Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 73.


__ADS_3

"차기아 일러 아와 (chagia kemari)". panggil


Jimin yang sibuk mencari warna dasi yang


cocok dengan kemeja yang dikenakannya.


"네..잠깐...(ya...sebentar)".teriak Rachel yang


juga tengah sibuk mengemas buku yang


akan dibawanya sesuai dengan mata


kuliahnya hari ini.


Ya.rachel sudah disibukkan dengan kuliahnya


akhir-akhir ini,dan Setiap pagi Rachel akan


berhadapan dengan kelakuan Jimin yang


selalu ingin diperhatikan mulai dari pakaian,


sepatu,bahkan sampai memilih warna dasi


Rachel juga harus turun tangan.


"차기아 일로 아와 ...팔리...(chagia


kemarilah...cepat)". panggil Jimin kembali


dengan nada merengek seperti anak kecil,


karena Rachel belum muncul juga, dan itu


Sangat mengganggu telinga Rachel setiap


pagi.


Mendengar panggilan Jimin untuk kedua


kalinya membuat Rachel segera


menghampiri Jimin keruang


ganti."haisss..kau ini sungguh tidak bisa


memilih sendiri dasi mana yang akan kau


pakai?."geram Rachel dengan memutar bola


matanya malas,lalu mencari Warda dasi


dalam laci yang berjejer rapi dasi dari


berbagai merek ,Siapa coba yang tidak malas


melihat semakin hari kelakuan suaminya itu


melebihi seorang bayi kecil yang selalu ingin


segala sesuatunya diperhatikan.


Jimin malah memasang aegyo seperti bayi


dan itu selalu membuat Rachel


tertawa.ketampanan Jimin dengan sejuta


pesona yang dimilikinya selalu bisa


membuat hati Rachel luluh .yang tadinya


kesal karena Jimin selalu saja ingin


diperhatikan seperti hal-hal sepele tapi kalau


Jimin sudah mengeluarkan pesonanya maka


Rachel tidak bisa lagi untuk meneruskan rasa

__ADS_1


kesalnya kembali.


"Sudah beres."ucap Rachel dengan senyum


mengembang setelah dasi Jimin sudang


terpasang rapi."Ada lagi?."Tanya Rachel


kemudian, karena dia juga ingin mengurus


dirinya sendiri.


"아니요 (tidak)".balas jimin dengan mengukir


senyuman mematikan.


"Ya sudah aku siap-siap dulu.ok!."seru Rachel


dengan mengacungkan jari jempolnya pada


Jimin dan hendak pergi,namu baru hendak


berbalik Jimin sudah menariknya kembali,


hingga tubuhnya menabrak dada bidang


Jimin.


"차기야 사랑해 (chagia aku


mencintaimu)".ucap Jimin dengan menarik


pinggang Rachel lebih dekat lagi ke


tubuhnya .Jimin menatap tepat pada bola


mata istrinya yang selalu teduh dan penuh


ketenangan.


"나도 사랑해 (aku juga mencintaimu)".Balas


suaminya. Rachel tidak lagi malu untuk


mengungkapkan perasaan cintanya pada


jimin.


Tatapan keduanya saling mengunci dengan


senyum yang terukir indah di bibir Rachel


dan juga Jimin . Hingga keduanya tanpa


sadar sudah hanyut dalam ciuman panas


yang menuntut,entah siapa yang memulai


terlebih dahulu.


Beruntung suara ajumma terdengar bergema


dari luar untuk mengantar sarapan,dan


menyadarkan keduanya sehingga tautan bibir


mereka terlepas.Kalau ajumma tidak datang


bisa dipastikan kedua pasangan itu akan


berakhir dengan adegan yang berakhir di atas


ranjang.


Dengan lembut Jimin mengusap bibir istrinya


membersihkan lipstik yang sudah berantakan


akibat ulahnya.Senyum Jimin tidak pernah

__ADS_1


hilang setiap memandangi wajah manis


istrinya.Setelah itu barulah keduanya


memulai sarapan mereka di kamar.jimin


memang menyuruh ajumma mengantarkan


sarapan mereka ke kamar karena setiap pagi


Rachel selalu di repotkan mengurus dirinya


dan juga mengurus kebutuhan Jimin.


"Sayang aku bisa ke cafe hari ini,aku rindu


eonni Yuri dan Naira."ucap Rachel disela-sela


sarapan pagi mereka.Rachel ingin mengajak


kedua sahabatnya itu untuk jalan-jalan dan


mentraktir mereka sesuai dengan janji


Rachel tempo hari.


"Boleh chagia".jawab Jimin." asal jangan ada


si brengsek itu ."timpal Jimin kembali.bukan


apa Jimin tidak suka melihat wanitanya


didekati pria lain.Terutaman pria yang


bernama Nicky yang secara terang-terangan


mengatakan kalau istrinya itu gadisnya.


"Tidak ada pria lain."jawab Rachel dengan


penuh rayuan dan duduk dipangkuan Jimin


lalu mengalungkan tangan keleher Jimin.


"Apa kau menggodaku chagia?."Tanya Jimin


dengan memicingkan kedua matanya, walau


dalam hati Jimin begitu bahagia melihat istri


kecilnya sudah berani merayu dirinya.


"아니요 ___(tidak)." jawab Rachel dengan


memanyunkan bibirnya lalu melepaskan


tangannya dari leher Jimin, tapi dengan


cepat jimin menariknya kembali.


"Pergilah dan bersenang-senang."Potong


Jimin dengan membelai lembut pipi


istrinya."Tapi jangan terlalu


lelah.mengerti?."tambah Jimin, karena tidak


ingin Rachel kelelahan dan berakibat buruk


pada kesehatan istrinya.jimin masih


mencemaskan tubuh istrinya yang masih


terlihat kurus akibat efek samping


penggunaan alat kontrasepsi,dan itu akan


berdampak pada keinginannya yang segera

__ADS_1


ingin memiliki anak.


__ADS_2