
"Aku juga tidak tau mom, tiba-tiba saja mual
begitu melihat ajumma memasak lobster
atau seafood lainya."Terang Rachel sambil
menutup mulutnya.Rasa mualnya selalu
datang menyerang bila mendengar dan
melihat semua makanan laut.
"Apa kau sudah datang bulan?."Tanya mommy
alin.Memastikan kecurigaannya.
"Hmmm..."Rachel mengerucut bibirnya,
menggelengkan kepalanya dengan cepat dan
detik kemudian Rachel menutup mulutnya
dengan mata yang sudah membola."Mom
sudah satu bulan lebih aku belum
kedatangan tamu bulanan-ku."Mendekat
pada mommy Alin sambil berbisik.
"Bisa saja terlambat".Ucap mommy
alin,menjauhkan tubuhnya dari
Rachel.Memang Jimin selalu
menidurimu!."Sambung mommy alin dengan
remeh,seakan ingin mengetahui sesuatu.
"Dia bahkan tidak melewatkan satu malam
pun untuk tidak bercinta dengan-ku."Ucap
Rachel dengan kesal bila mengingat stamina
Jimin yang tidak pernah kendor setiap
malam menggempur tubuhnya.
Mommy alin yang mendengar curhatan vulgar
menantunya itu, seperti menggambarkan
dirinya sendiri saat baru menikah dengan
suaminya Kim Albert Adalberto barnett yang
sama persis dengan kelakuan Jimin pada
istrinya.
"Ck.. dasar,kedua pria itu memang tidak ada
bedanya."Lirih mommy alin.
"Kedua pria yang mana mom?."Tanya Rachel,
karena gumaman mommy alin tidak begitu
jelas didengar telinganya.
"Siapa lagi kalau bukan Deddy dan
Jimin."Jawab mommy alin tanpa sadar.
"Itu artinya____."
__ADS_1
"Sudah tidak perlu dibahas."Potong mommy
alin yang tersadar telah membuka aib
ranjangnya sendiri.
Tidak ingin membongkar rahasia pribadinya
lebih lagi dihadapan Rachel, mommy alin
lebih memilih masuk kembali kedalam
kamarnya.
"Mom".
Suara Rachel menghentikan langkah mommy
alin dan berdiri mematung tanpa menoleh
kebelakang.
"Tolong rahasiakan ini semua dari siapapun
terutama Jimin,dan kalau yang aku pikirkan
itu benar,aku ingin itu menjadi kado buat
ulang tahun Jimin."Rachel ingin memberikan
kejutan tepat pada hari ulang tahun Jimin
suaminya yang tinggal beberapa hari lagi.
Bukanya menjawab mommy alin hanya diam
tanpa menjawab permintaan Rachel.
Mommy alin melanjutkan langkahnya masuk
kedalam rumah setelah Rachel selesai
"Aku harap semua yang kupikirkan
benar".Ucap Rachel dengan mengusap
perutnya yang masih rata."Aku harus Segera
membeli alat itu."
Rachel beranjak dari tempatnya menuju suatu
tempat dan tentunya dia harus permisi pada
ajumma dengan alasan yang masuk akal.
*
*
Tangan Rachel gemetar,Adara rasa takut
sekaligus bahagia sekaligus
dirasakannya.Rachel mengeluarkan texpek
yang baru saj dibelinya dari dalam tas,lalu
mencelupkannya ke dalam wadah kecil yang
sudah berisi air seni miliknya sendiri.
Sambil rebahan dan berkirim pesan pada Yuri
Rachel mencoba mengalihkan
kegugupanya.Sebab dia harus menunggu
__ADS_1
alat itu selama sepuluh hingga lima belas
menit.
Alarm ponselnya berdering menandakan
sudah lima belas menit sudah berlalu.Rachel
berjalan kearah nakas dimana benda itu
diletakkannya.
"Kenapa aku jadi gugup seperti ini?."Seru
Rachel yang kini telah menutup rapat
matanya dengan tangan kirinya meremas
baju tepat didadanya."Apapun hasilnya aku
harus siap."Ujarnya,lalu membuka matanya
secara berlahan dan mengangkat testpack
kemudian melihat hasilnya.
"오모 (Omo \=astaga)."Terkejut dan bahagia
menutup mulutnya seakan tak percaya
dengan hasil testpack yang menunjukkan
garis dua berwarna merah.Itu artinya dia
positif hamil.
Butiran airmatannya mengalir begitu saja dan
tidak dapat lagi ditahan.Rasa haru dan
bahagia kini menyelimuti hatinya yang paling
dalam.
"Aku benar-benar hamil".Ulangnya dengan
tetap memandangi testpack yang masih
dipegangnya."Aku akan menjadi seorang ibu
dan Jimin akan menjadi seorang ayah!."
Rachel tak henti-hentinya memanjatkan doa
pada sang pencipta.Buah cintanya dengan
Jimin suaminya sudah hadir, dengan
penantian yang cukup lama dari segi
permintaan Jimin.
Rachel menyimpan hasil testpack miliknya
ditempat yang tidak akan Jimin temukan
sebelum Rachel sendiri yang akan
memberitahukan tepat pada hari ulangtahun
suaminya itu.
Kini dia harus menemui dan
memberitahukan mommy alin karena berkat
ibu mertuanya itu dia mengetahui kebenaran
__ADS_1
yang sangat membawa kebahagiaan
di-keluarga Kim dan barnett.