
"차기아 일러 아와 (chagia kemari)". panggil
Jimin yang sibuk mencari warna dasi yang
cocok dengan kemeja yang dikenakannya.
"네..잠깐...(ya...sebentar)".teriak Rachel yang
juga tengah sibuk mengemas buku yang
akan dibawanya sesuai dengan mata
kuliahnya hari ini.
Ya.rachel sudah disibukkan dengan kuliahnya
akhir-akhir ini,dan Setiap pagi Rachel akan
berhadapan dengan kelakuan Jimin yang
selalu ingin diperhatikan mulai dari pakaian,
sepatu,bahkan sampai memilih warna dasi
Rachel juga harus turun tangan.
"차기아 일로 아와 ...팔리...(chagia
kemarilah...cepat)". panggil Jimin kembali
dengan nada merengek seperti anak kecil,
karena Rachel belum muncul juga, dan itu
Sangat mengganggu telinga Rachel setiap
pagi.
Mendengar panggilan Jimin untuk kedua
kalinya membuat Rachel segera
menghampiri Jimin keruang
ganti."haisss..kau ini sungguh tidak bisa
memilih sendiri dasi mana yang akan kau
pakai?."geram Rachel dengan memutar bola
matanya malas,lalu mencari Warda dasi
dalam laci yang berjejer rapi dasi dari
berbagai merek ,Siapa coba yang tidak malas
melihat semakin hari kelakuan suaminya itu
melebihi seorang bayi kecil yang selalu ingin
segala sesuatunya diperhatikan.
Jimin malah memasang aegyo seperti bayi
dan itu selalu membuat Rachel
tertawa.ketampanan Jimin dengan sejuta
pesona yang dimilikinya selalu bisa
membuat hati Rachel luluh .yang tadinya
kesal karena Jimin selalu saja ingin
diperhatikan seperti hal-hal sepele tapi kalau
Jimin sudah mengeluarkan pesonanya maka
Rachel tidak bisa lagi untuk meneruskan rasa
__ADS_1
kesalnya kembali.
"Sudah beres."ucap Rachel dengan senyum
mengembang setelah dasi Jimin sudang
terpasang rapi."Ada lagi?."Tanya Rachel
kemudian, karena dia juga ingin mengurus
dirinya sendiri.
"아니요 (tidak)".balas jimin dengan mengukir
senyuman mematikan.
"Ya sudah aku siap-siap dulu.ok!."seru Rachel
dengan mengacungkan jari jempolnya pada
Jimin dan hendak pergi,namu baru hendak
berbalik Jimin sudah menariknya kembali,
hingga tubuhnya menabrak dada bidang
Jimin.
"차기야 사랑해 (chagia aku
mencintaimu)".ucap Jimin dengan menarik
pinggang Rachel lebih dekat lagi ke
tubuhnya .Jimin menatap tepat pada bola
mata istrinya yang selalu teduh dan penuh
ketenangan.
"나도 사랑해 (aku juga mencintaimu)".Balas
suaminya. Rachel tidak lagi malu untuk
mengungkapkan perasaan cintanya pada
jimin.
Tatapan keduanya saling mengunci dengan
senyum yang terukir indah di bibir Rachel
dan juga Jimin . Hingga keduanya tanpa
sadar sudah hanyut dalam ciuman panas
yang menuntut,entah siapa yang memulai
terlebih dahulu.
Beruntung suara ajumma terdengar bergema
dari luar untuk mengantar sarapan,dan
menyadarkan keduanya sehingga tautan bibir
mereka terlepas.Kalau ajumma tidak datang
bisa dipastikan kedua pasangan itu akan
berakhir dengan adegan yang berakhir di atas
ranjang.
Dengan lembut Jimin mengusap bibir istrinya
membersihkan lipstik yang sudah berantakan
akibat ulahnya.Senyum Jimin tidak pernah
__ADS_1
hilang setiap memandangi wajah manis
istrinya.Setelah itu barulah keduanya
memulai sarapan mereka di kamar.jimin
memang menyuruh ajumma mengantarkan
sarapan mereka ke kamar karena setiap pagi
Rachel selalu di repotkan mengurus dirinya
dan juga mengurus kebutuhan Jimin.
"Sayang aku bisa ke cafe hari ini,aku rindu
eonni Yuri dan Naira."ucap Rachel disela-sela
sarapan pagi mereka.Rachel ingin mengajak
kedua sahabatnya itu untuk jalan-jalan dan
mentraktir mereka sesuai dengan janji
Rachel tempo hari.
"Boleh chagia".jawab Jimin." asal jangan ada
si brengsek itu ."timpal Jimin kembali.bukan
apa Jimin tidak suka melihat wanitanya
didekati pria lain.Terutaman pria yang
bernama Nicky yang secara terang-terangan
mengatakan kalau istrinya itu gadisnya.
"Tidak ada pria lain."jawab Rachel dengan
penuh rayuan dan duduk dipangkuan Jimin
lalu mengalungkan tangan keleher Jimin.
"Apa kau menggodaku chagia?."Tanya Jimin
dengan memicingkan kedua matanya, walau
dalam hati Jimin begitu bahagia melihat istri
kecilnya sudah berani merayu dirinya.
"아니요 ___(tidak)." jawab Rachel dengan
memanyunkan bibirnya lalu melepaskan
tangannya dari leher Jimin, tapi dengan
cepat jimin menariknya kembali.
"Pergilah dan bersenang-senang."Potong
Jimin dengan membelai lembut pipi
istrinya."Tapi jangan terlalu
lelah.mengerti?."tambah Jimin, karena tidak
ingin Rachel kelelahan dan berakibat buruk
pada kesehatan istrinya.jimin masih
mencemaskan tubuh istrinya yang masih
terlihat kurus akibat efek samping
penggunaan alat kontrasepsi,dan itu akan
berdampak pada keinginannya yang segera
__ADS_1
ingin memiliki anak.