
Segala urusan telah Rachel selesaikan,baik
utang piutang kepada tuan Lee,masalah
tunggakan kamar kos.rachel juga tidak lupa
berpamitan kepada ibu kosnya dan bos
tempat dia bekerja,berat rasanya melepaskan
Rachel karena dia merupakan karyawan yang
ulet dan juga rajin.Tapi Rachel harus
melakukanya mengingat jarak tempuh yang
tidak memungkinkan bekerja di minimarket
itu lagi.
persiapan pernikahan sudah rampung,Rachel
juga sudah mencoba gaun pengantinnya
yang dipilih oleh ibu mertuanya beberapa
hari yang lalu yaitu nyonya alin.Tapi anehnya
tak sekalipun Rachel bertemu dengan calon
suaminya.nyonya alin juga mengatakan
supaya Rachel tidak lagi memanggilnya
nyonya melainkan mommy.rasanya bagai mimpi bagi Rachel, bagaimana tidak baru
seminggu yang lalu Rachel hidup dengan
kesulitan yang luar biasa tapi hari ini ia akan
memulai hari yang akan mengubah jalan
hidupnya ntah itu akan menjadi lebih baik
atau malah lebih buruk dari kehidupan yang
sebelumnya.
Rachel kini berada disebuah kamar hotel
mewah dengan ditemani para perias
pengantin yang sedang merias wajahnya.
"apa sudah selesai"mommy alin
menghampiri .Rachel tersenyum melihat ibu
mertuanya yang nampak cantik dengan gaun
berwana pastel.mommy alin melihat kearah
Rachel melalui cermin yang ada didepan
Rachel.
"ternyata kamu sangat cantik".
"benar nyonya besar,putra anda sangat
beruntung punya istri yang sangat
cantik".Rachel tersenyum malu atas ucapan
mommy alin dan perias pengantin itu.
"cepat selesaikan, sebentar lagi acara
pemberkatan akan dimulai".
"baik nyonya besar". mommy alin
meninggalkan Rachel dan yang lainya yang
tengah sibuk menata rambut dan juga gaun
Rachel.
Sementara diruangan yang lain yang tidak
jauh dari kamar Rachel seorang pria sudah
berpakaian dengan rapi layaknya pengantin
pria.sedikitpun ia tidak gugup atau gelisah
mengingat ini adalah hari pernikahannya.pria
itu malah sibuk dengan meetingnya melalui
leptop yang ada dihadapanya.baginya
pernikahan ini hanya untuk menghormati
keinginan kelurganya terutama keinginan
sang mommy.
"son,kok kamu malah ngurusin kerjaan,inikan
hari pernikahan kamu,hari bagiannya kamu
son.
"sang Deddy merasa heran dengan putranya
dimana anggota keluarga yang lain sibuk
mengurusi acara hari ini,ya walaupun hanya
dihadiri beberapa anggota keluarga dan tidak
diliput media sama sekali.tapi bagi Deddy
Jimin ini tetaplah hari yang sangat
sakral.
"come on Ded,ini hari bahagianya mommy.
bukan Jimin."tertawa jengah kearah sang
Deddy yang merasa Deddynya juga tau akan
__ADS_1
hal itu.
"i know son but... mommy pasti tau mana
wanita yang pantas mendampingi
kamu.deddy percaya sama pilihan
mommy ,yahh..walaupun Deddy juga tidak
setuju dengan cara mommy kamu yang
seperti ini".Jimin mengangkat tangannya
menyatakan dia tidak mau ambil pusing
dengan pernikahan ini."sayang...ayo kita
siap-siap sebentar lagi acara pemberkatan".
mommy Jimin datang menghampiri putra
kesayangannya dan suaminya."sebentar lagi
mom.. meeting aku belum selesai".menunjuk
kearah leptop yang ada diatas meja."Jim kok
kamu malah ngurusin kerjaan sih...ini hari
bahagia kamu..".
"mom..ini hari bahagia mommy bukan
Jimin".menatap mommy alin dengan wajah
yang datar dan cuek.
"terserah kamu,tapi mommy mau acara hari
ini lancar".Jimin melajutkan meeting nya
dibantu nantan sebagai penggantinya
menghadiri dan jimin memantau jalannya
meeting."Natan selesai meeting langsung
datang ke hotel green light".Jimin
mengirimkan pesan kepada asistennya
melalui ponsel.
"sudah,,ayo.jangan sampai yang lain
kelamaan nunggu".menarik tangan Jimin
yang enggan beranjak dari tempat duduknya.
