
sampai saat ini Jimin memang belum
membuplikasikan pernikahannya sekalipun
Natan sudah mendaftarkan pernikahan
mereka secara kenegaraan,itu pula sebabnya
awak media pencari berita tidak satupun
yang mengetahui identitas rachel.para media
hanya sibuk mengambil foto-foto Jimin
dengan jeslin yang selalu terlihat
menggandeng Jimin dengan penuh senyum
bahagia sebab ia tahu akan ada berita
tentang dirinya dengan pewaris tunggal
perusahaan Kim dan akan jadi bahagian dari
keluarga bangsawan barnett yang di
Inggris.
jeslin juga sesekali terlihat menjawab
pertanyaan yang diajukan para
wartawan.jimin selalu jadi incaran pihak
media yang selalu menjadi trending topik bila
para wartawan berhasil menangkap kegiatan
yang dilakukannya, itulah sebabnya Natan
sang asisiten selalu memastikan para awak
media jauh dari kehidupan Jimin dengan
kekuatan keluarga Kim yang terkenal sangat
tidak suka kehidupanya di ekspos.
Rachel yang asik berbicara dengan Naira dan
kian mendadak sesak yang bergejolak
diperutnya dan harus segera di tuntaskan,ia
pamit ke toilet kepada dua manusia yang
duduk bersamanya.
"jangan lama-lama,sebentar lagi lempar
bunga siapa tahu kamu yang dapat."ucap
Naira dengan kerlingan mata menggoda
Rachel.
"perlu aku temani gadis manis,takut nanti ada
yang culik kamu."kian selalu berusaha
menawarkan bantuan,tapi Rachel
menggelengkan kepalanya pertanda
menolak.rachel menyusuri lorong hotel
mencari toilet terdekat.
melihat Rachel pergi Jimin menghempaskan
tangan jeslin untuk mengikuti rachel.
"Jim..kamu mau kemana?."jeslin terkejut
dengan sikap Jimin yang tiba-tiba ingin pergi
jeslin berusaha mengikuti langkah kaki
Jimin.
"apa kau juga mau mengikutiku ke toilet
pria?. apa kau sudah tidak punya rasa
malu.ch..."Jimin kesal melihat jeslin yang
selalu menempel seperti nyamuk padanya.
"kenapa mommy suka sekali
mengembangbiakkan nyamuk betina seperti
dia".gerutu Jimin yang masih bisa didengar
jeslin dengan baik.mommy Jimin
memintanya untuk mengajak jeslin ke acara
pernikahan koleganya dengan alasan agar
karir jeslin semakin dikenal, karena akan
banyak wartawan yang akan menjadikan
mereka topik utama,Jimin yang sejatinya
selalu malas berdebat dengan mommynya
akhirnya dengan berat hati membawa jeslin
ikut dengannya.
"kenapa sepi sekali."Rachel tidak tahu
sepasang mata sedari tadi mengintainya,dan
menyuruh natan untuk mengawasi lorong
yang dilalui Rachel dengan cekatan Natan
__ADS_1
melakukanya dan inilah yang terjadi lorong
nampak sepi tanpa terlihat orang yang lalu
lalang.
tiba-tiba sebuah tangan membekap mulutnya
dan menariknya kesebuah ruangan yang
gelap.rachel berusaha melihat siapa pria
yang sudah berani berbuat tidak sopan
padanya tapi percuma ruangan itu sangat
gelap ia juga tidak membawa ponselnya.pria
itupun langsung mengunci Rachel
kedidinding dan dengan gerakan cepat pria
itu m**lu**t bibirnya dengan kasar,Rachel
berusaha melepaskan diri dari pria itu tapi
sungguh tenaganya tidak sebanding dengan
tenaga pria dihadapannya saat ini.
"berani sekali kau memperlihatkan
senyummanmu pada pria asing...dasar idiot."
"tuan."Rachel hapal betul dengan kata terakhir
yang diucapkan pria itu dan sudah dapat ia
pastikan kalau pria yang ada bersamanya
saat ini adalah Jimin.
"bagus,kau masih ingat denganku,hari ini
persiapkan dirimu untuk menerima
hukuman."Jimin kembali mencium bibir
Rachel sesaat dan mengambil ponselnya
menghubungi Natan.
