
"Ada yang bisa saya bantu?."Tanya dokter
Hana yang juga merupakan dokter obgyn
yang terkenal di kota soul.
"Hana, adik ipar ku ingin memeriksakan
kehamilannya."Sahut Michael.
"Kalau begitu silahkan nona muda."Dokter
Hana mengarahkan Rachel ke brankar
dengan sangat ramah,lalu membaringkan
Rachel diatas brankar dan memulai
pemeriksaan.
Jimin dengan setia mendampingi Rachel
istrinya, tangannya tidak pernah lepas
menggenggam tangan istrinya."Kau
takut?."Tanya Jimin lembut, merasakan
tangan Rachel yang tiba-tiba menjadi dingin.
"Sedikit."Rachel tersenyum mengangguk
menutupi kegugupannya.
"괜찮아 ,나 여기 있어 (gweanchahna, na
yeogisseo \= tidak apa-apa,aku disini)."Jimin
mengusap kepala Rachel dengan
lembut,meski Jimin juga merasa gugup.
"Tidak apa-apa cantik,ini tidak sakit sama
sekali."Imbuh Michael,namun mendapat
tatapan membunuh dari Jimin.
"Sekali lagi kau memuji istri ku,habis kau
Michael."Bisik Jimin, penuh nada ancaman.
"Idik ipar."Ralat Michael yang mulai merasa
horor dengan tatapan dan juga ancaman
Jimin.
Kini ketiganya fokus pada layar yang
menampilkan gambar abstrak karena baik
Jimin ataupun Rachel tidak mengerti sama
sekali,hanya berfokus pada penjelasan
dokter Hana.Jimin bahkan sampai terharu
saat dokter Hana menunjukkan janin yang
ada diperut Rachel istrinya.
"Chagia Trimakasih,i love you so much."Jimin
berucap dengan penuh haru, mencium pipi
Rachel tanpa rasa malu dengan pandangan
Michael dan Dokter Hana.Sedangkan Rachel
tersenyum penuh kebahagiaan.
Selesai melakukan USG, Rachel dan Jimin
kembali duduk dan mendengarkan
penjelasan dokter hana lebih lanjut.Deddy
dan Mommy Jimin serta ajumma juga ikut
bergabung untuk mengetahui hasil dari USG
__ADS_1
yang barusan dilakukan Rachel.
"Usia kandungan nona muda delapan Minggu
dan semua baik jadi tidak ada yang perlu di
khawatirkan."
Ajumma dan Mommy alin saling berpelukan,
tersenyum bahagia mendengar penjelasan
dokter Hana."Nyonya besar, sebentar lagi
akan jadi halmoni \=nenek."
Mommy dan Deddy Jimin bahagia,tidak lama
lagi rumah kediaman mereka akan dipenuhi
tangis bayi kecil.Kini Mommy alin tidak lagi
mempermasalahkan status Rachel yang
hanya berasal dari keluarga biasa dan
miskin.Sekarang dia hanya ingin melihat
Jimin bahagia bersama keluarga kecilnya
kelak.
"Harus jaga pola makan dan jangan stres atau
melakukan kegiatan yang berat-berat
dulu."Lanjut dokter Hana."Kalau ada yang
mau ditanyakan silahkan?."
"Setiap pagi istri saya selalu mual,apa itu juga
tidak masalah?."Tanya Jimin,tidak tega
melihat istrinya selalu muntah setiap bangun
pagi dan itu sangat membuat Jimin merasa
cemas.
itu wajar dialami ibu hamil sampai tree
semester pertama,tidak perlu cemas.Satu
lagi,selalu rutin minum susu untuk ibu
hamil."Jelas dokter Hana.
"Satu lagi".Ucap Jimin.
"Silahkan tuan muda ingin menanyakan
apa?."Tanya Hana penuh hormat pada Jimin.
Jimin melirik pada kedua orangtuanya dan
juga ajumma."Mom,Ded dan ajumma bisa
tunggu kami diluar."Jimin enggan
mengutarakan pertanyaannya pada dokter
hana,bila ada ajumma dan kedua
orangtuanya.
Tanya banyak meminta penjelasan kenapa
mereka harus keluar dari ruangan obgyn?.
Ketiganya lebih memilih keluar dari ruangan
sesuai dengan permintaan putranya.
Sementara Michael mengerutkan
keningnya,menatap penuh selidik kearah
jimin,memikirkan pertanyaan apa yang ingin
ditanyakan pria arogan yang menjadi
__ADS_1
sepupunya itu,sampai kedua orangtuanya
sekalipun tidak bisa mendengar-nya.
"Kau juga keluar sana."Usir Jimin pada
Michael.Jimin ingin pertanyaan yang dia
tanyakan hanya dokter Hana dan juga istrinya
saja yang bisa mendengar-nya.
"Ck,aku juga seorang dokter.tanyakan saja
yang ingin kau tanyakan."Balas Michael
memutar bola matanya dengan malas.
"Terserah kau saja."Jimin membiarkan
Michael dengan berat hati karena Rachel
sudah menatapnya dengan tatapan
menohok.Pada akhirnya Jimin harus
mengalah karena tidak ingin membuat istri
tercintanya menjadi kesal."Apa aku masih
bisa bercinta dengan istriku dalam keadaan
hamil seperti ini?."Jimin mengangkat tangan
kirinya untuk menutup sebelah mulutnya
seolah sedang berbisik pada dokter Hana.
"Sudah kuduga."Cibir Michael,menarik sudut
bibirnya.
Sebagai seorang dokter dan juga sepupu
Michael bisa membaca pikiran kotor Jimin
dengan baik.
Sedangkan Rachel terlihat menahan malu
mendengar pertanyaan Jimin suaminya yang
tidak berfilter itu.Rachel bahkan meremas
paha bagian dalam Jimin dengan kuat dan
membuat Jimin meringis menahan sakit di
pahanya.
"Chagia 아프지 마 (apeujima \=jangan,sakit)."Bisik Jimin, menahan sakit.
"Rasakan".Bisik Rachel kembali dengan kesal
sambil tersenyum pada dokter Hana dan juga
Michael.
Michael menutupi mulutnya dengan satu
tangan,menahan tawa melihat sepupunya itu
nampak tidak berkutik pada istrinya."Rasakan
pembalasan ku,ayo adik ipar hajar
terus."Ucap Michael dalam hati.
"Tidak masalah,asal lakukan dengan lembut
dan jangan membuat nona muda terlalu
lelah."Jawab dokter Hana.dokter Hana tidak
begitu terkejut dengan pertanyaan Jimin
karena sudah biasa mendengar-nya dari
para pasiennya.Bahkan dokter Hana kadang
menjelaskan pada pasiennya tentang hal itu.
__ADS_1
Terutama pada pasien yang baru hamil anak
pertama seperti Rachel.