Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 90.


__ADS_3

"천천히 차기아 (chagia CheonCheon hi-chagia


pelan-pelan)." Jimin panik melihat Rachel


yang baru keluar dari lip dengan pakaian


yang sudah rapi lengkap dengan buku dan


tas ditangannya, berjalan terburu-buru.


Sesegera mungkin Jimin berlari untuk


menghadang langkah Rachel."Jangan


berjalan seperti itu."Ucap Jimin begitu


mendapatkan Rachel dan memegang tangan


istrinya itu lalu membawanya berjalan


berlahan menuju meja makan.


"Bagaimana mungkin aku bisa tenang,aku


sudah melewatkan mata kuliahku hari


ini."Rachel memajukan bibirnya seraya


mendudukkan bokongnya dikursi yang sudah


ditarik Jimin untuknya.


"Dan kau, Deddy dan mommy kenapa masih


dirumah jam segini."Tunjuk Rachel pada


Jimin, Deddy dan mommy Jimin yang masih


duduk tenang menikmati secangkir teh.Tidak


biasanya Jimin dan Deddy Albert masih


berada dirumah sementara jam sudah


menunjukkan pukul sepuluh pagi.


Ya, Rachel terlambat bangun karena ulah


Jimin tadi malam yang membuat tubuhnya


terasa sangat lelah,ditambah keinginannya


untuk memakan masakan suaminya itu


membuat jam tidurnya berkurang.


"Hari ini kita akan memeriksakan kehamilan


mu chagia."Jimin tersenyum lembut dan


mengusap pucuk kepala Rachel.


"Kuliah-ku hari ini?."Tanya Rachel bingung.


"Untuk sementara waktu kuliahmu dilakukan


secara daring,jadi setiap materi


matakuliahmu akan dilakukan secara daring


setiap dosen secara bergantian sesuai


jadwal kuliahmu setiap hari."Jelas Jimin


panjang lebar.


Jimin tidak ingin Rachel merasa kelelahan


karena matakuliah yang cukup padat dan

__ADS_1


akan membuat istri kesayangannya itu stres


dan berakibat buruk pada kehamilannya.


"Deddy dan juga mommy tidak kekantor


Harini ini , karena ingin melihat keadaan cucu


Deddy dan mommy."Sambung Deddy Albert


dengan sangat antusias.Begitupun dengan


Mommy alin,walau terkesan diam tanpa


ekspresi tapi terlihat jelas kalau wanita paruh


baya itu merasa ikut bahagia atas kehamilan


Rachel.


"Apa harus hari ini?."Tanya Rachel bingung


sekaligus malu dengan situasi dimeja makan


pagi ini.Ditambah anggukan kepala dari


ketiganya yaitu Deddy, mommy dan Jimin


tentunya.


Rachel sangat bahagia bisa mendapatkan


perlakuan istimewa dari seluruh penghuni


rumah, Ajumma juga turut bahagia


mendengar kabar bahagia dari kedua


majikanya itu.


"Apa ajumma boleh ikut."Timpal ajumma yang


kehamilan perdana Rachel.


"Ajumma boleh ikut."Jawab Jimin menyetujui


keinginan ajumma.Bagi Jimin ajumma juga


harus mengetahui keadaan Rachel, karena


kedepannya ajumma juga ikut andil dalam


menjaga makanan serta mengurus Rachel.


"Chagia sekarang makan sarapan mu, setelah


itu kita berangkat kerumah sakit."Jimin


menarik piring Rachel kehadapannya dan


mulai menyuapi Rachel."Sekarang buka


mulut mu."


"Aku bisa makan sendiri."Rachel berusaha


mengambil sendok dari tangan Jimin.Rachel


merasa dirinya seperti anak kecil tidak enak


juga dilihat kedua orang tua Jimin kalau dia


disuapi seperti bayi saja pikirnya.


"Diamlah dan kunyah makanan-mu."Jawab


Jimin tak terbantahkan.


Rachel menuruti perintah Jimin karena jika

__ADS_1


membantah maka akan percuma saja,


mengingat Jimin tipe manusia yang tidak


ingin perintahnya dibantah oleh siapapun


tidak terkecuali walau itu istrinya sendiri.


Rachel mengunyah makanannya secara


berlahan,sambil menahan malu pada kedua


orang tua Jimin terutama Deddy Albert yang


terus memandang dan tersenyum melihat


Jimin memperlakukan Rachel dengan sangat


manis .


"요보 (yobo \=sayang) kelakuan mereka


mengingatkan ku waktu kau mengandung


Jimin."Bisik Deddy Albert pada istrinya.


Mommy alin tersenyum simpul, memang


benar perlakuan Jimin sama persis seperti


perlakuan suaminya saat dirinya sedang


mengandung Jimin dulu.


Ya, Mommy alin diam-diam memperhatikan


Rachel dan Jimin dengan segala tingkah laku


anak dan menantunya itu.Mommy alin


mengukir senyum bahagia melihat putra


kesayangannya itu kini sudah bisa tertawa


lepas dan hidup bahagia. Walau senyuman


itu hanya terukir dan tersimpan rapat dalam


hatinya karena mengingat perbuatan dulu


pada Rachel dan itu sangat membuat hati


Jimin sangat terluka dan berakibat pada


hubungannya dengan Jimin merenggang.


"Kita berangkat sekarang?."Seru Deddy Albert


melihat Rachel juga sudah menghabiskan


sarapan-nya.


Mommy alin tersentak dari lamunannya


begitu tangan-nya sudah dalam genggaman


suaminya.Mommy alin tersenyum kearah


suaminya lalu mengikutinya menuju mobil


untuk pergi kerumah sakit.


Disusul Jimin, Rachel dan juga ajumma yang


juga ikut beranjak dari ruang makan menuju


mobil yang akan mereka naiki menuju rumah


sakit.

__ADS_1


__ADS_2