
suara pintu terbuka mengusik ketenangan
tidur gadis yang masih lelah dan lemah,ia
membuka matanya perlahan untuk melihat
siapa yang datang.
"selamat siang nona muda."sapa ajuma
dengan senyum bahagia dengan nampan
yang berisi makanan di bawanya.
"siang?."Rachel bertanya menjawab ucapan
ajuma dengan pertanyaan kembali.
"memangnya jam berapa sekarang."mencari
keberadaan ponselnya.
"sekarang sudah pukul sebelas siang."
"apa?."Rachel berbicara berteriak mendengar
ucapan ajuma.
"tuan yang memerintahkan saya untuk tidak
membangunkan nona muda,dan tuan juga
yang memerintahkan saya untuk membawa
makanan kesini,tuan juga bilang nona tidak
usah bekerja hari ini,dan tidak bisa keluar
dari kamar dan satu lagi ,saya ditugaskan
untuk membantu. nona mandi."ajuma
menuturkan perintah yang diberikan Jimin
secara mendetail pada Rachel.
Rachel yang mendengar kata mandi langsung
melirik tubuhnya dan spontan menarik
selimutnya sampai menutupi lehernya.
"nona tidak usah malu,itu hal yang wajar
dilakukan suami-istri."
"maaf..ajuma."Rachel sungguh sangat merasa
malu ajuma melihat keadaannya,sekaligus
sedih mengingat semua terjadi hanya karna
menyelamatkan nyawanya saja.
"mari saya bantu kekamar mandi."ajuma
menyerahkan kimono mandi,Rachel
mengambil dan menggunakannya.
melangkahkan kakinya dengan dibantu ajuma
menuju kamar mandi.
*
*
__ADS_1
*
sehabis mandi dan mengganti bajunya
Rachel langsung makan,perutnya terasa
sangat kosong sehingga dengan cepat ia
menghabiskan makanan sampai tak
tersisa,ajuma menyerahkan beberapa pil obat
yang di berikan dokter michael.sementara
ajuma mengganti sprei dan melihat noda
merah.ajuma tersenyum ia berpikir ini awal
yang baik buat hubungan pasangan itu.rachel
yang melihat itu merasa tidak enak.
"ajuma.biar saya aja yang cuci."menunjuk
sprei yang ada ditangan ajuma.
"ini tugas saya.nona hanya diperintahkan
untuk istirahat,semua orang sangat khawatir
dengan keadaan nona tadi malam."
"hmm..gomawoyo ajuma."seru Rachel dengan
tulus.
Rachel juga tidak lupa meminta izin tidak
masuk hari ini.yuri dan Naira yang
mendengar ceritanya merasa khawatir,tapi
baik-baik saja dan besok akan bekerja
kembali.
*
*
*
seharian dirumah dan hanya disuruh istirahat
dan diantarkan makanan kekamar membuat
Rachel bosan,kegiatannya hanya bermain
ponsel,menonton televisi dan mondar-mandir
didalam kamar sampai sore.
"haiss.ini sangat membosankan,tubuhku
bukanya membaik malah akan semakin sakit
kalau begini terus."Rachel mulai menggerutu
pada dirinya sendiri tanpa ia sadari
seseorang baru saja masuk kedalam kamar
dan mendengar semua ocehannya.
"jadi sudah sembuh."Jimin berjalan mendekat
kearah Rachel.
__ADS_1
"se..se..sejak kapan tuan datang."Rachel
terkejut dan juga gugup melihat keberadaan
Jimin yang kini sudah ada tepat didepanya.
"semenjak kau mengomel dengan
mulutmu."jawab Jimin dengan jarinya yang
menyentuh bibir Rachel dengan lembut.
"maaf tuan."Rachel berusaha memundurkan
tubuhnya kebelakang untuk menghindari
Jimin.
"apa masih sakit?."Jimin bertanya dengan
melirik kebawah tapi jarinya masih fokus
menyentuh bibir Rachel.
"sa..sa..saya sudah baikan,tu.an."ia menjawab
pertanyaan Jimin dengan
terbata-bata,melihat Jimin bukanya menjauh
malah semakin mendekatinya.
"benarkah..?,ternyata sentuhan suamimu ini
sangat ajaib."tersenyum bangga pada dirinya
sendiri.
"suami..kenapa tuan Jimin menyebut dirinya
suami."Rachel bermonolog dalam hatinya.
Jimin mulai mendekatkan wajahnya,Rachel
yang sudah terkunci didinding tembok kamar
sudah tidak bisa bergerak,aroma mint dari
hembusan napas Jimin membuatnya
terbuai,Rachel tanpa sadar memejamkan
matanya,jantung sudah berdetak tidak
beraturan.
"apa kau menunggu sesuatu?."tanya Jimin
yang hanya mengerjainya.
"a...maaf tuan..tidak tuan."Rachel sungguh
sangat malu ia berpikir Jimin akan
menciumnya,sementara pelakunya berjalan
santai menuju kamar mandi seolah tidak
merasa bersalah.
"aaahhk...kenapa otakmu ini kotor sekali,
memangnya apa yang kau
harapkan."memukuli kepalanya kesal dengan
pikiranya sendiri,Jimin yang melihat kelakuan
__ADS_1
istrinya meledakkan tawanya didalam kamar
mandi.