Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
bertemu calon mertua ep7


__ADS_3

Hari ini suasana hati Jimin tidak baik,semua


meeting dia serahkan pada asistennya"


Natan".ia hanya duduk diam dan terlihat tidak


fokus.natan yang faham kegalauan tuanya


hanya bisa diam dan sesekali menarik nafas.


Jimin duduk di kursinya menatap kearah


leptop yang ada didepannya tapi tidak


melakukan apa-apa,Jimin teringat ucapan


Deddynya beberapa waktu yang lalu selesai


meeting Deddy menemuinya


diruangnya."Deddy memang tidak tau apa


yang mommymu rencanakan,tapi bukan


berarti yang mommymu katakan semuanya


salah,ada benarnya juga son,kelak kamu


yang akan mengwarisi dan mengelola semua


warisan dari keluarga Kim dan barnett,untuk


saat ini Deddy masih bisa menghandle


perusahaan yang di-ingris tapi itu semua


akan jadi milikmu son, Deddy and mommy


akan bahagia jika kamu sudah memiliki


keluarga"


Jimin berpikir dengan keras,apa yang harus ia


lakukan untuk memenuhi keinginan


mommynya sementara dia sendiri belum


siap untuk membuka hatinya untuk wanita


lain,karena menurut Jimin hanya jeslin yang


ia cintai tapi wanita itu malah memilih pergi


darinya.


\*


\*


\*


\*


\*


\*


\*


\*


\*


"nyonya ini semua informasi tentang gadis


itu,dia bukan warga negara ini,dia ditipu


masuk kesini dengan gaji besar,gadis itu juga


telilit hutang yang dipinjam sahabatnya tapi


sahabatnya itu menghilang".tutur Ben


panjang lebar menjelaskan kepada


majikanya tentang informasi yang dia


dapatkan.

__ADS_1


"bagus,hari ini jemput gadis ini bertemu


dengan saya di restoran ini" memberikan


kertas alamat restoran yang ia rencanakan.


"baik nyonya,sekarang saya permisi"keluar


dari ruangan majikanya.


"sempurna dengan keadaanmu yang


sekarang,akan mempermudah rencana


saya".tersenyum mengandung sejuta makna.


\*


\*


\*


\*


\*


Rachel bersiap untuk pulang setelah


berpamitan dengan pemilik minimarket.baru


beberapa meter berjalan Rachel tiba-tiba


dihadang oleh beberapa pria berseragam


bersih,rapi.ia yakin itu bukanlah suruhan dari


tuan Lee karna ia kenal betul dengan


beberapa orang-orang tuan Lee tapi pria yang


ada dihadapannya dia tidak kenal sama


sekali.


"nona Rachel,silakan ikut kami tanpa ada


keributan, nyonya kami ingin bertemu


"saya nggak kenal dengan kalian, apalagi


nyonya kalian"Rachel mulai panik dengan


situasi yang dia hadapi saat ini, ditambah


jalan yang ia lewati juga jalan pintas menuju


tempat kosnya.


"kamu gak perlu tau siapa kami,tapi kalau


kamu menolak maka nyawamu akan jadi


taruhannya".menakuti Rachel supaya tidak


membantah perintahnya dan tidak banyak


bertanya.


"truss..apa bedanya saya ikut dengan anda


toh nyawa saya juga nantinya akan


melayang",ohhhh God apa disini akhir dari


hidupku setelah rentetan masalah yang aku


hadapi,apa aku gak bisa merasakan yang


namanya bahagia,aku juga sudah lupa


rasanya bahagia".hati Rachel mulai tidak


karuan membayangkan hidupnya berakhir


seperti ini.


"keselamatan kamu kami jamin,tapi ikuti


perintah kami".membukakan pintu mobil

__ADS_1


supaya Rachel segera masuk tanpa


membuat drama yang akan memperlambat


pekerjaannya.


"baiklah".Rachel pasrah dengan hidupnya


yang selalu menemui jalan buntu dalam


setiap masalahnya.ia masuk dan duduk


dibelakang supir yang akan membawanya


hidup atau mati setelah ini.


setelah menempuh perjalanan hampir


setengah jam lamanya akhirnya mobil


berhenti tepat didepan sebuah restoran


mewah.salah satu pengawal keluar dan


membukakan pintu untuk Rachel dan


menyuruhnya segera keluar,Rachel keluar


dengan jantung yang berdegup kencang."ikuti


saya".pria yang selalu berbicara diawal


penjemputannya memberi perintah,Rachel


mengikuti pria itu tanpa banyak bertanya.


memasuki sebuah ruangan VVIP,nampak


seorang wanita berumur 50tahunan memiliki


kulit yang putih mulus,wajah yang


cantik,danpostur tubuh bak model duduk


santai sambil memainkan ponselnya.


Ben memberhormat pada wanita


itu."nyonya"menunjuk kearah Rachel,wanita


itu kemudian menganggukkan kepalanya


tanda mengiakan."ok Ben,kamu bisa


tinggalkan kami berdua,dan kamu"menunjuk


kearah rachel. "duduk".menunjuk kursi yang


ada dihadapannya.rachel duduk dengan


hati-hati dan melihat kearah wanita itu,


Rachel sungguh sangat kagum dengan


kecantikan wanita itu diusianya yang sudah


tidak lagi muda.


"kenalkan nama saya Kim alin Adalberto


Barnett"mengulurkan tangannya kearah


Rachel dengan senyuman yang menurut


Rachel sangat cantik."oohhh..maaf saya


Rachel".menyambut tangan wanita itu setelah beberapa saat melongo ,"kamu


memang tidak mengenal saya, tapi saya tau


apa yang kamu hadapi saat ini".menjelaskan panjang lebar informasi tentang Rachel yang ia dapat dari pengawalnya.rachel yang


tarkejut hanya mampu membuka matanya


lebar-lebar.sungguh wanita ini bukanlah


orang sembarangan mengingat penjelasan


wanita itu secara mendetail tanpa salah

__ADS_1


sedikitpun.


__ADS_2