
Hari ini suasana hati Jimin tidak baik,semua
meeting dia serahkan pada asistennya"
Natan".ia hanya duduk diam dan terlihat tidak
fokus.natan yang faham kegalauan tuanya
hanya bisa diam dan sesekali menarik nafas.
Jimin duduk di kursinya menatap kearah
leptop yang ada didepannya tapi tidak
melakukan apa-apa,Jimin teringat ucapan
Deddynya beberapa waktu yang lalu selesai
meeting Deddy menemuinya
diruangnya."Deddy memang tidak tau apa
yang mommymu rencanakan,tapi bukan
berarti yang mommymu katakan semuanya
salah,ada benarnya juga son,kelak kamu
yang akan mengwarisi dan mengelola semua
warisan dari keluarga Kim dan barnett,untuk
saat ini Deddy masih bisa menghandle
perusahaan yang di-ingris tapi itu semua
akan jadi milikmu son, Deddy and mommy
akan bahagia jika kamu sudah memiliki
keluarga"
Jimin berpikir dengan keras,apa yang harus ia
lakukan untuk memenuhi keinginan
mommynya sementara dia sendiri belum
siap untuk membuka hatinya untuk wanita
lain,karena menurut Jimin hanya jeslin yang
ia cintai tapi wanita itu malah memilih pergi
darinya.
\*
\*
\*
\*
\*
\*
\*
\*
\*
"nyonya ini semua informasi tentang gadis
itu,dia bukan warga negara ini,dia ditipu
masuk kesini dengan gaji besar,gadis itu juga
telilit hutang yang dipinjam sahabatnya tapi
sahabatnya itu menghilang".tutur Ben
panjang lebar menjelaskan kepada
majikanya tentang informasi yang dia
dapatkan.
__ADS_1
"bagus,hari ini jemput gadis ini bertemu
dengan saya di restoran ini" memberikan
kertas alamat restoran yang ia rencanakan.
"baik nyonya,sekarang saya permisi"keluar
dari ruangan majikanya.
"sempurna dengan keadaanmu yang
sekarang,akan mempermudah rencana
saya".tersenyum mengandung sejuta makna.
\*
\*
\*
\*
\*
Rachel bersiap untuk pulang setelah
berpamitan dengan pemilik minimarket.baru
beberapa meter berjalan Rachel tiba-tiba
dihadang oleh beberapa pria berseragam
bersih,rapi.ia yakin itu bukanlah suruhan dari
tuan Lee karna ia kenal betul dengan
beberapa orang-orang tuan Lee tapi pria yang
ada dihadapannya dia tidak kenal sama
sekali.
"nona Rachel,silakan ikut kami tanpa ada
keributan, nyonya kami ingin bertemu
"saya nggak kenal dengan kalian, apalagi
nyonya kalian"Rachel mulai panik dengan
situasi yang dia hadapi saat ini, ditambah
jalan yang ia lewati juga jalan pintas menuju
tempat kosnya.
"kamu gak perlu tau siapa kami,tapi kalau
kamu menolak maka nyawamu akan jadi
taruhannya".menakuti Rachel supaya tidak
membantah perintahnya dan tidak banyak
bertanya.
"truss..apa bedanya saya ikut dengan anda
toh nyawa saya juga nantinya akan
melayang",ohhhh God apa disini akhir dari
hidupku setelah rentetan masalah yang aku
hadapi,apa aku gak bisa merasakan yang
namanya bahagia,aku juga sudah lupa
rasanya bahagia".hati Rachel mulai tidak
karuan membayangkan hidupnya berakhir
seperti ini.
"keselamatan kamu kami jamin,tapi ikuti
perintah kami".membukakan pintu mobil
__ADS_1
supaya Rachel segera masuk tanpa
membuat drama yang akan memperlambat
pekerjaannya.
"baiklah".Rachel pasrah dengan hidupnya
yang selalu menemui jalan buntu dalam
setiap masalahnya.ia masuk dan duduk
dibelakang supir yang akan membawanya
hidup atau mati setelah ini.
setelah menempuh perjalanan hampir
setengah jam lamanya akhirnya mobil
berhenti tepat didepan sebuah restoran
mewah.salah satu pengawal keluar dan
membukakan pintu untuk Rachel dan
menyuruhnya segera keluar,Rachel keluar
dengan jantung yang berdegup kencang."ikuti
saya".pria yang selalu berbicara diawal
penjemputannya memberi perintah,Rachel
mengikuti pria itu tanpa banyak bertanya.
memasuki sebuah ruangan VVIP,nampak
seorang wanita berumur 50tahunan memiliki
kulit yang putih mulus,wajah yang
cantik,danpostur tubuh bak model duduk
santai sambil memainkan ponselnya.
Ben memberhormat pada wanita
itu."nyonya"menunjuk kearah Rachel,wanita
itu kemudian menganggukkan kepalanya
tanda mengiakan."ok Ben,kamu bisa
tinggalkan kami berdua,dan kamu"menunjuk
kearah rachel. "duduk".menunjuk kursi yang
ada dihadapannya.rachel duduk dengan
hati-hati dan melihat kearah wanita itu,
Rachel sungguh sangat kagum dengan
kecantikan wanita itu diusianya yang sudah
tidak lagi muda.
"kenalkan nama saya Kim alin Adalberto
Barnett"mengulurkan tangannya kearah
Rachel dengan senyuman yang menurut
Rachel sangat cantik."oohhh..maaf saya
Rachel".menyambut tangan wanita itu setelah beberapa saat melongo ,"kamu
memang tidak mengenal saya, tapi saya tau
apa yang kamu hadapi saat ini".menjelaskan panjang lebar informasi tentang Rachel yang ia dapat dari pengawalnya.rachel yang
tarkejut hanya mampu membuka matanya
lebar-lebar.sungguh wanita ini bukanlah
orang sembarangan mengingat penjelasan
wanita itu secara mendetail tanpa salah
__ADS_1
sedikitpun.