Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 67.


__ADS_3

Tidak seperti pagi biasanya pagi kali ini


sangat berbeda.Diawali mandi bersama


dengan sedikit drama dengan ulah Jimin


yang selalu tidak membiarkan istrinya


mendahului dirinya dan berujung perdebatan


kecil yang selalu dimenangkan


jimin.Berlanjut dengan turun kelantai bawah


menuju meja makan dengan harus


bergandengan tangan.Jangan lupakan acara


sarapan pagi dimana Rachel harus duduk


dipangkuan suami mesumnya itu.


"Sayang aku bisa makan sendiri".rengek


Rachel dengan mulut yang penuh makanan


akibat Jimin menyuapinya dengan porsi


yang terbilang besar untuk ukuran mulut


Rachel yang mini.


rachel juga merasa kesal karena mulai hari ini


dia tidak lagi bekerja di cafe Yuri dan harus


ikut kekantor bersama Jimin setiap hari,


dengan alasan agar Jimin bisa mengajarinya


sebelum masuk kuliah.


Ya.rachel akan masuk kuliah bulan depan


sesuai permintaan Jimin suaminya dan tentu


saja Rachel tidak menolaknya.Kuliah


merupakan impiannya sejak dulu walau


Rachel tidak terlalu pintar.Namun impiannya


itu harus dikuburnya dalam-dalam mengingat


ekonomi kedua orangtuanya kala itu sangat


memprihatinkan , dan sekarang ada peluang


untuk itu maka Rachel tidak akan


menyia-nyiakan kesempatan itu.


"Jangan membantah."seru Jimin menarik


pinggang istrinya yang berusaha lari dari


pangkuannya."Aku tidak suka melihat


tubuhmu yang kurus ini."


Dengan wajah cemberut Rachel menerima


suapan demi suapan dari jimin tanpa ada


bantahan lagi sampai akhirnya seluruh isi


piring Rachel tandas tak tersisa.


"Bagus..."senyum Jimin terukir kala istrinya

__ADS_1


sudah menghabiskan makanannya."ajumma


jangan lupa vitamin untuk istriku."


Segera ajumma mengambil dan menyerahkan


vitamin yang Jimin minta.setelah acara


makan selesai Jimin dan Rachel berangkat


kekantor dan jangan lupakan cara duduk


Rachel yang akan selalu dipangkuan Jimin


suami mesumnya itu.


"Tuan ini semua buku-buku yang nona


butuhkan untuk ujian masuk perguruan


tinggi." Dengan susah payah Natan


meletakkan buku yang cukup banyak diatas


meja Jimin.


"Sayang buku sebanyak ini?."tunjuk Rachel


dengan mata melotot pada tumpukan buku


yang menjulang tinggi di atas meja kerja


suaminya."Untuk apa?."tanya Rachel


kebingungan.Baru saja tiba dikantor milik


suaminya Rachel sudah disuguhkan


pemandangan yang membuatnya


tercengang.


sambil mencek ulang semua buku yang


dibawa Natan keruangannya.


"what?"


pekik Rachel tak percaya."Bagaimana bisa


aku membaca semua itu!."protes rachel


dengan setengah berteriak tak percaya jika


dia harus belajar mati-matian untuk masuk


kuliah.


"chagia are you ok?."tanya Jimin bergegas


menghampiri Rachel yang terlihat lemas dan


memegangi kepalanya.


"Aku tidak mau kuliah".seru Rachel dengan


suara lemah setelah Jimin menuntunnya


duduk disofa.


Awalnya Rachel sangat antusias ketika Jimin


menyuruhnya untuk kuliah tapi hari ini


sepertinya dia tidak lagi menginginkannya


lagi.Otaknya tidak sepintar itu untuk bisa


mengingat setiap isi dari buku-buku yang

__ADS_1


diberikan Natan.


"Jangan khawatir itu semua buku-buku


referensi tentang jurusan.kau tinggal pilih


saja jurusan apa yang kau inginkan chagia."


"Jadi aku tidak harus menghapal buku itu


semua?". Pertanyaan Rachel langsung


mendapat sentilan dari Jimin tepat di


keningnya.


"Apa kau pikir aku suami yang sudah


gila?."balas jimin dengan senyum


khasnya."Aku juga akan membantu


mu.apapun itu."ucap Jimin memberi


semangat pada istrinya."kau tau suamimu ini


sangat jenius."ucap Jimin dengan


sombongnya.


Mendengar ucapan Jimin Rachel akhirnya


bisa mengukir senyuman indahnya dan


memeluk Jimin dengan penuh


haru."Gomawo."seru Rachel dalam pelukan


Jimin.


"Karena aku baik maka hukuman mu akan


bertambah".ucap Jimin dengan seringai iblis


mesum dibibirnya.


"Haissss...kau ini". Rachel memukul bahu


Jimin dan menarik tubuhnya dari pelukan


Jimin dengan kesal."Apa tidak bisa sehari


saja untuk tidak menghukum ku?."protes


Rachel memeluk tubuhnya sendiri.


"Tidak bisa chagia".bantah Jimin diiringi tawa


dan menarik tubuh kecil Rachel kembali


masuk dalam pelukannya.


Seharian ini keduanya sibuk dengan kegiatan


masing-masing dan sesekali Jimin akan


mengusik ketenangan istrinya dengan


bercumbu dengan alasan untuk


menghilangkan rasa lelahnya dari pekerjaan.


Rachel walau terlihat kesal dengan segala


kelakuan suaminya yang terkadang seperti


bayi tua yang ingin dimanja dan diperhatikan.


pada akhirnya Rachel juga tidak tega dan

__ADS_1


menuruti kemauan sibayi tuanya itu.


__ADS_2