadian itu nampak sedih
melihat Rachel yang diperlakukan suaminya
sendiri seperti itu.
selasai sarapan Jimin langsung
memerintahkan pak Choi untuk segera
berangkat dan berlalu tanpa melihat Rachel
yang hanya bisa membungkukkan badannya
kearah Jimin.
"ya sudah,nona muda bisa ikut dengan
saya."ajuma tidak suka melihat kesedihan
Dimata Rachel.
"benarkah....ahhh..terimakasih ajuma."sambut
tadinya muram.memeluk ajuma dengan erat
ajuma yang merasa seolah memeluk
anaknya sendiri merasa ikut bahagia.
mereka tiba dipusat perbelanjaan dan
memulai menyusun barang kebutuhan
kedalam sebuah troli yang Rachel
dorong.ajuma sudah melarang Rachel
melakukanya tapi Rachel ngotot dan
beralasan kalau ia masih muda dan kuat
sementara ajuma sudah tua.ajuma yang
mendengar penuturan polos Rachel hanya
mampu tertawa.
"ajuma harap nona dan tuan hidup bahagia."
ucap ajuma dengan tulus.
"bahagia bagaimana."tanya Rachel bingung
mengingat ini bukanlah pernikahan
sebenarnya.
__ADS_1
"layaknya sepasang suami-istri yang saling
mencintai."
"ajuma Taukan siapa yang tuan
cintai?."bertanya balik pada ajuma.
"tapi nonalah istri tuan muda bukan nona
jeslin."
"ajuma juga mengenalnya."tanya Rachel lagi.
"tentu saja ajuma kenal."
"saya harap wanita itu secepatnya kembali
supaya saya bisa pulang kenegara saya dan
memulai hidup baru."tersenyum
membayangkan hal itu akan segera tiba.
"apa sedikitpun nona tidak tertarik pada tuan
Jimin."tanya ajuma penuh selidik.
"siapa yang tidak akan jatuh hati pada pria
setampan tuan Jimin,kaya raya, berdarah
bangsawan,tapi saya juga cukup tau
diri,mana mungkin langit dan bumi bisa
bersatu."menyadari kedudukannya yang
hanya rakyat jelata.ajuma yang mendengar
penuturan Rachel memeluknya secara
tiba-tiba.
"nona muda jangan bicara seperti itu,ajuma
berdoa nona dan tuan adalah jodoh yang
sesungguhnya."
"jodoh beda kasta hanya akan terjadi didunia
novel ajuma bukan di dunia nyata."Rachel
mengurai pelukan ajuma dan tersenyum,
menyakinkan ajuma kalau dia baik-baik saja.
"ya sudah ,ayo..biar saya masih ada waktu
buat cari kerjaan."mengajak ajuma
menyelesaikan belanjaan mereka.ajuma dan Rachel banyak bertukar cerita.
"ternyata nyonya besar tidak salah memilih
nona muda untuk tuan Jimin."berucap dalam
hatinya,
__ADS_1