Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 105.


__ADS_3

"Nona muda."Natan berlari kearah Rachel saat melihat wanita hamil itu keluar dari lift."Kenapa nona kemari?dimana Yeri kenapa dia membiarkan Anda datang kesini sendirian?."Natan celingak-celinguk mencari keberadaan pengawal pribadi yang ditugaskan khusus untuk menjaga Rachel.


"Ssstt..."Rachel meletakkan jari telunjuknya dibibirnya sembari fokus pada ruangan yang akan ditujunya.


"Apa suamiku ada didalam?."Tanya Rachel setengah berbisik,dia ingin memberikan kejutan pada Jimin meskipun Rachel tau Jimin pasti mengajukan banyak pertanyaan padanya.


"Ada nona,tapi kenapa nona buat masalah."Natan tidak hanya mengkhawatirkan Rachel tapi juga Yeri dan beberapa bodyguard akan dihukum berat karena ulahnya.


"Aku yang akan bertanggung jawab, sekarang pergilah teruskan pekerjaanmu."Rachel mengibaskan tangannya pada Natan.Rachel tidak mau Natan kena amukan suaminya itu nanti.


"Tok...tok..tok..."


"Masuk."Suara Jimin terdengar tegas,tanpa tau siapa yang datang.


"Sayang...apa aku mengganggu?."Rachel menyembulkan kepalanya disela-sela pintu dan menampilkan senyuman indah.


"어머...차기아 (eomeo... chagia \= astaga...chagia)."Jimin terkejut melihat istrinya.Jimin bergegas berdiri dan menghampiri istrinya."Yeri yang membawamu kesini?."Tanya Jimin, menuntun Rachel berjalan masuk kedalam ruangannya.Suara Jimin terdengar datar namun mengerikan walau pria arogan itu mengeluarkan suaranya selembut mungkin didepan Rachel.


Jimin duduk di sofa lalu menepuk pahanya, memberi kode pada Rachel istrinya.

__ADS_1


Rachel yang sudah hapal dengan kode suaminya langsung duduk dipangkuan Jimin dengan senang hati tentunya.


"Jangan menghukum siapapun,akulah yang memaksa."


Jimin tidak menggubris ucapan Rachel,pria itu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Rachel.Menikmati aroma tubuh istrinya yang berorama stroberi dan itu membuat Jimin candu.


"Sayang."


Rachel merasa risih dengan dengan ciuman Jimin di ceruk lehernya.Rachel memutar posisinya dan kini duduk dipangkuan Jimin dengan saling berhadapan."Jangan hukum mereka."Rachel mengalungkan tangannya dileher Jimin,mencoba bernegosiasi dengan pria yang terkenal dingin dan arogan itu.


"Kalau mereka tidak kuhukum,lalu siapa yang akan menanggungnya?."Goda Jimin dengan seringai tipis,menarik dagu Rachel mendekat kearah bibirnya lalu menciumnya dengan sedikit ******* bibir Rachel.


"Memangnya kau mau dihukum seperti apa chagia?."Jimin menatap tajam Rachel.


Seakan tidak takut dengan tatapan Jimin yang menurut orang lain sangat menyeramkan tapi tidak untuk Rachel.


"Lakukan apapun yang kau inginkan."Rachel malah mengedipkan matanya,lalu memberikan ciuman singkat dibibir Jimin suaminya.


"Yaaa..Berani sekali kau menggodaku, jelas-jelas kau sudah melanggar aturan ku."Sentak Jimin dengan suara tegas,tapi dalam hatinya Jimin bersorak kegirangan mendapatkan istrinya yang semakin hari semakin berani menggodanya.Tentunya tanpa digoda-pun Jimin memang tidak bisa berpaling dari tubuh istrinya yang semakin hari semakin sexsi dimatanya, ditambah dengan perutnya yang buncit.Badan Jimin selalu panas dingin kalau tidak memikirkan kesehatan Rachel dan bayi dalam kandungan sudah pasti Jimin akan menerkam istrinya itu setiap saat.

__ADS_1


"Sayang pelankan suara mu,kau mengagetkan putraku."Cibik Rachel memanyunkan bibirnya."Baby apa kau terkejut?."Rachel berbicara pada bayinya sembari mengusap perut buncitnya.


Melihat tingkah Rachel membuat Jimin gemes dan tak tahan ingin menghukum istrinya."Baby..sorry.."Bisik Jimin tepat diperut Rachel lalu mengusap perut buncit Rachel dengan lembut."Dedy akan menghukum mommy mu,so Dedy harap kau tidak keberatan."Ucap Jimin pada perut Rachel sedangkan tatapannya tertuju pada Rachel dengan menampilkan senyum yang penuh mengandung sejuta makna.


"Kau sudah siap chagia?."Jimin membelai pipi Rachel dan jangan lupakan senyuman Jimin yang bisa memporak-porandakan iman para wanita.


Rachel mengangguk malu-malu,seakan sudah tau hukuman apa yang akan diterimanya kali ini.Hukuman yang akan membuatnya berkeringat dan mendes*h kenikmatan tentunya.


Tanpa menunggu lagi Jimin dengan lembut mencium bibir Rachel,memberikan sedikit gigitan-gigitan kecil dan lumayan yang tentunya sangat memabukkan.


Rachel juga tidak tinggal diam wanita hamil itu membalas dan merespon setiap ciuman dan sentuhan Jimin.Keduanya larut dalam setiap adegan yang akan membawa mereka kepuncak kenikmatan.


Sedangkan yeri kini tengah berada diruangan Natan.pengawal sekaligus supir pribadi yang ditempatkan-nya khusus menjaga Rachel itu harus menjawab setiap pertanyaan dari Natan.


"Kau sudah sudah tau kecerobohan mu ini?apa kau sudah siap menerima hukuman dari tuan Jimin!."Tegas Natan.


"Saya siap."Jawab Yeri yang tau betul dengan ketegasan Natan yang sama persis dengan Jimin sambil duduk menunduk.


Natan menarik napas dalam-dalam lalu menghembusnya dengan kasar.Natan juga tidak akan lepas dari hukuman Jimin karena Natan yang ditugaskan untuk menugaskan pengawal wanita untuk menjaga dan mengawasi Rachel.

__ADS_1


__ADS_2