
Hari ini Rachel dan Jimin akan pulang
kerumah sesuai janji pria itu setelah
benar-benar mengurung wanitanya di
apartemen selama tiga hari.
Rachel sangat senang bisa berjumpa dengan
mommy alin dan Deddy Albert kembali
jangan lupakan ajumma yang selalu
dirindukan. Sepanjang perjalanan Rachel
terlihat bahagia berbeda dengan Jimin yang
lebih banyak diam dan memeluk Rachel.
"Akhirnya kalian pulang juga". momnya alin
menampilkan senyum ketidak sukaan ketika
Rachel dan Jimin memasuki rumah.
"Mommy, Deddy."Rachel membungkukkan
badannya dihadapan mom dan ded
jimin.rachel memeluk mommy alin tapi
mommy alin menolaknya dengan membuang
pandangannya kearah lain.rachel diam seribu
bahasa melihat penolakan dari mommy alin
dan beralih memeluk Deddy Albert.
"Ajumma bawa ini ke atas."menyerahkan
koper yang dibawanya pada
ajumma."Pergilah keatas."Rachel juga di
perintahkan untuk mengikuti ajumma.
"Ded bisa kita bicara diruang kerja
Jimin."dengan cepat Deddy Albert
menyetujuinya.dia juga ingin mengetahui apa
yang sebenarnya terjadi.
"Mom Jimin hanya ingin bicara berdua
dengan Ded."Jimin menghentikan langkah
mommynya yang ingin mengikuti mereka.
"Tapi mom juga berhak tau."mommy alin
menatap tajam pada putranya.
"Ada saatnya Jimin bicara empat mata
dengan mom.tapi kali ini Jimin ingin bicara
berdua saja dengan Ded."
"Yobo."Deddy Jimin memberikan isyarat pada
istrinya."hormati juga keinginan putra
kita."mommy alin mendengar perkataan
suaminya.mommy alin memilih masuk ke kamarnya ada rasa kesal dan takut dalam hatinya.
__ADS_1
"Bicaralah son."seru Deddy Albert begitu
mereka berdua duduk saling berhadapan.
"Sebenarnya mom merencanakan semua ini
dan ingin membuat jeslin dan Jimin bersama
lagi."jimin menceritakan semua perjanjian
antara Rachel dan momnya.
"What?."
Deddy tidak menyangka istrinya bertidak
sejauh itu dan membuat seorang gadis yang
tidak berdaya seperti Rachel jadi terseret.
"kasian sekali Gadis itu, seandainya Deddy
tau semua rencana mommy pasti Deddy
tidak akan pernah mendukung perjodohan kamu son."sesal Deddy Albert.
"Kalau begitu secepatnya Deddy akan
mengirimnya pulang ke negaranya,
keluarganya pasti sangat merindukan
Rachel."Deddy Albert sangat merasa
bersalah pada Rachel.
"Tidak Ded.. wanita itu tidak boleh
kemana-mana."sahut jimin, sungguh dia ingin
wanita itu selalu disisinya.
gadis itu?."bentak Deddy Albert, karena
Deddy Albert tau Jimin tidak mencintai
Rachel."masa depannya masih
panjang.biarkan dia menemukan orang yang
dia cintai."
"Tapi akulah yang dia cintai Ded."dengan
penuh percaya diri Jimin berbicara."satu lagi jangan menyebutnya seorang gadis."dengan bangganya Jimin melipat tangannya di dada.
"Apa kau____."Deddy Albert menatap putranya yang mengangguk santai."Apa Rachel juga mencintai mu son?."Deddy Albert memasang wajah serius karena bila salah satu diantara mereka tidak ada rasa cinta maka Deddy akan tetap mengembalikan Rachel kenegara asalnya.
"Ya..memang ada wanita yang menolak ki."Itulah Jimin tingkat kenarsisan yang melewati ambang batas,tapi ada benarnya juga dengan ucapan jimin.mana ada wanita yang bisa menolak pria dengan sejuta pesona itu.
"sekarang dia sudah menjadi wanita ku."
Pengakuan Jimin bukanya membuat Deddy
Albert murka malah membuat Deddy Albert tertawa.Deddy seperti melihat dirinya sendiri didalam diri putranya.deddy juga merasa
sangat senang karena pada akhirnya
putranya menemukan wanita yang
dicintainya walau awalnya Deddy Albert
sangat yakin kalau putranya itu tidak
mencintai Rachel sedikitpun.
"Deddy bangga pada mu son."memeluk putra
kesayangannya itu."Harus lebih kerja keras lagi agar Deddy cepat gendong cuci."Bisik Deddy Albert dan menepuk bahu jimin.
__ADS_1
Jimin menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar ucapan Deddy Albert seperti sebuah tantangan untuk dirinya."Jimin akan bekerja siang dan malam. Ded" seru Jimin pada Deddy Albert yang dibalas anggukan dan tawa dari keduanya.
meskipun Deddy keturunan
bangsawan Inggris tapi tidak pernah
mempermasalahkan dengan siapa kelak
Jimin akan menikah.baginya kebahagiaan
putranya hal yang paling terpenting.
*
*
Dikamar ajumma mengajukan banyak
pertanyaan pada Rachel karena sudah
menghilang tanpa kabar selama tiga
hari.ajumma juga sangat khawatir tapi
mendengar penjelasan pak'choi ajumma bisa
lebih tenang.
"Lain kali kabari ajumma."Rachel duduk
di sofa bersama ajumma.dia juga merasa
bersalah karena membuat ajumma khawatir.
rachel mengangguk menjawab permintaan
ajumma."Maaf ajumma."
"Nona sudah makan?."ajumma tau Rachel
tidak diperbolehkan turun kebawah untuk
menghindari mommy alin.
"Sudah ajumma."jawab Rachel jujur.memang
mereka berdua singgah di sebuah restoran dalam perjalanan kerumah.
"saya langsung istirahat saja ajumma, besok
saya sudah harus kembali bekerja."
"Ya sudah nona istirahat, ajumma juga ada
kerjaan ."ajumma membiarkan Rachel untuk
istirahat sesuai dengan permintaan Rachel.
Rachel naik keranjang begitu ajumma keluar
dari kamarnya rasanya tenaga yang terkuras
selama di apartemen belum pulih benar. setiap malam dia akan begadang akibat ulah
Jimin yang setiap malam mengganggu
tidurnya dengan aksi panas yang mereka lakukan sampai membuat tubuhnya remuk dan sialnya lagi Rachel selalu tidak mampu untuk menolaknya.
"Ahhh."merebahkan tubuhnya sambil
merentangkan tangannya.mengeliat ke kiri
dan ke kanan meregangkan otot-otot yang
masih kaku."Semoga tidurku bisa
nyaman."memejamkan matanya karena rasa
kantuknya sudah sangat berat.
__ADS_1
"Malam ini aku membiarkan mu tidur,tapi jangan harap untuk malam berikutnya."mengecup bibir Rachel sekilas.jimin yang baru memasuki kamarnya melihat wanitanya tertidur pulas.Jimin menarik selimut menutupi tubuh wanitanya.