
Daripada meladeni Michael berdebat tidak
akan pernah ada habisnya.jimin lebih
memilih turun kebawah dan membiarkan
istrinya istirahat .
"Ajumma apa mommy ada di
kamarnya?."tanya Jimin yang sejak tadi tidak
melihat keberadaan wanita yang sudah
melahirkannya.
"Nyonya besar ada disana tuan
muda."ajumma menunjukkan keberadaan
mommy alin yang terlihat menyendiri disudut
ruang tamu sambil menikmati minuman
beralkohol."Bagaimana keadaan nona
muda?."ajumma satu-satunya manusia yang
selalu mengkhawatirkan Rachel sajak dulu.
"Michael sudah merawatnya, ajumma tolong
jaga istri ku.jangan biarkan Michael
menyentuhnya selagi aku tidak ada.aku ingin
bicara sebentar dengan
mom."Masalahnya Jimin tidak suka bila
Michael masuk kedalam kamarnya tanpa
pengawasan siapapun."ya sudah aku mau
ketemu mom dulu."seru Jimin dan
melangkah menuju mommynya berada.
Ajumma juga melakukan perintah Jimin
untuk menemani rachel.kadang ajumma merasa tuanya itu sedikit aneh.bagaimana tidak aneh Michael disuruhnya untuk merawat Rachel tapi tidak bisa menyentuhnya aneh bukan?.tapi itulah Jimin dengan segala sikap protektif yang kadang tidak masuk akal.
"Wah..wah...mom sedang merayakan
kekalahan mom atau sedang sedih karena
rencana mom gagal?."Jimin duduk dengan
santai dihadapan mommynya.Mengambil
minuman dari tangan mommynya.
"Kau puas sudah berhasil membawa wanita
asing itu kembali kerumah ini?."sentak
mommy alin.
"Mom cukup dia istri ku."sentak Jimin balik
tak mau kalah.ya sifat keras kepalanya dia
dapat dari momnya.
"Cih...mom membawanya kerumah ini dan
menjodohkan mu dengannya itu semua agar
kau dan jeslin bisa kembali.tapi apa yang kau
lakukan,kau malah memilih wanita asing itu
yang tidak jelas keturunannya dari pada
menikahi jeslin yang sudah mom
__ADS_1
kenal."meluapkan isi hatinya dengan emosi.suara mom alin bergetar menahan tangisnya.
"Mom...Jimin menghormati mommy tapi
bukan berarti Jimin harus selalu menuruti
semua keinginan mom."tegas jimin.tidak
tahan mendengar ucapan mommynya yang
selalu merasa benar dan merendahkan
istrinya."Jimin akan buat
wanita yang mom hina menjadi wanita yang
layak menjadi pendamping Jimin.tapi kalau mom terus mengusiknya maka dengan terpaksa Jimin akan keluar dari rumah ini."
Sontak ucapan Jimin membuat momnya
semakin marah.mommy alin tidak
menyangka cinta Jimin lebih besar pada
Rachel dari pada cinta Jimin pada jeslin dulu.
"Mom selalu akan membencinya."mommy
alin merampas gelasnya dari tangan Jimin
dengan kasar lalu meneguk minumannya
dengan sekali teguk.
mommy alin memandang Jimin dengan
matanya yang terlihat merah akibat terlalu
banyak minum.
"Terserah mom.jimin peringatkan pada
mommy untuk tidak menggangu istriku dan
jangan salahkan kalau Jimin sampai lupa
kalau mom adalah orang yang sudah
melahirkan Jimin."tegas Jimin langsung
berdiri dari duduknya."Dan jangan terlalu
banyak minum itu tidak baik untuk kesehatan
mom."Jimin berucap membalikkan tubuhnya
sebelum akhirnya pergi.
Walau dia sangat marah dengan tindakan
mommynya tapi Jimin juga tidak ingin
melihat mommynya sakit.rasa sayang Jimin
pada momnya tidak berubah hanya saja
Jimin tidak ingin mommynya menyesal
dengan tindakannya dikemudian hari.
"Huaak..."jerit mommy alin dengan air mata
yang sudah tidak bisa ditahan lagi.rasa sakit
dan kecewa pada putra kesayangannya.tapi
semua itu juga terjadi karena rencana dan
keinginannya sendiri."Bukan seperti ini yang
kuinginkan."mommy alin menutup
wajahnya.mengingat rencananya hancur
berantakan ditambah lagi dia tidak bisa lagi
__ADS_1
menyingkirkan Rachel karena Jimin sudah
memperingatkannya.
"Aunty."Michael yang baru turun melihat mom
Jimin tertunduk dan diatas meja terdapat
minuman beralkohol."aunty baik-baik
saja."Michael duduk tepat disamping
mommy alin.
"Michael kau disini?."mommy alin menghapus
airmatannya dengan tertawa mencoba
menyembunyikan masalah yang tengah
membelitnya.
"Hmm... aunty Kenapa menangis?."
"Tidak ada, aunty hanya merindukan ungle
Albert itu saja."bohong mommy alin.
Tapi Michael tidak begitu saja mempercayai
ucapannya karena Michael sudah tau
rencana dibalik pernikahan Jimin dengan
wanita pilihan mommy alin.tapi Michael juga
tidak ingin mengurusi yang bukan urusannya
dan lebih memilih berpura-pura tidak tau.
"OOO.. Michael pikir aunty lagi berantem
sama ungle."seru Michael sambil tertawa
kecil."aunty bisa ke-ingris atau suruh ungle
datang kemari so jangan sedih
aunty."Michael mengusap bahu mommy
alin."Ya sudah Michael keatas dulu aunty gak
papa disini sendirian?."
"Pergilah aunty masih ingin disini."jawabnya
sambil menunjukan minuman digelasnya.
"Jangan minum terlalu banyak nanti aunty
sakit."nasehat Michael sama persis dengan
nasehat jimin sebelum meninggalkan
mommy alin dalam kesendiriannya.Saat-saat
seperti ini sosok suami sangat dirindukannya
untuk bersandar. tapi sudah jadi
keputusannya stay di Korea Sampai
rencananya berhasil namun semuanya
sudah berakhir.kini dia sendirian dan pak'ben
orang kepercayaannya menghilang Tanpa
jejak Tanpa mengangkat telepon darinya dan
mommy alin tau betul kalau Jimin ada dibalik
hilangnya pengawal pribadinya itu.
Setelah menghabiskan minumannya mommy alin berjalan gontai menuju kamarnya.membaringkan tubuhnya dari rasa lelah dan juga efek dari minuman.
__ADS_1