
"천천히 차기아 (chagia CheonCheon hi-chagia
pelan-pelan)." Jimin panik melihat Rachel
yang baru keluar dari lip dengan pakaian
yang sudah rapi lengkap dengan buku dan
tas ditangannya, berjalan terburu-buru.
Sesegera mungkin Jimin berlari untuk
menghadang langkah Rachel."Jangan
berjalan seperti itu."Ucap Jimin begitu
mendapatkan Rachel dan memegang tangan
istrinya itu lalu membawanya berjalan
berlahan menuju meja makan.
"Bagaimana mungkin aku bisa tenang,aku
sudah melewatkan mata kuliahku hari
ini."Rachel memajukan bibirnya seraya
mendudukkan bokongnya dikursi yang sudah
ditarik Jimin untuknya.
"Dan kau, Deddy dan mommy kenapa masih
dirumah jam segini."Tunjuk Rachel pada
Jimin, Deddy dan mommy Jimin yang masih
duduk tenang menikmati secangkir teh.Tidak
biasanya Jimin dan Deddy Albert masih
berada dirumah sementara jam sudah
menunjukkan pukul sepuluh pagi.
Ya, Rachel terlambat bangun karena ulah
Jimin tadi malam yang membuat tubuhnya
terasa sangat lelah,ditambah keinginannya
untuk memakan masakan suaminya itu
membuat jam tidurnya berkurang.
"Hari ini kita akan memeriksakan kehamilan
mu chagia."Jimin tersenyum lembut dan
mengusap pucuk kepala Rachel.
"Kuliah-ku hari ini?."Tanya Rachel bingung.
"Untuk sementara waktu kuliahmu dilakukan
secara daring,jadi setiap materi
matakuliahmu akan dilakukan secara daring
setiap dosen secara bergantian sesuai
jadwal kuliahmu setiap hari."Jelas Jimin
panjang lebar.
Jimin tidak ingin Rachel merasa kelelahan
karena matakuliah yang cukup padat dan
__ADS_1
akan membuat istri kesayangannya itu stres
dan berakibat buruk pada kehamilannya.
"Deddy dan juga mommy tidak kekantor
Harini ini , karena ingin melihat keadaan cucu
Deddy dan mommy."Sambung Deddy Albert
dengan sangat antusias.Begitupun dengan
Mommy alin,walau terkesan diam tanpa
ekspresi tapi terlihat jelas kalau wanita paruh
baya itu merasa ikut bahagia atas kehamilan
Rachel.
"Apa harus hari ini?."Tanya Rachel bingung
sekaligus malu dengan situasi dimeja makan
pagi ini.Ditambah anggukan kepala dari
ketiganya yaitu Deddy, mommy dan Jimin
tentunya.
Rachel sangat bahagia bisa mendapatkan
perlakuan istimewa dari seluruh penghuni
rumah, Ajumma juga turut bahagia
mendengar kabar bahagia dari kedua
majikanya itu.
"Apa ajumma boleh ikut."Timpal ajumma yang
kehamilan perdana Rachel.
"Ajumma boleh ikut."Jawab Jimin menyetujui
keinginan ajumma.Bagi Jimin ajumma juga
harus mengetahui keadaan Rachel, karena
kedepannya ajumma juga ikut andil dalam
menjaga makanan serta mengurus Rachel.
"Chagia sekarang makan sarapan mu, setelah
itu kita berangkat kerumah sakit."Jimin
menarik piring Rachel kehadapannya dan
mulai menyuapi Rachel."Sekarang buka
mulut mu."
"Aku bisa makan sendiri."Rachel berusaha
mengambil sendok dari tangan Jimin.Rachel
merasa dirinya seperti anak kecil tidak enak
juga dilihat kedua orang tua Jimin kalau dia
disuapi seperti bayi saja pikirnya.
"Diamlah dan kunyah makanan-mu."Jawab
Jimin tak terbantahkan.
Rachel menuruti perintah Jimin karena jika
__ADS_1
membantah maka akan percuma saja,
mengingat Jimin tipe manusia yang tidak
ingin perintahnya dibantah oleh siapapun
tidak terkecuali walau itu istrinya sendiri.
Rachel mengunyah makanannya secara
berlahan,sambil menahan malu pada kedua
orang tua Jimin terutama Deddy Albert yang
terus memandang dan tersenyum melihat
Jimin memperlakukan Rachel dengan sangat
manis .
"요보 (yobo \=sayang) kelakuan mereka
mengingatkan ku waktu kau mengandung
Jimin."Bisik Deddy Albert pada istrinya.
Mommy alin tersenyum simpul, memang
benar perlakuan Jimin sama persis seperti
perlakuan suaminya saat dirinya sedang
mengandung Jimin dulu.
Ya, Mommy alin diam-diam memperhatikan
Rachel dan Jimin dengan segala tingkah laku
anak dan menantunya itu.Mommy alin
mengukir senyum bahagia melihat putra
kesayangannya itu kini sudah bisa tertawa
lepas dan hidup bahagia. Walau senyuman
itu hanya terukir dan tersimpan rapat dalam
hatinya karena mengingat perbuatan dulu
pada Rachel dan itu sangat membuat hati
Jimin sangat terluka dan berakibat pada
hubungannya dengan Jimin merenggang.
"Kita berangkat sekarang?."Seru Deddy Albert
melihat Rachel juga sudah menghabiskan
sarapan-nya.
Mommy alin tersentak dari lamunannya
begitu tangan-nya sudah dalam genggaman
suaminya.Mommy alin tersenyum kearah
suaminya lalu mengikutinya menuju mobil
untuk pergi kerumah sakit.
Disusul Jimin, Rachel dan juga ajumma yang
juga ikut beranjak dari ruang makan menuju
mobil yang akan mereka naiki menuju rumah
sakit.
__ADS_1