
Saatnya Jimin menunjukan kebolehannya dengan aksi dance yang sudah dilatihnya selama satu Minggu lebih.Bersama para dancer lainya yang sebagian adalah wanita muda dan cantik,Jimin membawakan salah satu lagu solo milik Park Jimin yaitu 'like Crazy' lengkap dengan koreografi sama persis seperti milik Park Jimin.
✨yang army pasti Taulah ya, tu koreo lagu buat seluruh army terbakar cemburu😁😁😁termasuk saya🤭🤭🤭🤭
Dance yang banyak melakukan sentuhan dengan dance wanita membuat Rachel seperti tidak terima.Ada rasa cemburu yang kini dirasakan wanita hamil itu layaknya cemburu pada suaminya sendiri.
"Rasanya ingin mematahkan tangan dancer wanita itu."Rutuknya Menahan geram.
Cie....cemburu nih...🤭🤭🤭
Tepuk tangan riuh bergema begitu Jimin selesai dengan pertunjukan yang sangat memukau.Keringat memenuhi sekujur tubuh Jimin dan itu semakin membuat para wanita menjerit histeris.
Jimin melangkah mendekat kearah Rachel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Hai."Seru Jimin pada Rachel, berpura-pura tidak mengenali istrinya.
"Hmmm.."Balas Rachel dengan nada kesal bercampur kagum pada ketampanan idolanya tanpa menyadari kalau pria itu suaminya sendiri.
"Oppa kenalkan saya Naira." Naira tidak mau ketinggalan dan langsung menjulurkan tangannya pada Jimin penuh kecentilan.
"Apa anda Nyonya dirumah ini ?."Jimin tidak meladeni uluran tangan sahabat istrinya dan hanya memandangi istrinya yang nampak lagi kesal."Boleh tidak kau membawaku berkeliling rumah ini sebentar."Jimin ingin membawa Rachel menjauh.
"Baiklah...ayo.."Ucap Rachel dengan nada ketus.
Naira menarik tangannya kembali saat pria tampan itu lebih memilih pergi dengan Rachel sahabatnya ."Kenapa malah memilih wanita yang sedang hamil daripada gadis jomblo seperti ku!."Keluhnya penuh kecewa.
__ADS_1
"uuu...kasian."Yuri memeluk Naira sembari mengusap kepalanya.
"Jangan mengejekku eonni."Naira mendorong tubuh Yuri,sebab dia tau Yuri tidak benar-benar kasian padanya dan hanya meledeknya saja karena selalu gagal mendapatkan kekasih.
"Sayang sudah jangan mengejeknya,kasian Naira."Bela shane.
Rachel dan Jimin sudah berada di lingkungan paviliun para maid dan bodyguard.Rachel tanpa curiga sedikitpun menjelaskan setiap bangunan yang ada beserta kegunaannya.Pavilium nampak sepi karena sebagian para maid dan bodyguard berada di taman tempat acara, sedang yang lainya sedang bertugas sesuai dengan tugasnya masing-masing.
"Anda ingin tau apa lagi?."Tanya Rachel setelah selesai menjelaskan isi rumahnya.
"Aku menginginkan cintamu."Sahut Jimin santai.
Ucapan Jimin sontak membuat mata Rachel membulat.Bukan senang dengan ucapan idolanya itu, tapi Rachel merasa ilfill.Dia tidak menyangka idol sekelas itu bisa bertidak diluar nalar.
Jimin semakin melangkah mendekat sedangkan Rachel bergerak mundur dengan panik."Jangan macam-macam saya bisa memanggil bodyguard untuk menghajar anda."Ancam Rachel tajam, dengan menaikkan jari telunjuknya kearah Jimin dan terus bergerak mundur.
"Chagia..."Dengan penuh kelembutan Jimin mengucapkannya tepat diwajah Rachel lalu mengeluarkan senyum andalan nya.
Rachel tertegun mendengar suara yang sama persis dengan suaminya.Tapi detik berikutnya Rachel tersadar kalau yang dihadapannya kini bukanlah suaminya, Rachel memalingkan wajahnya menghindari kontak mata dengan pria yang bukan suaminya.
Melihat istrinya bereaksi ketakutan Jimin pun berjongkok."Sayang momymu tidak mengenali Dedy mu yang tampan ini."Jimin berbicara diperut Rachel seolah anak dalam kandungan Rachel bisa mengerti dan mendengar keluhan nya.
"뭐...?너...(mwo...Neo...\=Apa...?kau...)."
"Chagia 나야 너의 남편이야 (na ya Neo eui nampyeon i ya \= Chagia ini aku suamimu).Tunjuk Jimin pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kenapa kau mirip sekali dengan idolaku itu sayang?."
Jimin menarik Rachel masuk kedalam pelukannya."Aku juga tidak tau."Membelai rambut Rachel dengan penuh rasa cinta.
Rachel belum percaya sepenuhnya bahwa yang pria yang memeluknya sekarang adalah suaminya sendiri.Rachel mengecilkan bola matanya menatap penuh selidik pada jimin yang malah tersenyum melihat kelakuannya.
"Lepaskan."
Jimin terkaget begitu tubuhnya didorong kuat oleh Rachel."차기아 왜? (chagia wea \= chagia kenapa ?."Tanya Jimin heran dengan perubahan sikap istrinya yang tiba-tiba saja berubah.
"Aku tidak mau dipeluk,para wanita itu sudah menyentuhmu."Protes Rachel mengerucut bibirnya dan melipat kedua tangannya berbalik membelakangi Jimin.
"아이고.. (aigo \=ya ampun)Istriku sedang cemburu?."Goda jimin bahagia melihat istrinya cemburu,Jimin memeluk Rachel dari belakang,namun Rachel berusaha terlepas dari pelukan suaminya.
"Sebelum kau bersihkan,aku tidak mau kau sentuh."Sentak Rachel lalu berbalik badan menghentakkan kakinya penuh geram.Jelas Rachel geram karena sejak tadi Jimin terlihat bahagia dengan kecemburuan yang pertama kali diperlihatkannya.
"Baiklah."Jimin mengusap seluruh yang sudah disentuh para dancer wanita menggunakan ujung bajunya sendiri."Aku sudah membersihkan nya chagia ."Seru Jimin,begitu dia selesai membersihkan tubuhnya.
"Belum."Tolak Rachel dengan tegas."Kemarilah,hanya aku yang bisa membersihkannya."Rachel menarik tubuh Jimin lalu menghapus semua jejak dari tangan para dancer wanita dari tubuh suaminya menggunakan bibirnya.
Ya, begitulah cara Rachel membersihkan tubuh Jimin, dengan memberikan kecupan pada setiap bagian yang tersentuh dan itu membuat Jimin tertawa bahagia.
"Aku akan lebih sering melakukanya,agar aku bisa menikmati setiap saat."
Ucapan Jimin langsung mendapat tatapan tajam dari Rachel."Berani kau mengulanginya akan kubuat kau puasa selamanya."Balas Rachel, mata yang siap membunuh.
__ADS_1
"Chagia aku hanya bercanda."Jimin menarik ucapanya begitu Rachel mengeluarkan ultimatum yang bisa membuat Jimin tidak berkutik.Apalagi kalau bukan masalah adegan panas di ranjang mereka.Kalau Rachel sudah mengeluarkan ancaman itu maka Jimin akan seperti anak itik kehilangan induknya.
☘️☘️☘️hai...hai...para reader ku yang terhormat bab-bab akhir sudah mendekati finis.jangan lupa kasi like dan komen serta follow untuk author yang amatir ini.🙏🙏🙏🙏Salam sehat selalu buat para reader