
Dua tahun telah berlalu,Jimin dan Rachel sudah memiliki seorang putra yang diberi nama Kim taehyung Adalberto barnett.
Rachel juga telah menyelesaikan kuliahnya dan sekarang Rachel sibuk dengan kegiatan menolong para TKW yang memiliki permasalahan dengan tempat mereka bekerja yang sudah ditekuninya dua tahun ini.Tentu saja semua permasalahan bisa teratasi dengan kekuasaan yang dimiliki suaminya.
"Chagia.. jangan terlalu capek."Jimin menghampiri Rachel dan memijat bahu istrinya yang sejak tadi duduk didepan komputer."Kasihan bayi kita."Ujar Jimin mengusap perut Rachel.
Ya, Rachel tengah mengandung anak kedua setelah perdebatan panjang dengan Jimin.Awalnya Jimin tidak setuju jika istrinya kembali hamil.Trauma dengan kelahiran putra pertamanya membuat Jimin tidak menyetujui Rachel untuk hamil lagi.
✨prov.
"Apa kau ingin putra kita sama seperti kita berdua,tidak punya saudara dan hanya hidup sendirian."Jelas Rachel memberikan pandangan pada Jimin yang kala itu berkeras dengan pendiriannya.
"Chagia,aku tidak bisa melihatmu kesakitan untuk kedua kalinya."Sahut Jimin sendu.Dulu saja pria itu pingsan berulangkali saat Rachel diruang operasi.
"Chagia...미안 정말 미안해 (chagia...Mian jeongmal mianhae \=maaf sungguh maaf)."Ucap Jimin berulangkali dengan menggenggam tangan Rachel didadanya,air mata Jimin tidak hentinya menangis meski Rachel mengatakan kalau dia tidak merasakan sakit sedikitpun tapi Jimin tidak percaya.Bagaimana mungkin tidak sakit saat pisau bedah sudah membelah perut istrinya, itu lah yang ada dipikiran Jimin kala itu.
"Kalau begitu aku akan menikahi Park jimin saja ."Ancam Rachel sudah putus asa untuk mengubah pendirian suaminya.
__ADS_1
Ancaman konyol itu akhirnya berhasil dan Jimin menyetujui Rachel untuk hamil dengan catatan menempatkan bodyguard wanita di sekeliling Rachel selama Jimin tidak ada di dekatnya.
Rachel menyetujui persyaratan dari Jimin walau dengan berat hati.
✨Back.
"Biarkan Natan yang meneruskannya ." Bujuk Jimin menarik tangan Rachel agar menjauh dari komputernya.
"Sayang ini tinggal sedikit lagi,mumpung putraku tidur."Ucap Rachel mengarahkan pandangannya pada anak laki-laki yang berumur setahun lebih yang tengah tertidur pulas di ranjang.
Jimin menghela napasnya dengan panjang."Aku pikir setelah di Inggris kau akan lebih tenang."Dengan membawa Rachel ke Inggris Jimin berharap istrinya itu lebih santai untuk mengurusi pekerjaan nya sebab Naira sudah dikorea untuk membantu mengurusi para pekerja yang bermasalah tapi ternyata salah Rachel tetap tidak bisa menutup mata jika berkaitan dengan orang satu negaranya yang mendapat masalah dinegara orang lain dan sebisa mungkin Rachel dan timnya mencari solusi.
"Sayang..."Rachel merayu Jimin yang terlihat masih kesal dengannya."Aku mencintaimu."Rachel melompat ke gendongan jimin dan mengalungkan tangannya dileher suaminya yang tampan.
"Kau selalu saja berhasil merayuku."Jimin tersenyum sumringah rasa kesalnya menghilang begitu saja begitu istrinya mulai mengeluarkan jurus manja dan itu selalu berhasil membuat Jimin luluh.
"Sayang..perutku mulas."Ucap Rachel tiba-tiba .
__ADS_1
"Jangan-jangan kau mau melahirkan."Seru Jimin yang mulai panik dan memanggil pelayan dan pengawal untuk bersiap kerumah sakit tidak ketinggalan dengan kedua orangtuanya yang sudah berada di Inggris sebulan yang lalu.
"Is kau ini."Kesalnya."Aku lapar."Ungkap Rachel mencibikkan bibirnya.Sudah pasti Rachel kesal melihat semua para maid dan bodyguard ditambah Dedy dan mommy Jimin sudah berkumpul dikamar mereka.
Rachel ingin membungkam mulut Jimin yang sedari tadi menjerit memanggil semua orang.Tapi tidak jadi karena putranya sudah terbangun karna kebisingan suara suaminya.
"Mommy,dedy." anak kecil itu terisak.Taehyung terbangun mendengar suara teriakan Jimin sekaligus terkejut melihat banyak orang berkumpul di depan dan didalam kamar orang tuanya.
"Hei...Hero momy sudah bangun."Rachel menghampiri putra kecilnya lalu mendekapnya."Is ok...mom here."Rachel mengusap punggung menenangkan putranya.
"Jangan menangis sayang."Jimin membawa taehyung dalam gendongannya.
"Ini semua ulahmu." Rachel berucap dengan sarkas."Semaunya bubar saya tidak apa-apa."Membubarkan para maid dan bodyguard yang berkumpul di kamarnya.
Mom dan Dedy Jimin menggelengkan kepala melihat kepanikan putranya."Bukankah dokter sudah menentukan tanggal operasi Rachel?."Seru mom Jimin menatap kesal pada putranya.Ini bukan kali pertama Jimin membuat kehebohan,hampir setiap hari Jimin akan berteriak memanggil semua penghuni rumah jika Rachel mengeluh.
"Biar Dedy dan momy menenangkan taehyung."Dedy Jimin menghampiri cucunya masih menangis walau sudah di gendongan Jimin.
__ADS_1
Mom dan Dedy jimin membawa taehyung keluar jalan-jalan agar cucunya itu lebih tenang."grand pa akan belikan Tae eskrim yang banyak."Bujuk Dedy Jimin dan itu berhasil membuat taehyung diam seketika begitu mendengar kata eskrim.