Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
kejutan ep31


__ADS_3

sampai saat ini Jimin memang belum


membuplikasikan pernikahannya sekalipun


Natan sudah mendaftarkan pernikahan


mereka secara kenegaraan,itu pula sebabnya


awak media pencari berita tidak satupun


yang mengetahui identitas rachel.para media


hanya sibuk mengambil foto-foto Jimin


dengan jeslin yang selalu terlihat


menggandeng Jimin dengan penuh senyum


bahagia sebab ia tahu akan ada berita


tentang dirinya dengan pewaris tunggal


perusahaan Kim dan akan jadi bahagian dari


keluarga bangsawan barnett yang di


Inggris.


jeslin juga sesekali terlihat menjawab


pertanyaan yang diajukan para


wartawan.jimin selalu jadi incaran pihak


media yang selalu menjadi trending topik bila


para wartawan berhasil menangkap kegiatan


yang dilakukannya, itulah sebabnya Natan


sang asisiten selalu memastikan para awak


media jauh dari kehidupan Jimin dengan


kekuatan keluarga Kim yang terkenal sangat


tidak suka kehidupanya di ekspos.


Rachel yang asik berbicara dengan Naira dan


kian mendadak sesak yang bergejolak


diperutnya dan harus segera di tuntaskan,ia


pamit ke toilet kepada dua manusia yang


duduk bersamanya.


"jangan lama-lama,sebentar lagi lempar


bunga siapa tahu kamu yang dapat."ucap


Naira dengan kerlingan mata menggoda


Rachel.


"perlu aku temani gadis manis,takut nanti ada


yang culik kamu."kian selalu berusaha


menawarkan bantuan,tapi Rachel


menggelengkan kepalanya pertanda


menolak.rachel menyusuri lorong hotel


mencari toilet terdekat.


melihat Rachel pergi Jimin menghempaskan


tangan jeslin untuk mengikuti rachel.


"Jim..kamu mau kemana?."jeslin terkejut


dengan sikap Jimin yang tiba-tiba ingin pergi


jeslin berusaha mengikuti langkah kaki


Jimin.


"apa kau juga mau mengikutiku ke toilet


pria?. apa kau sudah tidak punya rasa


malu.ch..."Jimin kesal melihat jeslin yang


selalu menempel seperti nyamuk padanya.


"kenapa mommy suka sekali


mengembangbiakkan nyamuk betina seperti


dia".gerutu Jimin yang masih bisa didengar


jeslin dengan baik.mommy Jimin


memintanya untuk mengajak jeslin ke acara


pernikahan koleganya dengan alasan agar


karir jeslin semakin dikenal, karena akan


banyak wartawan yang akan menjadikan


mereka topik utama,Jimin yang sejatinya


selalu malas berdebat dengan mommynya


akhirnya dengan berat hati membawa jeslin


ikut dengannya.


"kenapa sepi sekali."Rachel tidak tahu


sepasang mata sedari tadi mengintainya,dan


menyuruh natan untuk mengawasi lorong


yang dilalui Rachel dengan cekatan Natan

__ADS_1


melakukanya dan inilah yang terjadi lorong


nampak sepi tanpa terlihat orang yang lalu


lalang.


tiba-tiba sebuah tangan membekap mulutnya


dan menariknya kesebuah ruangan yang


gelap.rachel berusaha melihat siapa pria


yang sudah berani berbuat tidak sopan


padanya tapi percuma ruangan itu sangat


gelap ia juga tidak membawa ponselnya.pria


itupun langsung mengunci Rachel


kedidinding dan dengan gerakan cepat pria


itu m**lu**t bibirnya dengan kasar,Rachel


berusaha melepaskan diri dari pria itu tapi


sungguh tenaganya tidak sebanding dengan


tenaga pria dihadapannya saat ini.


"berani sekali kau memperlihatkan


senyummanmu pada pria asing...dasar idiot."


"tuan."Rachel hapal betul dengan kata terakhir


yang diucapkan pria itu dan sudah dapat ia


pastikan kalau pria yang ada bersamanya


saat ini adalah Jimin.


"bagus,kau masih ingat denganku,hari ini


persiapkan dirimu untuk menerima


hukuman."Jimin kembali mencium bibir


Rachel sesaat dan mengambil ponselnya


menghubungi Natan.