"ok...mom..".Jimin yang malas berdebat
dengan mommynya memilih untuk beranjak
menuju altar yang sudah didesain
sedemikian cantik dan mewah oleh pihak
hotel.
wanita datang.para anggota keluarga juga
turut ikut menantikan kehadiran mempelai
wanita.hanya ada beberapa anggota keluarga
tidak banyak hanya berkisar 20 orang saja
memang tampak sepi seperti tidak ada
kejadian atau hari spesial apa.,itu semua
atas perintah sang nyonya besar.Tibalah
akhirnya Rachel berjalan dengan perlahan
menuju pria yang berdiri tidak jauh
didepanya.rachel yang nampak cantik
dengan gaun putih yang mewah dengan
taburan bunga yang melingkar dikepalanya
menambah kecantikannya yang sangat luar
biasa ,para anggota keluarga Kim dan barnett takjub dan terpana dengan kecantikan
Rachel.
tetapi lelaki yang ada dihapanya itu tampak
tidak terusik dengan sorakan dan kekaguman
anggota keluarganya yang ditujukan kepada
mempelai wanitanya.ia bahkan tidak
menoleh sedikitpun kebelakang untuk
melihat wanita yang akan dinikahinya.rachel
bejalan dengan sangat anggun,rasa
gugup,haru,cemas,takut menjadi satu.gugup
karena bagai mimpi ia menikah dengan
orang asing,dinegara asing.
haru Karana hari
sakral itu tiba menghampirinya tanpa ia
duga.cemas,takut karena tidak sekalipun ia
mengenal bahkan bertemu dengan calon
suaminya.bisa saja pria itu spicopat,atau
orang yang keterbekangan mental,atau punya
penyakit kronis semua anggapan itu
__ADS_1
berkeliaran dipikiran Rachel sampai saat ini
tapi apa mau dikata nasi sudah jadi
bubur,Rachel sudah terlanjur menyetujui dan
sudah mendapatkan uang sesuai dengan
perjanjian.rachel sudah tidak bisa
mundur,hatinya berontak dan ingin
mengangkat gaun pengantinya dan berlari
kabur dari tempat ini,tapi otaknya menyikapi
dengan sangat baik."apa yang sudah kamu
setujui,kamu harus menyelesaikan
Rachel,berdoa saja si wanita itu kembali
secepatnya maka kamu akan kembali
dengan cepat kenegara mu."Rachel berbicara
dan menyemangati dirinya sendiri di iringi
langkahnya yang mulai berlahan membuat
mommy alin menyoroti dengan mata yang
tajam."jangan sampai gadis ini melarikan
diri". mommy alin mengirimkan pesan
kepada 'ben'."kami akan mengamati gerak
geriknya nyonya besar,anda tidak perlu
khawatir".Ben membalas pesan sang nyonya
besar.mommy alin bisa benapas dengan
lega.
sampai juga akhirnya Rachel tepat dihadapan
Deddy Albert,dan langsung memegang
tangan Rachel kemudian menyerahkan
kepada Jimin.
Jimin menyambut tangan Rachel tapi tidak menatapnya sedikitpun.rachel yang merasa gugup melirik kearah Jimin,Rachel merasa
pernah melihat pria yang ada dihadapanya
tapi ia lupa,ia menepisnya."mungkin
perasaanku aja pernah liat ni cowok".ucap
Rachel padadirinya sendiri.
pastor memulai acara pemberkatanya
disaksikan kedua orangtua Jimin dan juga
anggota keluarga yang hadir.sampai akhirnya
tibalah pengucapan janji suci oleh kedua
mempelai yang terlebih dahulu diucapkan
mempelai wanita.
"saya Rachel,
berjanji dihadapan Tuhan dan anggota
keluarga yang hadir akan mencintai suami
saya Kim jimin Adalberto barnett. dalam suka
dan duka,sehat dan sakit,susah dan
senang,kiranya Tuhan memberkati
pernikahan kami."
Rachel mengucapkanya dengan berlahan
karena gugup.tiba giliran Jimin yang akan
mengucapkan janji suci.
"saya kim Jimin Adalberto Barnett,
berjanji dihadapan Tuhan dan anggota
keluarga yang hadir akan mencintai istri
saya.......Ra...rac..hel.dalam suka dan
duka,sehat dan sakit,susah dan
senang,kiranya Tuhan memberkati
perniikahan kami.
Jimin mengucapkanya dengan terbata-bata
mengingat nama Rachel yang baru
mommymya beritahukan beberapa hari yang
lalu,jadi bisa dipastikan Jimin lupa siapa
nama calon mempelai wanitanya.beruntung
itu tidak berlangsung lama dan pada akhirnya
Jimin berhasil mengingat nama mempelai
wanitanya.
"apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan
tidak bisa dipisahkan manusia kecuali maut".
pastor mengakhiri acara pernikahan itu dan
menyatakan Rachel dan Jimin telah sah
__ADS_1
menjadi suami-istri dihadapan Tuhan.