Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 92.


__ADS_3

"Ada yang bisa saya bantu?."Tanya dokter


Hana yang juga merupakan dokter obgyn


yang terkenal di kota soul.


"Hana, adik ipar ku ingin memeriksakan


kehamilannya."Sahut Michael.


"Kalau begitu silahkan nona muda."Dokter


Hana mengarahkan Rachel ke brankar


dengan sangat ramah,lalu membaringkan


Rachel diatas brankar dan memulai


pemeriksaan.


Jimin dengan setia mendampingi Rachel


istrinya, tangannya tidak pernah lepas


menggenggam tangan istrinya."Kau


takut?."Tanya Jimin lembut, merasakan


tangan Rachel yang tiba-tiba menjadi dingin.


"Sedikit."Rachel tersenyum mengangguk


menutupi kegugupannya.


"괜찮아 ,나 여기 있어 (gweanchahna, na


yeogisseo \= tidak apa-apa,aku disini)."Jimin


mengusap kepala Rachel dengan


lembut,meski Jimin juga merasa gugup.


"Tidak apa-apa cantik,ini tidak sakit sama


sekali."Imbuh Michael,namun mendapat


tatapan membunuh dari Jimin.


"Sekali lagi kau memuji istri ku,habis kau


Michael."Bisik Jimin, penuh nada ancaman.


"Idik ipar."Ralat Michael yang mulai merasa


horor dengan tatapan dan juga ancaman


Jimin.


Kini ketiganya fokus pada layar yang


menampilkan gambar abstrak karena baik


Jimin ataupun Rachel tidak mengerti sama


sekali,hanya berfokus pada penjelasan


dokter Hana.Jimin bahkan sampai terharu


saat dokter Hana menunjukkan janin yang


ada diperut Rachel istrinya.


"Chagia Trimakasih,i love you so much."Jimin


berucap dengan penuh haru, mencium pipi


Rachel tanpa rasa malu dengan pandangan


Michael dan Dokter Hana.Sedangkan Rachel


tersenyum penuh kebahagiaan.


Selesai melakukan USG, Rachel dan Jimin


kembali duduk dan mendengarkan


penjelasan dokter hana lebih lanjut.Deddy


dan Mommy Jimin serta ajumma juga ikut


bergabung untuk mengetahui hasil dari USG

__ADS_1


yang barusan dilakukan Rachel.


"Usia kandungan nona muda delapan Minggu


dan semua baik jadi tidak ada yang perlu di


khawatirkan."


Ajumma dan Mommy alin saling berpelukan,


tersenyum bahagia mendengar penjelasan


dokter Hana."Nyonya besar, sebentar lagi


akan jadi halmoni \=nenek."


Mommy dan Deddy Jimin bahagia,tidak lama


lagi rumah kediaman mereka akan dipenuhi


tangis bayi kecil.Kini Mommy alin tidak lagi


mempermasalahkan status Rachel yang


hanya berasal dari keluarga biasa dan


miskin.Sekarang dia hanya ingin melihat


Jimin bahagia bersama keluarga kecilnya


kelak.


"Harus jaga pola makan dan jangan stres atau


melakukan kegiatan yang berat-berat


dulu."Lanjut dokter Hana."Kalau ada yang


mau ditanyakan silahkan?."


"Setiap pagi istri saya selalu mual,apa itu juga


tidak masalah?."Tanya Jimin,tidak tega


melihat istrinya selalu muntah setiap bangun


pagi dan itu sangat membuat Jimin merasa


cemas.


itu wajar dialami ibu hamil sampai tree


semester pertama,tidak perlu cemas.Satu


lagi,selalu rutin minum susu untuk ibu


hamil."Jelas dokter Hana.


"Satu lagi".Ucap Jimin.


"Silahkan tuan muda ingin menanyakan


apa?."Tanya Hana penuh hormat pada Jimin.


Jimin melirik pada kedua orangtuanya dan


juga ajumma."Mom,Ded dan ajumma bisa


tunggu kami diluar."Jimin enggan


mengutarakan pertanyaannya pada dokter


hana,bila ada ajumma dan kedua


orangtuanya.


Tanya banyak meminta penjelasan kenapa


mereka harus keluar dari ruangan obgyn?.


Ketiganya lebih memilih keluar dari ruangan


sesuai dengan permintaan putranya.


Sementara Michael mengerutkan


keningnya,menatap penuh selidik kearah


jimin,memikirkan pertanyaan apa yang ingin


ditanyakan pria arogan yang menjadi

__ADS_1


sepupunya itu,sampai kedua orangtuanya


sekalipun tidak bisa mendengar-nya.


"Kau juga keluar sana."Usir Jimin pada


Michael.Jimin ingin pertanyaan yang dia


tanyakan hanya dokter Hana dan juga istrinya


saja yang bisa mendengar-nya.


"Ck,aku juga seorang dokter.tanyakan saja


yang ingin kau tanyakan."Balas Michael


memutar bola matanya dengan malas.


"Terserah kau saja."Jimin membiarkan


Michael dengan berat hati karena Rachel


sudah menatapnya dengan tatapan


menohok.Pada akhirnya Jimin harus


mengalah karena tidak ingin membuat istri


tercintanya menjadi kesal."Apa aku masih


bisa bercinta dengan istriku dalam keadaan


hamil seperti ini?."Jimin mengangkat tangan


kirinya untuk menutup sebelah mulutnya


seolah sedang berbisik pada dokter Hana.


"Sudah kuduga."Cibir Michael,menarik sudut


bibirnya.


Sebagai seorang dokter dan juga sepupu


Michael bisa membaca pikiran kotor Jimin


dengan baik.


Sedangkan Rachel terlihat menahan malu


mendengar pertanyaan Jimin suaminya yang


tidak berfilter itu.Rachel bahkan meremas


paha bagian dalam Jimin dengan kuat dan


membuat Jimin meringis menahan sakit di


pahanya.


"Chagia 아프지 마 (apeujima \=jangan,sakit)."Bisik Jimin, menahan sakit.


"Rasakan".Bisik Rachel kembali dengan kesal


sambil tersenyum pada dokter Hana dan juga


Michael.


Michael menutupi mulutnya dengan satu


tangan,menahan tawa melihat sepupunya itu


nampak tidak berkutik pada istrinya."Rasakan


pembalasan ku,ayo adik ipar hajar


terus."Ucap Michael dalam hati.


"Tidak masalah,asal lakukan dengan lembut


dan jangan membuat nona muda terlalu


lelah."Jawab dokter Hana.dokter Hana tidak


begitu terkejut dengan pertanyaan Jimin


karena sudah biasa mendengar-nya dari


para pasiennya.Bahkan dokter Hana kadang


menjelaskan pada pasiennya tentang hal itu.

__ADS_1


Terutama pada pasien yang baru hamil anak


pertama seperti Rachel.


__ADS_2