
Setelah beberapa menit menghubungi Nicky melalui ponselnya. Shane mengangkat tangannya saat melihat Nicky datang ditemani salah seorang pelayan memasuki taman belakang.
"Selamat malam tuan jimin."Nicky langsung menyapa Jimin tuan rumah dengan sopan menjulurkan tangannya.
"Malam."Jawab Jimin dengan acuh.
"Hai rach lama tidak bertemu,kau semakin cantik saja."Nicky beralih menyapa wanita yang pernah disukainya sembari tersenyum. Dari dulu sampai sekarang rasa itu masih ada,akan tetapi Nicky tidak akan pernah bisa memilikinya.
"Malam oppa,apa kabar?sudah lama tidak bertemu."Sambut Rachel dengan senyum yang bisa menggoyahkan hati Nicky setiap saat.
Melihat tatapan Nicky pada Rachel istrinya membuat dada Jimin bergemuruh,ditambah lagi pria itu dengan beraninya memuji istrinya tepat didepannya.
"Sebaiknya kau bawa dia pulang,sebelum gadis itu semakin tidak terkendali."Tegas jimin dengan kata lain Jimin tidak ingin melihat Nicky berlama-lama dirumahnya.
"Dimana Naira?."Tanya Nicky yang memang tujuannya datang untuk membawa gadis itu kembali.
"Dia ada disana."Tunjuk Shane kearah DJ yang masih sibuk memainkan musik disko."Tunggu sebentar,ayo sayang."Shane menggendong Yuri masuk kedalam mobil terlebih dulu lalu membantu Nicky untuk memapah Naira yang tengah mabuk berat.
Dibantu Jimin dan juga Rachel akhirnya Naira berhasil di masukkan kedalam mobil Nicky dengan susah payah.
"Kalau begitu kami permisi dulu tuan, Rachel ."Ucap Shane membungkuk pada jimin dan Rachel berpamitan,di ikuti Nicky lalu masuk kedalam mobil masing-masing.
"Hati-hati oppa."Rachel melambaikan tangannya saat mobil Nicky dan Shane bergerak meninggalkan kediaman mereka.
__ADS_1
"Chagia,sebaiknya kau juga istirahat."Jimin merangkul bahu istrinya dan membawanya kekamar untuk istirahat.
*
*
Didalam mobil Naira tidak bisa diam, gadis itu mengoceh tidak jelas.Naira bahkan masih asik bergoyang meski tubuhnya sudah diikat menggunakan safety belt.
"Naira diamlah dan jangan banyak bergerak kau mengganggu konsentrasi ku mengemudi."Bentak Nicky yang sejak tadi menahan suara Naira yang memekakkan telinganya.Bukan itu saja kaki Naira selalu saja naik keatas pahanya dan membuat Nicky semakin kesal.
Bukanya diam Naira malah melepaskan kait pengaman dari tubuhnya lalu duduk dipangkuan Nicky,saling berhadapan.
"Citt..cittt...
"Oppa aku menyukaimu sejak dulu tapi kau malah menyukai sahabatku."Ucap Naira dengan mata terpejam dan tangan sudah bertengger dileher Nicky.
"Bicara apa kau ini?cepat duduk dikursi mu,oppa akan mengantarmu pulang."Tegas nicky melepaskan rangkulan Naira dari lehernya,namun gadis itu malah menolak dan semakin merapatkan tubuhnya menempel ditubuh Nicky.
Nicky terdiam ia sama sekali tidak tau kalau Naira selama ini menyimpan perasaan padanya.
"Aku tidak mau."Ucap Naira lalu mencium bibir Nicky dengan mata tertutupnya.
"Gadis bodoh,apa yang kau lakukan?."Geram Nicky,menghapus jejak ciuman Naira dari bibirnya.
__ADS_1
Naira kembali melabuhkan ciumannya dibibir pria yang selama ini disukainya, tapi tidak punya keberanian untuk mengungkapkannya .Tapi entah karena dorongan minuman yang diteguknya membuatnya memiliki nyali untuk mengungkapkan semua isi hatinya malam ini.
"Nicky oppa Sarange."Ucapnya setelah melepaskan tautan bibirnya dari bibir pria yang sangat disukainya.
Ya, Nicky diam dan membiarkan Naira me*lu*mat bibir nya sesuka hati gadis itu.Nicky juga tidak menikmati dan juga menolak ciuman Naira.Pria itu hanya diam mematung tanpa berniat membalasnya.
Berbeda dengan Naira yang begitu menikmati ciuman pertamanya hingga membuat setengah kesadaran gadis itu pulih.Tidak mendapat penolakan dari Nicky membuat Naira semakin berani,gadis itu melepas satu persatu kancing bajunya tepat didepan mata Nicky tanpa malu sedikitpun.
"Naira jangan coba memancingku."Mata Nicky sudah menyorot tajam pada naira.sebagai pria normal pastilah dia memiliki gairah bila dihadapkan dengan situasi saat ini.Seorang pria bisa bercinta dengan wanita yang tidak dicintainya sama sekali begitu pula dengan Nicky.
Naira tidak mengindahkan sama sekali ucapan nicky,kini tubuh bagian atasnya sudah polos dan menampilkan dada yang sangat menantang.
Napas Nicky naik turun melihat pemandangan didepan matanya.Jika dia tolak maka dia akan sangat rugi besar tapi bila dilanjutkannya akan ada penyesalan dikemudian hari,itulah yang ada di pikirannya saat ini.
"Oppa".Panggil Naira dengan suara seraknya.
Mendengar itu Nicky tak kuasa untuk menolak."Baiklah ,kalau kau memaksa."Seru Nicky dan langsung menerkam Naira tanpa ampun dan membaringkan gadis itu di kursi belakang kemudi.
Nicky tidak menggunakan kelembutan sedikitpun pada naira,bahkan saat memasuki inti gadis itu Nicky melakukan dengan sekali hentakan tanpa rasa iba sekalipun gadis itu meringis kesakitan.
Malam itu dimobil Nicky naira melepaskan mahkotanya dan membiarkan pria yang disukainya sejak lama mengambilnya.
"Jangan coba-coba menuntut ku, karena ini semua keinginan mu sendiri."Ucap Nicky dengan tegas tak terbantahkan, begitu mereka selesai melakukan making love."Dan jangan berani menceritakan pada siapapun."Ucap Nicky penuh nada ancaman.
__ADS_1
Naira hanya mengangguk pelan menahan rasa sesak di dadanya.menyesal juga percuma karena dialah yang memulainya.