"Natan,clierkan area Yanga akan kami lewati
tanpa terlihat satu manusiapun dan siapkan
mobil aku dan istriku akan keluar dari hotel
ini."begitu ponselnya ditutup Jimin menarik
tangan Rachel keluar dari ruangan gelap itu
dan benar saja area yang mereka lalui tidak
terlihat satu manusiapun.
acaranya belum selesai,saya juga belum
pamit sama Yuri eonni dan Shane oppa,tas
saya juga masih ada disana."berbagai
macam alasan yang Rachel lontarkan agar
Jimin melepaskannya tapi tidak sedikitpun
Jimin menggubrisnya.sampai di area parkir
Jimin langsung menyeretnya masuk kedalam
mobil.
"Natan kau urus nyamuk yang datang
bersamaku tadi,saya gak mau mommy
ajukan banyak pertanyaan nanti".Jimin malas
bila nanti mommy tau kalau ia meninggalkan
jeslin sendirian.
"maksud anda nona jeslin?."Natan
memastikan nama baru yang Jimin
sematkan pada orang lain.
"apa kau mau aku memanggilmu nyamuk
juga?."
malas berdebat dengan seorang manusia
super menyebalkan seperti Jimin Natan
hanya mengambil langkah dengan
menundukkan kepalanya agar Jimin segera
pergi dari tempat itu.
*
*
*
"pak'choi kita ke apartemen."hanya kata itu
yang keluar dari mulut Jimin setelah itu dia
hanya diam,Rachel yang melihat sikap
dinginnya membuat wanita yang duduk
didekatnya bergidik ngeri,aura iblis Jimin
semakin iarasakan.
__ADS_1
sampai disebuah pemukiman apartemen
mewah Jimin keluar dari mobil dan menuju
pintu sebelah Rahel.
"cepat turun".Jimin mengetuk kaca jendela
Rachel,ia akhirnya turun dengan tangan yang
seolah kedinginan.hingga sampai di sebuah
rumah mewah walau tidak semegah dan
seluas rumah utama tapi Rachel sangat
menyukai mulai dari dekorasi dan segala
pernak pernik isinya.
"cepat..masuk."suara Jimin
menyadarkannya.membuka sebuah ruangan
yang sudah dipastikan itu adalah salah satu
kamar yang ada.jimin membuka jas yang ia
kenakan dan melemparkannya keatas sofa.
"kemari,aku akan memberimu hukuman yang
sangat berat."senyum misterius itu semakin
membuat jantung Rachel tidak tenang.ia
menuruti dan duduk di pangkuan Jimin.
"ada
yang ingin kau ucapakan sebagai
pembelaan,yahhh mungkin hukumanmu
akan sedikit ringan."jimin memajukan
negosiasi pada Rachel walau sebenarnya itu
semua hanya sia-sia.
"maaf tuan,,saya baru kenal dengan oppa
kian".jawab Rachel gugup.
"wahhh..berani sekali kau menyebut lelaki itu dengan sebutan oppa sedangkan aku?."
menunjuk pada dirinya sendiri.
"tapi..itu permitaan oppa kian sendiri
tuan."dengan polosnya Rachel menjawab.
"ch..kau ini benar-benar minta aku
hukum."Jimin mengangkat tubuh rachel
menuju tempat tidur lalu menghempaskanya
dengan kasar,Jimin langsung membuka
kemejanya dan menindih tubuh mungil
istrinya.
"kau hanya akan memanggilku
'sayang'selama permainan
kita.mengerti."Jimin berbisik dengan lembut
ditelinga Rachel yang membuat Rachel
seolah terhipnotis dengan suara lembut
suaminya.
"tuan apa yang ingin anda lakukan?."entah
kenapa suara Rachel malah melemah setelah
bisikan Jimin barusan.
"panggil aku 'sayang'bukan 'tuan'."Jimin
kembali berbisik.
"ta..ta..Pi."Rachel merasa takut sebab tak
biasa mulutnya manggil Jimin dengan
sayang.
"tidak ada bantahan."suara tegas Jimin
membuatnya tidak ada pilihan.
"s..ssaa.aayang."suara Rachel tersendat,sangat janggal baginya menyebutkan kata 'sayang'
"ucapkan dengan benar atau denda
perjanjianmu dengan mommy aku
naikkan".mengancam Rachel agar melakukan
perintahnya.
"sayang."Rachel menutup mulutnya rapat karna malu.
Jimin yang gemas melihat tingkah istrinya
langsung menghujaminya dengan ciuman
yang bertubi-tubi mendarat di
wajahnya.rachel yang awalnya menerimanya
karna takut berlahan menikmati ciuman
suaminya.
__ADS_1