
tepatnya hari ini adalah hari pernikahan Yuri
dan shane filan,Rachel yang ditunjuk oleh
Yuri sendiri sebagai pendamping mempelai
wanita nampak antusias mempersiapkan
dirinya.ia ingin tampil cantik dipernikahan
Yuri yang sudah dia anggap kakanya sendiri.
Rachel duduk didepan cermin saat dirinya di
rias oleh orang yang dibawa ajuma atas
perintah Jimin suaminya.jimin menyiapkan
segala sesuatunya mulai dari
memerintahkan ajuma untuk mendatangkan
perias dan penata rambut untuk membuat
istrinya itu tampil cantik dan ia juga sudah
membelikan gaun untuk Rachel
kenakan.walau ia tidak dapat hadir bersama
istrinya karena dua hari yang lalu ia harus
berangkat ke Daegu untuk meninjau proyek
bersama Natan.
Rachel seolah tak percaya dengan perkataan
ajuma saat dirinya selesai di Make-over.
"nona muda benar-benar cantik".
"ajuma,,terimakasih atas pujiannya."Rachel
menjawab dengan menudukkan kepalanya
dengan senyuman yang indah.
"kalau tuan Jimin disini,pasti nona tidak
diperbolehkan keluar dari kamar ini."
"ahh..ajuma".Rachel sudah bisa membaca
kemana arah pembicaraan ajuma.
"ayo..turun nanti nona terlambat."ajuma
membatu Rachel memegang gaunnya agar
tidak terinjak Rachel.
sesampainya di bawah ternyata pak'choi yang
diperintahkan Jimin untuk mengantarnya
sudah menunggu."silakan nona muda".
pak'choi membukakan pintu.
"terimakasih pak'choi..ajuma kalau mommy
dan Deddy pulang bilang saya mungkin
pulangnya malam".Rachel lupa permisi pada
orang tua Jimin sebab tadi pagi mommy dan
Deddy Jimin buru-buru pergi menjenguk
keluarga mommy alin yang kecelakaan.
*
*
*
*
sesampainya di Star hotel dimana hotel ini
adalah hotel milik Shane yang bekerja sama
dengan suaminya dan tentu saja penanam
saham terbesarnya adalah suaminya Kim
jimin.
rachel memasuki lobi hotel yang sudah
disambut seorang pelayan yang akan
mengantarkannya ke kamar mempelai
wanita.sesampai di sebuah kamar Rachel
melihat Naira dan Yuri dengan gaun putihnya
dipadu dengan mahkota 👑 yang bertengger
dengan elegannya diatas kepala Yuri,Rachel
__ADS_1
yang melihat kecantikan Yuri dengan balutan
gaun pengantinya mengingatkannya pada
pernikahannya dulu yang dibuat sesederhana
mungkin dan tanpa ada orang yang ia
kenal,Rachel tersenyum getir.
"rach..kenapa malah melamun".tanya Yuri
yang melihat Rachel melamun.
"Yuri eonni sangat cantik.aku sampai
pangling."jawab Rachel mengalihkan
pembicaraan.
"sayang sudah siap?,sebentar lagi acara
pemberkatan akan dimulai."Shane yang
tiba-tiba datang menghampiri mereka
bersama seorang pria tampan berwajah bule.
"sudah sayang."jawab Yuri dengan senyum
bahagianya.
"rach,nai,kenalin ini pendamping mempelai
pria teman oppa waktu kuliah di Inggris
namanya 'Kian Francis Egan' dia asli orang
Inggris sama seperti oppa."Shane
memperkenalkan pria yang
bersamanya.naira dan Rachel menyambut
tangan pria itu dengan menyebut nama
mereka masing-masing.
"hai oppa ganteng salam kenal.gak marahkan
kalau kami manggilmu oppa sama seperti
kami memanggil oppa Shane."Naira berucap
tanpa malu sementara Rachel hanya
menggelengkan kepalanya melihat kelakuan
Naira yang selalu to the poin.
cantik ini."menunjuk kearah Rachel.
