
Hari-hari yang Rachel lalui di dalam rumah
mewah ini hanya makan,tidur,wara-wiri
kesana kemari yang membuat Rachel
akhirnya jenuh.
"apa sebaiknya aku cari kerja saja."mulai
mencari akal agar rasa bosanya dapat
teratasi yaitu dengan bekerja kembali.rachel
juga butuh uang pegangan yang saat-saat
tertentu ia gunakan tanpa harus memintanya
kepada mommy alin,walau mommy alin tidak
mempertanyakan uang yang ia minta akan
digunakan untuk apa?.secara kebutuhannya
mulai dari makanan, pakaian,dan lainya
sudah disediakan mommy alin.tapi Rachel
tidak serta Merta memanfaatkan kebaikan
mommy alin.
"aku coba cari di internet mana tau ada
lowongan kerja yang cocok untukku."Rachel
mengambil ponselnya dan mulai berselancar
mencari info di internet.
sudah dua jam lamanya Rachel mencari
namun tidak ada yang cocok dengan dirinya
dan juga sebagai statusnya yang hanya
orang asing dinegara ini,saking lelahnya
Rachel tertidur dengan menggenggam
ponsel miliknya,Jimin yang baru sampai
kedalam kamar melihat posisi Rachel yang
terlelap membuat Jimin semakin
membencinya.
"dasar pemalas."Jimin melemparkan jas yang
ia kenakan tepat di wajah Rachel dan
membuat gadis itu kaget dari
tidurnya,melihat Jimin dihadapanya Rachel
__ADS_1
langsung berdiri menyapa Jimin.
"selamat datang tuan."ucapnya
"apa tidak bisa kau buat dirimu itu berguna."
"maaf tuan saya tadi mencari lowongan kerja
di ponsel,saya tidak sadar ketiduran."takut kepada Jimin yang menatapnya dengan
tatapan menghunus.
"aku tidak tau perjanjian apa yang kau buat
dengan mommy,tapi yang pasti aku tidak
suka terlibat dalam masalahmu."Jimin
menekan Rachel dengan kata-katanya lalu
pergi meninggalkan Rachel dengan air mata
yang sudah mulai menetes.
*
*
*
*
*
kembali ke Inggris.dengan berat hati Rachel
melepas kedua mertuanya,karena mulai hari
ini ia akan berjuang sendiri dirumah mewah
ini dengan segala kebencian Jimin.
"ntah apa yang akan terjadi."Rachel mulai
mencemaskan dirinya sendiri yang belum
genap sebulan berada dirumah ini.
sepeninggalan kedua mertuanya Rachel
semakin tidak betah tinggal dan bertahan
dirumah mewah Jimin.
Jimin selalu mengusiknya dengan kata-kata
yang menusuk hatinya.
"siapkan air mandiku."memerintah Rachel
yang selalu di iringi lemparan pakainya dan
naasnya selalu tepat mengenai
wajahnya.
__ADS_1
"baik tuan."memunguti baju yang dilempar
Jimin lalu berlari menuju kamar mandi.
"air mandi anda sudah saya siapkan
tuan."menemui Jimin yang tengah duduk
disofa sambil memainkan
ponselnya."jeslin,cepatlah kembali."hanya itu
kata yang selalu Rachel ucapkan dalam
hatinya.setelah berganti baju Jimin menuju
lantai bawah untuk makan malam.ajuma
yang melihat kedatangan Jimin melakukan
seperti biasanya sebagai salam hormat.
"apa tuan muda ingin makan sekarang."tanya
ajuma.
"ya." jawabnya singkat.
"nona muda tidak
makan?."mempertanyakan Rachel yang tidak
ada diruang makan.
"ajuma tanya saja sendiri."ajuma yang sudah
tahu sikap Tuan mudanya terhadap istrinya
bergegas naik keatas memanggil Rachel.
malam ini hanya ada mereka berdua,duduk
diam dan sibuk mengunyah makanan
masing -masing,sehabis makan mereka
berdua pun naik keatas menuju kamar.
"tuan apa saya boleh mencari kerja."tanya
Rachel hati-hati, mengingat Jimin selalu saja
berubah mood ketika mendengar
suaranya.
"terserah aku bahkan tidak perduli kau ada
dan tidak ada."tuturnya yang merebahkan
tubuhnya di tempat tidur.
"terimakasi tuan."sahut Rachel dan berlalu
menuju sofa sebagai tempat tidurnya.
__ADS_1