
Usai pemeriksaan Rachel dan Jimin kembali kerumah,sedangkan Deddy dan Mommy Jimin kekantor karena ada beberapa meeting dengan klien.
Begitu sampai,Yuri dan Naira sudah menyambut pasangan suami istri itu tepat didepan pintu masuk.Ya Rachel yang menghubungi Yuri dan Naira dengan karena memang sudah merindukan kedua sahabatnya itu.
"Sedang apa kalian disini?."Tanya Jimin heran dengan kehadiran kedua sahabat istrinya yang tidak diharapkanya untuk saat ini.
"Aku yang menyuruh eonni dan Naira kesini,apa kau keberatan juga?."Sambut Rachel menanggapi pertanyaan Jimin dengan wajah yang masih ditekuk.
Rachel memeluk Yuri dan Naira,lalu membawa keduanya masuk kedalam rumah dan menatap tajam pada jimin.
"Tentu saja tidak chagia."Jimin meralat ekspresi wajahnya seketika melihat tatapan tajam istrinya.Jimin berusaha menampilkan senyum mautnya yang bisa melelehkan hati istrinya yang masih kesal atas ulahnya diruangan dokter Hana,dimana suaminya itu secara gamblangnya menanyakan tentang bercinta pada dokter Hana yang juga dokter kandungannya.
Memang tidak ada yang salah dengan pertanyaan Jimin pada dokter itu,namun sebagai manusia yang sarat dengan adat ketimurannya membuat Rachel merasa sangat malu dengan pertanyaan Jimin tanpa filter itu.
"Oohh ayolah chagia, jangan seperti ini.bukankah aku sudah meminta maaf?."Protes Jimin ,melihat Rachel mengabaikan dirinya dan memilih bergabung dengan kedua sahabatnya itu.
"Apa kau tidak ada pekerjaan lain?pergilah."Rachel gerah melihat Jimin yang selalu mengikutinya, bahkan Jimin ikut bergabung diikuti dengan rengekan yang membuat Rachel malu karena Yuri dan Naira terlihat menahan tawanya melihat kelakuan Jimin yang seperti anak kecil yang sedang minta susu pada ibunya.
"Aku sudah menyerahkan semuanya pada Natan."Jawab Jimin dengan enteng."Chagia."
__ADS_1
Jimin kembali mengeluarkan rengekannya pada Rachel.
"Kalian itu kenapa?."Yuri yang sedari tadi sebagai penonton yang baik dengan Naira akhirnya tak tahan untuk tidak membuka Suara.
"Eonni, naira.tunggu sebentar, ikut aku?."Rachel beranjak dari duduknya dengan menarik tangan Jimin,tanpa menggubris pertanyaan Yuri.
Melihat pasangan suami istri itu pergi,yuri mengerutkan kening,memikirkan apa yang
terjadi pada keduanya.
"Eonni,Sepertinya tuan Jimin kesambet atau kena jampi-jampi."
"Semacam ilmu hitam."Jawab Naira.
Yuri menyipitkan matanya, mencoba mencerna ucapan Naira."Bicara yang jelas."Seru Yuri pada Naira.
"Coba eonni ingat dengan baik bagaimana sifat arogan dan dingin tuan Jimin dulu,dan eonni lihat barusan.tuan Jimin seperti anak itik yang kehilangan induknya."Jelas Naira dengan terkekeh geli mengingat kelakuan Jimin yang tidak berwibawa sama sekali ketika berhadapan dengan Rachel.
Yuri mengangguk,membenarkan semua yang diucapkan naira.yuri ingat betul betapa menyeramkan dan dingin jimin dulu terhadap Rachel.Berbanding terbalik dengan apa yang dilihatnya hari ini,dimana Rachel tidak terlihat takut dengan jimin,malah terlihat sebaliknya.Jiminlah yang selalu mencoba membujuk Rachel bahkan sampai merengek seperti anak kecil.
__ADS_1
"Chagia,미안 (Milan \=maaf)."Jimin memeluk Rachel begitu sampai didalam kamar mereka."Aku tidak bermaksud membuat mu malu."
"알아요 (arayo \= aku tau), Sekarang bolehkah kau biarkan aku bersama eonni Yuri dan Naira?sudah lama aku tidak ngobrol dengan mereka."Rachel tidak bisa berlama-lama marah dengan Jimin.Awalnya dia membawa Jimin menjauh dari kedua sahabatnya ingin memberikan hukuman pada suaminya itu.
Tapi anehnya saat berduaan dengan Jimin , Rachel tidak tega menghukum Jimin begitu senyuman dan tatapan menggoda dari suami tampanya itu.
"Sekarang pergilah kekantor."Rachel meletakkan kedua telapak tangannya tepat di dada Jimin dan mencondongkan tubuhnya ketubuh jimin suaminya.
"Chagia 하지 않다 (hajianhda \=jangan)." Jimin meraup pinggang Rachel memeluknya erat seakan tidak tahan dengan godaan Rachel istrinya.Pandangan Jimin sudah tertuju pada bibir ranum istrinya itu yang tampak menggiurkan dimata Jimin.
"Kalau kau tidak mau, maka____."
"Baiklah...aku akan kekantor sekarang."Potong Jimin, takut dengan ancaman Rachel yang dapat dipastikan dia akan puasa menyentuh istrinya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Begitulah Rachel mengambil tindakan bila segala cara tidak juga bisa membuat Jimin kalah,maka jalan satu-satunya adalah dengan melarang Jimin untuk tidak menyentuhnya.Tentu saja Jimin tidak akan pernah bisa kalau tidak menyentuh tubuh istrinya yang sudah menjadi candu sekaligus pemulih dan penyemangat hidupnya.
Jimin akhirnya mengalah dengan terpaksa berangkat kekantor di jam yang sebentar lagi akan memasuki jam makan siang.Meski dengan langkah berat lalu berpamitan dengan Rachel.
"Sudah jangan memasang wajah jelek seperti itu."Ledek Rachel,gemas dengan bibir manyun yang ditampilkan Jimin padanya.
__ADS_1
"Hmmm..."Jimin mengangguk dan pergi setelah Rachel memberikan kecupan dibibir Jimin dan tentu saja itu berhasil membuat Jimin kembali cerah secerah matahari.