"Natan,clierkan area Yanga akan kami lewati


tanpa terlihat satu manusiapun dan siapkan


mobil aku dan istriku akan keluar dari hotel


ini."begitu ponselnya ditutup Jimin menarik


tangan Rachel keluar dari ruangan gelap itu


dan benar saja area yang mereka lalui tidak


terlihat satu manusiapun.


acaranya belum selesai,saya juga belum


pamit sama Yuri eonni dan Shane oppa,tas


saya juga masih ada disana."berbagai


macam alasan yang Rachel lontarkan agar


Jimin melepaskannya tapi tidak sedikitpun


Jimin menggubrisnya.sampai di area parkir


Jimin langsung menyeretnya masuk kedalam


mobil.


"Natan kau urus nyamuk yang datang


bersamaku tadi,saya gak mau mommy


ajukan banyak pertanyaan nanti".Jimin malas


bila nanti mommy tau kalau ia meninggalkan


jeslin sendirian.


"maksud anda nona jeslin?."Natan


memastikan nama baru yang Jimin


sematkan pada orang lain.


"apa kau mau aku memanggilmu nyamuk


juga?."


malas berdebat dengan seorang manusia


super menyebalkan seperti Jimin Natan


hanya mengambil langkah dengan


menundukkan kepalanya agar Jimin segera


pergi dari tempat itu.


*


*


*


"pak'choi kita ke apartemen."hanya kata itu


yang keluar dari mulut Jimin setelah itu dia


hanya diam,Rachel yang melihat sikap


dinginnya membuat wanita yang duduk


didekatnya bergidik ngeri,aura iblis Jimin


semakin iarasakan.

__ADS_1


sampai disebuah pemukiman apartemen


mewah Jimin keluar dari mobil dan menuju


pintu sebelah Rahel.


"cepat turun".Jimin mengetuk kaca jendela


Rachel,ia akhirnya turun dengan tangan yang


seolah kedinginan.hingga sampai di sebuah


rumah mewah walau tidak semegah dan


seluas rumah utama tapi Rachel sangat


menyukai mulai dari dekorasi dan segala


pernak pernik isinya.


"cepat..masuk."suara Jimin


menyadarkannya.membuka sebuah ruangan


yang sudah dipastikan itu adalah salah satu


kamar yang ada.jimin membuka jas yang ia


kenakan dan melemparkannya keatas sofa.


"kemari,aku akan memberimu hukuman yang


sangat berat."senyum misterius itu semakin


membuat jantung Rachel tidak tenang.ia


menuruti dan duduk di pangkuan Jimin.


"ada


yang ingin kau ucapakan sebagai


pembelaan,yahhh mungkin hukumanmu


akan sedikit ringan."jimin memajukan


negosiasi pada Rachel walau sebenarnya itu


semua hanya sia-sia.


"maaf tuan,,saya baru kenal dengan oppa


kian".jawab Rachel gugup.


"wahhh..berani sekali kau menyebut lelaki itu dengan sebutan oppa sedangkan aku?."


menunjuk pada dirinya sendiri.


"tapi..itu permitaan oppa kian sendiri


tuan."dengan polosnya Rachel menjawab.


"ch..kau ini benar-benar minta aku


hukum."Jimin mengangkat tubuh rachel


menuju tempat tidur lalu menghempaskanya


dengan kasar,Jimin langsung membuka


kemejanya dan menindih tubuh mungil


istrinya.


"kau hanya akan memanggilku


'sayang'selama permainan


kita.mengerti."Jimin berbisik dengan lembut


ditelinga Rachel yang membuat Rachel


seolah terhipnotis dengan suara lembut


suaminya.


"tuan apa yang ingin anda lakukan?."entah


kenapa suara Rachel malah melemah setelah


bisikan Jimin barusan.


"panggil aku 'sayang'bukan 'tuan'."Jimin


kembali berbisik.


"ta..ta..Pi."Rachel merasa takut sebab tak


biasa mulutnya manggil Jimin dengan


sayang.


"tidak ada bantahan."suara tegas Jimin


membuatnya tidak ada pilihan.


"s..ssaa.aayang."suara Rachel tersendat,sangat janggal baginya menyebutkan kata 'sayang'


"ucapkan dengan benar atau denda


perjanjianmu dengan mommy aku


naikkan".mengancam Rachel agar melakukan


perintahnya.


"sayang."Rachel menutup mulutnya rapat karna malu.


Jimin yang gemas melihat tingkah istrinya


langsung menghujaminya dengan ciuman


yang bertubi-tubi mendarat di


wajahnya.rachel yang awalnya menerimanya


karna takut berlahan menikmati ciuman


suaminya.

__ADS_1


__ADS_2