"aku yang memuji kenapa Rachel yang
ditaksir."Naira memajukan bibirnya sebagai
tanda kesal yang disambut tawa dari yang
lain.
acara pemberkatanpun dimulai,Yuri berjalan
yang di ikuti Rachel dan Naira menuju altar
di dampingi ayahnya dan Shane menunggu
di dialtar dengan senyum bahagia.sungguh
sebuah pernikahan yang di inginkan semua
pasangan.pernikahan yang mewah dihadiri
anggota keluarga dari mempelai pria maupun
dari mempelai wanita.
kedua mempelai mengucapkan janji suci
dengan lancar,Shane mendaratkan
ciumannya di bibir Yuri yang disertai sorakan
dan tepuk tangan para anggota keluarga dan
para undangan lainya.
"mereka pasangan yang serasi."seru kian
yang berdiri tepat disebelah Rachel.
"mereka pantas bahagia."jawab Rachel yang
masih fokus memandang pengantin baru itu.
"bagai mana kalau kita berdua mengikuti jejak
mereka."kian berucap spontan pada Rachel.
"oppa bicara apa?."Rachel hanya tersenyum
mendengar ucapan kian yang terkesan asal.
sepanjang acara kian tidak mau jauh dari
__ADS_1
Rachel kemana Rachel maka ia akan
mengekorinya.rachel mendengar suara riuh
dari para undangan yang datang melihat
sekelompok orang yang baru bergabung
diacara resepsi pernikahan.
"tampan sekali,apa benar dia manusia,wanita
yang bersamanya juga cantik"
"aku rela jadi simpanannya."
semua kata-kata memuja-muji pria itu tapi
Rachel tidak mau menanggapi atau sekedar
melihat siapa yang dimaksud.
"rach,,itukan suami kamu".Yuri melihat
kedatangan Jimin dengan seorang wanita
cantik dan beberapa pria.
Rachel yang melihat dan ternyata benar itu
adalah Jimin suaminya,Rachel tersenyum
melihat kedatangan jimin tapi senyum itu
hanya bertahan beberapa detik setelah
Rachel melihat Jimin digandeng wanita
cantik yang bernama jeslin.
"inikah kejutan yang ia maksud."Jimin berjanji
akan memberikan kejutan dihari pernikahan
sahabatnya.rachel mencoba seolah tidak
mengenalinya saat berpapasan,Jimin
memberi tatapan tajam melihat Rachel
bersama dengan seorang pria.
"hai..rach..kamu disini juga?."tanya jeslin tak
percaya melihat Rachel hadir di penikahan
kolega Jimin.
"ia.. eonni,kebetulan Yuri eonni bos tempatku
bekerja."Rachel menjawab tapi tatapanya
tertuju pada Jimin yang tidak keberatan
sama sekali dengan tangan jeslin yang
menggenggam tangannya.
"jadi kamu karyawanya."dengan nada mengejek.
"ayo,pergi."Jimin pergi meninggalkan Rachel
seperti tidak mengenalinya.
"akhirnya ini waktunya untuk menghancurkan
perasaanku padanya,ia sudah kembali pada
pemiliknya semula."berusaha menenangkan
hatinya agar tidak terluka terlalu dalam.
untung ada kian yang bisa mencairkan
suasana,kian pria yang humoris dan
juga pandai bergaul baru pertama bertemu
saja Rachel dan Naira sudah dibuatnya
tertawa,asik dengan dunia Meraka bertiga
tanpa disadari ada sepasang mata yang
sedari tadi mengintai Rachel dengan rahang
mengeras,pria itu tidak tertarik menanggapi
cerita rekan-rekan bisnisnya ia lebih tertarik
memperhatikan wanita yang tengah asik
tertawa bersama pria dan itu sangat
mengganggunya.
"berani sekali dia tersenyum pada pria
lain,denganku saja dia tidak pernah tertawa
lepas seperti itu.awas saja nanti."Jimin
menggeram mengepalkan tangannya.ia
__ADS_1
sudah tidak sabar memberi hukuman pada
istrinya itu.